JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming berjalan tepat dua tahun pada 20 Oktober 2026 mendatang.
2 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran menjadi momentum untuk mengevaluasi arah kebijakan, kinerja pemerintah, dan kondisi demokrasi Indonesia.
Pakar Hukum Tata Negara Bivitri Susanti, menyoroti gaya kepemimpinan pemerintah, lemahnya pengawasan kekuasaan, hingga minimnya partisipasi publik dalam penyusunan kebijakan.
#prabowo #gibran #bivitri
Executive Produser: Theo Reza
Produser: Dian Septina
Content Creator: Fauzan Alhazmi
Video Editor: Rafi, Novaltri
Baca Juga Soal Reshuffle dan Kabinet Gemuk, Rocky Gerung Prediksi Oktober Ada "Radical Break" Prabowo | ROSI di https://www.kompas.tv/talkshow/696497/soal-reshuffle-dan-kabinet-gemuk-rocky-gerung-prediksi-oktober-ada-radical-break-prabowo-rosi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/696496/full-kritik-bivitri-susanti-jelang-2-tahun-prabowo-gibran-mulai-dari-mbg-hingga-karhutla
2 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran menjadi momentum untuk mengevaluasi arah kebijakan, kinerja pemerintah, dan kondisi demokrasi Indonesia.
Pakar Hukum Tata Negara Bivitri Susanti, menyoroti gaya kepemimpinan pemerintah, lemahnya pengawasan kekuasaan, hingga minimnya partisipasi publik dalam penyusunan kebijakan.
#prabowo #gibran #bivitri
Executive Produser: Theo Reza
Produser: Dian Septina
Content Creator: Fauzan Alhazmi
Video Editor: Rafi, Novaltri
Baca Juga Soal Reshuffle dan Kabinet Gemuk, Rocky Gerung Prediksi Oktober Ada "Radical Break" Prabowo | ROSI di https://www.kompas.tv/talkshow/696497/soal-reshuffle-dan-kabinet-gemuk-rocky-gerung-prediksi-oktober-ada-radical-break-prabowo-rosi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/696496/full-kritik-bivitri-susanti-jelang-2-tahun-prabowo-gibran-mulai-dari-mbg-hingga-karhutla
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:01Intro
00:02Saya percaya bahwa menjalankan pemerintahan ternyata sebenarnya tidak terlalu rumit
00:10Intro
00:12Awalnya harus dari niat, niat kita harus baik, niat kita sungguh-sungguh untuk menjalankan amanat dari rakyat
00:21Mereka yang mengatakan bahwa Indonesia gelap, kolaps, Indonesia akan kolaps
00:29Tiap bulan di Ramalkan kita akan kolaps
00:31Tapi hari ini saya datang, saya lihat masa depan Indonesia cerah
00:37Apakah untuk rakyat atau untuk kelompoknya sendiri?
00:41Jadi memang buat saya demokrasi memang sudah runtuh
00:44Halo Sobat Kompas TV dimanapun berada
00:50Jelang 2 tahun pemerintahan Prabowo Gibran menjadi momentum untuk mengevaluasi janji dan kinerja pemerintah
00:57Kita akan membahasnya bersama pakar hukum Tata Negara Bivitri Susanti
01:01Bagaimana kabarnya Mbak hari ini?
01:03Baik, terima kasih
01:04Baik ya Alhamdulillah
01:06Mungkin saya ingin bertanya terlebih dahulu nih Mbak
01:082 tahun pemerintahan Prabowo Gibran
01:11Kira-kira apa catatan paling penting yang perlu menjadi perhatian publik sih Mbak?
01:15Ya pertama saya kira dari segi
01:17Barangkali 2 hal ya
01:19Pertama dari segi gaya pemerintahannya
01:21Di gaya pemerintahan maksud saya adalah cara pemerintahan ini berlangsung
01:26Yang kita bisa melihat pola Pak Prabowo dalam memimpin itu lebih banyak
01:32Kita sering dengar istilah politik komando
01:35Ekonomi komando
01:37Jadi apa yang ia instruksikan itulah yang harus dilaksanakan
01:41Bukan soal kalau ketaatan pada atasan itu satu hal ya
01:47Tapi yang ingin saya soroti juga terutama
01:50Soal kedisiplinan yang ingin ia ciptakan misalnya melalui retret para kepala daerah
01:56Kemudian juga minimnya penggunaan data dalam membuat kebijakan
02:02Saya kira ini yang paling krusial ya
02:04Karena kita tahu banyak sekali kritik soal program makan bergizi gratis
02:08Program Koperasi Desa Merah Putih yang sebenarnya mendapat banyak pertanyaan
02:13Karena ada pertanyaan soal ini datanya bagaimana
02:16Kok tidak ada piloting dulu
02:18Maunya Pak Prabowo harus langsung dilaksanakan
02:22Bahkan ketika ada anggaran yang belum tersedia
02:25Ada realokasi APBN misalnya
02:27Nah yang kedua yang ingin saya soroti karakternya adalah
02:31Ia sangat mengedepankan loyalitas
02:35Bahkan saya sedang bilang lower competence
02:38Jadi akhirnya yang lebih banyak ia rekrut adalah
02:40Orang-orang yang ingin ia pelihara loyalitasnya
02:43Mertanya kita punya kementerian yang 49 jumlahnya
02:47Dan total pejabat sampai Dewan Perpindahan Presiden itu
02:51Sangat 160-an jumlahnya
02:52Ini terbesar ya
02:54Dalam sejarah kita
02:56Tapi persoalannya kan
03:00Banyaknya kementerian ini
03:02Juga ada kaitannya dengan misalnya penggantian pejabat
03:06Kita sudah sampai 7 kali ada reshuffle kementerian
03:10Terus nambah tadi ya
03:12Wattest tambah
03:12Kutusan khusus dan lain sebagainya lembaga baru
03:15Yang buat saya persoalannya adalah
03:17Ini sebenarnya apa yang mau dibangun
03:19Dengan banyaknya pejabat seperti ini di satu sisi
03:22Tapi sementara apakah
03:23Jabatan-jabatan itu ada kaitannya atau tidak
03:27Dengan kehidupan warga pada umumnya
03:30Itu yang saya kira harus diselopi buat awal ya
03:33Carakan kita 2 tahun terakhir ini
03:36Baik Mbak
03:37Nah sedikit menarik nih
03:38Tadi kan Mbak Bivitri bilang
03:40Kalau misalkan selama 2 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran ini
03:43Bahkan sudah 7 kali melakukan reshuffle kabinet ya Mbak
03:46Melihat kejadian dan peristiwa tersebut
03:48Ada makna dan pandangan terkait hal tersebut gak sih Mbak
03:51Di kehidupan ataupun internal dari pemerintahan Prabowo-Gibran ini
03:54Ya jadi saya memang melihat
03:57Mau 6 kali, 7 kali
04:00Jangan-jangan nanti 8 kali reshuffle
04:02Kita belum tahu ya
04:03Karena masih terus banyak dinamikanya ini
04:06Tapi kan tidak mengubah persoalan yang masih saja ada di kalangan masyarakat
04:11Misalnya persoalan kita semua tahu
04:13Bencana yang di Sumatera sudah mentir setahun
04:17Sudah ada tambahan bencana lagi di Sumatera Barat
04:21Ada lagi dan seterusnya
04:22Tapi tidak tertanggan dengan baik
04:23Ada lagi bencana di NTP
04:25Ada lagi kebakaran hutan
04:27Toh ternyata tidak tertanggan dengan baik
04:30Padahal jumlah pejabat bertambah terus
04:32Ini saya kira ini yang mesti kita kritisi
04:34Bagi dalam analisis hukum tata negara
04:38Dalam analisis politik
04:39Kita tidak bisa hanya melihat
04:41Misalnya
04:42Wah ini sih gede-gede
04:44Gaji saja nih
04:45Gaji kita pasti juga kritik ya
04:47Tapi kan persoalannya apakah
04:49Banyaknya jumlah pejabat dan banyaknya penggantian
04:53Menteri seperti itu
04:56Berbanding lurus dengan penyelesaian problem warga
05:00Nah kalau kita lihat 2 tahun terakhir ini
05:02Sebenarnya tidak ada perubahan sama sekali
05:04Bahkan semakin lama semakin buruk
05:05Karena kita juga tahu misalnya ada antrian BBM
05:08Yang semakin banyak di banyak sekali daerah
05:11Kecuali mungkin Pulau Jawa
05:13Karena disinilah kekuasaan sedang berlangsung
05:16Tapi saya kira itu indikasi yang sangat penting
05:18Untuk jalannya kekuasaan
05:20Ada ketenya dengan 7 kali risafol tadi
05:22Baik Mbak
05:23Nah tadi kan Mbak Bivitri bilang
05:24Kalau misalkan model komunikasi politik
05:27Yang ada di pemerintahan Prabowo Gibran ini
05:28Adalah dari atasan ke bawahan ya Mbak ya
05:31Nah jika melihat hampir 2 tahun
05:33Pemerintahan Prabowo Gibran ini
05:35Bagaimana sih Mbak Bivitri menilai
05:37Kondisi demokrasi dan negara hukum Indonesia saat ini Mbak?
