Skip to playerSkip to main content
  • 18 hours ago
Ikuti ulasan dari Ketua KompasTV Banjarmasin, Fadli Azhari berkenaan dengan bilakah jangkaan berakhir kebakaran hutan di Kalimantan.

Category

🗞
News
Transcript
00:00Itu impak jerubu di Malaysia. Hasilnya dan juga sebabnya adalah kebakaran hutan khususnya di Kalimantan dan juga Sumatera.
00:08Saya ingin bersama dengan Ketua Kompas TV Banjar Masin, Fadli Azhari yang bersama kita menerusi talian pada jam ini.
00:16Fadli, terima kasih kerana sudi bersama kami di Astro Awani.
00:20Pertamanya, soalan yang mungkin paling asas ditanya, seberapa seriusnya kebakaran hutan dan juga tanah di Kalimantan ketika ini?
00:29Daerah mana yang paling terdekat terjejas? Berapa luasnya kawasan telah terjejas?
00:33Dan mengapa keadaan semakin tidak terkawal kerana kita dapat banyak visual khususnya dari Palangkar Raya.
00:41Itu saya kira sekitar 200km dari Banjar Masin tapi dampaknya sudah pasti terkena.
00:47Mungkin Fadli dapat ceritakan keadaan dan juga gambaran yang sebenarnya.
00:52Baik, terima kasih Jul Fitri di Astro Awani Malaysia.
00:57Saya di Indonesia, di Pulau Kalimantan, di Kalimantan Selatan.
01:02Saat ini kondisi kabut asap, kondisi kebakaran lahan,
01:09kalau dibandingkan satu bulan yang lalu sekarang sudah mulai meredak.
01:14Beberapa titik api sudah bisa dipadamkan.
01:20Kabut asap pun sudah mulai menipis dibandingkan satu minggu yang lalu
01:24yang kabut asap itu sangat pekat.
01:26Data dari BPBD itu dalam rentang waktu tiga bulan itu ada sekitar 70 ribu hektare
01:36lahan yang terbakar di Kalimantan Selatan.
01:39Namun di minggu terakhir di bulan September hingga awal di bulan Oktober ini
01:47sudah ada penurunan jumlah lahan yang terbakar.
01:52Hingga saat ini ada sekitar 41 hektare lahan yang masih terbakar
01:58dengan ada beberapa titik api yang masih menyala yang menimbulkan asap.
02:05Begitu Jul Fitri.
02:08Fadli mungkin kita dapat fahami tempoh kebakaran ini berlaku dah hampir tiga bulan.
02:12Ini dah bulan Oktober.
02:14Justru mungkin kita perlu fahami daripada ribuan hektare yang terbakar itu
02:18adakah ianya terbakar secara alami secara semula jadi
02:23ataupun sudah ada kebakaran ditambah lagi kebakaran itu
02:28dengan penerokaan hutan, dengan pencerobohan dan juga aktiviti-aktiviti
02:32yang dilakukan oleh syarikat-syarikat tertentu.
02:34Mungkin kita dapat fahami situasi ini kerana tempoh pembakaran itu begitu lama.
02:38Adakah faktor El Nino atau kering itu sahaja semacam-macam masalahnya?
02:43Benar. Faktor El Nino, kekeringan juga merupakan pemicu awal
02:50kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.
02:53Selain daripada penyebab alam ini, juga ada dugaan
03:00adanya faktor kesengajaan dari pembukaan lahan.
03:05Sampai saat ini data dari kepolisian Polda Kalimantan Selatan telah mengusut
03:10sedikitnya ada 23 kasus karhutla yang melibatkan adanya dugaan kesengajaan dari korporasi
03:19ada 12 kasus yang dugaan melibatkan korporasi
03:22serta ada 11 kasus yang karhutla yang disebabkan oleh
03:28perorangan untuk pembukaan lahan baik itu berupa perkebunan
03:33atau pembukaan lahan untuk kepentingan lainnya.
03:38Begitu, Yul.
