00:00Kebakaran hutan dan lahan masih terus melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
00:06Meski sudah terjadi beberapa bulan, namun hingga saat ini api belum bisa padam.
00:11Bencana ini tidak hanya berdampak pada lingkungan dan kesehatan warga, namun juga sosial dan ekonomi.
00:17Negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia juga sudah mulai mengeluhkan kabut asap kiriman dari Indonesia.
00:25Lalu kenapa kebakaran hutan dan lahan tak kunjung bisa dipadamkan padahal korban terus berjatuhan?
00:32Benarkah pemerintah tak serius menangani bencana ini?
00:36Karhutlah masalah serius, kapan selesai diurus?
00:40Inilah satu meja The Forum malam ini bersama saya, Radisa Putro.
00:46Dan untuk membahas hal ini, sudah hadir di Studio 1 Menara Kompas,
00:51ada Dana Tarigan, Kepala Departemen Komunikasi Strategis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, WALHI.
00:57Selamat malam, Bung Danak.
00:58Selamat malam, Mas Radinya.
00:59Ada juga Victor Rembeth, anggota Dewan Pengarah Badan Nasional Penanggulan Bencana BNPB.
01:05Selamat malam, Victor.
01:06Selamat malam.
01:07Ada juga Bung Daniel Johan, anggota Komisi 4 DPR RI, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa,
01:12yang sekaligus juga anggota DPR dari Daerah Pemilihan Kalimantan Barat ya, Bung Danak.
01:17Selamat malam, Bung Danak.
01:17Selamat malam, Pak Radinya.
01:18Ya, saya langsung ke Pak Victor.
01:22Pak Victor, ini harus saya tanyakan di awal, karena memang sedang hangat begitu ya, Pak Victor,
01:27saat ini ada apa namanya, peristiwa bahwa KPK menangkap salah satu pejabat yang ada di BNPB,
01:3514 dan kabarnya satu adalah pejabat tinggi.
01:38Ini saya kirirkan malam hari ini, apakah ada kaitannya dengan kebakaran putaran dan lahan?
01:44Rilis yang pasti dari KPK belum ada, jadi saya tidak bisa menjawab, karena ini kita menunggu rilis,
01:50walaupun memang spilnya adalah DSP, danasi apakah itu, tapi kalau bicara tentang apakah ada hubungan dengan Karhutla,
01:59belum ada informasi.
02:00Baik, ini nanti kita telusuri lagi, atau kita tindak lanjuti lagi lebih lanjut ya, oleh KPK yang paling beronang untuk
02:06memberikan keterangan soal ini.
02:09Oke, kalau begitu soal Karhutla ini, Pak Victor, data per hari ini, Pak Victor, dari dashboard BNPB,
02:16setidaknya ada enam provinsi, betul ya Pak ya, yang mengalami kebakaran hutan dan lahan,
02:21dengan sebaran lebih dari 7.000 hotspot.
02:25Bisa diperbaru lagi, Pak Victor, per hari ini atau per malam ini, sudah sampai mana penanganan Karhutla yang ada di
02:33Indonesia?
02:33Data hari ini memang kalau kita langsung ini dari dashboardnya BNPB, memang betul 7.678 hotspot,
02:42tetapi memang ada cara bacanya hotspot dan juga firespot.
02:46Jadi kemudian firespotnya kalau saya di sini, ya 176 titik saat ini.
02:51Sehingga data akumulasi enam provinsi itu, yang enam provinsi yang terfokus ya, itu sekitar 570 hektare.
03:02Oh, dibanding yang kemarin dimention oleh Pak Presiden ini sekarang sudah lebih?
03:06Ya, kalau data dari dashboard ini, jadi artinya sudah ada penurunan ya sekitar 80 hektaran.
03:1380 hektaran?
03:14Dari data dashboard ini ya.
03:15Oke, nah dari penurunan data titik hotspot tadi, yang ada di dashboard tadi,
03:21itu apa saja yang sudah dilakukan BNPB dan juga tim?
03:25Saya dengar juga tidak hanya BNPB, tapi bergotong-roinyo dengan masyarakat melakukan pemadam.
03:28Karena perhatian utama saat ini adalah Kalteng, Kalbar,
03:35tetapi juga Sumatera Selatan ya, itu yang paling, yang masih cukup tinggi titik apinya.
03:42Kita bicara, firespotnya juga masih tinggi di situ, itu adalah Kalteng, Kalbar, dan Sumatera Selatan masih dilakukan dengan tiga cara.
03:53Yang pertama adalah operasi modifikasi cuaca yang dilakukan secara hati-hati, karena itu besar sekali biayanya.
