Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, masih menjadi perhatian. Berdasarkan data yang diperoleh KompasTV, hingga 16 Oktober, luas lahan terbakar di Palangka Raya tercatat lebih dari 1.440 hektare.

Sementara itu, secara keseluruhan, luas lahan yang terbakar di Kalimantan Tengah mencapai lebih dari 19 ribu hektare. Kondisi ini berdampak pada aktivitas masyarakat, terutama akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan.

Untuk mengetahui kondisi terkini penanganan karhutla di Palangka Raya, KompasTV terhubung dengan jurnalis Zahwa Madjid bersama juru kamera Bimo Wicaksana.

#karhutla #kebakaranhutan #kabutasap #palangkaraya #kalimantantengah #kompastv

Baca Juga Terburu-buru Menuju Lokasi Kebakaran, Mobil Relawan Damkar Terguling di Samarinda | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/696524/terburu-buru-menuju-lokasi-kebakaran-mobil-relawan-damkar-terguling-di-samarinda-kompas-petang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/696528/live-jurnalis-kompastv-tunjukkan-lahan-gambut-yang-terbakar-di-palangka-raya-kompas-petang
Transkrip
00:00Saudara pemadaman kebakaran hutan dan lahan terus dilakukan tim Manggala Agni di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.
00:07Pemadaman difokuskan di 6 titik kebakaran.
00:21Inilah visual udara di Parit 6-8 Dusun Sungai Kapas, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
00:28Asap pekat menyelimuti area yang masih terbakar.
00:53Tim Manggala Agni terus melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Jambi.
00:59Pemadaman dilakukan dengan fokus di 6 titik yakni Labuhan Peri, Desa Kapas, Kecamatan Sadu, Sungai Rambut, Kecamatan Berbak, Rantau Rasau,
01:11Simpang Datuk, Kecamatan Nipah Panjang, Sungai Cemara, Kecamatan Sadu,
01:16serta Taman Hutan Raya Orang Kayu Hitam di perbatasan wilayah Kabupaten Muarujambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
01:23Total 92 personel diterjunkan untuk menangani kebakaran di 6 titik ini.
01:42Asap juga masih mengepul di kawasan Taman Nasional Berbang Sembilang dan Tahura Orang Kayu Hitam Jambi di tengah upaya pemadaman
01:51kebakaran hutan dan lahan.
01:52Untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan, tim Manggala Agni mengerahkan personel tambahan dari luar Jambi.
02:18Kepala daerah operasi Manggala Agni Sumatera 9 Kota Jambi, Rinaldi, mengatakan tim Manggala Agni terus melakukan penebalan personel
02:27untuk mempercepat upaya pemadaman kebakaran di sejumlah wilayah Jambi.
02:32Akses serta sumber air yang terbatas jadi kendala pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Jambi.
02:44Di lapangan pertama, akses ya, aksesibilitas untuk ke lokasi titik api.
02:50Kita mesti lewat jalan darat, tidak bisa akses kendaraan.
02:56Dan kedua adalah sumber air yang terbatas di lapangan.
02:59Saat ini api sudah merambat ke dalam zona rimba maupun zona intinya teman-teman yang berbahasa milang.
03:06Yang vegetasinya sudah rapat dan masih banyak kolpon yang diameter besar yang di dalam sana.
03:17Di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, api masih menyala dan asap mengepul di beberapa bagian lahan yang berdekatan dengan jalan raya.
03:25Dua hari lalu, hujan sempat mengguyur wilayah Palangkaraya yang berdampak pada menipisnya kebut asap.
03:31Kendati demikian, kondisi udara masih dalam kategori berbahaya.
03:46Kondisi kebakaran hutan dan lahan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah masih menjadi perhatian.
03:51Dari data yang didapat Kompas TV hingga 16 Oktober, tercatat total luas lahan terbakar mencapai lebih dari 1.440 hektare.
03:59Sementara itu secara keseluruhan, di Kalimantan Tengah, luas lahan yang terbakar mencapai lebih dari 19.000 hektare.
04:06Kondisi ini sangat berdampak pada aktivitas masyarakat, terutama akibat terdampak kabut asap kebakaran lahan dan hutan.
04:18Untuk mengetahui kondisi terkini pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, kami sudah terhubung dengan jurnalis Kompas TV,