05:40Ya jadi buat saya problemnya bahkan bukan hanya komunikasi
05:44Tapi problemnya memang dari gaya pemerintahan itu
05:47Makanya saya mulanya dengan gaya pemerintahan
05:49Bukan dengan persoalan apakah ada komunikasi yang terputus
05:52Apakah ada data yang tidak sampai
05:54Buat saya ketika seseorang sudah menjadi kepala pemerintahan
05:59Apalagi di Indonesia
06:00Harusnya dia bisa kalaunya baik menjalankan demokrasi
06:04Dia punya otoritas
06:09Orang-orang yang punya kompetensi
06:12Dan punya integritas
06:14Tapi kan ternyata saya mempertanyakan kompetensinya
06:17Ketika sudah setahun lebih ada bencana alam
06:21Tapi tidak tertangani dengan baik
06:22Nah jadi yang kalau pertanyaan tadi kan soal demokrasinya
06:26Nah ini yang juga perlu kita soroti
06:28Karena ketidakadaan kompetensi dan lebih mengutamakan nolalitas
06:32Akhirnya mengakibatkan demokrasi sebenarnya sudah runtuh menurut saya
06:35Untuknya dari mana ukurannya misalnya
06:37Di DPR itu tujuh dari delapan fraksi yang ada di DPR adalah
06:42Koalisi Kim Plus ya
06:44Koalisinya Pak Prabowo
06:46Yang artinya nggak ada checksnya nih
06:48Kalau bicara checks and balances
06:49Nggak ada penyeimbangnya di DPR RI
06:53Baiklah ada satu partai
06:54Tapi dibanding satu
06:55Dibanding dengan tujuh partai lainnya
06:57Dan kita juga masih punya catatan
07:00Partai yang tersisa yaitu TDI Perjuangan juga sangat sulit untuk bermanuver
07:04Karena situasi yang dihadapi juga secara internal
07:07Nah jadi saya sih melihat memang demokrasi sedang buruk sekali
07:11Bahkan saya sudah bersetuju dengan apa yang disampaikan oleh PIDEM
07:16Creative of Demokrasi yang meletakkan Indonesia
07:18Dalam kategori electoral autocracy
07:21Jadi sebenarnya sudah tidak ada demokrasi
07:23Walaupun tersisa
07:25Pemilunya tersisa
07:26DPRnya masih ada nggak ya
07:28Masih ada
07:29Tapi kan pertanyaannya DPR berfungsi
07:30Tapi untuk siapa berfungsi?
07:32Apakah untuk rakyat?
07:34Atau untuk kelompoknya sendiri?
07:36Jadi memang buat saya demokrasi memang sudah runtuh sekarang ini
07:40Berarti Mbak kalau misalkan kita melihat nih
07:42Berbagai banyak isu dan permasalahan yang ada di negara ini ya
07:46Di pemerintahan ini
07:47Baik dari respons masyarakat kepada pemerintahan yang ada
07:50Tentunya ini kan menjadi suatu hal yang sangat diperhatikan
07:54Harusnya kepada oleh presiden ataupun aparat negara yang ada
07:58Nah dari negara yang berdemokrasi seperti Indonesia ini
08:01Seharusnya seperti apa sih respon yang harus diberikan
08:04Dari presiden maupun aparat negara kepada masyarakatnya
08:07Boleh Mbak silakan
08:09Agak sulit ya
08:12Merespon pertanyaan ini
08:14Karena bagi saya masalahnya adalah di pola pemerintahan
08:17Jadi selama konfigurasi politiknya masih sama
08:21Ya memang tidak ada yang bisa diperbaiki
08:23Mau tujuh kali lagi reshuffle
08:26Mau mengubah pola komunikasi
08:28Tapi kalau masalahnya justru di keinginan dari kelompok ini
08:33Elit yang sekarang
08:34Untuk terus menerus mengeksploitasi sumber daya alam
08:37Untuk kepentingan ekonomi mereka sendiri
08:39Tidak memedulikan bencana dan apapun yang terjadi
08:42Pembakaran hutan dan lain sebagainya
08:44Ya buat saya bukan
08:48Tidak ada solusi yang bisa diberikan
08:51Kecuali ada
08:52Ada perubahan konfigurasi politik
08:54Oke berarti Mbak melihat dengan kondisi seperti ini
08:57Apa artinya masyarakat harus melihat dan menunggu sampai
09:01Pemiluk berikutnya tuh ada kembali atau ada solusi lainnya Mbak
09:05Melihat adanya isu seperti ini di pemerintahan negara Republik Indonesia pada saat ini
09:10Saya kira lagi-lagi kalau tidak ada perubahan yang mendasar
09:17Memang sangat sulit ya untuk berharap
09:20Jadi saya kira sekarang ini yang bisa dilakukan adalah
09:23Untuk lebih banyak melakukan pemberdayaan masyarakat
09:27Untuk lebih memperkuat pendidikan politik
09:30Baik untuk persiapan menuju 2029
09:34Agar pemilih kita lebih rasional
09:36Ketimbang apa yang terjadi pada 2024
09:39Maupun lebih
09:42Dikritis selama kita harus bertahan sampai dengan 2029
09:46Apabila memang situasi konfigurasi politiknya tidak ada yang berubah
09:49Mbak kalau kita melihat isu politik yang ada pada saat ini ya
09:53Sedang mencuatkan tentang polemik ijazah
09:56Baik itu polemik ijazah Jokowi yang dimana sekarang merambah ke
09:59Wapres Gibran ya Mbak ya
10:01Yang dimana hampir selama 2 tahun pemerintahan ini
10:04Apakah dari kinerja Wapres Gibran itu sudah terlihat
10:07Dan secara substantif dalam membantu menjalankan pemerintahan
10:10Atau masih belum Mbak?
