00:00Di gurun pasir Sudan, lebih dari 200 piramida berdiri berjajar, jumlahnya 3 kali lipat lebih banyak daripada seluruh piramida di
00:08Mesir.
00:09Itu bukan salah ketik.
00:11Bangsa Kush membangun lebih banyak piramida daripada Firon Mesir manapun,
00:16dan dunia barat baru benar-benar memperhatikan mereka dalam beberapa dekade terakhir.
00:21Tapi kenapa kita hampir tidak pernah dengar nama mereka?
00:25Karena selama ratusan tahun, peneliti menganggap Kush hanya sebagai bagian dari Mesir.
00:31Hari ini, kita akan membongkar ritual pemakaman mereka yang tersembunyi di balik ratusan piramida itu.
00:38Bayangkan, selama berabad-abad, para ilmuwan yang menggali situs-situs kuno di Sudan selalu menemukan hal yang,
00:45hal yang sama, piramida kecil dengan tata letak yang tidak biasa.
00:48Tidak seperti piramida Mesir yang tinggi dan ramping, piramida Kush lebih pendek, lebih lebar, dan punya tangga di depannya.
00:57Siapa yang mengajari mereka cara membangun seperti ini?
01:00Dan yang yang lebih membingungkan, kenapa ada begitu banyak?
01:04Di Meroy saja, ibu kota terakhir bangsa Kush, ada lebih dari 100 piramida yang tersebar di satu kawasan.
01:11Tapi ada satu ritual di sini yang bahkan membuat para arkeolog terheran-heran ketika akhirnya memahami maksudnya,
01:18dan kita akan membongkar apa yang sebenarnya terjadi menjelang akhir video.
01:24Oke, sebelum kita masuk lebih dalam siapa sebenarnya bangsa Kush ini,
01:29mereka adalah peradaban besar yang berkembang di sepanjang sungai Nil bagian selatan di wilayah yang sekarang kita sebut Sudan.
01:37Puncak kejayaan mereka terjadi sekitar abad ke-8 sebelum Masehi ketika Raja-Raja Kush bahkan pernah memerintah Mesir sendiri sebagai
01:45dinasti ke-25.
01:47Bayangkan sebuah peradaban dari Afrika Selatan yang justru menjadi penguasa Mesir.
01:52Mereka punya sistem penulisan sendiri yang disebut Meroitik dan sampai hari ini,
01:57hanya segelintir orang di dunia yang bisa membacanya.
02:01Bahasa mereka masih menjadi salah satu teka-teki terbesar dalam linguistik kuno.
02:07Sekarang, mari kita bicara soal ritual yang membuat bangsa Kush begitu unik,
02:12upacara pemakaman Raja.
02:14Ketika seorang Raja Kush meninggal,
02:16prosesinya jauh lebih rumit daripada sekadar mengubur jenazahnya.
02:21Peneliti dari Museum Nasional Sudan dan Universitas Chicago menemukan
02:25bahwa jenazah Sang Raja harus melalui serangkaian tahapan yang sangat terstruktur.
02:31Pertama, tubuh Sang Raja disiapkan melalui proses pembalseman mirip dengan yang dilakukan di Mesir,
02:37tapi dengan bahan dan teknik yang sedikit berbeda.
02:40Kedua, Sang Raja ditempatkan di dalam ruang makam yang dibangun di bawah piramida.
02:46Ketiga, seluruh benda berharga, mulai dari perhiasan emas hingga keramik dan makanan,
02:51diletakkan di sekeliling jenazah sebagai bekal untuk perjalanan akhirat.
02:56Dan inilah yang membuat bangsa Kush berbeda dari hampir semua peradaban kuno lainnya, peran wanita.
03:03Dalam masyarakat Kush, wanita tidak hanya menjadi ratu, mereka bisa menjadi pemimpin perang,
03:09dan yang paling penting, mereka bisa menjadikan dake,
03:12yaitu semacam ratu penguasa yang memerintah dengan kekuasaan penuh.
