00:00Sebagian orang bilang tidak ada yang menarik di langit malam selain bulan dan bintang.
00:04Padahal ada lima fenomena langit yang jadwalnya dihitung dalam puluhan tahun dan satu antaranya baru terjadi sekali setiap 76 tahun.
00:15Tahun 1986, jutaan orang di seluruh dunia menatap langit dan melihat ekor cahaya panjang yang kembali setelah hampir satu generasi
00:25manusia.
00:26Dan sekarang kita bisa menghitung kapan fenomena-fenomena langit yang menakjubkan itu akan muncul lagi.
00:33Hari ini kita akan mengupas lima diantaranya dengan data dan tahun yang presisi.
00:38Komet Halley mungkin adalah tamu langit yang paling terkenal sepanjang sejarah manusia.
00:44Ia tercatat sejak tahun 240 sebelum masehi oleh astronom Cina dan nama Halley sendiri diambil dari Edmond Halley yang pertama
00:52kali memprediksi kembalinya komet ini.
00:56Ia datang setiap 75 sampai 76 tahun sekali.
01:00Penampakan terakhirnya terjadi pada tahun 1986 dan sekarang kita tinggal menunggu sekitar tahun 2061 untuk melihatnya kembali.
01:12Tapi kenapa bisa begitu lama?
01:14Bayangkan sebuah bola salju kosmik seukuran pulau kecil yang melesat dari ujung tata surya berputar mengelilingi matahari lalu kembali lagi
01:23ke sana.
01:24Setiap bulan November, bumi melintasi jejak debu yang ditinggalkan oleh komet Tempel-Tuttle.
01:30Jejak itu biasanya menghasilkan hujan meteor Leonid dengan puluhan bintang jatuh per jam.
01:36Tapi setiap 33 tahun, saat komet itu sendiri mendekati matahari, jumlah meteornya bisa melonjak drastis.
01:44Puncak yang paling legendaris terjadi pada tahun 1833 ketika para saksi di Amerika Utara melihat sekitar 72 ribu bintang jatuh
01:55per jam seolah-olah langit sedang menurunkan hujan api.
01:58Anak-anak saat itu dikabarkan berlarian di jalanan karena panik.
02:02Di zaman modern, puncak serupa tercatat pada tahun 1966 dengan laju yang hampir sama.
02:10Peristiwa itu membuat ilmuwan sadar bahwa satu komet bisa menghasilkan hujan meteor seintensif itu dan jadwalnya kira-kira setiap tiga
02:19dekade sekali.
02:21Gerhana matahari total terjadi ketika bulan menutupi piringan matahari sepenuhnya dan bayangannya jatuh di satu titik sempit di bumi.
02:29Karena itu, tidak setiap orang di dunia bisa melihat gerhana total di lokasi yang sama.
02:35Untuk satu kota tertentu, gerhana matahari total bisa terjadi hanya sekali setiap 375 tahun.
02:43Itu artinya, rata-rata empat generasi manusia harus lahir dan tumbuh dewasa hanya untuk menyaksikan satu kali peristiwa itu.
02:50Tapi di sisi lain, di lokasi yang berbeda gerhana total terjadi hampir setiap 18 bulan sekali.
02:57Jadi kalau kamu rela bepergian, peluangnya jauh lebih besar.
03:01Bayangkan langit tiba-tiba gelap total selama beberapa menit, suhu turun drastis dan bintang-bintang muncul di siang bolong.
03:09Aurora biasanya hanya terlihat di dekat kutub utara dan selatan.
03:14Tapi setiap sekitar 11 tahun pada puncak siklus matahari yang disebut solar maksimum,
03:20letusan plasma dari matahari begitu kuat sampai bisa mendorong Aurora jauh ke arah garis bujur yang lebih rendah.
03:27Peristiwa langka itu pernah terjadi pada tahun 1859 saat badai geomagnetik Carrington mendorong Aurora terlihat sampai Karibia dan Hawaii.
03:38Peristiwa serupa tercatat lagi pada tahun 2003 dan 2024 saat Aurora terlihat di langit Amerika Serikat bagian selatan dan sebagian
03:48Eropa.