10:12Kita bisa melihat memang tidak ada peran yang diberikan
10:15Pada wakil presiden oleh presiden
10:17Karena begini secara konstitusional memang wakil presiden itu
10:21Orang sering bilang banser
10:23Tapi sebenarnya kan tidak sebegitu tak bergunanya
10:27Sepanjang presiden memberikan perang pada wakil presiden
10:31Misalnya waktu pemerintahan SBI yang pertama
10:34Itu Pak Yusuf Kala diberi perang banyak sekali ya
10:37Waktu itu untuk negosiasi persoalan Aceh
10:40Kemudian juga untuk penanganan bencana
10:42Kemudian Pak Budiono juga demikian
10:45Ada peran tertentu untuk mengawasi jalannya pemerintahan
10:48Dulu kan ada penilaian untuk kementerian-kementerian
10:51Dan seterusnya
10:52Jadi ada peran-peran tertentu yang bisa diberikan kepada wakil presiden
10:57Nah kita bisa melihat nih
10:58Dua tahun terakhir ini
10:59Peran yang khusus diberikan untuk Gibran kan sebenarnya tidak ada
11:03Bahkan kita melihat sendiri melalui rekaman-rekaman
11:06Dan melalui siaran langsung
11:08Dalam beberapa rapat kabinet
11:10Gibran tidak diikut sertakan
11:12Jadi sebenarnya kita juga kurang jelas apa perannya
11:15Jadi kalau saya sih melihat
11:17Memang sangat minimal ya
11:19Kalau misalnya kita perlu
11:20Saya kira akan baik sekali
11:22Kalau sudah ada survei-survei pendapat masyarakat
11:25Tapi satu yang bisa kita lihat
11:26Misalnya survei yang dihukupan oleh Celios
11:28Yang diluncurkan bersama dengan Kabinet Bayangan
11:31Beberapa waktu yang lalu
11:32Nah disitu nilainya itu memang sangat jelek itu
11:35Kalau dari masyarakat umum
11:37Seingat saya sekitar 4,6 atau 4,7
11:41Dari 10 ya
11:421 sampai 10 skalanya
11:44Itu penilaian masyarakat umum
11:46Tapi penilaian ahli
11:47Itu 2,7
11:49Untuk Gibran juga
11:51Tapi untuk Pak Prabowo juga
11:52Untuk pemerintahan
11:53Untuk kabinet juga
11:54Jadi saya kira
11:55Sedat-sedatnya dari survei
11:57Itu surveinya dilakukan
11:58Memang untuk 2 kelompok
11:59Masyarakat dan ahli
12:01Tapi dua-duanya
12:02Secara konsisten
12:03Memang kelihatan sangat-sangat buruk
12:04Jadi artinya ada persepsi
12:06Dari masyarakat
12:07Bahwa memang kinerja
12:08Kalau pertanyaannya Gibran
12:10Kinerja Gibran
12:11Berarti memang
12:12Tidak memenuhi ekspektasi masyarakat
12:14Mbak kalau misalkan melihat
12:15Adanya kinerja yang kurang terlihat
12:18Dari Wak Presi Gibran ini
12:19Itu dapat dikatakan
12:20Sebagai bentuk permasalahan
12:22Dari sistem pemerintahan itu sendiri
12:23Atau memang kurangnya kerjasama
12:25Antara Prabowo dan Gibran
12:27Kurangnya kerjasama
12:28Ya sama
12:30Kalau kita lihat dalam konstitusi
12:32Wakil Presiden itu
12:33Ya mewakili ketika Presiden
12:34Membagi tugas lah
12:35Dengan Presiden
12:36Tapi
12:37Yang utama memang
12:38Jabatannya adalah
12:39Jabatan Presiden
12:41Sebagai kepala pemerintah
12:42Sekali sebuah negara
12:43Wakilnya ya wakil saja
12:44Nah cuma biasanya
12:45Dimanapun sama di Amerika Serikat
12:47Yang sistemnya juga presidenialisme
12:49Wakil Presiden
12:50Kerap kali diberi peran
12:52Oleh Presidennya
12:54Nah ini kan yang tidak kita lihat
12:56Akhir-akhir ini
12:57Kalaupun Gibran sekarang sudah banyak
12:59Ketemu dengan masyarakat
13:00Dan lain sebagainya
13:01Saya kira itu lebih banyak
13:02Untuk kepentingan-kepentingan
13:04Elektoralnya
13:05Maupun ya
13:06Saya kira dalam rangka
13:08Mencoba untuk merespon
13:10Merespon bacaan
13:12Atau perseksi dari masyarakat tadi
13:14Baik
13:15Mbak ini kembali lagi
13:16Dengan pertanyaan
13:16Tentang polemik ijazah ya Mbak ya
13:18Nah
13:19Kan kemarin tuh sempat tuh
13:21Setelah putusan MK
13:22Wapres Gibran tuh menyatakan bahwasannya
13:24Kalau saya nggak lulus SMA
13:26Nggak mungkin saya bisa kuliah
13:28Ada pendapat nggak Mbak
13:30Tentang pernyataan
13:31Wapres Gibran tersebut
13:32Kita hormati seluruh tahapan-tahapan
13:39Dan proses-proses yang ada di MK
13:43Yang paling penting sekarang
13:46Saya akan terus fokus
13:49Bekerja untuk masyarakat
13:52Dan mensukseskan visi-misi
13:55Dan program dari Bapak Presiden
13:57Selaku pimpinan kami
13:59Mas
14:00Ini kan
14:00Yang meskipun tidak menerima
14:04Tidak bisa membuktikan
14:05Tidak menemukan bukti gitu
14:07Di jasa SMA
14:09Mungkin
14:10Ya kalau saya nggak lulus SMA
14:15Kan saya nggak mungkin bisa kuliah
14:17Saya kan kuliah sampai S1 juga
14:20Di Singapura
14:21Ya itu
14:24Ya saya kira narasinya selalu begitu
14:27Termasuk dari para pendukung Gibran ya
14:29Saya kira banyak
14:30Ada militannya
14:31Ada Gibranisti dan lain sebagainya
14:33Tapi yang gagal dilihat
14:34Dalam argumen itu adalah
14:36Apa yang dicoba dibuktikan
14:39Di Mahkamah Konstitusi
14:40Itu bukan soal
14:42Apakah dia S1 atau tidak S1
14:45Tapi ketika seseorang
14:47Mencalonkan diri
14:49Menjadi wapres
14:50Ataupun presiden
14:52Maka dia menundukkan diri
14:54Kedalam rezim pengaturan pemilu
14:56Nah rezim pengaturan pemilu
14:58Khususnya pemilihan presiden
15:00Dan wapresiden
15:01Memang mencerahkan
15:02Minimal
15:03Yang harus ditunjukkan adalah
15:05Ijazah SMA
15:07Saya sendiri
15:09Kalau saya ditanya gitu ya
15:11Ada orang yang mungkin
15:12Jalan pendidikannya
15:14Sama dengan Gibran
15:15Gak ada masalah
15:16Tapi ketika
15:18Orang itu
15:19Siapapun dia
15:20Mau masuk ke dalam
15:21Rezim pengaturan pemilihan presiden
15:23Maka ikutilah aturan mainnya
15:24Nah itu yang sebenarnya
15:25Kemarin dicoba dibuktikan
15:27Dan ternyata pun
15:28Ketika dibuktikan
15:29Makanya putusan MK
15:30Mes pun mengatakan
15:31Tidak dapat menerima
15:33Perkara
15:34Jadi bukan ditolak ya
15:35Tapi tidak dapat diterima
15:36Karena masalah legal standing
15:37Para pemohon
15:38Tapi ia mengatakan
15:40Mereka tidak bisa menemukan
15:44Gibran
15:45Saya sendiri kan jadi ahli ya
15:47Dalam perkara itu
15:48Dan saya jadi melihat
15:49Alat-alat buktinya
15:50Memang bahkan juga
15:52Ada kesaksian dari
15:54Canberra
15:55Dari
15:55Kedutaan Besar Republik Indonesia
15:57Di Australia
15:57Dan dari
15:59Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
16:01Yang mereka miliki
16:03Memang certificate of attendance
16:05Jadi bukan certificate of completion
16:07Nah banyak yang membandingkannya
16:10Di level itu
16:11Apakah dimungkinkan
16:12Untuk mengambil S1
16:13Hanya dengan itu
16:15Jalur yang diambil oleh Gibran
16:17Memang
16:18Memungkinkan hal itu terjadi
16:20Tapi yang diminta oleh
16:21Hukum Indonesia
16:22Ketika
16:23Menjadi calon
16:24Lepas Presiden
16:25Adalah
16:25Ijazah SMA
16:27Jadi saya kira
16:29Logikanya harus lebih rapi
16:31Antara kotak
16:32Pemilihan Presiden
16:34Dengan kotak
16:35Sistem pendidikan
16:36Di Indonesia
16:37Karena dimanapun negara
16:38Di dunia
16:39Ya kita harus ikuti
16:40Misalnya kalau
16:40Anak SMA
16:42Di Indonesia
16:42Dia mau berkuliah
16:43Di Jerman
16:44Dia harus ikut
16:45Satu
16:47Kursus
16:48Satu tahun penuh
16:49Supaya nanti
16:50Pendidikannya setara
16:51Jadi memang
16:52Konteksual sekali
16:53Tidak bisa
16:54Disamakan begitu saja
16:55Nah ini khususnya
16:56Dalam konteks
16:57Ketika
16:58Konteks
16:59Ketika seseorang
17:00Mencawankan diri
17:01Menjadi
17:01Capres dan Cawapres
17:03Letakkanlah dalam konteks itu
17:05Makanya letaknya
17:06Di Mahkamah Konstitusi
17:07Bukan di
17:07Pengadilan Perdata
17:09Berarti kalau misalnya
17:10Aku menghubungkan nih
17:11Berdasarkan tadi kita menilai
17:13Kinerja Wapes Gibran
17:14Di pemerintah sekarang ini
17:15Dengan adanya polemik
17:16Ijazah Gibran
17:17Yang tidak ditemukan
17:18Ini dapat dikatakan
17:19Sebagai bukti
17:20Ketidakpuasan masyarakat
17:21Terhadap kinerja Gibran
17:22Atau beda lagi mbak?
