Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
PALEMBANG, KOMPAS.TV - Kabut asap mengganggu penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang. Jarak pandang yang menurun, terutama pada pagi hari, membuat sejumlah penerbangan tertunda.

Pengelola bandara terus memantau kondisi kabut asap dan jarak pandang sebelum pesawat lepas landas atau mendarat.

Kabut asap dampak kebakaran lahan hari ini lebih tebal dari sebelumnya.

Jarak pandang mulai terbatas, warga kian sesak. Kualitas udara berada pada level berbahaya. Warga mengeluhkan soal bantuan dari pemerintah pusat yang diharapkan bisa mempercepat upaya pemadaman.

Di Palembang, Sumatera Selatan, Jembatan Ampera yang menjadi ikon Kota Palembang sempat nyaris tak terlihat tertutup kabut asap.

Jarak pandang terbatas membuat aktivitas Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, juga terganggu, sehingga sejumlah penerbangan tertunda, tak terkecuali jalur laut.

Merespons hal ini, Pemprov Sumsel mengatakan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan terus dilakukan tanpa henti.

Soal kebakaran hutan, Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, menegaskan karhutla saat ini menjadi masalah global karena fenomena El Nio.

Presiden berencana membentuk Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional yang memiliki tugas khusus dalam penanganan karhutla.

Penanganan kebakaran hutan dan lahan tak lagi bisa ditunda. Dituntut langkah cepat dan nyata untuk mengakhiri derita warga yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan.

Baca Juga Kabut Asap Karhutla dari Indonesia Perburuk Kualitas Udara di Malaysia dan Singapura | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/internasional/695261/kabut-asap-karhutla-dari-indonesia-perburuk-kualitas-udara-di-malaysia-dan-singapura-kompas-petang

#karhutla #kabutasap #palembang #kualitasudara

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/695263/parah-ikon-kota-palembang-hingga-bandara-tertutup-kabut-asap-tebal-kompas-petang

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Kampas petang kami lanjutkan, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan kian pekat menyelimuti kota Palangkaraya.
00:15Dari pantauan udara, kondisi jalan Cikikriwut nyaris tidak terlihat.
00:21Landmark kota Palangkaraya juga lenyap diselimuti kabut asap.
00:24Kondisi kesehatan warga terdampak sebab kualitas udara selalu berada dalam level berbahaya.
00:31Dari data BPBD Palangkaraya, luas lahan yang sudah terbakar mencapai 1.400 hektare dengan 848 kali kejadian.
00:41Warga juga khawatir rumah ikut terbakar karena kebakaran lahan kini mengarah ke permukiman.
01:03Sudah lima hari tim gabungan pemadam karhutlah di Kalimantan Tengah meredam titik api di kota Palangkaraya.
01:08Di kawasan jalan Mahir-Mahar, petugas melakukan pendinginan lahan gambut memastikan api tidak kembali menyebar yang jaraknya dekat dengan permukiman
01:17warga.
01:18Pemadaman diakui tidak mudah karena salah satunya sulit untuk mengambil air yang jaraknya jauh dari lokasi kebakaran.
01:31Dan ini posisi kami sudah berjalan lima hari untuk memadamkan sekitar luasan 2 hektare.
01:40Posisi sekarang sudah posisi tidak terbakar besar dan hanya untuk pendinginan di lahan ini supaya tidak menyebar terkait api.
01:52Kabut asap mengganggu penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badarudin 2 Palembang.
01:58Jarak pandang yang menurun terutama pada pagi hari membuat sejumlah penerbangan tertunda.
02:03Pengelola bandara terus memantau kondisi kabut asap dan jarak pandang sebelum pesawat lepas landas atau mendarat.
02:28Kabut asap dampak kebakaran lahan hari ini lebih tebal dari sebelumnya.
02:33Jarak pandang mulai terbatas, warga kian sesak.
02:37Kualitas udara berada pada level berbahaya.
02:40Warga mengeluhkan soal bantuan dari pemerintah pusat yang diharapkan bisa mempercepat upaya pemadaman.
03:09Di Palembang, Sumatera Selatan, jembatan Ampera yang menjadi ikon kota Palembang
03:14sempat nyaris tak terlihat tertutup kabut asap.
03:18Jarak pandang terbatas membuat aktivitas bandara di Sultan Mahmud Badarudin 2 Palembang
03:23membuat sejumlah penerbangan tertunda, tak terkecuali jalur laut.
03:28Merespons hal ini, Pemprov Sumsel mengatakan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan terus dilakukan tanpa henti.
03:35Operasi ujian buatan atau operasi modifikasi cuaca tidak 69 kali tidak lakukan.
03:45Soal kebakaran hutan, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menegaskan,
03:50karhutlah saat ini menjadi masalah global karena fenomena El Niño.
03:55Presiden berencana membentuk badan pengelola gambut dan mangrove nasional
03:59yang memiliki tugas khusus dalam penanganan karhutlah.
04:02Pasal tahun ini, kita menghadapi El Niño yang sangat kuat dan ini dihadapi oleh semua negara.
04:09Jadi memang ini kondisi yang kita hadapi bersama global di seluruh dunia.
04:15Untuk penguatan, Pak Presiden telah membentuk,
04:19memutuskan untuk akan membentuk badan pengelolaan gambut dan mangrove nasional.
04:27Penanganan kebakaran hutan dan lahan tak lagi bisa ditunda.
04:30Dituntut langkah cepat dan nyata untuk mengakhiri derita warga
04:33yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan.

Dianjurkan