00:10Intro
00:21Saudara Anda menyaksikan Kompas Bisnis bersama saya Nanda Aprilia
00:25Saudara sepekan lebih ketentuan batas harga minimal harga di Bursa Efek Indonesia berubah dari Rp50 menjadi Rp1 berlaku
00:33Sejumlah saham emiten yang terkenal dengan saham gocap atau Rp50 justru makin tertekan berhari-hari
00:44Bahkan di hari pertama pemberlakuan peraturan ini pada Senin pekan lalu puluhan saham gocap terpantau auto reject bawah atau ARB
00:53Termasuk diantaranya adalah emiten yang kerap menarik perhatian milik Gojek Tokopedia atau Goto dan juga Diamond Citra Proportindo alias Dada
01:01Per 22 September 2026 tercatat ada 50 saham berada di harga Rp50
01:08Dengan aturan baru istilah gocap tidak lagi menggambarkan lantai harga karena batasnya sudah pindah ke Rp1
01:25Menurut Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Saudara setelah sepekan pemberlakuan aturan harga minimum saham Rp1 atau market
01:33Mulai menunjukkan mekanisme pembentukan harga yang lebih sesuai dengan kekuatan permintaan dan juga penawaran
01:39Hasan Fauzi selaku kepala eksekutif pengawas pasar modal keuangan derivatif dan bursa karbon OJK mengatakan
01:48Otoritas melihat bahwa mekanisme penciptaan harga pasar yang wajar atau price discovery mechanism telah terjadi
01:55Dan ini tentu sesuai dengan tujuan dari kebijakan penghapusan batas minimum harga saham tersebut
02:14Sementara dari puluhan emiten yang terjatuh akibat penerapan aturan harga minimum saham Rp1
02:21Kami ambil dua emiten yang kerap jadi sorotan
02:24Yakni Gojek Tokopedia alias Gotoh dan Diamond Citra Propertindo alias Dada
02:30Sejak penerapan dilakukan pada Senin Pekan lalu sodara terpantau Gotoh 4 hari beruntun mengalami ARB
02:38Atau batas penurunan maksimal
02:39Walau sempat bangkit pada perdagangan Jumat dengan naik 2 poin atau 7,14 persen
02:45Namun sayang harus kembali turun 3,33 persen pada perdagangan Senin kemarin
02:51Selama sepekan ini sodara asing terpantau keluar dari Gotoh sebesar Rp982,76 miliar
02:58Sementara untuk saham Dada lebih parah lagi
03:02Sejak aturan baru diberlakukan emiten ini 5 hari berturut-turut ARB
03:06Dan baru berhasil naik tipis pada perdagangan Senin kemarin dengan kenaikan 1 poin atau 4,17 persen
03:21Dan sodara pertanyaannya apakah pemberlakuan harga minimum saham Rp1 dan short selling ini jadi sentimen yang akan menekan IHSG secara
03:31jangka panjang
03:32Sentimen apalagi yang mempengaruhi IHSG
03:36Kompas Bisnis akan menanyakan langsung kepada Edi Pranashidi selaku founder Indonesia Super Stock Community
03:42Yang sudah terhubung bersama kami di Kompas Bisnis pagi ini
03:44Selamat pagi Pak Edi
03:46Halo selamat pagi apa kabar
03:48Alhamdulillah kabar baik terima kasih sudah bertanya Pak Edi
03:51Pak Edi sepekan IHSG kan tertekan namun kemarin kita berhasil rebound
03:56Apa yang membuat indeks naik pada perdagangan Senin kemarin menurut Anda?
04:02Kemarin IHSG sempat sebetulnya hampir menyentuh lagi angka 6.038 atau 6.044 kemudian rebound
04:10Tapi saya lihat kemarin reboundnya betul-betul rebound yang sebetulnya agak teknikal ya
04:16Bukan karena misalnya karena ada masalah fundamental kita membaik dari segala segi seperti itu
04:21Tapi dari kondisi-kondisi yang ada sebetulnya kemarin ada perbaikan harga saham goto
04:27Dari hari Jupat ke hari Senin itu membaik
04:30Tapi ketika hari selesai kemarin itu agak turun 1 poin menjadi 29 rupiah dari 30 rupiah misalnya
04:37Tapi kalau untuk IHSG sendiri dengan kondisi sekarang di harga 6.118 atau level 6.118
04:46Dengan kondisi misalnya market cap hanya 10.200 triliun rupiah
04:51Dibandingkan PDB kita yang sudah 25.700 triliun
04:56Artinya PDB market cap itu PDB ratio-nya itu hanya 38-41%
05:02Which is very undervalued ya
05:05Kalau misalnya dibandingkan dengan rata-rata dunia yang di atas 82-85% seperti itu
05:11Jadi kondisi kemarin saya masih melihat ada sedikit baris recovery
05:15Kenapa disebut baris recovery?