17:23Ya berbeda
17:25Kalau masalah
17:26Ketidakpuasan masyarakat
17:27Itu kan persepsi
17:28Dari kerja
17:29Yang ia lakukan
17:30Atau tidak
17:30Ia lakukan
17:31Tapi buat saya
17:32Kenapa
17:34Saya bersedia
17:34Menjadi ahli
17:35Dalam perkara ini
17:36Sebenarnya
17:37Bukan soal ijazahnya
17:38Tapi soal manipulasi
17:40Yang dicurigai
17:42Dilakukan
17:43Pada saat
17:44Ia mencalonkan diri
17:45Jadi kita bedakan
17:47Itu dulu ya
17:48Manipulasi itu
17:49Adalah begini
17:50Jadi misalnya
17:51Orang mau melakukan
17:52Dengan jalur yang sama
17:53Mau melakukan penyetaraan
17:55Apakah bisa?
17:56Bisa
17:56Tapi memang harus menempuh
17:59Apa namanya
18:01Menempuh prosedur tertentu
18:03Nah ternyata
18:04Yang ditemukan adalah
18:05Ada manipulasi
18:07Bahkan sekarang mulai
18:08Terbongkar
18:09Ada pasal
18:10Dalam peraturan
18:11Komisi Pemilihan Umum
18:13Yang kemudian
18:14Sekarang lagi ada ya
18:15Yang melantarkan adalah
18:16Politikus dari Partai Golkar
18:18Pak Doli
18:20Yang bilang bahwa
18:22Salah satu pasal
18:24Di peraturan KPU tersebut
18:25Ternyata memang
18:26Dicurigai
18:28Dimanipulasi
18:29Memang yang diduga
18:31Oleh
18:32Situasi yang ada
18:34Di Mahkamah Konstitusi itu
18:36Benar
18:36Kami tidak pernah
18:37Menemukan ada
18:38Apa namanya
18:40Pasal itu
18:41Pada saat dokumen-dokumen itu
18:43Diserahkan kepada kami
18:44Pasal itu sudah digunakan
18:46Dan kemudian
18:48Pasal itulah yang kemudian
18:50Kemarin menjadi
18:50Salah satu
18:51Yang diperdebatkan
18:52Di Mahkamah Konstitusi
18:53Dan Mahkamah Konstitusi
18:55Sudah
18:56Memutuskan
18:57Yang seperti yang kita ketahui
18:59Sebelum ada putusan MK
19:00Nah itu ya
19:02Waktu itu
19:03Dugaan saya
19:04Pasal ini
19:05Dimasukkan
19:07Setelah ada putusan
19:08Mahkamah Konstitusi
19:09Gitu loh
19:10Ternyata
19:11Sebelum
19:12Putusan Mahkamah Konstitusi
19:13Nah jadi
19:14Saya kira bedanya itu disitu
19:16Yang satu soal kinerja
19:17Yang dipersepsikan
19:18Atau dilihat oleh masyarakat
19:20Tapi di sisi lainnya
19:22Ada masalah
19:22Menurut saya
19:23Makanya ia seringkali disebut
19:25Sebagai
19:26Konstitusi
19:26Karena jangan lupa
19:27Yang jadi persoalan adalah
19:29Ketika ia maju
19:30Ada manipulasi putusan
19:32Mahkamah Konstitusi
19:32Soal umur
19:33Dan dicurigai
19:35Ada masalah
19:36Dalam pembentukan
19:36Patron KPU
19:37Yang membuat
19:38Ibasahnya bisa
19:39Begitu saja diloloskan
19:41Meskipun
19:42Ternyata tidak pernah
19:43Bisa dilihat
19:44Bahkan oleh
19:45Mertama Konstitusi
19:46Nah itu
19:47Itu dua perbedaan
19:48Tapi buat saya
19:48Ini
19:49Mengantarkan kita
19:51Pada diskusi soal
19:53Legitimatkah sebenarnya
19:54Pemerintahan kita
19:55Pada hari ini
19:56Karena ternyata
19:57Ada manipulasi
19:58Yang sedemikian rupa
19:59Dan jangan lupa
20:00Manipulasi itu kan
20:01Tidak mungkin
20:02Tidak diketahui oleh
20:03Koalisi yang mengusung
20:04Gibran
20:05Yang artinya juga
20:06Melibatkan
20:07Prabowo
20:07Dan
20:08Partai-partai
20:09Yang waktu itu
20:10Mengusung mereka berdua
20:11Jadi
20:11Pertanyaan legitimasi
20:13Akhirnya jadi muncul
20:14Dan itu berbeda
20:15Dengan persepsi
20:16Nah Mbak
20:16Aku sedikit bergeser ya
20:18Terkait dengan
20:18Polemik Ijasa
20:19Terus juga sekarang
20:20Kan membahas tentang
20:21Program yang diusung oleh
20:22Prabowo dan Gibran
20:23Yang dimana itu adalah
20:24Program MBG
20:25Dan setelah hampir
20:26Dua tahun berjalan
20:27Apakah program MBG ini
20:29Telah menunjukkan
20:30Tata kelola yang sebanding
20:31Dengan skala anggaran
20:32Dan jumlah penirimaannya Mbak
20:33Ya
20:34Kalau soal MBG
20:35Saya kira
20:35Sangat tidak sebanding
20:37Kita harus lihat
20:38Juga korban
20:39Yang sudah timbul
20:40Paling tidak
20:41Sudah
20:4250 ribuan
20:43Anak
20:44Yang terkena
20:45Keracunan makanan
20:46Karena program ini
20:47Itu satu
20:48Tapi kita jangan lupa
20:49Kita ini sudah ganti
20:51Kepala Badan Gizi Nasional
20:53Sudah
20:53Yang ketiga
20:54Kan sekarang orang yang ketiga
20:55Nah
20:56Di dua orang sebelumnya pun
20:58Sudah ketemu
20:58Kasus korupsi
20:59Jadi kita ketemu
21:01Setidak-tidaknya
21:02Dua persoalan
21:03Kasus korupsinya
21:04Yang banyak sekali
21:05Mulai dari pengadaan
21:07Ompreng
21:07Kemudian pengadaan
21:09Motor
21:09Dan lain sebagainya
21:10Tapi yang kedua juga
21:12Food poisoning
21:13Yang sebenarnya
21:13Harusnya ditangani oleh
21:15Warga
21:15Kemudian
21:17Jangan lupa
21:17Yang ketiga
21:18Adalah dampaknya
21:19Pada anggaran pendidikan
21:20Yang membuat
21:21Guru-guru honorer
21:22Misalnya
21:23Tetap tidak mendapatkan
21:25Haknya dengan baik
21:25Nah jadi buat saya
21:27Dari tiga indikator itu saja
21:28Kita sudah bisa
21:30Menyimpulkan
21:30Bahwa ternyata
21:31Sangat jauh dari yang
21:32Kita pikirkan sebelumnya
21:34Seharusnya makan bergizi
21:35Gratis
21:36Punya dampak
21:36Pada
21:39Kenaikan
21:40Tingkat
21:41Apa
21:42Perkembangan otak
21:43Dan lain sebagainya
21:44Yang menurut saya
21:44Juga keliru sih
21:45Karena kan
21:46Yang namanya
21:47Stunting
21:47Dan lain sebagainya
21:48Itu risetnya sudah
21:48Banyak sekali
21:49Dan dokter kita
21:50Sudah sering sekali
21:51Bicara
21:52Harusnya dilakukan
21:53Pada saat
21:54Golden years
21:55Dari pertumbuhan anak
21:56Dan waktu mereka
21:57Masih dalam kandungan
21:58Bukan anak-anak
22:00SMA
22:00Begitu ya
22:01Seperti yang kali ini
22:02Dilakukan
22:02Jadi saya kira
22:03Sangat jauh dari yang
22:04Kita bayangkan
22:05Sebagai sebuah program
22:06Nah Mbak
22:07Mungkin kalau kita melihat nih
22:09Kepala BGN sebelumnya
22:10Kan sudah tertangkap
22:11Atas dugaan
22:11Kasus korupsi di BGN
22:13Yang banyak
22:13Tapi kalau misalnya
22:14Kita melihat dengan
22:15Adanya kasus keracunan
22:17Entah itu guru
22:17Ataupun siswa yang cukup banyak
22:19Di beberapa bulan kemarin
22:20Itu dapat kita
22:21Seharusnya
22:22Menyatakan
22:23Ini tanggung jawab
22:24Siapa Mbak?
