Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Eks Wamenkumham, Denny Indrayana mengungkapkan bahwa jalur pemakzulan Wapres Gibran via DPR akan tidak mudah.

Hal ini disampaikan Denny Indrayana saat konferensi pers di Jakarta pada Jumat (9/10/2026).

Denny mendorong rakyat melakukan Gerakan masif dan signifikan terkait ini.

"Apakah kita tetap memberikan mandat ini kepada partai dan DPR untuk melanjutkan proses pemakzulan Gibran? Saya tidak yakin ini akan jalan," ujar Denny.

Baca Juga Denny Indrayana Bocorkan Respons Rocky Gerung soal Putusan Ijazah Gibran di https://www.kompas.tv/nasional/695217/denny-indrayana-bocorkan-respons-rocky-gerung-soal-putusan-ijazah-gibran

Denny mengatakan bahwa tak hanya dirinya yang punya keyakinan tersebut. Dirinya menyinggung soal koalisi yang oversize.

"Saya pikir bukan saya saja yang tidak punya keyakinan itu. Kita melihat bahwa koalisi partai di DPR minus PDI Perjuangan adalah koalisi on oversize," ujar Denny.

Produser: Theo Reza

#dennyindrayana #ijazahgibran #breakingnews

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/695229/denny-indrayana-soal-proses-pemakzulan-gibran-di-dpr-saya-tidak-yakin-ini-akan-jalan
Transkrip
00:00Dan sulit untuk bikin gol.
00:03Saya dengan segala hormat,
00:07di samping masalah teknis sekarang DPR dan DPD sedang reses,
00:12ini lagi reses mereka nih.
00:14Kalau saya tadi cek di Google gitu,
00:17kapan resesnya, 9 Oktober sampai 9 November.
00:21Lama ini.
00:22Ini kita akan lihat,
00:25tidak akan ada pergerakan-pergerakan signifikan di DPR.
00:28Ini reses.
00:31Nggak reses aja, saya nggak yakin akan ada pergerakan.
00:35Dengan segala hormat kepada teman-teman DPR,
00:39saya mengutip pendapat Pak Bambang Pacul ketika bicara dengan Pak Mahfud,
00:43kami ini tergantung pimpinan,
00:47para ketum-ketum itu.
00:49Jadi, DPR satu hal,
00:53tetapi sebenarnya yang paling menentukan adalah posisi pimpinan-pimpinan partai politik.
01:00Nah,
01:02jalur di DPR adalah jalur
01:05yang dalam pemahaman saya,
01:11sayangnya tidak mudah.
01:12kecuali,
01:14kecuali apa?
01:17Kecuali rakyat memang melakukan gerakan masif dan signifikan.
01:25Pertanyaannya sekarang ada di kita.
01:30Pertanyaannya sekarang kembali ke yang memiliki republik,
01:34yang memiliki dolar rakyat.
01:37Apakah kita tetap memberikan
01:41mandat ini kepada partai dan DPR
01:45untuk melanjutkan proses pemakzulan Gibran?
01:49Saya tidak yakin ini akan jalan.
01:57Saya pikir bukan saya saja yang tidak punya keyakinan itu.
02:03Kita melihat bahwa koalisi partai di DPR
02:09minus PDI Perjuangan adalah koalisi on oversize
02:17dari segi hukum tata negara
02:19ada tiga koalisi.
02:21Koalisi oversize,
02:22koalisi kebesaran,
02:24kegemukan,
02:25koalisi undersize,
02:27koalisi kekecilan,
02:28ceking,
02:29dan minimal winning coalition.
02:31Koalisi yang pas terbatas, ideal.
02:35Ibarat badan itu
02:36tidak terlalu gemuk,
02:38tidak terlalu kurus.
02:40Yang sekarang kita lihat,
02:41koalisi Presiden Prabowo
02:43adalah koalisi
02:45tanpa bermaksud
02:47apa ini,
02:49shaming ke siapa-siapa,
02:50karena saya juga gemuk.
02:52Oversize coalition,
02:54koalisi kegemukan
02:55yang konsekuensinya
02:58lambat bergerak
02:59dan banyak potensi sakitnya itu.
03:04Kolesterol, gula, dan sejenisnya.
03:08Jadi,
03:09dengan segala hormat,
03:12kita,
03:14saya khawatir,
03:17proses yang dicoba dorong
03:19oleh Mahkamah Konstitusi
03:21melalui DPR,
03:23pemaksudan ini,
03:24tidak akan kemana-mana.
