Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - MSCI mengusulkan Indonesia turun dari kategori emerging market menjadi standalone market. Pengumuman ini memicu tekanan di pasar saham, dengan IHSG sempat turun 8 persen saat pembukaan hingga perdagangan dihentikan sementara selama 30 menit.

MSCI menyoroti transparansi kepemilikan saham dan tingkat investabilitas pasar Indonesia. Keputusan final dijadwalkan paling lambat 30 Juni 2027.

Meski OJK telah menjalankan reformasi sejak Januari 2026, MSCI menilai perbaikan signifikan belum terbukti. Pada Jumat (16/10/2026), IHSG ditutup di level 5.185, turun 11,57 persen. Sebanyak 775 saham melemah dan kapitalisasi pasar menyusut lebih dari Rp1.000 triliun.

Untuk membahas apa reformasi yang perlu diperkuat serta sepeti apa prospek IHSG pekan ini?, simak pembahasannya bersama Liza Camelia Suryanata, Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas.

#msci #ihsg #saham #ojk

Baca Juga IHSG Anjlok 4,31 Persen ke 4.961, Efek MSCI Berlanjut di https://www.kompas.tv/ekonomi/696773/ihsg-anjlok-4-31-persen-ke-4-961-efek-msci-berlanjut

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/696790/ihsg-anjlok-msci-usul-bursa-ri-ke-standalone-market-ini-analisis-kiwoom-sekuritas-sapa-pagi
Transkrip
00:28Kompas Bisnis
00:46Kompas Bisnis
01:27Kompas Bisnis
01:59Kompas Bisnis
01:59Kompas Bisnis
02:08Kompas Bisnis
02:20Kompas Bisnis
02:31Kompas Bisnis
02:44Kompas Bisnis
03:11Kompas Bisnis
03:12Kompas Bisnis
03:12Kompas Bisnis
03:41Kompas Bisnis
04:09Kompas Bisnis
04:11Kompas Bisnis
04:41Kompas Bisnis
05:03Kompas Bisnis
05:11Kompas Bisnis
05:13Ini Market
05:14Atau Pasar Berkembang
05:15Alias Emerging Market
05:16Ini contoh negaranya adalah
05:18Ada India
05:19Korea Selatan
05:20Malaysia
05:20Filipina
05:21Thailand
05:21Dan juga negara kita
05:23Indonesia
05:23Dan di bawahnya
05:25Ada Frontier Market
05:26Alias Pasar Perintis
05:28Ini contoh negara
05:29Yang berada di klasifikasi
05:31Frontier Market
05:32Ada Kenya
05:32Bangladesh
05:33Pakistan
05:34Sri Lanka
05:35Hingga ke Vietnam
05:36Saudara
05:37Pasar Langsung
05:38Merespons
05:39Negatif
05:39rilis dari MSCI ini yang tercermin dari kinerja IHSG.
05:43Kita lihat di data berikutnya, Saudara.
05:48Pada perdagangan Jumat, Saudara, IHSG ditutup di level 5.185
05:55atau ini turun sebesar 11,57 persen
05:59dengan mayoritas atau sebanyak 775 saham turun.
06:04Ini pada penutupan perdagangan Jumat-Pekan lalu 16 Oktober 2026.
06:10Saudara, kalau kita lihat selama sebulan terakhir ini grafiknya memang turun terus IHSG
06:17dan penurunannya ini mencapai 19,45 persen.
06:22Apabila kita runut, Saudara, memang di sebulan ini IHSG gagal mempertahankan level psikologis 6.500an
06:29dan dibuka pada tanggal 16 September.
06:32Kalau kita hitungannya di satu bulan, IHSG berada di level 6.436
06:37dan apabila Anda melihat grafiknya ini memang turun terus
06:40dan hingga akhirnya pada puncaknya kemarin pada perdagangan hari Jumat begitu
06:43IHSG jatuh di 5.185.
06:48Bukan hanya itu, Saudara, tertekannya IHSG Jumat lalu
06:50juga diiringi susutnya kapitalisasi pasar saham Indonesia
06:53yang lebih dari 1.000 triliun rupiah.
06:56Lalu seberapa besar arus dana asing yang keluar?
06:59Kita lihat di data selanjutnya.
07:03Ya, Saudara, nilai arus dana asing keluar tidaklah main-main yang kita lihat data di sini.