04:01Karena harus rapat harian dengan BMKG untuk melihat apakah sudah ada benih awan yang cukup untuk menghujani daerah tersebut.
04:12Dan itu sifatnya lebih teritorial.
04:16Nah kalau waterbombing yang kedua itu adalah memang sifatnya spot.
04:20Jadi membuang dengan bom air itu di spot-spot tertentu dan kemudian tetapi ada hambatan.
04:28Kalau jarak pandang baik vertikal maupun horizontal itu tidak memungkinkan, tidak terjadi.
04:35Karena percuma membuang air di daerah yang tidak pada titik yang jelas itu membuang juga resource-resource kita.
04:43Yang ketiga sudah tentu upaya yang dilakukan adalah dengan RKP, yaitu Regu Pemadam Kebakaran Darat.
04:55Dan ini adalah upaya yang dilakukan di darat dan sudah di-BKO-kan, paling tidak tentara dan polri lebih banyak
05:03di Kalimantan Tengah saat ini.
05:04Tetapi juga ada MPA, Masyarakat Peduli Api, itu dari komunitas desa setempat dan kemudian dari segi Manggal Agni,
05:16yang itu dari teman-teman yang memang di Kementerian Kehutanan.
05:21Tetapi dengan relawan semua itu juga dilakukan di...
05:25Artinya RPK ini termasuk yang water injection juga ya Pak ya?
05:28Water injection khususnya untuk lahan-lahan gambut?
05:30Ya artinya semua cara, karena lebih banyak tapi lebih banyak dengan penyiraman.
05:35Oke, saya ke Bung Daniel.
05:37Bung Daniel, kabarnya Dapil Anda juga kan di Kalimantan Barat ya, ini juga parah, cukup parah kebakaran hutan dan lahan
05:44ya.
05:45Ini satu provinsi yang jadi perhatian juga belakangan ini.
05:48Ini ratusan ribu warga Kalimantan Barat juga merasakan parahnya kabut asap ini sejak sebulan lebih lah ya.
05:55Bahkan sudah hampir 4 bulan ya kalau saya hitung ya.
05:58Nah sebagai wakil rakyat, Bung Daniel, yang juga anggota komisi 4 yang bermitra juga dengan Kementerian Kehutanan dan Lingkuan Hidup.
06:10Bagaimana Anda melihat kondisi saat ini dan kira-kira keseriusan pemerintah menangani kebakaran hutan dan lahan sejauh ini?
06:16Yang pertama adalah menangani kebakaran hutan yang baik itu bukan pada saat kejadian.
06:22Apalagi di tengah masif seperti sekarang ini sangat sulit, apalagi gambut.
06:28Sehingga penanganan yang baik adalah harus dilakukan dari satu tahun yang lalu dengan mitigasi yang baik, dengan antisipasi dan pencegahan.
06:37Sayangnya itu tidak dilakukan oleh pemerintah dengan mitigasi yang lemah sehingga menyepelekan persoalan, antisipasinya menjadi tidak utuh.
06:48Padahal dari tahun lalu sudah diprediksi El Nino, Super El Nino, bahkan pakai istilah Godzilla itu akan hadir di tahun
06:57ini.
06:59Dua hal, satu mitigasi lemah.
07:03Yang kedua adalah justru di akhir 2024 BRGM itu dihapus.
07:09Padahal BRGM itu adalah hasil dari parahnya 2015.
07:18Badan Restorasi Gambut 2018 sampai 2024 itu punya kontribusi yang cukup baik, cukup besar.
07:27Sehingga bencana kebakaran hutan dan lahan jauh berkurang dibanding 2015.
07:33Jadi dua hal inilah yang membuat penanganan kebakaran hutan dan lahan saat ini menjadi sangat sulit.
07:42Akibat BRGM-nya tidak berfungsi, 70 persen kanal gambut rusak saat ini.
07:5054 persen permukaan air tanah gambut sudah dalam titik bahaya karena dia kering.
07:58Itu yang membuat pemadaman semak.
08:00Kering 40 cm ke bawah.
08:03Dikeringkan.
08:05Ya, itu persoalan nanti wali ditambahkan.
08:09Bisa ditambahkan, itu dikeringkan bukan mengering ya, tapi dikeringkan.
08:12Nah, sementara yang kita khawatirkan, masyarakat, pemerintah tidak boleh terlalu lama membiarkan rakyat sendiri dan hidup di tengah racun.
08:24Yang mereka hirup bukannya oksigen, tetapi racun.
08:29Jangan terlalu lama.
