00:00Saudara pemadaman kebakaran hutan dan lahan terus dilakukan tim Manggala Agni di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.
00:07Pemadaman difokuskan di 6 titik kebakaran.
00:21Inilah visual udara di Parit 6-8 Dusun Sungai Kapas, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
00:28Asap pekat menyelimuti area yang masih terbakar.
00:53Tim Manggala Agni terus melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Jambi.
00:59Pemadaman dilakukan dengan fokus di 6 titik yakni Labuhan Peri, Desa Kapas, Kecamatan Sadu, Sungai Rambut, Kecamatan Berbak, Rantau Rasau,
01:11Simpang Datuk, Kecamatan Nipah Panjang, Sungai Cemara, Kecamatan Sadu,
01:16serta Taman Hutan Raya Orang Kayu Hitam di perbatasan wilayah Kabupaten Muarujambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
01:23Total 92 personel diterjunkan untuk menangani kebakaran di 6 titik ini.
01:42Asap juga masih mengepul di kawasan Taman Nasional Berbang Sembilang dan Tahura Orang Kayu Hitam Jambi di tengah upaya pemadaman
01:51kebakaran hutan dan lahan.
01:52Untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan, tim Manggala Agni mengerahkan personel tambahan dari luar Jambi.
02:18Kepala daerah operasi Manggala Agni Sumatera 9 Kota Jambi, Rinaldi, mengatakan tim Manggala Agni terus melakukan penebalan personel
02:27untuk mempercepat upaya pemadaman kebakaran di sejumlah wilayah Jambi.
02:32Akses serta sumber air yang terbatas jadi kendala pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Jambi.
02:44Di lapangan pertama, akses ya, aksesibilitas untuk ke lokasi titik api.
02:50Kita mesti lewat jalan darat, tidak bisa akses kendaraan.
02:56Dan kedua adalah sumber air yang terbatas di lapangan.
02:59Saat ini api sudah merambat ke dalam zona rimba maupun zona intinya teman-teman yang berbahasa milang.
03:06Yang vegetasinya sudah rapat dan masih banyak kolpon yang diameter besar yang di dalam sana.
03:17Di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, api masih menyala dan asap mengepul di beberapa bagian lahan yang berdekatan dengan jalan raya.
03:25Dua hari lalu, hujan sempat mengguyur wilayah Palangkaraya yang berdampak pada menipisnya kebut asap.
03:31Kendati demikian, kondisi udara masih dalam kategori berbahaya.
03:46Kondisi kebakaran hutan dan lahan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah masih menjadi perhatian.
03:51Dari data yang didapat Kompas TV hingga 16 Oktober, tercatat total luas lahan terbakar mencapai lebih dari 1.440 hektare.
03:59Sementara itu secara keseluruhan, di Kalimantan Tengah, luas lahan yang terbakar mencapai lebih dari 19.000 hektare.
04:06Kondisi ini sangat berdampak pada aktivitas masyarakat, terutama akibat terdampak kabut asap kebakaran lahan dan hutan.
04:18Untuk mengetahui kondisi terkini pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, kami sudah terhubung dengan jurnalis Kompas TV,
04:25Zahwa Majid.
04:26Bersama juru kamera Bimo Wicaksana, Zahwa, selamat petang.
04:29Bisa dijelaskan bagaimana penangan kebakaran hutan dan lahan di Palangkaraya yang sudah terjadi berbulan-bulan.
04:35Adakah kendala yang dihadapi petugas, Zahwa?
04:41Ya, Dipo dan juga Saudara, hingga saat ini upaya penanganan untuk pemadaman terus dilakukan oleh petugas.
04:51Dan tadi siang kami juga ke beberapa titik yang berbeda, itu masih terlihat ada beberapa lahan yang dengan api yang
05:00cukup besar.
05:00Namun, di daerah tersebut kami tidak menemukan petugas, karena memang lokasinya lumayan jauh dari pemukiman warga.
05:09Namun, saat ini di tempat saya berdiri, saat ini di belakang saya, sedang dilakukan proses pemadaman oleh para relawan.