07:10Di hari Jumat ataupun perdagangan hari Jumat kemarin
07:14ketika ada rilis resmi dari MSCI terkait dengan usulan emerging market Indonesia ke stand-alone,
07:21ini ada dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia sebesar 3,35 triliun rupiah dalam sehari saja, Saudara.
07:31Karena memang banyak sekali tekanan aksi jual di satu hari tersebut.
07:35Apabila kita tarik lagi lebih jauh di satu bulan, ini jumlahnya lebih besar lagi, Saudara.
07:40Ini ada di 12,28 triliun rupiah yang keluar dari pasar saham Indonesia,
07:45di mana Saudara arus asing yang keluar ini seiring dengan tekanan jual yang terus melanda berbagai saham unggulan,
07:53termasuk emiten perbankan besar, pertambangan, dan juga energi yang merosot mendekati batas penurunan harian bursa sebesar 15%.
08:02Dan Saudara, MSCI mengusulkan agar bursa saham Indonesia ke stand-alone market dengan menyoroti berbagai hal,
08:10terutama soal transparansi pasar.
08:12Apa reformasi yang perlu diperkuat oleh OJK dan juga Bursa Efek Indonesia,
08:16dan bagaimana pula proyeksi ISG pada pekan ini?
08:20Kompas Bisnis, saya tidak akan membahasnya untuk Anda.
08:22Tetaplah bersama kami.
08:24Saudara, seusai MSCI mengusulkan agar bursa saham Indonesia ke stand-alone market
08:29dengan menyoroti soal transparansi pasar,
08:32apa reformasi yang perlu diperkuat oleh OJK dan juga BEI,
08:35dan bagaimana pula proyeksi ISG pada pekan ini.
08:38Kompas Bisnis, membahasnya bersama Lisa Kamelia Suryanata,
08:41Head of Equity Research, Kewom Sekuritas.
08:43Bu Lisa, selamat pagi.
08:45Halo, selamat pagi Mas Iyan.
08:47Bu Lisa, ada yang mengejutkan kita pada pekan lalu, pada hari Jumat,
08:50dengan adanya rilis MSCI yang mengusulkan bursa Indonesia ke stand-alone.
08:55Menurut Anda ini, apa sebetulnya concern dari MSCI
08:59yang ternyata belum dipenuhi oleh otoritas kita?
09:03Oke, kalau boleh saya bacakan apa yang ada di dalam surat asli MSCI
09:11waktu hari Jumat kemarin.
09:13Jadi, yang perlu kita highlight adalah paragraf yang mengatakan bahwa
09:18market participants have indicated to MSCI that to date,
09:23artinya sampai hari ini market participants bilang,
09:26sufficient progress has not been observed consistently.
09:30Jadi, walaupun sudah ada perbaikan,
09:33tapi implementasinya belum dijalankan secara konsisten.
09:36Nah, despite the announced reforms,
09:41walaupun ya itu tadi reformasi itu sudah diumumkan,
09:45tapi masih ada significant concern terkait market dysfunction,
09:52terutama di bidang suspected coordinated trading behavior,
09:58dan kurangnya penetapan disciplinary measures terhadap atau sanksi-sanksi
10:03terhadap aksi tersebut.
10:07Nah, jadi jelas ini yang merupakan masalah utama yang di-bring up oleh MSCI.
10:13Dan perlu saya ingatkan sekali lagi, Mas Yian,
10:17bahwa MSCI itu metodologinya adalah mendengar input atau feedback
10:21dari para market participants.
10:23Jadi, di sini kan dia bilang,
10:24dia bilang bukan regulator atau OJK yang laporan sama mereka,
10:29dia bilang mereka mendapat feedback dari market participants.
10:32Artinya apa?
10:33Investment managers, asset management,
10:35atau investor institusi besar gitu,
10:39yang mengikuti indeks MSCI dalam menentukan investasi mereka.
10:44Jadi, ketika pertama-tama itu saham brand dan DSSA
10:48yang menjadi masalah di awal tahun ini,
10:50of course, semua passive funds, fund managers,
10:56semua masuk ke saham tersebut,
10:58karena memang dipilih saham itu adalah market cap yang besar.
11:01Which is, harusnya memang menjadi pilihan yang masuk akal begitu.
11:07Karena untuk menampung uang global funds yang besar,
11:10perlu saham yang dengan market cap besar.
11:13Eh, tetap, tapi ternyata ada masalah di free float.
11:16Free float yang dipublikasikan company,
11:18itu ternyata tidak real gitu ya.