03:26Kecuali,
03:27rakyat,
03:29melakukan,
03:30gerakan,
03:31dan desakan,
03:32yang memang,
03:33kuat,
03:34masif,
03:37dan
03:37betul-betul efektif.
03:40Maka,
03:41pertanyaannya kepada kita.
03:43Dimana teman-teman mahasiswa,
03:47dimana teman-teman buruh,
03:49setelah ada pimpinan buruh
03:51yang menjadi menteri,
03:53dimana teman-teman guru,
03:55dimana elemen LSM,
03:58teman-teman civil society,
04:00dimana teman-teman ormas,
04:01NU,
04:03Muhammadiyah,
04:04PGI,
04:04dan seterusnya.
04:06Kami tetap akan melakukan,
04:08gerakan-gerakan audiensi.
04:11Kami sedang menyusun,
04:12surat-surat,
04:13meminta,
04:15waktu kepada,
04:16fraksi,
04:17DPR,
04:19MPR,
04:20bahkan juga kami sudah punya,
04:23komunikasi dengan pimpinan DPD,
04:26nanti,
04:26Bang Refli,
04:27apakah akan menyampaikan,
04:28atau tidak,
04:29nanti beliau,
04:30karena beliau yang membangun komunikasi,
04:32walaupun DPD juga sedang rises,
04:34tapi ingat,
04:36pemakzulan itu ada di DPR,
04:38MK,
04:39kembali ke DPR,
04:41sebelum ke MPR,
04:42dan MPR itu selain unsur DPR,
04:44ada unsur DPD.
04:47Jadi kita juga,
04:48ingin melihat,
04:49bagaimana posisi DPD.
04:51Kalau DPR,
04:53kita ingin lihat,
04:54bagaimana posisi partai.
04:56karena itu kita juga akan datang,
04:58ke partai-partai.
05:00Bagaimana posisi PDI Perjuangan?
05:04PDI Perjuangan penting nih.
05:07Bu Mega,
05:08bagaimana posisinya?
05:10Melihat kadernya,
05:12walaupun sudah mantan,
05:16Pak Jokowi,
05:17dan Gibran,
05:19memperlakukan,
05:20bangsa Indonesia,
05:21seperti ini.
05:24melakukan,
05:26pembohongan publik,
05:28soal syarat-syarat,
05:31syarat umur,
05:33diakali dengan putusan,
05:35Paman Usman,
05:35untuk ponakan Gibran,
05:38syarat pendidikan,
05:39dikadali dengan peraturan KPU,
05:41nomor 19,
05:42tahun 2023,
05:44pasal 18,
05:45ayat 3.
05:46Bagaimana posisi Bu Mega,
05:49Ketua Umum PDI?
05:51saya sudah diundang oleh salah satu partai,
05:54untuk berdiskusi,
05:56awal minggu depan.
05:58Partainya apa,
06:00sebaiknya tidak saya sebut dulu.
06:03Beberapa partai juga sudah mulai kontak.
06:06Tetapi ini,
06:08semuanya wait and see.
06:10Siapa yang di-wait,
06:12dan siapa yang di-see.
06:14Siapa yang ditunggu,
06:15dan siapa yang dilihat pergerakannya,
06:17iya jelas pimpinan koalisi.
06:21Yang ditunggu adalah,
06:23yang di-wait adalah,
06:25bagaimana posisi,
06:27Ketua Umum Partai Gerindah.
06:29Yang disi adalah,
06:31bagaimana posisi Presiden,
06:33melihat wapresnya.
06:35Dan kita belum mendengar,
06:371,1 titik,
06:39dari Presiden Prabowo,
06:40atas putusan Mahkamah Konstitusi,
06:43yang sangat strategis,
06:45terkait dengan,
06:46nasib bangsa Indonesia.
06:50Ini adalah,
06:51presidential issues.
06:55Ini adalah,
06:56presidential responsibility.
07:00Sebagai nakoda bangsa ini,
07:03pada tempatnya,
07:05pada waktunya,
07:09Presiden memberikan,
07:11positioning dia.
07:14Apa pandangan Presiden Prabowo,
07:17atas putusan Mahkamah Konstitusi?
07:20Mari sama-sama kita tanya kepada beliau.
07:26Karena,
07:28partai-partai,
07:30apalagi partai koalisi,
07:32itu akan tergantung,
07:34dengan posisi Presiden.
07:38Ketika Presiden Prabowo,
07:40hanya diam,
07:42hakul yakin,
07:43yang lain juga,
07:44diam saja.
07:47Gak mau mereka kehilangan,
07:49posisi menterinya,
07:50para ketua umum partai itu.
07:51Gak mau mereka kehilangan,
07:54posisi komisarisnya,
07:56para relawan pendukung itu.
07:58Gak mau beberapa,
07:59kehilangan posisi,
08:00One Team Press-nya.