08:30Karena itu sama saja melanggar konstitusi.
08:34Masal 28H Undang-Undang 45.
08:37Dimana secara konstitusional rakyat Indonesia berhak atas lingkungan hidup yang baik, sehat, dan aman.
08:47Sementara, ini belum puncaknya.
08:50Masyarakat sudah hampir 4 bulan.
08:53Pertama, BMKG memprediksi puncaknya itu berakhir di Oktober.
08:58Tetapi, mundur.
09:00Puncak panasnya itu bisa sampai akhir Desember.
09:04Yang kita khawatirkan bisa sampai Maret.
09:07Kalau sekarang saja sudah kewalahan jungkir balik, pemerintah pusat, provinsi, kabupaten sudah bekerja keras.
09:15Tetapi, kalau 3 bulan bahkan Presiden Waperas sudah hadir ke lapangan.
09:21Tetapi, 3 bulan ini bukan membaik, makin parah.
09:27Asep bukan berkurang, makin banyak.
09:29Kawasan yang terbakar, dua bulan lalu hanya Kalimantan.
09:33Sekarang mulai Sumatera, Sulut.
09:36Sekarang Papua.
09:37Maluku saja tidak bisa mendarat.
09:38Tapi, berarti semua sudah terlambat begitu ya.
09:41Karena, kalau saya lihat mitigasi tidak ada semua sekali sejak awal.
09:44Karena, beberapa hal yang tidak diindahkan sejak awal.
09:47Saya berarti, kalau begitu saya ingin ke Bung Dana.
09:49Nah, saya mau lanjutkan.
09:51Sehingga, untuk mewujudkan keseriusan, pemerintah pusat segera nyatakan ini sebagai bencana.
09:56Bencana nasional.
09:57Oke.
09:57Nah, ini kan segala daya upaya sudah dilakukan ya oleh pemerintah.
10:01Tadi Bung Dana juga sudah meninggung.
10:02TNI, PORI, BNPB sudah mengerahkan segala daya upaya.
10:06Kalau memang titiknya sudah terlambat, apakah betul permasalahan mitigasi yang menjadi masalah utama?
10:11Ya.
10:12Sebenarnya, banyak pihak, secara saintifik sudah menyampaikan.
10:15Sejak Januari sampai September itu, sampai Juli itu, itu sudah ada ribuan titik hotspot seluruh Indonesia.
10:23Saya pikir BNPB tahu, BMKG juga sudah mengumumkan.
10:26Lalu sudah disampaikan juga oleh beberapa saintifik,
10:28Koalisi Masyarakat Sipil juga sudah menyampaikan akan ada El Nino dan Godzilla, begitu ya.
10:34Tapi sebenarnya ini tidak diantisipasi dengan baik dari awal.
10:37Saya sepakat dengan Pak Daniel tadi, tidak ada antisipasi, tidak ada peringatan dini,
10:42tidak ada teguran kepada, dan maaf ya, sampai September itu kita punya 31 ribu titik hotspot
10:49yang tingkat kepercayanya tinggi.
10:53Dan itu pasti penyebab kebakaran.
10:55Tapi tidak ditindaklanjuti dengan peringatan dini, dan memperingat, dan 50% dari hotspot 31 ribu tadi itu,
11:01ada di dalam konsesi perusahaan, baik PBPH atau perkebunan sawit.
11:05Tapi tidak ada peringatan teguran kepada perusahaan-perusahaan itu, korporasi-korporasi untuk melakukan sesuatu.
11:13Do something terhadap konsesinya yang ada titik api itu.
11:16Belum lagi, perkebunan dan PBPH ini tidak pernah sarana sebenarnya yang diamanatkan undang-undang
11:22untuk melakukan tindakan jika mencegah kebakaran atau memadamkan api itu tidak ada.
11:28Jadi sampai September itu, ya kita kalap jadinya, begitu Agustus itu naik titik apinya dan kebakarannya mulai besar,
11:35kita kalap dan tidak punya grand design untuk menanganinya sebenarnya.
11:39Oke, bicara korporasi saya masih ingat betul Presiden Prabowo Subianto pernah meminta tolong sampaikan ke saya, ke meja saya,
11:46korporasi mana saja yang menyebabkan kebakaran lahan untuk ditindaklanjuti.
11:50Nah kabarnya sudah ada korporasi yang ditatukan oleh Kementerian Kehutanan yang dinyatakan berandil besar,
11:57dan itu diduga menyebabkan kebakaran lahan.
11:59Mana saja korporasi itu, saya akan bahas di satu meja The Forum sesaat lagi.
12:03Tetaplah bersama kami.