05:17Karena ketika sebuah harga atau saham atau indeks
05:22Ketika sebuah harga saham atau indeks misalnya turun lebih dari 20% secara textbook dari harga tertingginya
05:28Dan sekarang IHSG ini dari harga tertingginya masih turun 30%
05:33Kemudian dari awal tahun masih turun 29% sampai 30%
05:37Itu artinya IHSG masih dalam trend baris
05:40Setiap kenaikan dari IHSG apakah itu regulatory bang
05:44Maka kita bisa mengatakannya hanya sebagai baris recovery
05:47Jadi untuk teman-teman harus tetap berhati-hati
05:50Dan tetap juga mencermati saham-saham yang kira-kiranya sebetulnya
05:54Masih mempunyai fundamental yang kuat
05:57Masih mempunyai growth outlook yang bagus
05:59Yang masih bisa menjadi katakanlah
06:01Untuk misalnya long term investment sampai mid term investment itu
06:05Masih bisa dapat di koleksi
06:07Seperti itu Mbak
06:08Oke
06:09Kalau menurut Pak Edy bahwa ini masih baris recovery ya untuk IHSG ya
06:14Tapi kalau seberapa jauh ketentuan saham minimum 1 rupiah ini menekan IHSG
06:19Khususnya selama sepekan kemarin ya Pak Edy
06:23Secara langsung maupun tidak langsung
06:251 rupiah ini sebetulnya berlaku untuk saham-saham yang katakanlah kemarin itu
06:3192 saham yang keluar dari FCA
06:33Kemudian juga bisa diperdagangkan sampai 1 rupiah
06:36Tapi untuk saham-saham ini
06:40Potensi misalnya disruptionnya atau misalnya perubahan kayak IHSGnya
06:44Sebetulnya tidak begitu signifikan
06:47Kecuali kalau misalnya saham-saham big cap yang misalnya bisa diperdagangkan sampai 1 rupiah
06:52Which is agak impossible untuk mencapai ke sana
06:55Seperti itu Mbak
06:56Jadi kalau misalnya diperkatakan apakah sangat berpengaruh tidak juga
07:00Tapi akan sangat berpengaruh kepada liquidity
07:03Artinya dengan penambahan
07:05Dengan misalnya penambahan aturan harga saham bisa sampai 1 rupiah
07:10Liquiditas tentunya akan bertambah
07:13Seperti itu Mbak
07:14Liquiditas harian ya terutama
07:15Oke
07:17Nah Pak Edy
07:18Saya mau mengutip apa yang sebelum disampaikan oleh OJK
07:21Selama sepekan pemberlakuan untuk aturan baru
07:26Batas bawah harga saham kan
07:28Penciptaan harga pasar yang wajar atau price discovery mekanismnya telah terjadi
07:32Kalau menurut OJK
07:33Dari Pak Edy sendiri apakah melihat hal yang sama dengan OJK?
07:38Memang tujuan dari 1 rupiah ini memang ada price discovery ya
07:43Cuma dalam kondisinya apakah saham-saham yang katakanlah secara teknikal
07:49Atau secara mekanism itu harus mendapatkan price discovery yang proper
07:54Yang stabil
07:55Ataupun yang sesuai dengan fundamentalnya
07:57Itu yang harus menjadi pertanyaan
07:59Kenapa?
08:00Karena banyak sekali saham-saham yang ketika misalnya listing di tahun 2020
08:05Sampai 2023 itu kebanyakan saham-saham yang katakanlah listingnya itu strategik gitu
08:10Dalam artian mungkin growth outlook untuk fundamentalnya tidak begitu bagus gitu ya mbak
08:16Jadi kondisinya betul ada price discovery
08:20Dan price discovery ini akan menentukan apakah sebuah harga saham ditentukan oleh 1
08:24Katakanlah price to book value
08:27Misalnya price to book value di bawah 1 itu menarik
08:29Atau di bawah 2 itu masih menarik
08:31Kemudian P.E. ratio misalnya kalau di bawah 15 itu masih menarik
08:34Nah ini yang harus jadi pertimbangan para investor
08:37Kondisi saham-saham ini apakah sudah menuju ke bottomnya
08:42Atau tidak berdasarkan misalnya fundamental ratios
08:45Tapi kalau misalnya berpikir tentang technical ratios
08:48Saya kira kita harus ambil dari 2 tahun kebelakang
08:53Kira-kira ini harga sahamnya berapa
08:54Kalau tadi mbak misalnya menyatakan tentang
08:57Gotoh sama misalnya saham diamond property
09:02Dada gitu
09:03Itu kita juga harus melihat historical dan kronologisnya
09:08Kalau misalnya kita mau mengetahui apa yang terjadi dengan saham Gotoh dan saham dada
09:12Seperti itu mbak
09:14Oke, nah ini tadi sudah disinggung sama Pak Edy ya
09:17Setelah aturan ini berlakukan saham Gotoh 4 hari ARB
09:20Dan terakhir memang mampu bangkit tapi tipis
09:22Apakah Anda melihat Gotoh saat ini memang sudah di harga wajarnya Pak Edy?