22:25Menurut saya
22:25Ya tentu saja
22:26Yang harusnya bertanggung jawab
22:28Adalah pemerintah
22:29Jadi
22:30Bertanggung jawabnya
22:32Dalam dua hal nih
22:32Yang pertama
22:33Harusnya ditangani
22:34Secara gratis
22:36Maksudnya
22:36Gunakanlah BPJS
22:38Dan lain sebagainya
22:39Sistem yang kita punya
22:40Dan setahu saya
22:41Tidak semua
22:42Ditanggung oleh pemerintah
22:44Itu satu tuh
22:45Jadi penanganan korbannya
22:46Itu sendiri
22:47Yang sangat-sangat penting
22:48Tapi yang kedua juga
22:49Pertanggung jawaban pidana
22:51Menurut saya
22:51Harusnya ada
22:52Jadi
22:53Bukan sekedar
22:54Ditutup
22:55Dapurnya
22:56Tapi harusnya
22:57Dicari
22:58Siapa yang bertanggung jawab
23:00Supaya ada efek jerak
23:02Plus
23:03Juga
23:04Supaya kita bisa
23:05Melacak
23:06Sebenarnya
23:06Kesalahan sistemiknya
23:08Ada dimana
23:09Ya kalau saya sih
23:10Merasa bahwa
23:10Seharusnya program ini
23:11Dihentikan
23:12Tapi baiklah
23:13Kalau misalnya
23:13Mau
23:15Ditelusuri terlebih dulu
23:17Berarti kan kita harus
23:18Evaluasi menyeluruh tuh
23:19Misalnya
23:20Apakah ternyata
23:21Penanganan higianitas
23:22Dari
23:23Produk makanan
23:24Atau misalnya
23:25Dari
23:25Omprengnya
23:26Yang katanya
23:27Dibersihkannya juga
23:28Asal-asalan
23:28Saya kira itu
23:29Kasusnya banyak sekali ya
23:30Nah itu kan sebenarnya
23:32Tidak pernah diusut tuh
23:33Langsung ditutup
23:34Tutup
23:34Tutup
23:34Seakan-akan itu
23:35Merespon
23:36Persahan masyarakat
23:37Padahal seharusnya
23:38Untuk merespon itu
23:39Tidak hanya dengan
23:40Menutup dapur
23:41Tapi disini harus mencari
23:42Siapa yang bertanggung jawab
23:43Dan di bagian mana
23:44Dari penyediaan makanan
23:46Hal itu menyebabkan
23:47Keracun
23:49Baik Mbak
23:50Setelah dari adanya
23:51Isu program MBG
23:52Kita mungkin
23:53Melompat ke bencana
23:54Alam Karun lah ya Mbak ya
23:55Dimana kan teman-teman
23:56Kita di Kalimantan
23:57Khususnya sedang
23:58Merasakan ketidaknyamanan lah
24:00Terhadap adanya
24:00Kondisi seperti ini
24:01Bahkan kabarnya juga kan
24:03Asap ini sampai
24:04Ke negara tetangga
24:05Seperti Malaysia
24:05Dan Singapura
24:06Dari Mbak Bivitri sendiri
24:08Melihat tanggung jawab
24:09Pemerintah
24:10Dalam mencegah
24:11Dan menangani
24:11Kebakaran hutan
24:12Dan lahan seperti ini
24:13Seperti apa sih Mbak
24:14Boleh diceritakan
24:15Masih sangat kurang
24:17Kalau saya melihat
24:18Kebanyakan proses
24:19Pemadaman ini
24:21Dilakukannya oleh
24:22Para relawan
24:22Itu satu tuh
24:24Jadi itu dulu
24:25Kita mesti baca
24:26Sebagai situasi
24:26Dan kenapa
24:27Respons dari pemerintah
24:30Sangat kurang
24:30Salah satunya
24:31Karena ternyata
24:32Anggaran
24:33Penanganan bencana
24:35Anggaran untuk
24:35Badan SAR nasional
24:37Dan seterusnya
24:37Badan cana BNPB
24:39Itu ternyata
24:40Sangat-sangat
24:40Dibuat minimal
24:41Saya sekarang
24:41Karena tidak membuka datanya
24:43Tapi
24:44Dikurangi dengan
24:45Sangat signifikan
24:46Karena dialihkan
24:47Untuk program-program
24:48Yang tadi
24:48Mesti jadi pertanyaan kita
24:49Makan bergizi gratis
24:51KDNP
24:52Dan lain sebagainya
24:52Jadi dari segi
24:54Anggaran pun
24:55Itu sudah menunjukkan
24:56Bahwa ternyata
24:57Prioritas pemerintah
24:58Justru bukan
24:59Untuk membantu
25:00Kejadian-kejadian
25:01Seperti ini
25:02Satu
25:03Tapi yang kedua
25:04Kita masih lihat
25:04Sudah ada beberapa
25:06Laporan
25:06Sudah dipublikasikan
25:07Di banyak media
25:08Bahkan
25:09Sebenarnya
25:10Ada beberapa negara
25:12Yang ingin memberikan
25:13Bantuan
25:13Tapi ternyata
25:15Entah di stop
25:16Ada yang di stop
25:16Di tengah jalan
25:17Ada yang menumpuk
25:18Di bandara
25:20Dan lain sebagainya
25:21Yang saya dengar
25:22Dari kawan-kawan
25:23Yang ada di lapangan
25:24Saya sendiri
25:25Belum pernah ke lapangan
25:26Terus terang
25:26Tapi kan kita
25:27Kalau analisis kebijakan
25:28Bisa membaca
25:29Dari sumber kedua
25:30Nah waktu dengar
25:32Dari kawan-kawan
25:33Di lapangan
25:34Ternyata banyak juga
25:35Yang ternyata
25:35Tidak tersalurkan
25:36Dengan baik
25:37Walaupun bantuannya ada
25:38Nah dari situ aja
25:40Kan kita mesti membaca
25:41Manajemen bantuan
25:42Tah dan ini
25:43Sudah hampir setahun
25:44Untuk yang di Sumatera
25:45Tapi untuk kebakaran hutan
25:46Sudah dua bulan
25:48Lebih berjalan
25:48Artinya kan
25:50Tidak ada
25:51Rencana penanganan
25:52Yang jelas
25:52Dan itu adalah
25:53Pertanda jelas
25:54Gak ada
25:55Yang namanya
25:55Gak ada sama sekali
25:56Kebanyakan
25:57Proses itu
25:58Dilakukan oleh
25:59Relawan
26:00Bahkan ketika mereka
26:01Menemukan masalah
26:02Di lahan gambut
26:03Yang pemadamannya
26:05Harus disuntik
26:05Sampai ke dalam
26:06Lahan gambutnya itu sendiri
26:08Itu semua kan
26:09Seharusnya
26:10Dengan segala
26:11Fasilitas dan anggaran
26:12Yang dimiliki oleh pemerintah
26:13Akan lebih bagus
26:14Kalau dilakukan oleh pemerintah
26:16Itu
26:16Kewajiban kewajiban pemerintah
26:18Tapi ternyata
26:18Tidak dilakukan
26:19Jadi jauh dari
26:20Respons cepat
26:22Yang bisa kita lihat sekarang
26:23Baik Mbak
26:24Mohon maaf ya sebelumnya
26:25Koreksi jika salah
26:26Dimana negara ini kan
26:28Sudah diatur
26:28Dengan undang-undang yang bayah
26:30Yang mengatur
26:30Wajib melindungi
26:31Masyarakat dan warga negara
26:33Dari berbagai ancaman
26:34Salah satunya adalah
26:35Kesehatan dan adanya
26:36Karhutlah ini sendiri
26:38Tapi melihat dengan
26:39Adanya polemik
26:40Dan permasalahan
26:40Seperti ini
26:41Khususnya di Kalimantan
26:42Apakah dapat disebut
26:43Sebagai
26:44Bahwa negara melanggar
26:45Aturan tersebut Mbak
26:46Atau seperti apa
26:47Ada dalam konstitusi
26:49Bahkan
