Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Terdakwa kasus ijazah Jokowi, Tifauzia Tyassuma, mengaku bersyukur atas putusan MK terkait ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming.

"Sekarang ini saya bersyukur karena MK itu sudah membuat putusan ya karena mudah-mudahan publik masyarakat Indonesia. Balik lagi kepada sebuah isu yang paling utama yang harus kita selesaikan yaitu soal polemik ijazah Joko Widodo," ujar Tifa usai sidang pembuktian kasus ijazah Jokowi pada Kamis (8/10/2026).

"Jadi kita jangan kita campur, jangan kita masuk campur di situ di luar wewenang kita. Kita fokus kepada ijazah Joko Widodo," lanjutnya.

Baca Juga Yusril Merasa Tak Layak Bahas Ijazah Gibran: Bagaimanapun Wapres Atasan Kami di https://www.kompas.tv/nasional/695101/yusril-merasa-tak-layak-bahas-ijazah-gibran-bagaimanapun-wapres-atasan-kami

#ijazahjokowi #tifa #gibran #wapres #breakingnews

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/695108/tifa-bersyukur-putusan-mk-terkait-ijazah-wapres-gibran-publik-balik-lagi-ke-isu-utama-ijazah-jokowi
Transkrip
00:00Oke, jadi sampai dengan sidang sudah berkali-kali kami ikuti, tidak pernah ada istilah clustering ya, tidak pernah ada istilah
00:08clustering.
00:09Dan sebetulnya istilah clustering itu sangat tidak lazim dalam dunia hukum dimanapun di seluruh dunia.
00:14Kita baru dengar ada cluster, cluster 1 dan 2 itu dari penyidik, dari polda dan itu sebuah istilah yang sama
00:20sekali tidak baku dan tidak lazim.
00:22Oleh karena itu saya mengharapkan seluruh masyarakat Indonesia jangan anda ikut-ikutan berhalusinasi ya.
00:27Ikut-ikutan menggunakan istilah cluster-cluster karena istilah cluster itu ternyata adalah sebuah strategi devide et impera.
00:37Memecah belah ya seperti yang terjadi pada kami dengan kami tersangka di clustercan 1 dan 2 ya.
00:43Dan itu adalah keberhasilan karena itu saya juga meminta kepada masyarakat Indonesia untuk tidak terkecoh ya.
00:52Kalau memang Pak Jokowi Dodo akan hadir buktikan 6.000 mobil SMK.
00:57Kalau memang Pak Jokowi Dodo mau hadir buktikan dulu apakah IKN benar-benar jadi kota metaverse.
01:03Ya jadi itu.
01:05Jadi Anda tidak akan kecewa kalau ternyata berkali-kali juga Jokowi Dodo sudah berkali-kali berjanji ya dengan sangat gagah
01:14berani untuk hadir.
01:15Ya kami tunggu dengan senang hati.
01:17Kami tunggu dengan semangat karena dengan itu maka kita bisa membuktikan ya keaslian atau kepalsuan dari ijazah yang dimiliki oleh
01:24yang bersangkutan.
01:25Pertanyaan kedua.
01:38Ya Rismon Sianipar itu walaupun sudah menjadi termil ya termul internal tetapi memang di dalam data saksi itu namanya masih
01:49ada.
01:49Jadi dia akan kita hadirkan tidak kembali kepada alam goib ya.
01:54Jadi kita juga akan tunggu Rismon Sianipar untuk mempertanggungjawabkan tadi ya dari saksi yang keempat tadi.
02:01Dia mengatakan bahwa orang yang memposting potongan-potongan sesuatu yang disebut sebagai ijazah itu yang tadi saya koreksi ya.
02:08Jadi kalau postingan atau unggahan itu nggak boleh disebut sebagai ijazah.
02:12Itu nama lasingnya adalah integritas digital.
02:16Jadi integritas digital dalam untuk potongan-potongan itu menurut saksi yang keempat tadi adalah berasal dari potongan,
02:22eh upload, postingan primer dari unggahan primer dari Rismon Sianipar.
02:28Ya nanti kita akan tunggu.
02:29Baik ada pertanyaan lagi?
02:31Sudah cukup?
02:32Aku tahu segini menanggap ibu perihal, mohon maaf sebelum ini agak melenceng sedikit.
02:37Ini kan kemarin dari Pak Kauzinudin mendatangi baris krim perihal tentang melaporkan hasil MK.
02:44Dan katanya, mohon maaf wakil Gibran sendiri, membohongi publik.
02:48Ini mungkin seperti apa?
02:50Oh ya, ini kita begini ya.
02:52Jadi sekarang ini saya bersyukur karena MK itu sudah membuat putusan.
02:58ya, karena mudah-mudahan publik masyarakat Indonesia balik lagi kepada sebuah isu yang paling utama
03:04yang harus kita selesaikan, yaitu soal polemik ijazah Jokowi-Dodo ini.
03:08Jadi MK sudah selesai, maka kita mengharapkan agar nanti seluruh mata publik ya,
03:14menelukung, memperhatikan, bersama-sama dengan kami untuk berjuang,
03:17untuk segera memutihkan sejarah dari bangsa Indonesia
03:21dengan kepastian tentang polemik ijazah Jokowi-Dodo.
03:25Ya.
03:27Iya, itu sudah ada yang menguruskan ya.
03:30Jadi kita, jangan kita ucampur.
03:31Jangan kita masuk ucampur di situ, di luar pemenang kita.
03:34Kita fokus kepada ijazah Jokowi-Dodo, kepada BAP yang 148 itu,
03:40dan kepada seluruh alat bukti dan barang putih
03:42yang nanti sama-sama kita lakukan cross-examination pada setiap sidang yang akan berjalan.
03:47Terima kasih.
03:48Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dianjurkan