03:40Fadli, mungkin kita dapat fahami bagaimanakah rakyat
03:43ataupun masyarakat di Kalimantan khususnya?
03:47Mungkin kalau dilihat kepada saiz Kalimantan itu cukup besar
03:50Banjarmasin ke pelangkah rakyat itu juga cukup jauh
03:54tetapi bagaimana? Siapakah yang paling teruk terjejas pada ketika ini?
03:58Bagaimana warga terkesan dan juga kemarahan mereka itu bagaimana Fadli?
04:06Benar, Banjarmasin merupakan kawasan yang terdampak kabut asap
04:14karena ke Banjarmasin ini kalau dihitung segi banyaknya lahan
04:22itu lebih sedikit dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten lainnya
04:27seperti Kota Banjarbaru, Kabupaten Batola, ataupun Kabupaten Banjar
04:32yang memiliki lahan-lahan yang luas yang mudah terbakar
04:36yang sangat kekeringan
04:39sehingga hutan-hutan yang terbakar atau lahan yang luas itu yang terbakar
04:44maka akan menimbulkan dampak kabut asap yang sangat pekat
04:48yang sangat besar dibandingkan dengan Kota Banjarmasin
04:50kalau kita bandingkan dengan Palangkaraya
04:54Palangkaraya, Kalimantan Tengah mungkin berjarak sekitar 200 km
04:58kalau misalkan kita jarak tempuh lewat darat itu mencapai 3-4 jam
05:02itu malah lebih parah dibandingkan dengan Kota Banjarmasin
05:07sampai saat ini disana masih diliputi kabut asap kebal
05:14walaupun ada penurunan sedikit karena satu minggu terakhir
05:18ada beberapa kali hujan dengan intensitas yang ringan
05:22tapi dengan adanya hujan masih belum mampu memadamkan
05:31kobaran-kobaran api, titik-titik api yang terbakar itu
05:35sampai bahkan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah itu
05:40warna asap, warna langit itu berwarna kuning
05:44karena pekatnya asap berhari-hari dari siang hingga malam
05:50berikutnya hari berikutnya seperti itu juga
05:52begitu
05:54Fadli, apa tindakan daripada pihak governor, pihak kerajaan
05:58khususnya dalam hal ini
05:59saya pasti kalau langitnya sudah sebegitu kuning
06:02tidak mungkin anak-anak selamat untuk ke sekolah
06:04aktiviti harian juga tidak mungkin dapat dilakukan
06:07apa tindakan kecemasan yang dilakukan oleh pihak kerajaan
06:10khususnya di provinsi-provinsi tertentu
06:13di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan juga Kalimantan Barat itu
06:18kalau untuk di Kalimantan Selatan sendiri
06:21seperti di Kabupaten Banjar
06:24Kota Banjar Baru, Banjar Masin
06:25Kabupaten Baritokuala, Kabupaten Tanah Laut
06:28untuk pembelajaran siswa-siswa
06:31mulai dari SD, SMP, SMA
06:35itu dilakukan dengan pembelajaran jauh
06:38pembelajaran jarak jauh atau PJJ
06:40dengan sistem daring
06:41menggunakan sistem video call dan sebagainya
06:46jadi pembelajaran untuk kata buka
06:48itu sempat diberlakukan
06:50di awal-awal kebakaran lahan
06:54setelah asap mulai pekat
06:57itu diberlakukanlah pembelajaran jarak jauh
07:00menggunakan daring
07:02setelah itu baru setelah kabut asap
07:08yang mulai meredah, mulai menipis
07:11baru diberlakukan kembali sistem pembelajaran