11:21Nah, terus kemudian gongnya kedua adalah,
11:25gongnya kedua adalah goto.
11:27Nah, goto masuk juga ke indeks mereka, ya kan?
11:30Nah, tapi ada masalah nggak di free float?
11:33Enggak.
11:34Mereka free float-nya 70%.
11:35Terus perusahaannya,
11:37untung apa rugi?
11:39Untung, mulai awal tahun ini bisa mencatatkan profit,
11:43tapi tetap aja stuck.
11:45So, di sini kita bisa ambil kesimpulan,
11:46sepertinya MSCI ini mendapatkan dua kali tamparan.
11:50Dan juga sebagai organisasi penyedia indeks,
11:54yang diikuti oleh banyak dana global funds besar,
11:58mungkin mereka mendapatkan komplain, ya.
12:02Dan komplainnya itu kenapa?
12:04Kenapa saham-saham yang masukkan MSCI ini,
12:06kebanyakan bermasalah?
12:07Sehingga investor tidak bisa mendapatkan alokasi yang sesungguhnya di situ,
12:12atau malah investasi di situ harganya turun terus, gitu.
12:16Nah, inilah yang menjadi feedback juga MSCI ke regulator bursa kita dan OJK,
12:24yang sayangnya tidak disikapi dengan serius sebelumnya,
12:30sehingga mengakibatkan harus berkonsekuensi besar seperti ini, gitu.
12:35Oke, Bu Lisek, sudah pukul 9 kita lihat pembukaan market pada hari ini.
12:39Ini pantauan saya, saat ini market atau IHSG berada di level 4.944 atau turun 4,62 persen,
12:47dibuka di 4.961 dan terendahnya di 4.940 dengan 55 saham naik,
12:55651 saham turun, 64 emiten masih tidak berubah, begitu.
13:02Market cap ini juga menyusut lumayan banyak, Bu Lisek,
13:06sekarang masih di level, ataupun sudah berada di angka 8.774 triliun rupiah.
13:12Anda melihat proyeksi untuk hari ini saja ini akan seperti apa, Bu Lisek?
13:16Ya, tekanan jual masih berlangsung, ini memang expected.
13:20Kenapa? Karena ini efek dari margin call,
13:23jadi akan ada force selling, ya, jadi kemarin kan sudah turun banyak
13:26dan akibatnya itu memicu margin call, jadi ya force selling ini terjadi.
13:32Artinya apa? Ini seperti, kalau misalkan market lagi tinggi,
13:38lagi market sebenarnya nggak tinggi-tinggi banget,
13:40tapi anyway, mungkin ada yang punya margin call di situ
13:44and then ketika kemarin turun dalam 11 persen,
13:47langsung, ya, langsung kena margin callnya itu.
13:51Nah, either mereka harus top up atau mereka harus let go sahamnya,
13:56ya, seperti ini yang terjadi, force selling.
14:00Berarti, apakah menurut Anda dengan dibuka langsung saja ini sudah turun 4 persen lebih,
14:06hampir 5 persen, ini akan berlangsung selama seharian ini atau seperti apa?
14:12Apalagi pekan ini seperti apa proyeksi Anda?
14:16Kalau pekan ini kita, sekarang tangan berapa nih? 19, oke.
14:21Ini semakin mendekati akhir bulan, itu yang ditunggu-tunggu adalah
14:25kalau dari domestik, eh, sorry, dari regional ya,
14:32keputusan Bank Sentral.
14:34Bank Sentral, The Fed, dan BOJ itu mendekati akhir bulan kayaknya.
14:41Tapi, sepertinya survei terbesar, angkanya ada di probability bahwa mungkin The Fed akan,
14:48masih akan stay suku bunga di bulan ini,
14:51kecuali nanti kalau misalkan ada data-data ekonomi lagi menunjukkan bahwa ekonomi mereka memanas, gitu.
14:57Tapi, di akhir tahun, Desember, FOMC meeting, itu sepertinya sudah,
15:02sudah akan diperkirakan suku bunga mereka berarti di angka 4,0 sampai 4,25 persen,
15:08artinya naik 25 bibs, gitu.
15:11Nah, ini, again, this is another blow for equity market,
15:15karena kalau misalkan suku bunga naik, berarti yield obligasi naik,
15:19dan ini ya, obligasi dan equity berbanding terbalik performance-nya, ya kan?
