00:00Kami awali kompasian dengan informasi kabut asap selama dua bulan lebih di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, kian mempersulit ruang gerak masyarakat.
00:08Di kawasan hari bebas kendaraan atau Car Free Day, warga tak lagi bisa berolah raga dengan lega dan membatasi durasi
00:15hingga rute jangkauan.
00:22Kabut asap pekat akibat kar hutlah yang mengepung kota Palangkaraya, kian mengganggu aktivitas warga di ruang publik.
00:28Di area Car Free Day, warga yang berolah raga terpaksa membatasi durasi karena udara yang tak lagi sehat, sehingga wajib
00:37menggunakan masker.
00:39Sejumlah pesepeda mengaku tak bisa lagi menjangkau rute jauh karena paparan asap yang membuat dada sesak dan tenggorokan sakit.
00:52Pakai masker dan olahraga pun juga tidak lama-lama juga gitu, takut juga dengan asap semakin pekak.
00:59Kalau upaya pemerintah sih saya lihat sudah sangat baik ya upaya untuk memadamkan api.
01:06Cuman kalau dipadamkan kan asapnya ini tidak bisa hilang gitu.
01:10Sangat mengganggu aktivitas kami ya, biasanya kami bisa bersepeda agak jauh, kali ini cukup pendek dan langsung kalau buka mendukung
01:20UMKM di CFD ini Pak.
01:21Tapi asapnya cukup mengganggu.
01:25Kita akan perbaharui kondisi terkini di Palangka Raya, Kalimantan Tengah bersama dengan jurnalis Kompas TV Arpawi dan juru kamera Denny
01:32Hermawan di sana.
01:33Selamat siang Arpawi.
01:34Bagaimana informasi terkini terkait dengan kebakaran hutan dan lahan di sana, termasuk kabut asap yang sebelumnya menyelimuti wilayah Palangka Raya.
01:44Imron dan juga saudara, hingga siang ini kondisi kabut asap di kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah memang masih sangat pekat
01:57dengan aroma yang menyengat dan cukup mengganggu.
02:00Kondisi ini juga mengakibatkan jarak pandang tersisa 250 meter.
02:05Dan kondisi ini tentu mengganggu aktivitas warga, sehingga warga ketika mau keluar rumah dan beraktivitas harus menggunakan masker.
02:20Imron dan juga saudara, dari data terbaru BMKG Palangka Raya, indeks kualitas udara untuk parameter konsentrasi PM 2.5 hari
02:31ini
02:31menembus angka 1.038 mikrogram per meter kubik.
02:38Angka ini sudah melampaui ambang batas berbahaya dan berpotensi menimbulkan kerusakan pernapasan permanen jika terus menerus terpapar.
02:49Kabut asap yang sudah memasuki lebih dari dua bulan ini secara langsung tentunya memukul aktivitas masyarakat di ruang publik.
02:59Seperti pada gelaran Carve Day di Jalan Yosudarso pagi tadi, masyarakat terpaksa beradaptasi dengan memakai masker
03:11serta memotong durasi olahraga mereka dibanding pada hari normal biasanya.
03:19Karena memang mereka mengeluhkan sesak nafas dan tenggorokan kering ketika melakukan olahraga.
03:27Dan untuk menekan paparan polusi, pemerintah daerah bersama tim gabungan memang sudah membagikan masker medis gratis di sejumlah ruang publik.
03:38Namun masyarakat menilai kebutuhan utama saat ini adalah masker standar N95 dengan filtrasi tinggi serta distribusi masif
03:50hingga ke kawasan permukiman padat penduduk. Begitu Imran.
03:54Baik, Anda katakan kabut asap yang sangat pekat begitu ya, masih menyelimuti wilayah Palangkara dan sekitarnya.
04:00Itu artinya apakah titik api masih banyak ditemukan di sana, jumlahnya berkurang atau justru semakin bertambah, Harpawi?
04:07Oke, Imran dan juga saudara terkait upaya pemadaman di lapangan, tim gabungan dari BPBD, TNI, Pori, serta Manggala Agni dan
04:18Relawan terus dikerahkan.
04:20Berdasarkan catatan terbaru BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, tercatat sudah ada 855 kejadian kebakaran lahan
04:30dengan total luasan area terbakar mencapai 1.420 hektare.
04:36Ratusan personil gabungan setiap harinya dikerahkan ke titik-titik api atau hotspot di sekitar pinggiran kota Palangkara.
04:45Namun penanganan di lapangan menghadapi kendala teknis yang sangat kompleks karena mayoritas lahan yang terbakar merupakan lahan gambut.
04:55Berbeda dengan lahan tanah mineral atau lahan biasa yang apinya hanya membakar vegetasi permukaan,
05:02pada lahan gambut api membara di bawah permukaan tanah hingga kedalaman bermeter-meter.
05:09Kondisi ini justru membuat pemadaman darat tidak cukup hanya dengan menyiram,
05:14melainkan harus menggunakan metode injeksi air ke dalam tanah,
05:18guna membasahi kedalaman gambut hingga bisa benar-benar padam.
05:24Proses ini juga membutuhkan pasokan air yang melimpah peralatan pompa tekanan tinggi
05:29serta waktu pemadaman yang mungkin bisa berminggu-minggu dan untuk hanya mematikan barak di satu titik imran.
05:38Baik, kepayah penanganan karhu telah di Palangkara yang masih telus dilakukan.
05:41Sementara itu update per siang hari ini kabut asap tebal masih nampak menyelimuti wilayah Palangkara.
05:47Terima kasih atas laporan Anda jurnalis Kompas TV, Arpawi dan juru kamera Denny Hermawan.