Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 minggu yang lalu
Setiap malam kita bisa menatap langit dan melihat bulan, bintang, atau planet yang sama. Tapi ternyata ada fenomena langit yang begitu jarang terjadi sampai-sampai sebagian dari kita mungkin tidak pernah menyaksikannya seumur hidup. Dari hujan meteor yang menutupi separuh langit, komet yang datang sekali setiap 76 tahun, hingga awan ungu yang memantulkan cahaya dari lapisan atmosfer yang jauh lebih tinggi dari awan biasa, dunia di atas kepala kita menyimpan kalender raksasa yang bekerja dengan siklus puluhan bahkan ratusan tahun.

Dalam video ini kita akan menguraikan lima fenomena langit yang perhitungan kemunculannya dihitung dalam satuan dekade. Kamu akan melihat mengapa sebagian dari fenomena ini bisa diperkirakan dengan presisi tinggi, sementara yang lain justru sulit diprediksi meskipun teknologi kita sudah sangat canggih. Selamat menonton, dan jangan lupa untuk mengingat nama-nama fenomena ini—siapa tahu kamu adalah orang yang beruntung menyaksikannya berikutnya. Te subscribe dan bagikan video ini ke teman-teman yang suka menatap langit malam.

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Sebagian orang bilang tidak ada yang menarik di langit malam selain bulan dan bintang.
00:04Padahal ada lima fenomena langit yang jadwalnya dihitung dalam puluhan tahun dan satu antaranya baru terjadi sekali setiap 76 tahun.
00:15Tahun 1986, jutaan orang di seluruh dunia menatap langit dan melihat ekor cahaya panjang yang kembali setelah hampir satu generasi
00:25manusia.
00:26Dan sekarang kita bisa menghitung kapan fenomena-fenomena langit yang menakjubkan itu akan muncul lagi.
00:33Hari ini kita akan mengupas lima diantaranya dengan data dan tahun yang presisi.
00:38Komet Halley mungkin adalah tamu langit yang paling terkenal sepanjang sejarah manusia.
00:44Ia tercatat sejak tahun 240 sebelum masehi oleh astronom Cina dan nama Halley sendiri diambil dari Edmond Halley yang pertama
00:52kali memprediksi kembalinya komet ini.
00:56Ia datang setiap 75 sampai 76 tahun sekali.
01:00Penampakan terakhirnya terjadi pada tahun 1986 dan sekarang kita tinggal menunggu sekitar tahun 2061 untuk melihatnya kembali.
01:12Tapi kenapa bisa begitu lama?
01:14Bayangkan sebuah bola salju kosmik seukuran pulau kecil yang melesat dari ujung tata surya berputar mengelilingi matahari lalu kembali lagi
01:23ke sana.
01:24Setiap bulan November, bumi melintasi jejak debu yang ditinggalkan oleh komet Tempel-Tuttle.
01:30Jejak itu biasanya menghasilkan hujan meteor Leonid dengan puluhan bintang jatuh per jam.
01:36Tapi setiap 33 tahun, saat komet itu sendiri mendekati matahari, jumlah meteornya bisa melonjak drastis.
01:44Puncak yang paling legendaris terjadi pada tahun 1833 ketika para saksi di Amerika Utara melihat sekitar 72 ribu bintang jatuh
01:55per jam seolah-olah langit sedang menurunkan hujan api.
01:58Anak-anak saat itu dikabarkan berlarian di jalanan karena panik.
02:02Di zaman modern, puncak serupa tercatat pada tahun 1966 dengan laju yang hampir sama.
02:10Peristiwa itu membuat ilmuwan sadar bahwa satu komet bisa menghasilkan hujan meteor seintensif itu dan jadwalnya kira-kira setiap tiga
02:19dekade sekali.
02:21Gerhana matahari total terjadi ketika bulan menutupi piringan matahari sepenuhnya dan bayangannya jatuh di satu titik sempit di bumi.
02:29Karena itu, tidak setiap orang di dunia bisa melihat gerhana total di lokasi yang sama.
02:35Untuk satu kota tertentu, gerhana matahari total bisa terjadi hanya sekali setiap 375 tahun.
02:43Itu artinya, rata-rata empat generasi manusia harus lahir dan tumbuh dewasa hanya untuk menyaksikan satu kali peristiwa itu.
02:50Tapi di sisi lain, di lokasi yang berbeda gerhana total terjadi hampir setiap 18 bulan sekali.
02:57Jadi kalau kamu rela bepergian, peluangnya jauh lebih besar.
03:01Bayangkan langit tiba-tiba gelap total selama beberapa menit, suhu turun drastis dan bintang-bintang muncul di siang bolong.