26:50Pasal 28
26:51A sampai J
26:53Itu semuanya mengatur
26:54Soal hak asasi manusia
26:55Di dalam situ
26:56Misalnya ada
26:57Hak atas lingkungan hidup
26:58Yang sehat
26:59Ya kemudian
27:00Tentu saja
27:00Hak atas kesehatan
27:02Dan lain sebagainya
27:03Jadi jelas
27:04Sebenarnya negara
27:05Sudah melanggar
27:06Makanya ada beberapa orang
27:08Yang sudah melakukan
27:10Gugatan
27:10Ke pengadilan
27:12Karena negara
27:13Tidak merespon dengan baik
27:14Jadi kalau
27:15Ada citizen lawsuit
27:17Misalnya
27:17Di beberapa tempat
27:19Karena ternyata
27:20Negara tidak memberikan
27:21Respon yang cepat
27:22Ini memang
27:23Namanya
27:23Kalau dalam konsep
27:24Hak asasi manusia
27:25Dan hukum
27:26Tata negara
27:27Ya state obligation
27:28Ini adalah kewajiban negara
27:30Untuk melindungi
27:31Menghormati
27:32Dan memenuhi
27:33Hak asasi manusia
27:35Termasuk kesehatan
27:36Lingkungan hidup yang sehat
27:37Bahkan hak untuk hidup
27:39Kalau dilihat bahwa
27:40Banyak yang kemudian
27:41Mengalami
27:42Kesehatan
27:43Masalah kesehatan
27:44Yang sangat fatal
27:45Sampai akhirnya
27:45Meninggal dunia
27:47Kita belum tahu jumlahnya
27:48Tapi bahwa kita pun
27:49Belum bisa tahu jumlahnya
27:51Itu kan sudah menunjukkan
27:52Kok tidak ada tanggung jawab
27:53Dari negara
27:54Seharusnya negara
27:55Memberikan
27:56Mendata hal ini
27:58Mengumumkan
27:58Supaya tahu
27:59Bagaimana mengatasinya
28:00Tapi sampai detik ini pun
28:02Yang kita dapatkan
28:03Selalu berita
28:04Dari media masa
28:05Dan media sosial
28:06Seakan-akan
28:07Ini semua tidak pernah terjadi
28:08Bahkan pada saat yang sama
28:10Misalnya
28:10Presiden membuat sebuah
28:13Pertunjukan yang luar biasa
28:14Untuk menyambut
28:15Tangguh negara
28:16Dari Mesir
28:17Dengan pasukan berkuda
28:19Dan lain sebagainya
28:19Padahal kita lihat sendiri
28:21Bahwa
28:22Bahkan bayi-bayi pun
28:24Sampai susah bernafas
28:25Ya
28:25Dan saya kira itu
28:26Luar biasa
28:29Menyakitkan hati
28:30Dan ini yang saya kira
28:31Membuat popularitas
28:32Pemerintahan kali ini
28:34Sangat-sangat turun
28:38Mbak
28:38Polemik Karhutla ini
28:39Kan cukup luas ya
28:40Bahkan sampai
28:41Ke negara tetangga
28:42Seperti Malaysia
28:43Dan Singapura
28:44Yang turut terdampak
28:45Dan bahkan kabarnya
28:46Kemarin sempat ingin
28:47Turut membantu
28:48Dalam memadamkan
28:49Karhutla di Indonesia
28:51Itu sendiri
28:51Itu dapat dikatakan
28:52Sebagai bentuk
28:53Kekhawatiran gak sih Mbak
28:54Dari negara tetangga
28:55Terhadap Indonesia
28:56Yang dirasa
28:57Mungkin
28:57Tidak dapat menyelesaikan
28:59Bencana alam tersebut
29:00Kalau kekhawatiran
29:02Saya kira
29:02Kalau kita berbicara
29:04Hubungan antar negara
29:06Bukan begitu bahasanya ya
29:07Karena mereka kan punya
29:08Semacam prinsip
29:11Non-interference ya
29:12Jadi mereka gak akan
29:13Dengan bahasa seperti itu
29:15Bukan kekhawatiran barangkali
29:16Tapi
29:17Bahwa ada dampak
29:18Yang juga mereka rasakan
29:20Pada negara mereka sendiri
29:21Ya kan
29:22Sampai beberapa penerbangan
29:23Dibatalkan
29:24Ada pertandingan
29:26Formula One
29:27Di Singapura
29:28Yang juga terpengaruh
29:29Padahal itu
29:30Sumber keuangan mereka
29:31Dan satu lagi
29:32Juga masalah
29:33Kemanusiaan
29:33Jadi selain merasakan sendiri
29:36Mereka melihat
29:36Bagaimana kemanusiaan
29:37Sedang terlindas
29:38Di Indonesia
29:39Karena tidak
29:40Dipenuhi hak-hak warganya
29:43Negara Indonesia
29:44Jadi itu yang membuat mereka
29:45Akhirnya
29:45Memberikan
29:47Atau menawarkan
29:48Bantuan
29:49Tapi kita paham
29:50Bahwa tidak semua
29:50Bantuan disambut dengan baik
29:52Dan bahkan
29:53Ketika mereka datang pun
29:54Yang kita bisa lihat
29:55Di media
29:57Masa
29:58Pada menurutnya kan
29:58Waktu mungkin
30:00Bantuan dari Jepang
30:02Orang-orangnya kaget
30:03Karena seremoninya terlalu luar biasa
30:05Ketimbang
30:06Gerakan
30:07Atau apa ya
30:08Action
30:09Tindakan dari pemerintahnya sendiri
30:11Untuk melakukan
30:12Pemberian bantuan
30:13Atau misalnya ketika
30:15Bantuan dari Brazil
30:16Yang juga agak kebingungan
30:18Ketika
30:18Para pejabat
30:19Terkesan
30:20Enggan berkotor-kotor
30:21Sementara padahal
30:22Namanya
30:23Memberikan bantuan
30:24Dalam situasi
30:25Pembakaran hutan
30:26Seperti ini
30:27Saya kira kita
30:27Sekarang lebih pas
30:28Ngomongnya
30:29Pembakaran hutan ya
30:30Kalau karhutlah
30:32Saya kira
30:32Selain bahasanya
30:34Singkatan
30:35Akronim
30:35Yang terlalu
30:36Menyesatkan
30:37Juga saya kira
30:38Menyesatkan pikiran kita
30:39Bahwa ini masalah
30:40Natural
30:40Padahal pembakaran
30:42Sebenarnya
30:42Mungkin tadi pernyataan
30:43Mbak Bivitri
30:44Bisa saya simpulkan ya
30:45Mbak ya
30:45Bahwasannya
30:46Bantuan diberikan
30:47Dari negara Malaysia
30:48Ataupun Singapura
30:49Atau bahkan Jepang
30:50Negara lain itu
30:51Sebagai bentuk
30:51Kerjasama antar negara
30:52Namun dalam penerapannya
30:54Mungkin dari pemerintah Indonesia
30:56Yang masih kurang pas nih
30:57Dalam menerima bantuan yang ada
30:58Masih terlalu banyak
31:00Seremonial
31:00Dan lain sebagainya
31:01Seperti itu ya Mbak
31:02Betul
31:02Masih banyak seremonial
31:04Dan juga
31:04Saya kira begini
31:05Kalau kita bandingkan
31:07Dengan
31:08Sekolah
31:09Terjadi tsunami
31:09Pada
31:122004
31:14Atau 2004
31:17Kemudian
31:18Waktu terjadi
31:18Bencana
31:19Gempa bumi
31:20Luar biasa
31:21Di Jogja
31:21Itu
31:22Ada koordinasi
31:24Yang sangat luar biasa
31:25Dari pemerintah pusat
31:26Yang membuat
31:28Bantuan internasional
31:29Bisa
31:30Di tangannya
31:31Dengan baik
31:32Secara diplomatis pun
31:33Bisa
31:33Ada ucapan
31:35Terima kasih
31:35Dan lain sebagainya