07:14sistem tetap buka yang kembali ke sekolah
07:16pembelajaran, kuliah-perkuliahan di kampus
07:20sebelumnya semua dilakukan secara daring
07:23apalagi terdampak yang
07:27terdampak
07:27yang dekat-dekat sekolah
07:29kebakaran lahan yang dekat sekolah
07:31kebakaran lahan dekat-dekat kampus
07:32yang sangat berdampak
07:34berakibat kabut asap pekat
07:36di sekitar kampus itu
07:37begitu Jul
07:38kalau daripada masalah kesehatannya
07:41bagaimana masalah kesehatan
07:42dan juga berapa ramai yang terkesan
07:44dalam hal ini
07:45tidak mungkin sihat dengan udara sebegitu kan
07:49ya, kalau data dari Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin
07:54menyebut angka kasus ISPA
07:56pada minggu ke-36
07:58atau sekitar pertengahan Agustus lalu
08:00meningkat tajam
08:02hingga 2.580 kasus
08:04yang tercatat
08:05namun hingga minggu ke-38
08:08atau memasuki bulan Oktober ini
08:09sudah mulai ada penurunan
08:12menjadi angka 2.008 kasus
08:15yang terdata oleh Dinas Kesehatan
08:18kalau untuk kualitas udara
08:21masih termasuk kualitas udara tidak sehat
08:26hingga berbahaya
08:27tergantung dari
08:30kabut asap yang masih terjadi
08:33begitu Jul
08:33bagaimana tanggapan ataupun tidak akan
08:36daripada kerajaan pusat
08:37khususnya dari Jakarta
08:38kerana difahamkan sepembencaan kami
08:41di media Indonesia juga mendapati bahawa
08:43hal berkaitan dengan kebakaran hutan
08:45dan juga lahan ini tidak dijadikan sebagai bencana nasional
08:47justru bagaimanakah gerak kerja
08:49untuk memadamkan dan juga sumber tenaga
08:51dan juga sumber daya itu diberikan
08:53kepada daerah-daerah yang terjejas
08:55khususnya di Kalimantan
08:56adakah langkah proaktif dilakukan?
09:00iya benar
09:01hingga saat ini belum ditetapkan sebagai bencana
09:05nasional
09:05adanya kabut asap kebakaran lahan
09:09hutan yang ada di Kalimantan ini
09:11hanya saja
09:13statusnya
09:14cuman status siaga darurat
09:17jadi pemerintah
09:19menetapkan status
09:21siaga darurat
09:22untuk kabut kebakaran hutan dan lahan
09:25dan kabut asap di Kalimantan ini
09:27kalau upaya pemerintah
09:29itu ada beberapa sebenarnya upaya
09:31yang sudah dilakukan oleh pemerintah
09:33baik pemerintah pusat
09:33atau berkolaborasi dengan pemerintah
09:36di daerah
09:37di pemerintah provinsi
09:38untuk membantu memadamkan
09:41kebakaran lahan yang
09:43sulit dijangkau
09:44dengan menurunkan waterbombing
09:47helikopter
09:47pembawa air
09:48untuk mencoba memadamkan
09:51api yang berkebar
09:53yang di tengah lahan
09:54yang di tengah hutan
09:55yang sulit dijangkau untuk melalui
09:56jalur darat
09:58jadi
09:58selain daripada
10:03dari udara
10:05pemadaman juga dilakukan
10:06melalui jalur darat
10:08yang
10:08sesampainya
10:10sejangkau
10:13pemadaman melewati darat
10:15begitu
10:15ada alasan
10:17ataupun ada sebarang perkara
10:19yang menjadi
10:20asas
10:21mengapa kerajaan
10:22tidak mengisiharkan ini
10:23sebagai bencana nasional
10:24Fadli?
