Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Rocky Gerung, memprediksi Presiden Prabowo Subianto akan melakukan perubahan mendasar atau radical break dalam kabinet secara bertahap sepanjang Oktober.

"Secara kualitatif Kabinet itu akan dirombak gitu. Dan saya bisa bikin prediksi bulan Oktober ini akan ada berkali-kali radical break," katanya.

Rocky menilai, perubahan kabinet tidak bisa dilakukan sekaligus karena berisiko mengganggu jalannya pemerintahan. Menurutnya, Prabowo perlu mengurangi ketergantungan pada kontrak politik yang terbentuk untuk kepentingan elektoral.

Rocky juga menyoroti besarnya komposisi kabinet dan penambahan personel dalam sejumlah perombakan. Ia menilai, kondisi tersebut memunculkan persoalan efisiensi anggaran dan dasar etis dalam pengambilan keputusan.

Dalam pandangannya, perjanjian politik turut membatasi keleluasaan presiden dalam menentukan susunan kabinet.

"Kalau menteri dari Partai G diganti, maka harus diganti dari Partai G juga. Sekarang diperlebar sebetulnya problem efisiensi itu. Efisiensi di dalam menjaga konsultasi politik, tetapi mungkin boros secara anggaran," katanya.

Rocky menjelaskan, perubahan kabinet secara bertahap dapat menjadi upaya untuk memperkuat independensi Prabowo dalam menjalankan pemerintahan.

Selain komposisi kabinet, Rocky menyoroti kemampuan para menteri dalam menjelaskan kebijakan pemerintah kepada publik. Ia menilai, presiden akhirnya harus mengambil alih peran tersebut.

Rocky berpandangan, perombakan kabinet perlu dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi politik dan keberlangsungan pemerintahan.

Ia menegaskan, perubahan tersebut tidak harus dilakukan sekaligus, tetapi dapat berlangsung melalui sejumlah langkah yang mengubah arah dan komposisi kabinet.

Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/bhVcHeFlw1w

Baca Juga Wacana Pemakzulan Gibran, Ini Penjelasan Guru Besar Hukum Tata Negara soal Pintu Masuknya di https://www.kompas.tv/nasional/696475/wacana-pemakzulan-gibran-ini-penjelasan-guru-besar-hukum-tata-negara-soal-pintu-masuknya