31:36Dengan baik
31:36Dan yang terpenting
31:37Karena distribusinya
31:39Betul-betul
31:40Bisa sampai
31:41Kepada korban
31:42Dan bisa
31:43Dan artinya
31:45Hunian sementara
31:46Itu betul-betul sementara
31:48Sehingga akhirnya
31:49Bisa dipulihkan kembali
31:50Nah ini yang kita belum lihat
31:52Ada kawan yang baru
31:53Saja pulang dari Aceh
31:55Misalnya
31:55Yang
31:56Sudah terjadi
31:58Bencananya
31:59Sudah hampir setahun yang lalu
32:00Itu mereka
32:01Masih tinggal
32:02Di hunian sementara
32:03Padahal kan namanya sementara
32:05Harusnya hanya sementara
32:06Nah misalnya jadi
32:07Bantuan-bantuan
32:08Dari internasional itu
32:09Ternyata
32:09Pada pemerintahnya sekarang
32:11Tidak dikelola
32:12Sebagaimana mestinya
32:14Hingga mencapai tujuannya
32:15Itu saya kira yang sangat
32:16Penting untuk kita kritik
32:19Karena bagaimanapun
32:19Kita harus membicarakan
32:20Soal korban
32:21Ini cukup menarik nih
32:22Mengenai bencana alam ini
32:24Kebakaran hutan
32:24Yang ada di Kalimantan
32:25Khususnya
32:26Sampai saat ini kan
32:27Negara bahkan
32:28Belum memberikan peringatan
32:29Kalau ini tuh
32:30Belum menjadi bencana nasional
32:32Dan bahkan
32:33Menkopol
32:33Kam dudung itu sendiri bilang
32:35Kalau kita masih sanggup
32:37Tapi kenyatannya
32:38Sudah hampir 3 bulan
32:39Belum juga terselesaikan
32:41Ada tanggapan gak mbak
32:42Atas hal itu gak sih mbak
32:43Dan apakah memang
32:45Ini sudah menjadi
32:45Bencana nasional
32:46Dari pandangan mbak
32:47Bivitri sendiri
32:48Atau seperti apa
32:49Bencana nasional itu kan
32:50Harusnya tidak bisa
32:51Dikuantifikasi
32:53Artinya tidak bisa
32:54Dilihat
32:55Ini korbannya
32:55Sudah berapa banyak
32:57Tidak seperti itu
32:58Tapi melihat
32:59Misalnya
33:00Kemampuan dari daerah
33:02Untuk melakukan
33:04Penanganan bencana
33:05Jadi kenapa
33:06Namanya bencana nasional
33:07Itu kan bukan
33:08Sekedar
33:09Pemberian judul ya
33:10Tapi untuk
33:11Membedakannya dengan
33:12Bencana yang sifatnya
33:14Bisa dikelola oleh
33:15Daerah
33:15Nasional
33:16Dalam konteksnya
33:17Berlawanan dengan daerah
33:19Kira-kira begitu
33:20Nah kalau melihat
33:21Situasi sekarang
33:22Karena
33:23Jadi
33:23Kenapa nasional
33:24Karena nanti
33:25Kerjasama
33:26Lintas daerah
33:27Juga bisa dilakukan
33:28Juga koordinasi
33:30Lintas daerah
33:31Nah pembakaran hutan
33:32Di Kalimantan
33:33Itu juga kan
33:34Sudah melampaui
33:35Batas-batas
33:36Administratif
33:37Maksud saya
33:38Kita gak bisa lagi
33:39Bikira
33:39Oh ini masalah
33:40Kalimantan Barat saja
33:41Ini masalah
33:42Kalimantan Timur saja
33:43Tapi memang
33:44Pembakaran
33:46Atau kebakaran
33:46Yang terjadi
33:47Tidak mengenai
33:48Daerah administratif
33:48Harusnya bisa ditangani
33:50Dari
33:50Level nasional
33:52Dan yang kedua
33:53Pasti anggarannya
33:54Kita juga paham
33:55Bahwa
33:56Di tahun ini
33:58Sudah tahun kedua
33:58Pemerintahan Prabowo
33:59Itu transfer kepada daerah
34:01Sangat-sangat berkurang
34:02Bahkan sebelum
34:03Bencana terjadi pun
34:05Daerah
34:06Sudah
34:06Banyak sekali
34:09Mengalami
34:09Dalam hal
34:10Atau harus mengurangi
34:11Kapasitas mereka
34:12Dalam melayani publik
34:13Karena uangnya kurang
34:15Nah dalam
34:16Kondisi seperti ini
34:16Bagaimana caranya
34:17Bencana itu
34:19Bisa dikelola
34:19Hanya oleh daerah
34:21Nah harusnya
34:22Buat saya
34:22Ini pertanda nih
34:23Bagaimana ternyata
34:25Pemerintah pusat
34:26Tidak mau
34:27Untuk mengakui
34:28Status bencana nasional ini
34:30Sehingga kita tidak
34:31Terbantu dengan baik
34:32Sebuah bencana
34:33Yang sebenarnya
34:34Sudah lintas
34:35Daerah
34:36Dan juga sudah
34:36Melampaui kapasitas
34:38Pemerintahan daerah
34:39Nah Mbak
34:40Mungkin kita bisa membahas
34:41Tentang anggaran sedikit nih Mbak
34:42Ketika pemerintah
34:43Harus menghemat anggaran
34:45Bagaimana memastikan
34:46Program prioritas
34:47Tidak mengorbankan
34:48Pelayanan publik
34:49Dan kebutuhan dasar
34:50Masyarakat sih Mbak
34:51Harusnya kan pertama ya
34:53Program prioritas itu
34:54Harusnya
34:55Disusun
34:56Berdasarkan
34:57Apa yang dibutuhkan oleh
34:59Masyarakat
35:00Untuk tahu
35:01Apa yang dibutuhkan
35:02Masyarakat
35:02Harusnya
35:03Ada proses yang
35:04Partisipatif
35:05Nah ini yang saya
35:06Tidak lihat
35:07Dalam pemerintahan
35:08Dua tahun terakhir
35:09Ini pemerintahan
35:10Lebih banyak yang namanya
35:12Prioritas
35:13Adalah prioritas yang
35:14Dijanjikan oleh Presiden
35:17Pada saat ia kampanye
35:18Tanpa melihat situasi
35:20Yang sebenarnya terjadi
35:21Pada hari ini
35:21Nah jadi
35:23Saya kira
35:24Sudah mulai
35:25Tidak
35:26Antara misalnya
35:27MBG dengan
35:27Situasi pembakaran hutan
35:29Tadi
35:30Dengan situasi
35:30Bencana alam
35:32Jadi
35:33Antara yang
35:34Prioritas menurut
35:35Presiden
35:35Dan jajarannya
35:36Dengan prioritas menurut
35:37Keluarga
35:38Itu ternyata tidak nyambung
35:39Dan inilah problem
35:40Dengan
35:41Pemerintahan
35:42Populis
35:43Jadi ini memang
35:44Suatu
35:46Label tersendiri
35:48Model pemerintahan
35:49Di banyak negara lainnya
35:50Populisme
35:51Sebenarnya
35:51Tapi yang kedua
35:53Kalau bicara soal
35:54Bagaimana caranya
35:56Supaya nyambung
35:56Harusnya
35:57Ada partisipasi
35:58Dalam pembentukan
35:59Setiap kebijakan
36:00Nah ini kan yang
36:01Sangat minim
36:02Makanya dikritik
36:03Program MBG
36:04Dan lain sebagainya
36:04Yang ternyata
36:05Tidak
36:06Benar-benar
36:07Mencapai tujuannya
36:09Padahal saya bayangkan
36:10Kalau seandainya
36:11Dia partisipatif
36:12Dia mendengar
36:12Masukan
36:13Karena kajiannya
36:14Banyak sekali
36:14Dari MBG Watch
36:16Transpansi Internasional Indonesia