03:49Itu artinya, masyarakat di garis bujur yang biasanya tidak pernah melihat Aurora bisa menyaksikannya,
03:55tapi hanya dalam jendela waktu yang sangat sempit setiap satu dekade sekali.
04:00Ilmuwan menyebutnya solar maksimum dan saat itu magnetosfer bumi sedang dibanjiri energi yang luar biasa.
04:08Ada satu jenis awan yang berada sangat tinggi-tinggi sekitar 80 km di atas permukaan bumi,
04:14jauh lebih tinggi dari awan badai yang biasa kita lihat.
04:18Awan itu disebut noctilusen clouds dan namanya berarti awan yang bersinar di malam hari.
04:24Mereka berwarna biru keperakan atau ungu dan hanya bisa dilihat saat matahari sudah terbenam,
04:29tapi masih menyinari lapisan atmosfer yang sangat tinggi itu.
04:34Uniknya, frekuensi kemunculannya meningkat setiap 11 tahun dan berhubungan dengan siklus matahari.
04:41Sejak pertama kali tercatat pada tahun 1885 di Skotlandia,
04:46jumlah penampakan noctilusen clouds terus naik dan diduga berkaitan dengan perubahan komposisi atmosfer.
04:53Untuk sebagian besar orang di garis bujur sedang seperti Eropa Utara dan Amerika Utara bagian atas,
05:00mereka hanya bisa melihatnya beberapa kali dalam satu dekade.
05:04Fenomena ini jarang dibahas karena kebanyakan orang tidak tahu bahwa awan setinggi itu ada di sana.
05:11Mungkin kamu bertanya-tanya, kenapa harus peduli dengan fenomena yang terjadi setiap puluhan tahun sekali?
05:17Karena justru disitulah letak keistimewaannya.
05:20Setiap fenomena ini adalah pengingat bahwa kita hidup di tata surya yang punya ritme sendiri
05:26dan ritme itu jauh lebih panjang dari umur kita.
05:30Astronom dan fisikawan terus memantau siklus-siklus ini
05:34untuk memprediksi kapan fenomena langit berikutnya akan terjadi
05:37dan setiap prediksi itu dibangun di atas data ratusan tahun.
05:42Bahkan, jadwal komet Halley untuk tahun 2061 sudah dihitung oleh astronom sejak awal tahun 1700-an.
05:50Dan fakta bahwa kita bisa memprediksi fenomena langit seakurat itu menunjukkan
05:54sejauh mana pemahaman kita tentang hukum gravitasi dan gerak planet.
06:00Jadi, berikut rangkuman cepat dari lima fenomena yang baru kita bahas.
06:07Dan penampakan berikutnya diperkirakan pada tahun 2-2061.
06:13Hujan meteor Leonid bisa melonjak ekstrim setiap 33 tahun
06:18seperti yang tercatat pada tahun 1833 dan 1966.
06:25Gerhana matahari total di satu lokasi tertentu hanya terjadi sekali setiap 375 tahun
06:32tapi secara global hampir setiap 18 bulan.
06:35Aurora di garis bujur yang tidak biasa muncul saat solar maksimum setiap 11 tahun.
06:41Dan noctilucent clouds, awan berkilau di ketinggian 80 km,
06:47terus meningkat frekuensinya sejak pertama kali tercatat pada tahun 1885.
06:53Semua fenomena ini punya salah satu kesamaan.
06:56Mereka mengingatkankan kita bahwa langit tidak pernah benar-benar statis.
07:02Kalau kamu tiba-tiba merasa ingin menghitung mundur tahun 2061,
07:07kamu tidak sendirian aku juga.
07:09Fenomena langit ini membuktikan bahwa dunia di atas kepala kita
07:13punya kalender yang jauh lebih kaya daripada yang kita bayangkan.
07:17Kalau cerita ini membuatmu penasaran dan ingin tahu fenomena
07:21langit mana lagi yang layak kita bedah,
07:24tulis di kolom komentar.
07:26Terima kasih sudah menemani sampai akhir
07:28dan tekan subscribe supaya kita bisa terus menjelajah bersama.
07:32Share video ini ke teman-teman yang suka menatap langit malam.
07:36Sampai jumpa di video berikutnya.
07:38Terima kasih sudah menonton!