Skip to playerSkip to main content
  • 4 minutes ago
Kebakaran Kalimantan disifatkan lebih buruk berbanding 2015, ketika pendirian lama Prabowo mengenai status bencana nasional kembali menjadi perhatian.

Category

🗞
News
Transcript
00:00Kebakaran hutan di Kalimantan, Indonesia tahun ini disifatkan lebih buruk berbanding krisis sama pada 2015.
00:08Bercakap kepada Estro Awani pada Sabtu, Ketua Kompas TV Banjarmasin Fadli Azhari mempersoalkan,
00:15mengapa kerajaan Indonesia masih belum mengisytiharkannya sebagai bencana nasional?
00:23Secara pasti saya belum mengetahui alasan apa yang menyebabkan belum ditetapkannya sebagai bencana nasional ini.
00:32Bisa jadi mungkin karena lingkupnya dianggap kecil oleh pemerintah pusat atau dianggap sepele mungkin.
00:41Padahal kalau kita lihat, kalau kita yang ada di Kalimantan ini adalah sebuah bencana yang sangat besar,
00:47yang bencana tahunan yang terus berulang sebelumnya di tahun 2015 juga pernah terjadi yang seperti ini,
00:54terus yang berikut-berikutnya terjadi lagi, hingga saat ini tahun 2026 kembali terjadi dengan kondisi yang sangat,
01:01kalau saya melihat ini lebih besar dibandingkan di tahun 2015 yang lalu.
01:08Dalam part itu, persoalan mengenai pengisytiharaan bencana nasional bukan kali pertama dibangkitkan terhadap petamiran Presiden Prabowo Subianto.
01:16Pada penghujung 2025, kerajaannya turut tidak mengisytiharkan banjir besar di Sumatera sebagai bencana nasional
01:22atas alasan masih berupaya menangani krisis menggunakan sumber domestik.
01:27Menariknya pada 2015, ketika Indonesia dipimpin Presiden Joko Widodo,
01:32Prabowo sendiri pernah mendesak kebakaran hutan dan jerebu diisytiharkan sebagai bencana nasional.
01:37Ketika itu, beliau berpendapat pengisytiharan berkenaan membolehkan peruntukan lebih besar
01:41dan sumber kerajaan digemleng bagi menangani kebakaran.
01:45Terima kasih telah menonton!

Recommended