03:09Aurora biasanya hanya terlihat di dekat kutub utara dan selatan.
03:14Tapi setiap sekitar 11 tahun pada puncak siklus matahari yang disebut solar maksimum,
03:20letusan plasma dari matahari begitu kuat sampai bisa mendorong Aurora jauh ke arah garis bujur yang lebih rendah.
03:27Peristiwa langka itu pernah terjadi pada tahun 1859 saat badai geomagnetik Carrington mendorong Aurora terlihat sampai Karibia dan Hawaii.
03:38Peristiwa serupa tercatat lagi pada tahun 2003 dan 2024 saat Aurora terlihat di langit Amerika Serikat bagian selatan dan sebagian
03:48Eropa.
03:49Itu artinya, masyarakat di garis bujur yang biasanya tidak pernah melihat Aurora bisa menyaksikannya,
03:55tapi hanya dalam jendela waktu yang sangat sempit setiap satu dekade sekali.
04:00Ilmuwan menyebutnya solar maksimum dan saat itu magnetosfer bumi sedang dibanjiri energi yang luar biasa.
04:08Ada satu jenis awan yang berada sangat tinggi-tinggi sekitar 80 km di atas permukaan bumi,
04:14jauh lebih tinggi dari awan badai yang biasa kita lihat.
04:18Awan itu disebut noctilusen clouds dan namanya berarti awan yang bersinar di malam hari.
04:24Mereka berwarna biru keperakan atau ungu dan hanya bisa dilihat saat matahari sudah terbenam,
04:29tapi masih menyinari lapisan atmosfer yang sangat tinggi itu.
04:34Uniknya, frekuensi kemunculannya meningkat setiap 11 tahun dan berhubungan dengan siklus matahari.
04:41Sejak pertama kali tercatat pada tahun 1885 di Skotlandia,
04:46jumlah penampakan noctilusen clouds terus naik dan diduga berkaitan dengan perubahan komposisi atmosfer.
04:53Untuk sebagian besar orang di garis bujur sedang seperti Eropa Utara dan Amerika Utara bagian atas,
05:00mereka hanya bisa melihatnya beberapa kali dalam satu dekade.
05:04Fenomena ini jarang dibahas karena kebanyakan orang tidak tahu bahwa awan setinggi itu ada di sana.
05:11Mungkin kamu bertanya-tanya, kenapa harus peduli dengan fenomena yang terjadi setiap puluhan tahun sekali?
05:17Karena justru disitulah letak keistimewaannya.
05:20Setiap fenomena ini adalah pengingat bahwa kita hidup di tata surya yang punya ritme sendiri
05:26dan ritme itu jauh lebih panjang dari umur kita.
05:30Astronom dan fisikawan terus memantau siklus-siklus ini
05:34untuk memprediksi kapan fenomena langit berikutnya akan terjadi
05:37dan setiap prediksi itu dibangun di atas data ratusan tahun.
05:42Bahkan, jadwal komet Halley untuk tahun 2061 sudah dihitung oleh astronom sejak awal tahun 1700-an.
05:50Dan fakta bahwa kita bisa memprediksi fenomena langit seakurat itu menunjukkan
05:54sejauh mana pemahaman kita tentang hukum gravitasi dan gerak planet.
06:00Jadi, berikut rangkuman cepat dari lima fenomena yang baru kita bahas.
06:07Dan penampakan berikutnya diperkirakan pada tahun 2-2061.
06:13Hujan meteor Leonid bisa melonjak ekstrim setiap 33 tahun
06:18seperti yang tercatat pada tahun 1833 dan 1966.
06:25Gerhana matahari total di satu lokasi tertentu hanya terjadi sekali setiap 375 tahun
06:32tapi secara global hampir setiap 18 bulan.
06:35Aurora di garis bujur yang tidak biasa muncul saat solar maksimum setiap 11 tahun.
06:41Dan noctilucent clouds, awan berkilau di ketinggian 80 km,
06:47terus meningkat frekuensinya sejak pertama kali tercatat pada tahun 1885.
06:53Semua fenomena ini punya salah satu kesamaan.
06:56Mereka mengingatkankan kita bahwa langit tidak pernah benar-benar statis.
07:02Kalau kamu tiba-tiba merasa ingin menghitung mundur tahun 2061,
07:07kamu tidak sendirian aku juga.
07:09Fenomena langit ini membuktikan bahwa dunia di atas kepala kita
07:13punya kalender yang jauh lebih kaya daripada yang kita bayangkan.
07:17Kalau cerita ini membuatmu penasaran dan ingin tahu fenomena
07:21langit mana lagi yang layak kita bedah,
07:24tulis di kolom komentar.
07:26Terima kasih sudah menemani sampai akhir
07:28dan tekan subscribe supaya kita bisa terus menjelajah bersama.
07:32Share video ini ke teman-teman yang suka menatap langit malam.
07:36Sampai jumpa di video berikutnya.
07:38Terima kasih sudah menonton!

Dianjurkan