08:04Tadi malam,
08:06saya tapping dengan Rocky Gerung.
08:08Sekarang,
08:09sudah kita panggil,
08:10yang mulia,
08:11anggota One Team Press.
08:13Tapi beliau dengan,
08:14baik,
08:15tadi malam,
08:16mengatakan,
08:17kepung DPR.
08:18Wah, mantap itu.
08:19Mungkin nanti ada yang memviralkan itu,
08:22pernyataan-pernyataan itu.
08:23Dan di ujungnya,
08:25kata Rocky,
08:26saya anggota Dewan Pertimbangan Presiden.
08:29Bukan anggota Dewan Pertimbangan Wakil Presiden.
08:33Nah, mantap itu.
08:35Itu Rocky.
08:37Yang disubuk tanganin saya.
08:40Poinnya adalah,
08:41Bapak Presiden Prabowo,
08:43bagaimana penyikapan Anda,
08:46terhadap putusan Mahkamah Konstitusi.
08:48Tidak boleh Presiden diam.
08:51Kita ingin tahu.
08:53Apakah Presiden,
08:55tidak mengambil sikap,
08:57tidak mengambil tindakan,
08:59terhadap,
09:00putusan MK,
09:02yang secara jelas,
09:03tidak usah ditafsirkan kiri-kanan,
09:06mengatakan,
09:06Wakil Presiden itu,
09:08tidak lagi memenuhi syarat,
09:11pendidikan.
09:14Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pemilu.
09:16Itu clear.
09:18Kalau orang belajar Bahasa Indonesia.
09:20Kalau tidak clear,
09:22tolong nanti masuk ke sekolahnya Bu Mercy.
09:24Diajarin Bahasa Indonesia.
09:27Kalau cara baca putusannya,
09:29teman-teman relawan,
09:32ya,
09:33kita tidak bisa ngomong.
09:36Jadi,
09:37Pak Presiden,
09:38mesti menjelaskan,
09:40apa positioning dia.
09:41Kalau Presiden,
09:43diam,
09:44terhadap putusan Mahkamah Konstitusi,
09:46pertanyaan lanjutannya adalah,
09:49apa hasil pertemuan,
09:52antara Prabowo,
09:53dengan Jokowi,
09:55di malam putusan Mahkamah,
09:57dilakukan.
10:00Layak dan pantas,
10:02kita bertanya,
10:03apa pembicaraannya,
10:06apa kesepakatannya,
10:08atau apa ketidaksepakatannya.
10:12Karena penyikapan Pak Prabowo,
10:15salah satunya,
10:17akan ditentukan dengan,
10:19bagaimana relasi antara,
10:21Prabowo dan Jokowi.
10:29kita akan lihat,
10:33bagaimana,
10:35tolong teman-teman media nih,
10:38teman-teman media,
10:40yang ada di istana,
10:42yang pos di istana,
10:44tolong tanyakan ke Pak Prabowo,
10:46Pak Prabowo,
10:47bagaimana penyikapan Anda,
10:49sebagai Presiden,
10:50bagaimana penyikapan Anda,
10:52sebagai Ketua Umum Partai Gerindra,
10:54sebagai pimpinan,
10:55koalisi partai-partai,
10:57atas putusan,
10:58Mahkamah,
10:59Konstitusi.
11:00Tanyakan dong,
11:02harusnya tanpa ditanya,
11:04Presiden manggil.
11:05Ini loh,
11:06posisi saya,
11:07ini penting,
11:08ini presidensial issue,
11:10saya harus menyampaikan,
11:11posisi dan kebijakan saya,
11:13sebagai,
11:14pimpinan Republik.
11:15Tanpa ditanya,
11:17harusnya beliau sudah mengambil langkah itu.
11:20Tapi karena tidak dilakukan,
11:22ya mungkin mudah-mudahan,
11:24ada kesempatan,
11:25teman-teman media,
11:27memberi,
11:28apa,
11:29menanyakannya,
11:30agar kita sebagai rakyat,
11:31tahu,
11:33ini,
11:33pimpinan tertinggi kita,
11:35posisinya apa,
11:36atas hal yang,
11:38skandal yang memalukan,
11:40Wakil Presiden,
11:41ternyata tidak memenuhi syarat.
11:42terakhir,
11:44teman-teman,
11:45nanti kita minta,
11:47Bung Revely,
11:49untuk,
11:51menyampaikan,
11:52pandangannya.
11:55Jadi,
11:56minggu depan ini,
11:58kita akan keliling,
12:00sedang disusun,
12:02kemananya,
12:02tergantung nanti,
12:04waktu yang diberikan,
12:06ke DPR,
12:07ke DPD,
12:09ke MPR,
12:10ke partai-partai,
12:11ormas,
12:13ormas-ormas keagamaan,
12:15dan,
12:15tentu saja juga,
12:17mudah-mudahan,
12:19kalau kita juga,