05:17Karena memang lokasi kali ini, di tempat saya berdiri ini dekat sekali dengan pemukiman warga.
05:23Lebih tepatnya, tidak kurang dari 100 meter di belakang rumah warga.
05:28Maka dari itu, pemadaman terus dilakukan, para relawan juga dari tadi siang sekitar pukul 1 siang terus melakukan pemadaman.
05:39Dan saya akan menunjukkan kenapa sulit sekali untuk kabut asap di Palangka Raya.
05:52Dari sini, saya akan coba turun.
05:57Saudara saya, ini adalah tanah gambut.
06:04Mungkin terlihat besar, tapi ini lumayan ringan.
06:08Dibandingkan dengan tanah sepadat ini, tanah ini lumayan ringan.
06:11Dan ini adalah contoh tanah gambut yang kering, yang belum terbakar dan belum terkena air.
06:17Dan bisa dilihat di sebelah sini, ini adalah tanah gambut yang sudah terbakar dan sudah dipadamkan sejak siang tadi.
06:27Sudah disemprotkan air berkali-kali dengan para pemadam.
06:31Namun, bisa dilihat di sini, saya tidak perlu mengkorek-korek lagi.
06:36Di sini bisa terlihat, di dalamnya masih sangat kering.
06:39Sedangkan di atasnya sudah hitam karena terbakar dan sudah basah.
06:44Namun, di dalamnya kendati sudah dilakukan penyiraman dan upaya-upaya lainnya.
06:50Kondisi dalam tanah masih sangat kering.
06:54Inilah saudara kenapa sulit sekali untuk lahan gambut ini,
06:58untuk padam, untuk segera hilang kabut asapnya.
07:04Karena memang karakteristik dari tanah gambut ini,
07:09mereka ketika terjadi ada api, ada kebakaran,
07:13mereka tidak hanya melebar, tidak hanya melebar.
07:17Namun, mereka juga masuk ke dalam permukaan tanah.
07:20Dan ini yang menjadi sulit.
07:21Karena, tadi, tanah ini sulit sekali untuk menyerap air.
07:27Sedangkan, bara api terus menyala.
07:31Dan, dengan kondisi musim kemarauan yang panjang,
07:34dan juga udara yang terus,
07:36tadi kami juga sempat merasakan udara yang cukup tinggi,
07:41yang cukup besar.
07:43Ini yang membuat api terus menjala lebih cepat,
07:48jauh lebih cepat dari upaya-upaya yang dilakukan oleh para masyarakat setempat.
07:58Dipo?
07:59Iya.
08:00Visual di belakang Anda juga tadi, Zawa,
08:02memperlihatkan begitu tebalnya asap.
08:05Kondisi Zawa sendiri pada saat melaporkan saat ini,
08:08apakah juga merasakan sesak yang sama seperti yang dirasakan warga di sana?
08:16Ya, Dipo, saya lumayan merasakan sesak di sini.
08:19Walaupun saya menggunakan masker,
08:21rasa kabut asapnya itu masih masuk ke dalam masker yang saya gunakan ini.
08:28Dan, jika untuk mungkin saudara di rumah yang ingin membayangkan seperti apa asapnya itu,
08:34berbeda dengan bau asap bakar-bakar sampah yang biasa dilakukan oleh warga itu,
08:39jauh berbeda ini,
08:41baunya itu jauh lebih menyengat,
08:43dan juga rasa asap yang masuk ke dalam tenggorongan itu jauh lebih besar,
08:47dan dampak sesaknya itu bisa dirasakan langsung.
08:51Bahkan, jika masyarakat dengan pernafasan yang sudah sangat sensitif,
08:56bisa merasakan mual atau sesak nafas yang jauh lebih parah dibandingkan masyarakat lainnya.
09:02Dipo.
09:02Oke, tentu tetap jaga kesehatan dan keselamatan Zawa Majid,
09:06dan juga Bimo Wicaksana selama meliput di area Karhutla.
09:10Terima kasih Zawa dan juga Bimo selamat bertugas kembali.
09:12Terima kasih.