Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Kepala Bakom RI, Syahganda Nainggolan, menanggapi putusan MK terkait ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming.

"Yang paling penting kan kita menghormati. Sebagai eksekutif menghormati yudikatif," ujar Kepala Bakom RI, Syahganda Nainggolan, pada Sabtu (10/10/2026).

"Alurnya kan bisa ke politik, bisa ke kemudian ke hukum lainnya dan lain-lain. Yang kita lihat ini, kalau memang ada instabilitas yang diciptakan oleh ketidakpuasan, ya itu jangan di luar jalur-jalur hukum," lanjutnya.

Syahganda juga menyayangkan adanya aksi dari salah satu anggota DPRD yang menurunkan foto Wapres Gibran.

Baca Juga Mahfud MD: Gibran Tak Boleh Maju di Pilpres 2029 Jika Aturan Tak Berubah | ROSI di https://www.kompas.tv/talkshow/695241/mahfud-md-gibran-tak-boleh-maju-di-pilpres-2029-jika-aturan-tak-berubah-rosi

#bakom #syahganda #gibran #wapresgibran #ijazahgibran #mk



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/695246/kepala-bakom-syahganda-respons-putusan-mk-terkait-ijazah-wapres-gibran-hingga-aksi-penurunan-foto
Transkrip
00:00Itu alurnya kan bisa ke politik, bisa ke kemudian ke hukum lainnya dan lain-lain.
00:04Yang kita memang melihat ini kalau memang ada instabilitas yang diciptakan oleh ketidakkuasaan,
00:10ya itu jangan di luar jalur-jalur hukum.
00:33Ya yang paling penting kan kita menghormati, sebagai ekskutif menghormati yudikatif ya.
00:43Dan itu kekuasaan yudikatif sudah jelas bahwa tidak bisa di-impeach.
00:49Ya kan dari pasangan Bapak Presiden maupun Bapak Wakil Presiden.
00:55Nah terkait tadi kemana alurnya, ini kan kita masih melihat kan.
00:59Itu alurnya kan bisa ke politik, bisa kemudian ke hukum lainnya dan lain-lain.
01:04Yang kita memang melihat ini kalau memang ada instabilitas yang diciptakan oleh ketidakkuasaan,
01:10ya itu jangan di luar jalur-jalur hukum.
01:12Seperti tadi misalkan penurunan foto, ya itu kan kurang baik lah ya.
01:17Karena kan beliau bagaimanapun masih tetap sebagai Wakil Presiden gitu.
01:22Karena dia kan kalau yang nurin foto misalkan tukang beca di pinggir jalan sih gak ada masalah ya kan.
01:27Tapi kalau anggota DPRD kan dia kan makan dari gaji negara.
01:30Itu aja mungkin kita berharap rakyat harus bersabar karena ini masih berproses gitu.
01:35Ada yang mencoba untuk melakukan impeachment juga dari Dini Inrena yang mengatakan ke MK itu?
01:39Mencoba untuk ke DPRD meminta agar proses itu?
01:41Ya itu silahkan aja kan itu rakyat kan.
01:43Semua rakyat punya suara.
01:45Kan jadi pemerintah itu pengen rakyat itu melihat apa yang dilakukan oleh pemerintah.
01:51Kita tidak mengintervensi.
01:52Tidak ada cawi-cawi ngumpulin orang MK dan lain-lain.
01:57Gak ada.
01:57Jadi Presiden dalam urusan MK seperti undang-undang Omnibus Law ketika digugat oleh setikat-setikat buruh.
02:03Presiden juga tidak ikut.
02:05Dia menghormati.
02:07Dia kemerdekaan pengadilan lah.
02:09Tidak ada yang ini jadi keujian buat legitimasi Mas Gita sebagai presiden?
02:13Pak Jus saya gak tau.
02:14Nanti saya tanya sama Pak Gibran ya.
02:16Saya pikir itu ya.
02:17Terima kasih ya.
02:18Saya pikir nanti kita lanjut lagi nanti ya.
02:22Terima kasih ya.
02:46Cara baru nonton di Smart TV.
02:49Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
02:55Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
03:00Cari Kompas TV melalui pencarian.
03:03Pilih aplikasi lalu install.
03:05Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
03:10Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga.

Dianjurkan