03:16Dalam upacara pemakaman, para kandak memegang peran sentral.
03:20Mereka memimpin ritual, memimpin doa, dan bahkan dipercaya memiliki koneksi spiritual yang lebih kuat daripada raja, laki-laki.
03:28Tidak mengerankan jika penjelajah Romawi pernah mencatat tentang kandake yang berani menghadapi pasukan kekaisaran Romawi.
03:36Bahkan, nama kandake sendiri diakini menjadi asal-usul kata kandasi yang digunakan dalam bahasa Inggris modern.
03:44Sejauh ini, yang kita tahu tentang ritual ini berasal dari interpretasi reruntuhan dan catatan penjelajah.
03:50Tapi ada satu tempat yang menyimpan jawabannya, perpustakaan kuno di Meroe.
03:56Meskipun sebagian besar telah hancur, sisa-sisa tabung tanah liat dan tablet yang ditemukan di dekat situs piramida Meroe
04:04menyimpan jejak catatan tentang ritual pemakaman.
04:07Tapi di sini masalahnya, tulisan Meroitik belum sepenuhnya terpecahkan.
04:12Bayangkan seperti membaca buku yang setengah halamannya hilang.
04:16Peneliti dari Museum Inggris bekerja selama bertahun-tahun mencoba menguraikan makna di balik simbol-simbol-simbol ini.
04:23Sampai hari ini, hanya sekitar 100 kata dalam bahasa Meroitik yang berhasil diterjemahkan dengan pasti.
04:31Tapi meski bahasanya belum sepenuhnya terpecahkan, benda-benda yang ditemukan di dalam dan sekitar ruang makam sudah banyak bercerita.
04:39Peneliti dari Universitas Chicago menemukan lebih dari seribu artifak di satu situs makam di Meroe.
04:46Mulai dari gelang emas dengan ukiran simbol perlindungan hingga keramik yang berisi sisa makanan roti, daging, bahkan anggur.
04:54Semua barang ini ditempatkan dengan sangat rapi, seolah ada standar ritual yang harus diikuti.
05:00Bahkan posisi setiap benda tampaknya punya makna tersendiri.
05:04Para arkeolog menemukan bahwa senjata dan perisai diletakkan di sisi utara, sementara perhiasan dan kosmetik ada di sisi selatan.
05:13Dan sekarang, kita sampai ke bagian yang paling ditunggu.
05:17Ternyata, ritual pemakaman bangsa Kush bukan hanya sekadar upacara untuk menghormati raja.
05:23Peneliti terbaru menyimpulkan bahwa ritual ini berfungsi sebagai alat politik yang sangat canggih.
05:29Setiap kali seorang raja dikuburkan, upacara tersebut dipakai untuk menegaskan kembali kekuasaan dinasti yang berkuasa,
05:37sekaligus memperkuat loyalitas rakyat terhadap pemerintahan baru.
05:41Bayangkan, setiap piramida yang dibangun bukan hanya makam,
05:45ia adalah monumen propaganda yang membuktikan bahwa pemerintahan Kush sah dan diberkahi.
05:50Dan ternyata, ini menjelaskan kenapa ada begitu banyak piramida yang terus dibangun sampai akhir kejayaan mereka.
05:58Monumen-monumen itu adalah cara mereka mengukuhkan kekuasaan dari generasi ke generasi.
06:04Jadi, lain kali kamu melihat foto piramida di Sudan,
06:08ingatlah bahwa di balik setiap batu itu ada kisah tentang kekuasaan tradisi
06:12dan perjuangan bertahan hidup sebuah peradaban yang luar biasa.
06:17Menurutmu ritual kuno dari peradaban mana lagi yang layak kita bedah berikutnya?
06:22Tulis di kolom komentar.
06:23Terima kasih sudah menemani sampai akhir.
06:26Tekan subscribe dan like supaya kita terus menjelajah bersama.
06:31Sampai ketemu di video berikutnya.