12:20ketemu teman-teman media,
12:22ya,
12:23untuk,
12:24sama-sama,
12:25melakukan,
12:26konsolidasi,
12:27civil society.
12:29Karena saya,
12:30memandang,
12:31ini yang bisa,
12:32melakukan gerakan,
12:34ya,
12:34kembali ke rakyat,
12:35akhirnya.
12:36Berharap pada,
12:38partai,
12:39DPR,
12:40dan kawan-kawan itu,
12:41kok hopeless.
12:43Dengan segala hormat,
12:45ke teman-teman partai,
12:46yang masih,
12:47punya idealisme,
12:49masih punya,
12:50semangat juang,
12:51pasti ada,
12:52ya,
12:53tetapi kan,
12:55realitasnya,
12:55kita harus,
12:56paham juga.
12:58Sebelum saya lupa,
12:59di DPR itu,
13:00kemarin,
13:01saya mendengar,
13:01Pak Ahmad Doli,
13:03dari partai Golkar,
13:04itu mengkonfirmasi,
13:07bahwa,
13:08tidak ada,
13:09pembahasan,
13:09pasal 18 E3,
13:11di DPR.
13:13Kita sudah dengar,
13:14dari Bang Hadar,
13:15tidak ada di uji publik,
13:17kita sudah dengar,
13:18dari Bawaslu,
13:19tidak ada di uji publik,
13:21tidak ada di,
13:22di pembahasan DPR.
13:24Kemarin,
13:24saya menonton video,
13:25penjelasan,
13:26dari Pak Ahmad Doli,
13:28dari partai Golkar,
13:29memang,
13:29tidak ada barang itu.
13:31Sayangnya,
13:32Mahkamah Konstitusi,
13:33tidak masuk ke situ.
13:34Kenapa?
13:35Karena,
13:35kalau mereka masuk,
13:37itu sulit,
13:38untuk keluar dari,
13:38putusan diskualifikasi.
13:41Karena,
13:41disitulah,
13:43cacat manipulatifnya.
13:44Ingat,
13:45saya mengatakan,
13:46ada dua cacat.
13:47Cacat administ,
13:48bukan saya ya.
13:50Permohonan kami,
13:51mengatakan,
13:52ada dua cacat.
13:53Cacat administratif,
13:56tidak adanya ijazah,
13:57dan bukti pendidikan itu.
14:00Dan,
14:00cacat manipulatif,
14:02terkait dengan,
14:03pasal 18 etika.
14:05Yang saya sebut,
14:06saya.
14:07Yang kami sebut,
14:09TST.
14:10Terstruktur,
14:11sistematis,
14:12ter...
14:14Jadi,
14:16kalau,
14:17MK kemarin,
14:17memilih hanya cacat administratif,
14:19karena mereka,
14:21sebenarnya,
14:22agak,
14:23agak,
14:24kesulitan,
14:25untuk,
14:25masuk ke cacat manipulatif,
14:27tanpa diskualifikasi.
14:29Agak kurang,
14:30kurang logis,
14:32kalau kemudian,
14:33cacat manipulatif,
14:35dinyatakan terbukti,
14:36dan memang sulit,
14:37untuk menyatakan tidak terbukti,
14:39karena ternyata tidak pernah dibahas,
14:40ini pasal selundupan,
14:42karena itu teman-teman Temis,
14:44dan teman-teman Permahi,
14:46Ismahi apa Permahi?
14:47Permahi,
14:48sedang,
14:48melaporkan ke DKPP,
14:51tidak mungkin mereka,
14:52mengatakan ini,
14:53tidak terbukti,
14:54karena faktor persidangannya begitu,
14:55dan kalau dinyatakan terbukti,
14:57sulit untuk tidak kemudian masuk ke putusan diskualifikasi.
15:01Jadi,
15:03sebagai penutup,
15:06kemarin kita setelah putusan Mahkamah Konstitusi,
15:10mengatakan,
15:11meminta Gibran untuk mundur.
15:15Sebenarnya Gibran bin Jokowi,
15:18karena putusannya,
15:19saya tidak yakin Gibran bisa memutuskan sendiri.
15:23Ini,
15:24dengan segala hormat,
15:26level untuk memutuskannya,
15:28masih tergantung pada Bapak juga.
15:34Jadi,
15:36itu sudah kita suarakan,
15:38selasa malam,
15:40Rabu,
15:40Kamis,
15:41Jumat,
15:41sudah cukup.
15:43Saya bilang,
15:44pilihan Gibran itu ada dua,
15:46MBG,
15:48mundurkan,
15:49berhentikan,
15:50Gibran.
15:56Pilihannya,
15:57berhenti,
15:58atau diberhentikan.
16:01Dua,
16:02pilihannya,
16:03mundur,
16:03atau dimundurkan.
16:06Pilihan mundur,
16:07atau berhenti,
16:08syaratnya juga cuma dua,
16:09saya bilang.
16:10Tahu diri,
16:12atau tahu malu.
16:13Tahu malu.

Dianjurkan