10:27secara pasti
10:28saya belum mengetahui
10:29alasan apa
10:30yang menyebabkan
10:32belum ditetapkannya
10:33sebagai bencana nasional ini
10:36bisa jadi
10:38mungkin karena
10:38karena lingkupnya
10:40dianggap kecil
10:41oleh pemerintah pusat
10:42atau
10:43dianggap
10:44dianggap sepele
10:45mungkin
10:45padahal
10:46kalau kita lihat
10:47kalau kita yang ada di Kalimantan
10:49ini adalah
10:49sebuah
10:50bencana yang sangat besar
10:51yang bencana tahunan
10:53yang terus berulang
10:54sebelumnya
10:55di tahun 2015
10:56juga pernah terjadi
10:57yang seperti ini
10:58terus yang berikut-berikutnya
10:59terjadi lagi
11:00hingga saat ini
11:01tahun 2026
11:02kembali terjadi
11:03dengan kondisi
11:04yang sangat
11:05kalau saya melihat
11:06ini lebih
11:07lebih besar
11:08dibandingkan
11:08di tahun
11:092015
11:11yang lalu
11:12begitu je
11:13kami juga
11:14terhadap simpati
11:14Fadli
11:14tapi satu perkara
11:15yang ingin saya ajukan
11:16ialah
11:17Timbalan Perdana Menteri Malaysia
11:19iaitu Datuk Seri Ahmad Zaid Hamidi
11:20bertemu dengan Presiden Prabowo
11:21sekitar bulan September lepas
11:23dan juga menawarkan bantuan
11:24justru
11:25Pak Prabowo
11:26saya kira
11:27dalam tempoh 24 jam lepas
11:28meluluskan
11:29bantuan daripada Malaysia
11:30walaupun Malaysia
11:31melihat semula perkara ini
11:32sejauh manakah
11:33bantuan dari negara-negara asing ini
11:35diperlukan
11:36warga Kalimantan
11:38untuk pemadaman api
11:39difahamkan sebelum ini
11:40ada juga bantuan
11:41daripada pihak Jepun
11:42dengan kepakaran
11:43dan juga bantuan
11:44tenaga-tenaga kerja
11:45bagaimana
11:46ini seharusnya dialu-alukan
11:48bagi warga
11:49di Kalimantan sendiri
11:49dan juga mungkin
11:50perlu didengar oleh
11:51pemerintah pusat juga
11:54ya harus pemerintah pusat
11:56mendengar
11:57mendengar apa yang kita
11:58sampaikan di daerah
11:59bahawa
12:00kebakaran ini
12:01sebenarnya harus
12:02ditanggulangi bersama
12:03tidak hanya
12:04harus bantuan dari
12:06luar negeri
12:07malah harus bantuan
12:08dari pemerintah pusat
12:10harus
12:10harus memberikan
12:12bantuan yang
12:14maksimal
12:14untuk pemadaman
12:16hutan di
12:17Kalimantan
12:18Kalimantan Selatan
12:19maupun di
12:20Kalimantan Tengah ini
12:21kalau kita melihat
12:23adanya
12:24dengan adanya
12:24bantuan
12:25dari
12:27Jepang kemarin
12:29yang
12:29memberikan bantuan
12:31melakukan
12:32bantuan untuk
12:33melakukan pemadaman
12:35hutan dan lahan
12:36ini sangat
12:37sangat
12:38kami berterima kasih
12:39sebenarnya untuk
12:40dengan adanya
12:42bantuan-bantuan ini
12:43karena
12:44kalau kita
12:45hanya mengandalkan
12:46tenaga dari
12:48lokal
12:48tenaga kita
12:49relawan dan
12:50tenaga TNI
12:51Polri
12:51belum bisa
12:55sepenuhnya
12:56untuk
12:56memadamkan
12:57kebakaran lahan ini
12:58Fadli
13:00kami juga
13:00terus bersimpati
13:01dengan apa yang berlaku
13:02di Kalimantan
13:03sudah pasti
13:03impaknya begitu
13:04dahsyat di sana
13:05kita juga menerima
13:06tempiasnya
13:07dah pasti
13:07sekiranya dapat
13:08diselesaikan
13:09kebakaran hutan
13:10di Kalimantan
13:11udara di
13:12Seantara
13:12Nusantara
13:13ini juga
13:13lebih baik
13:14terima kasih
13:14Fadli
13:15atas masa
13:16dan juga
13:16gambaran
13:17yang diberikan
13:18langsung
13:18kami bawakan
13:19Fadli Azhari
13:19ketua Kompas TV
13:20di Banjar Masin
13:22kami beri
13:23selamat menikmati

Recommended