09:28Saham Gotoh itu harus kembalikan kepada historicalnya ya
09:33Saham Gotoh sejak Mei itu terpojok di angka 50 rupiah
09:39Which is sebelum ada peraturan baru bisa diperdagangkan ke 1 rupiah
09:43Dan sebelum dilepaskan kondisi itu
09:46Nah, kalau misalnya melihat secara fundamental
09:49Dengan perbaikan yang sudah terjadi secara fundamental
09:52Di kuartal 1 kemudian kuartal 2 tahun ini Gotoh sudah membaik
09:56Saya pikir fundamentalnya sudah membaik juga
09:58Artinya dari kerugian 1,189 triliun di tahun 2025
10:04Sekarang sudah ada perbaikan dan kira-kira nanti berpotensi di tahun 2020
10:0926 full year itu berpotensi menyentuh angka 2 triliun
10:142,2 sampai 2,3 triliun rupiah
10:17Which is ada perbaikan atau improvement
10:20Nah, kemarin kenapa Gotoh dibuang oleh asing
10:23Itu kembali lagi kepada masalah MSCI
10:26Morgan Stanley Capital International yang meremove Gotoh dari daftarnya
10:30Dan itu terjadi karena Gotoh secara trading liquidity dan opak shareholding
10:38Itu tidak memenuhi standar masuk ke MSCI
10:42Karena apa?
10:43Karena selama di harga 50 rupiah Gotoh sama sekali tradingnya kecil sekali volume-nya
10:49Jadi kemarin ketika Gotoh dibuka dari 50 rupiahnya
10:55Sempat turun sampai harga 26 rupiah terendahnya
10:59Kemudian naik ke 30 rupiah di hari Jumatnya
11:02Nah, hari sendirinya turun menjadi 29 rupiah
11:05Apakah kondisi ini sudah menunjukkan bahwa Gotoh misalnya sudah ada perbaikan
11:09Saya kira sebagai misalnya melihat dari trading volume sudah ada perbaikan
11:13Tapi juga harus juga teman-teman investor untuk sadar bahwa
11:187% saham yang dikuasai oleh Morgan Stanley melalui PLC Internasionalnya
11:25Dua unitnya itu masih ada di Gotoh
11:28Apakah itu akan dijual sebuahnya?
11:31Karena yang dipegang oleh Morgan Stanley ini adalah saham yang sifatnya passive fund
11:35Dan pastikan kalau misalnya kata Morgan Stanley sudah dikeluarkan dari daftar investable
11:40Seharusnya mereka mandatory wajib keluar
11:43Nah, saya harus hitung kembali apakah kemarin dengan 2,3 triliun rupiah
11:48Yang keluar dari Gotoh itu sudah mencakup yang dimiliki oleh Morgan Stanley
11:54Maka itu akan menjadi sebuah pembalikan arah buat Gotoh untuk masa depan
11:58Tapi kalau misalnya berpikir bahwa ada growth outlook dari Gotoh
12:02Saya kira ini sebuah kesempatan buat teman-teman untuk mengakumulasi Gotoh
12:06Karena apa?
12:08Karena kemungkinan Gotoh untuk masuk lagi MSCI
12:10Dengan kondisi katakanlah market cap-nya itu atau kapitalisasi pasarnya itu mencapai 100 triliun rupiah
12:18Dengan kondisi sekarang total outstanding shares Gotoh itu di 1,14 triliun lembar
12:24Maka 100 triliun rupiah dibagi 1,14 triliun maka saham Gotoh bisa masuk ke MSCI
12:31Jika harga sahamnya mencapai ke harga 83-85 rupiah per lembar
12:36Seperti itu Mbak
12:37Oke, saya bisa menangkap apa yang disampaikan oleh Pak Edi terkait dengan ketentuan harga minimum saham 1 rupiah
12:43Aturan baru ini bahwa memang ini masih baris recovery ASG
12:46Tapi tetap harus berhati-hati kehidupannya
12:49Terima kasih Edi Pranashidi, founder Indonesia Superstock Community yang sudah berbagi bersama kami di Kompas Bisnis
12:54Selamat pagi, sehat selalu Bapak
12:57Selamat pagi, terima kasih