Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KUPANG, KOMPAS.TV - Siapa sangka, botol plastik bekas yang biasanya berakhir di tempat sampah bisa disulap menjadi barang berekonomi tinggi. Di tangan seorang ASN di Kota Kupang, limbah botol air mineral didaur ulang menjadi sapu berkualitas yang siap menembus pasar.

Berawal dari keprihatinan terhadap maraknya tumpukan sampah plastik, Joseph Leonard Kale, sering disapa Jonard, ASN yang juga Ketua Bank Sampah Green and Clean Kelurahan Liliba, Kota Kupang, melakukan inovasi kreatif dengan memanfaatkan limbah botol air mineral bekas.

Berbekal peralatan sederhana di halaman rumahnya, botol-botol plastik dikumpulkan dan dibersihkan, lalu dipotong dan dipanaskan hingga membentuk helaian serat plastik yang halus dan kuat.

Serat tersebut kemudian dirangkai dan diikat erat pada tangkai sapu. Tak kalah dengan buatan pabrik, sapu daur ulang ini diklaim lebih lentur, awet, dan memiliki daya tahan tinggi.

Kini, sapu hasil daur ulang botol bekas tersebut siap dipasarkan dengan harga mulai dari Rp20.000 hingga Rp50.000 per buah. Inovasi ini tidak hanya menghasilkan rupiah, tetapi turut membantu Pemerintah Kota Kupang dalam mengatasi permasalahan sampah plastik.

Baca Juga Mengenal Upcycling, Cara Kreatif Mengurangi Limbah Tekstil di Tengah Tren Fast Fashion |KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/nasional/696114/mengenal-upcycling-cara-kreatif-mengurangi-limbah-tekstil-di-tengah-tren-fast-fashion-kompas-siang

#limbahplastik #sapu #asn #perajin

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/696518/sentuhan-kreatif-asn-di-kupang-olah-limbah-botol-plastik-jadi-sapu-bernilai-jual-kompas-siang
Transkrip
00:00Informasi menarik apa dari Biro Kompas TV Kupang untuk Kompas Siang hari ini?
00:04Baik, selamat siang, imron, dan juga saudara.
00:08Ada satu cerita nusantara dari Biro Kupang kali ini.
00:12Informasi pertama, saudara, siapa sangka botol plastik bekas yang biasanya berakhir di topo campah
00:18bisa disulap menjadi barang berekonomi tinggi.
00:22Di tangan seorang ASN di kota Kupang, lima botol air mineral didaur ulang menjadi sapu
00:27yang berkualitas, yang siap menembus pasar.
00:35Berawal dari keprihatinan terhadap maraknya tumpukan sampah plastik,
00:39Yosep Leonor Kale, seorang ASN yang juga ketua Bank Sampah Green & Clean Kelurahan Libah Kota Kupang,
00:46melakukan inovasi kreatif dengan memanfaatkan limbah botol air mineral bekas.
00:53Berbekal peralatan sederhana di halaman rumahnya,
00:55botol plastik yang telah dikumpulkan, dibersihkan, kemudian dipotong dan dipanaskan,
01:01hingga membentuk helayan serat plastik yang halus namun kuat.
01:06Serat tersebut kemudian dirangkai dan diikat erat pada tangkai sapu.
01:11Tak kalah dengan buatan pabrik, sapu daur ulang ini diklaim lebih lentur, awet,
01:16serta memiliki daya tahan yang tinggi.
01:21Kalau produksinya tidak sampai satu hari, bisa sampai dua atau tiga sapu bisa selesai.
01:25Karena dia memang tidak terlalu rumit,
01:28hanya memang bahan bakunya kita harus,
01:30memang bahan baku untuk sementara ini tidak susah karena kita ambil langsung dari masyarakat.
01:35Sampah-sampah seperti botol-botol plastik mineral, air mineral itu yang kita ambil dan kita olah jadi sapu.
01:41Kalau kekuatan, saya jamin sapu yang dari botol ini lebih kuat karena dia awet dan tidak tahan terhadap segala sesuatu.
01:50Cuma mungkin kalau api ya, namanya kalau api ya sapu yang dari daun juga, dari pohon itu,
01:56kalau akan api juga dia akan rusak sama dulu seperti ini.
01:58Tapi untuk tahan dia lebih kuat.
02:01Ini adalah upaya untuk menjaga lingkungan.
02:03Begitu sehingga sampah-sampah plastik tidak terbuang ke lingkungan,
02:07tapi bisa dimanfaatkan.
02:09Ternyata sesuatu yang tidak bernilai itu begitu dimanfaatkan dia akan mempunyai nilai yang tinggi.
02:14Kini, sapu hasil daur ulang botol bekas ini siap dipasarkan
02:18dengan harga mulai dari Rp20.000 hingga Rp50.000 per buah.
02:24Inovasi ini tidak hanya menghasilkan rupiah,
02:27tetapi juga turut membantu pemerintah kota Kupang
02:30dalam mengatasi permasalahan sampah plastik di wilayah tersebut.
02:37Nusa Tenggara Timur

Dianjurkan