Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kualitas udara di Jakarta dan wilayah Tangerang serta sebagian Provinsi Jawa Barat masuk kategori "tidak sehat". Dari pantauan indikator kualitas udara, hal tersebut terlihat dari area berwarna merah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mendeteksi sebaran asap kebakaran hutan dan lahan dari Kalimantan telah memasuki atmosfer Jakarta.

Tak hanya Jakarta, berdasarkan hasil pemantauan citra satelit, BMKG mengidentifikasi adanya sebaran asap di sebagian wilayah Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat pada Jumat (16/10/2026) pagi. Indikasi asap saat ini berada pada lapisan menengah hingga atas.

Seperti apa penjelasannya dan bagaimana pantauannya dari lokasi? Berikut liputan jurnalis Kompas TV, Ni Putu Trisnanda, dan juru kamera Haniel Rivelino.

Baca Juga Sebaran Asap Karhutla Meluas, BMKG: Terdeteksi di Jakarta, Banten hingga Jabar | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/nasional/696489/sebaran-asap-karhutla-meluas-bmkg-terdeteksi-di-jakarta-banten-hingga-jabar-kompas-siang

#asap #jakarta #karhutla #bmkg

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/696491/kualitas-udara-di-jakarta-tangerang-dan-jabar-masuk-kategori-tidak-sehat-kompas-siang
Transkrip
00:00Kualitas udara di Jakarta dan wilayah Tangerang, serta sebagian provinsi Jawa Barat masuk kategori tidak sehat.
00:06Dari pantauan indikator kualitas udara, hal tersebut terlihat dari area yang berwarna merah.
00:12Seperti apa penjelasannya dan bagaimana pantauannya dari lokasi?
00:15Berikut liputan Jurnalis Kompas TV, Niputu Trisnanda dan Juru Kamera Hanil Rivelino.
00:21Juru Kamera Kompas TV, Hanil Rivelino akan menunjukkan kepada Anda, Saudara,
00:25ini adalah situasi terkini yang ada di kawasan Jakarta Barat, tepatnya di kawasan Palmerah,
00:31di mana biasanya gedung-gedung yang kalau Anda lihat hari ini, ini tidak bisa dilihat dengan cukup jelas.
00:37Tetapi ini ada seperti kabut yang kemudian menutupi berbagai wilayah yang ada di sini.
00:42Meskipun ini perlu ditindaklanjuti lagi, diteliti lebih lanjut lagi,
00:46apakah memang ini sepenuhnya merupakan kabut asap yang datang dari Kalimantan dan juga dari kawasan Sumatera
00:53atau juga ada polutan lain seperti salah satunya adalah polusi udara dari kendaraan yang biasa menjadi permasalahan di Jakarta.
01:02Dan, Saudara, yang perlu juga diketahui adalah yang berbeda,
01:06mengapa kita harus menggunakan masker ketika ini dinyatakan tidak sehat adalah
01:10partikel dari kabut asap ini berbeda dengan debu-debu yang biasa kita temui,
01:16di mana partikelnya ini berada di bawah 2,5 mikrogram per meter kubik,
01:22artinya ini kecil sekali dan ada potensi di mana debu dari kabut asap ini
01:29atau kabut asap ini, partikel-partikelnya ini bisa terhirup oleh manusia
01:33tanpa disarin terlebih dahulu oleh bulu hidung.
01:36Dan ini yang kemudian bisa masuk ke dalam area pernafasan
01:41ataupun juga ke area aliran darah dan juga jantung.
01:44Sehingga ini berbahaya bagi penderita gangguan pernafasan tentu saja.
01:49Dan yang kedua adalah yang punya riwayat jantung.
01:51Jadi bagi Anda selama situasinya ini bisa dilakukan dari rumah begitu,
01:56maka diharapkan ini bisa mengurangi aktivitas di luar ruangan.
01:59Tetapi jika memang harus melakukan aktivitas di luar ruangan,
02:02Anda bisa menggunakan masker minimal seperti yang saya pakai
02:06atau yang masuk ke kategori N95 atau KN95.
02:10Tapi dari semua penjelasan yang tadi saya sudah jelaskan tentu saja
02:14kalau ada hujan ini bisa berhenti begitu ya situasi dan juga kondisi cuaca yang ada di Jakarta.
02:21Tapi satu hal yang harus diingat adalah tentu saja sumbernya
02:24di mana kebakaran yang saat ini masih terjadi di wilayah Kalimantan dan juga Sumatera
02:28ini harus dipadamkan terlebih dahulu
02:30supaya ini juga tidak kemudian menyebar ke wilayah-wilayah lain.
02:34Dan apa yang terjadi di Kalimantan dan Sumatera ini bisa segera selesai
02:38sehingga masyarakat bisa beraktifitas seperti biasa.
02:40Niputu Trisnanda, Hani Rivellino, Kompas TV, Jakarta.

Dianjurkan