36:18Dari segala macam
36:19Organisasi
36:20Itu memberikan
36:21Kajian yang komprehensif
36:22Sampai studi perbandingan
36:23Dengan negara lain
36:25Seperti Brazil
36:25Di Jepang
36:27Dan sebagainya
36:27Yang dikelola
36:28Persekolah
36:28Misalnya
36:29Tapi kan itu semua
36:30Tidak dilakukan oleh
36:31Pemerintah
36:32Yang artinya
36:33Sebenarnya
36:33Tidak ada
36:34Proses yang partisipatif
36:35Akhirnya
36:36Semakin berjarak
36:37Antara tujuan
36:38Sebuah
36:38Kebijakan
36:40Dengan apa yang
36:40Dirasakan oleh masyarakat
36:42Mbak Bivitri
36:43Sebagai penuntup mungkin ya
36:44Melihat berbagai isu
36:46Yang masih terjadi
36:47Di negara ini
36:47Mulai dari respon
36:48Masyarakat
36:49Hingga mencana alam
36:50Yang tak keunjung usai
36:51Kira-kira
36:52Kira-kira apa pelajaran
36:52Terpenting
36:53Jelang dua tahun
36:54Pemerintahan
36:55Prabowo Gibran
37:00Pelajaran
37:01Terpentingnya
37:02Saya kira
37:03Untuk
37:04Lebih
37:05Menggiatkan
37:06Pendidikan
37:07Politik warga
37:09Pendidikan
37:10Politik warga
37:11Ini menurut saya
37:12Termasuk
37:12Soal
37:13Cara kita
37:14Untuk berpikir
37:15Kritis
37:16Ketika melihat
37:16Pemerintahan
37:17Jadi tidak
37:18Tidak melihat
37:20Hal-hal yang memang
37:21Harusnya menjadi
37:22Hak warga
37:23Seakan-akan itu adalah
37:24Kebaikan hati
37:25Pemerintah
37:26Bahwa kompetensi
37:28Itu adalah
37:28Hal-hal yang bisa
37:30Ditiadakan
37:31Sepanjang kita
37:32Memang punya
37:32Pejabat-pejabat
37:33Yang kita juga
37:34Perlakukan
37:34Seakan-akan sebagai
37:35Atasan kita
37:36Jadi buat saya
37:39Saya ingin
37:40Merelam konteks
37:41Relasi
37:41Warga
37:42Rakyat
37:42Dengan negara
37:44Nah ini kita
37:44Sudah mesti
37:45Kembali bongkar lagi
37:46Cara pandang
37:47Yang hanya melihat
37:48Sosok-sosok
37:50Tertentu
37:51Dari
37:51Gimik-gimik
37:52Dan program-program
37:53Populis
37:54Ketimbang
37:55Dampak
37:56Suatu kebijakan
37:57Dan pemerintahan
37:58Pada
37:58Warga negara
37:59Biasa
37:59Barangkali itu ya
38:01Yang
38:01Agak
38:02Jangka panjang
38:03Tapi saya kira
38:03Kalau harus diambil
38:05Hikmahnya
38:06Dari situasi
38:06Yang sangat buruk
38:07Ini
38:08Barangkali itu
38:09Satu-satunya
38:09Yang bisa kita
38:11Ambil
38:11Karena tidak ada
38:12Hikmah lainnya
38:14Selain kerusakan
38:15Yang dialami
38:16Oleh
38:17Rakyat
38:18Baik Mbak
38:19Tapi jika harus memilih
38:20Ini Mbak
38:20Tiga masalah
38:21Konstitusional
38:23Paling berdesak
38:24Dan menjelang
38:25Dua tahun
38:25Pemerintahan
38:26Prabowo Gibran ini
38:27Bisa dijelaskan
38:27Atau disebutkan
38:29Tiga hal
38:30Yang paling berdesak
38:31Seperti apa sih
38:33Tiga masalah
38:34Konstitusional
38:35Yang pertama
38:36Pasti
38:37Tidak adanya
38:38Checks and balances
38:39Itu saya kira
38:41Yang jadi utama
38:42Tadi ya
38:42Jadi
38:43Tidak ada lagi
38:44Harusnya kan DPR
38:46Wakil rakyat itu
38:47Yang selalu mengingatkan
38:49Pemerintah
38:49Atas nama rakyat
38:50Tapi kita
38:50Tidak nyambung
38:51Dengan
38:52Wakil kita sendiri
38:53Misalnya itu
38:53Satu yang paling utama
38:54Kemudian
38:56Saya kira
38:56Yang kedua
38:57Juga
38:57Masalah konstitusional
38:59Dalam hal
39:00Hak masyarakat
39:01Untuk
39:02Berpartisipasi
39:03Dalam semua
39:04Pembuatan kebijakan
39:05Itu sama sekali
39:06Sudah
39:07Hilang ya
39:08Bahkan ketika kita
39:09Berpartisipasi
39:09Dalam
39:11Mengkritik pun
39:12Kita sekarang
39:12Sedang mendapatkan
39:13Banyak sekali
39:14Pekanan ya
39:14Sampai Andri Yunus
39:15Disiram air keras
39:17Karena kritis
39:18Misalnya begitu
39:18Yang ketiga
39:20Saya kira
39:21Problem
39:22Pemenuhan hak lagi
39:23Tapi bukan hak
39:25Partisipatif
39:25Tapi juga sekarang
39:26Hak asasi lainnya
39:28Terutama
39:28Kesehatan
39:29Dan pendidikan
39:30Itu yang saya kira
39:32Sangat-sangat
39:32Terpinggirkan
39:34Dan tidak dihiraukan
39:35Pada
39:36Pemerintahan
39:37Prabowo-Gibran
39:38Dua tahun ini
39:38Mbak terakhir
39:39Kira-kira
39:40Apa evaluasi
39:40Yang perlu dilakukan
39:41Oleh pemerintahan
39:42Prabowo-Gibran
39:43Agar kesalahan
39:44Kebijakan
39:45Tidak terulang lagi
39:45Pada tahun-tahun berikutnya
39:47Mbak
39:47Saya
39:47Agak berat
39:49Untuk menjawab
39:49Pertanyaan ini ya
39:50Karena
39:50Kalau saya
39:51Sudah tidak bisa
39:52Melihat
39:53Ada lagi
39:53Yang diperbaiki
39:54Selain memang
39:57Merombak total
39:58Konfigurasi politik
40:00Barangkali
40:00Mungkin
40:01Kita mesti pikirkan
40:02Supaya
40:03Pemilu
40:03Persiapan pemilu
40:04Secepatnya dilakukan
40:05Karena
40:05Kalau tidak ada
40:06Perubahan elit
40:07Saya yakin
40:08Tidak ada yang
40:09Mau apa lagi sih
40:10Mau ganti
40:11Berapa
40:12Menteri lagi
40:13Kita sudah tujuh kali
40:14Mau
40:15Tujuh kali lagi
40:16Empat belas kali
40:17Saya kira
40:18Selama
40:18Pola pemerintahnya
40:19Masih seperti ini
40:22Masih
40:23Tujuh
40:23Praksi
40:23Anggota
40:24Koalisi
40:24Sehingga
40:24Tidak ada
40:25Cek
40:26Yang bisa dilakukan
40:26Sebenarnya
40:28Tidak ada
40:29Rekomendasi
40:29Yang bisa saya
40:30Berikan
40:30Baik
40:32Terima kasih kepada
40:33Mbak B. Fitri
40:33Susanti
40:34Atas pandangan
40:35Dan penjelasannya
40:36Mengenai
40:36Perjalanan
40:37Menjelang
40:37Dua tahun
40:38Pemerintahan
40:38Prabu
40:39Gibran
40:39Mulai dari
40:40Kondisi demokrasi
40:41Penegakan hukum
40:42Hingga evaluasi
40:43Berbagai kebijakan
40:44Pemerintah
40:45Semoga
40:46Kedepannya
40:46Pemerintah dapat
40:47Memperkuat demokrasi
40:48Menegakan hukum
40:49Secara adil
40:50Serta memastikan
40:51Setiap kebijakan
40:52Benar-benar berpihak
40:53Kepada rakyat tentunya
40:54Saya pamit undur diri
40:56Sampai jumpa
40:57Sahabat Kompas TV
40:58Dimanapun berada
40:59Sampai jumpa