#rockygerung #wantimpres #presidenprabowo

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/696497/soal-reshuffle-dan-kabinet-gemuk-rocky-gerung-prediksi-oktober-ada-radical-break-prabowo-rosi
Transkrip
00:01Dan Anda merasa bahwa Anda bisa menjadi pembersih para koruptor dari sarang istana?
00:11Apa itu enggak agak...
00:12Bukan saya merasa, saya ingin lakukan itu.
00:16Too much enggak sih, Bung Roki? Lebay enggak sih?
00:18Sedikit, bahkan.
00:20Orang-orang munafi kan banyak di istana.
00:24Bahasa-basi atas dasar feudalisme itu, enggak ada itu.
00:30Kalau korupsi itu mesti disebut, lu koruptor itu, maling.
00:34Kalau maling ya itu karena kebutuhan dasar.
00:36Ini koruptor artinya orang yang enggak tahu diri.
00:39Udah punya jabatan, enggak ada kekurangan uang, masih nyolong uang negara.
00:43Itu kan, itu mesti jadi headline benar-benar.
00:47Bukan sekedar headline di KPK, berani jujur itu hebat.
00:52Itu enggak hebat orang jujur itu.
00:54Guru pasti jujur, jurnalis pasti jujur, pembuka agama pasti jujur, dosen pasti jujur.
00:58Enggak hebat-hebatnya.
01:00Jadi di istana mesti itu, ini sarang koruptor.
01:06Ada pengakuan?
01:07Ya harus begitu.
01:08Dan Presiden bilang berkali-kali kok, memang...
01:15Masuk atas kesadaran sendiri, dan juga untuk memberikan saran kritis pada Presiden.
01:21Etis.
01:23Presiden segeri selalu mengatakan bahwa soal kebocoran, soal bagaimana uang kita justru dibawa lari, maka akan dibenahin, soal-soal under
01:33invoicing, inefficiency.
01:36Tapi pada saat yang bersamaan juga ada kabinet yang jauh lebih besar, atau orang mengatakan kabinet yang gemuk, pergantian reshuffle
01:46juga penambahan-penambahan orang.
01:47Di mana dasar etisnya?
01:50Ketika bicara soal efisiensi, tapi di saat yang bersamaan juga membentuk nomenklatur yang justru jauh lebih besar.
01:58Ya dia mungkin pemborosan di situ, tetapi kalau orangnya bersih kan agak-agak korupsi.
02:02Kan trade-offen begitu, mau dibikin simple, tapi isinya koruptor, atau dibikin agak gede, tetapi orang yang terpercaya itu.
02:10Dan mungkin juga belum sempurna.
02:12Ini kan dua tahun ini itu perjanjian politik membatalkan keinginan Presiden untuk mengatur sendiri itu.
02:20Karena ada etika, ini kan perjanjian.
02:24Kan kalau menteri dari partai G diganti, maka harus diganti dari partai G juga.
02:32Nah sekarang diperlebar sebetulnya itu problem efisiensi itu.
02:38Efisiensi di dalam menjaga konsulasi politik, tetapi mungkin boros secara anggaran.
02:45Ya udah, itu pasti terjadi konsekuensinya kan.
02:48Tapi yang penting tidak ada korupsi di situ, itu dulu kan.
02:51Kan yang diomelin publik adalah koruptor.
02:54Nah makin lama publik mengkaitkan, berarti nambah orang kabinet koruptor juga.
03:00Bukan lain lagi itu.
03:02Tetapi udah terbentuk pada publik, bahwa kabinet itu istilahnya korupsi.
03:06Ditambah, dikurangi tetap korupsi itu.
03:08Itu benar.
03:10Persepsi, bukan lagi persepsi, indikasi publik itu betul.
03:13Ya, linear.
03:14Ya.
03:14Hanya kan memang ketika sejak awal dikatakan soal efisiensi, tapi tidak secara praktis itu menunjukkan efektif dan efisiensi.
03:25Itu kan juga paradoks.
03:28Ya, gini-gini.
03:30Efisien itu kalau cuma dua orang.
03:33Oke.
03:34Kalau tambah satu masih efisien.
03:37Tambah tiga, ya mungkin gak efisien lagi.
03:39Kan kita masuk dalam prinsip ekonomi itu.
03:43Namanya.
03:47Law of diminishing return.
03:49Begitu ditambah,
03:51kalau satu lahan dikerjakan oleh dua orang itu tidak produktif.
03:56Kalau lahan 100 meter dikerjakan lima orang masih tidak.
03:59Dikerjakan 10 orang efektif.
04:00Dikerjakan 100 orang gak efektif.
04:02Karena saling injak kaki di situ kan.
04:04Jadi ada batas buat mengukur itu.
04:06Oke, kalau gitu aku tanya Bung Roky.
04:09Tapi sebenarnya dengan jumlah kabinet, lembaga yang dibentuk.
04:13Bung Roky sendiri merasa bahwa ini radical break?
04:16Atau justru sebenarnya sesuatu yang nanti Anda akan bisikan dua detik sebelum Presiden memutuskan?
04:24Ya, buat sekarang kan rekrutmen akhirnya.
04:29Oh ini tentara, yang ini kalangan yang dia kenal tuh.
04:34Ya gak ada supply dari luar.
04:35Bagaimana coba?
04:36Puter-puter orangnya itu juga coba.
04:39Itu masalahnya di situ.
04:41Jadi mengganti itu,
04:43walaupun dia parsial,
04:44tapi dilihat keseluruhan,
04:46dia radical break.
04:47Karena idenya berubah tuh.
04:49Soalnya pasien.
04:50Anda melihat sudah salah satu cara yang bisa,
04:52message yang sedang ingin dinyatakan adalah independensi seorang Presiden Prabowo.
04:59Mengurangi ketergantungan pada kontrak-kontrak politik yang bersifat elektoral.
05:06Ya, tapi kemudian ya kenapa yang masuk tentara?
05:09Ya dipekerjakannya tentara di situ kan.
05:11Nanti kalau dia korupsi, ya diganti aja kan.
05:14Kan Presiden teman-teman yang tentara itu yang pangkat-pangkat tinggi itu yang dikasih japatan,
05:19kan diganti semua kan.
05:20Ada yang dibui bahkan.
05:21Jadi bukan itu isunya.
05:24Isunya adalah kita ingin Presiden betul-betul otentik menjalankan wilayah kekuasaan dia.
05:31Kita ingin Kabinet menjalankan visi dan cara berpikir Presiden.
05:36Sekarang gak ada tuh.
05:38Gak ada Menteri yang mampu tampil ke publik menjelaskan kebijakan negara.
05:44Akibatnya apa?
05:46Presiden mengambil alik Kabinet.
05:49Jadi Presiden jadi juru bicara Kabinet sekarang kan.
05:52Ya karena Kabinetnya ngaco semua kan.
05:55Ya karena itu diganti-ganti dong.
05:57Termasuk lembaga, orang-orang tertentu.
06:01Jadi memang saya lihat bahwa Presiden tidak mungkin lakukan sesuatu secara total.
06:06Karena itu artinya shutdown Kabinetnya berhenti bekerja.
06:10Mesti peace meal, apapun itu ada elemen of pragmatism.
06:16Ada elemen of surprise.
06:18Tetapi bulan ini terlihat secara kualitatif Kabinet itu akan dirompak.
06:25Dan saya bisa bikin prediksi selama bulan Oktober ini akan ada berkali-kali radical break.
06:34Oh ya?
06:35Ya itu namanya prediksi.
06:37Prediksi yang harus terjadi dan saya inginkan terjadi.
06:41Dua detik sebelum itu di ucapkan oleh Presiden.
06:45Terima kasih.
06:46Terima kasih.
06:47Terima kasih.
06:48Terima kasih.

Dianjurkan