04:25Zahwa Majid.
04:26Bersama juru kamera Bimo Wicaksana, Zahwa, selamat petang.
04:29Bisa dijelaskan bagaimana penangan kebakaran hutan dan lahan di Palangkaraya yang sudah terjadi berbulan-bulan.
04:35Adakah kendala yang dihadapi petugas, Zahwa?
04:41Ya, Dipo dan juga Saudara, hingga saat ini upaya penanganan untuk pemadaman terus dilakukan oleh petugas.
04:51Dan tadi siang kami juga ke beberapa titik yang berbeda, itu masih terlihat ada beberapa lahan yang dengan api yang
05:00cukup besar.
05:00Namun, di daerah tersebut kami tidak menemukan petugas, karena memang lokasinya lumayan jauh dari pemukiman warga.
05:09Namun, saat ini di tempat saya berdiri, saat ini di belakang saya, sedang dilakukan proses pemadaman oleh para relawan.
05:17Karena memang lokasi kali ini, di tempat saya berdiri ini dekat sekali dengan pemukiman warga.
05:23Lebih tepatnya, tidak kurang dari 100 meter di belakang rumah warga.
05:28Maka dari itu, pemadaman terus dilakukan, para relawan juga dari tadi siang sekitar pukul 1 siang terus melakukan pemadaman.
05:39Dan saya akan menunjukkan kenapa sulit sekali untuk kabut asap di Palangka Raya.
05:52Dari sini, saya akan coba turun.
05:57Saudara saya, ini adalah tanah gambut.
06:04Mungkin terlihat besar, tapi ini lumayan ringan.
06:08Dibandingkan dengan tanah sepadat ini, tanah ini lumayan ringan.
06:11Dan ini adalah contoh tanah gambut yang kering, yang belum terbakar dan belum terkena air.
06:17Dan bisa dilihat di sebelah sini, ini adalah tanah gambut yang sudah terbakar dan sudah dipadamkan sejak siang tadi.
06:27Sudah disemprotkan air berkali-kali dengan para pemadam.
06:31Namun, bisa dilihat di sini, saya tidak perlu mengkorek-korek lagi.
06:36Di sini bisa terlihat, di dalamnya masih sangat kering.
06:39Sedangkan di atasnya sudah hitam karena terbakar dan sudah basah.
06:44Namun, di dalamnya kendati sudah dilakukan penyiraman dan upaya-upaya lainnya.
06:50Kondisi dalam tanah masih sangat kering.
06:54Inilah saudara kenapa sulit sekali untuk lahan gambut ini,
06:58untuk padam, untuk segera hilang kabut asapnya.
07:04Karena memang karakteristik dari tanah gambut ini,
07:09mereka ketika terjadi ada api, ada kebakaran,
07:13mereka tidak hanya melebar, tidak hanya melebar.
07:17Namun, mereka juga masuk ke dalam permukaan tanah.
07:20Dan ini yang menjadi sulit.
07:21Karena, tadi, tanah ini sulit sekali untuk menyerap air.
07:27Sedangkan, bara api terus menyala.
07:31Dan, dengan kondisi musim kemarauan yang panjang,
07:34dan juga udara yang terus,
07:36tadi kami juga sempat merasakan udara yang cukup tinggi,
07:41yang cukup besar.
07:43Ini yang membuat api terus menjala lebih cepat,
07:48jauh lebih cepat dari upaya-upaya yang dilakukan oleh para masyarakat setempat.
07:58Dipo?
07:59Iya.
08:00Visual di belakang Anda juga tadi, Zawa,
08:02memperlihatkan begitu tebalnya asap.
08:05Kondisi Zawa sendiri pada saat melaporkan saat ini,
08:08apakah juga merasakan sesak yang sama seperti yang dirasakan warga di sana?
08:16Ya, Dipo, saya lumayan merasakan sesak di sini.
08:19Walaupun saya menggunakan masker,
08:21rasa kabut asapnya itu masih masuk ke dalam masker yang saya gunakan ini.
08:28Dan, jika untuk mungkin saudara di rumah yang ingin membayangkan seperti apa asapnya itu,
08:34berbeda dengan bau asap bakar-bakar sampah yang biasa dilakukan oleh warga itu,
08:39jauh berbeda ini,
08:41baunya itu jauh lebih menyengat,
08:43dan juga rasa asap yang masuk ke dalam tenggorongan itu jauh lebih besar,
08:47dan dampak sesaknya itu bisa dirasakan langsung.
08:51Bahkan, jika masyarakat dengan pernafasan yang sudah sangat sensitif,
08:56bisa merasakan mual atau sesak nafas yang jauh lebih parah dibandingkan masyarakat lainnya.
09:02Dipo.
09:02Oke, tentu tetap jaga kesehatan dan keselamatan Zawa Majid,
09:06dan juga Bimo Wicaksana selama meliput di area Karhutla.
09:10Terima kasih Zawa dan juga Bimo selamat bertugas kembali.
09:12Terima kasih.

Dianjurkan