15:25Oke, tapi, ya, intinya adalah,
15:31sentimen luar negeri itu kurang berpengaruh saat ini buat market kita.
15:36Kita ini lagi fokus-fokusnya dengan keputusan MSCI,
15:39dan semua mata memandang apa yang SRO atau regulator bursa OJK akan lakukan
15:46untuk menghindar, untuk memperbaiki sentimen atau katalis pasar,
15:52untuk bisa meyakinkan, terutamanya, MSCI bahwa apa yang kita lakukan sekarang ini
15:59sudah berjalan ke arah yang benar.
16:01Jangan sampai MSCI itu mendapat feedback langsung dari market participant,
16:06sehingga fungsi regulator yang di tengah-tengah ini terlampaui, di bypass, begitu.
16:12Jadi, di situ kita kan jadi bertanya-tanya,
16:17fungsinya regulator di sini apa, gitu.
16:19Bukankah mereka harusnya adalah menjembatani, gitu ya,
16:23komplain dari market participants ke pihak asing, gitu.
16:26Enggak, ya, market participants langsung komplain,
16:28langsung ngomong ke pihak asing.
16:30Akibatnya, ya, jadi, apa, di luar kendali mereka juga.
16:36Dan lucunya juga ketika tadi Pak Erlangka Hartarto bilang,
16:40ketika kemarin pertemuan di Bangkok,
16:42enggak ada nih kata-kata tentang hal ini, gitu.
16:44Jadi, ya, saya tidak tahu tentang itu.
16:48Oke, Bu Lisa, ada juga aturan baru yang kita bisa baca di hari ini
16:53terkait dengan batas soal auto-rejection bawah, begitu, ARB.
16:58BI memutuskan mengubah angka ARB dari 15% ke 7%.
17:02Menurut Anda apakah ini akan cukup menolong dampak lanjutan dari usulan MSCI?
17:06Saya pantau juga berapa,
17:08paling tidak ini sebagai contoh emiten perbankan, begitu,
17:11big banks yang juga listing di MSCI.
17:13ini hampir-hampir menyentuh penurunan 7%,
17:16ada di BBRI di sekarang minus 5,68%,
17:20ada BBCI di minus 6,86%.
17:22Ini perubahan angka ke 7% ini seberapa besar akan menolong dampak lanjutan IHSG
17:28akibat usulan MSCI?
17:32Saya belum tahu seberapa besar,
17:36tapi ini berdasarkan pengalaman saya waktu jaman COVID-19 tahun 2020,
17:41kebijakan yang sama juga diterapkan.
17:44Jadi, ARB ditahan di 7%.
17:47Maksudnya apa?
17:49Untuk mengeram penurunan.
17:50Tapi, itu tidak menghalangi IHSG untuk sampai ke bawah 4.000 di saat itu.
17:55ya, hopefully kita tidak perlu mengalami separah itu.
17:59Sekarang level 5.000 sudah ketembus.
18:06Again, saya mau bilang lagi bahwa
18:09supaya regulator dan pemerintah juga cepat bekerja,
18:15entah bagaimana caranya mereka berusaha untuk memperbaiki situasi.
18:21Oke, Bu Lisa, apa sih sebetulnya yang perlu segera dilakukan oleh regulator,
18:27itu baik OJK dan juga BI,
18:29agar usul ke standalone ini tidak jadi mimpi buruk di tahun depan begitu?
18:33Yang paling urgent dilakukan dari concernnya MSCI,
18:36kan kita tahu poin-poinnya.
18:37Apa yang perlu mengawal dilakukan oleh regulator saat ini?
18:41Oke, jadi kalau berdasarkan,
18:43again, kita balik ke surat mereka ya,
18:44karena kita tidak mau menduga-duga nih.
18:47Nah, yang menjadi concern itu kan memang coordinated trading behavior.
18:52Nah, kemarin langsung tuh,
18:54akhirnya RSO baru mulai bergerak ya,
18:56mereka menerapkan denda sebesar 2,1 triliun kepada,
19:00bukan emiten sebenarnya yang kena ini,
19:03bukan tiga emiten tersebut,
19:04melainkan pelaku pasar yang terkait dalam,
19:09coba saya baca ya,
19:10supaya benar ya ngomongnya.
19:12Nah, ini denda kepada pihak-pihak yang melakukan pelanggaran terkait 3 emiten tersebut.
19:18Jadi, bukan otomatis tagian kepada langsung 3 emiten itu, gitu loh.
19:23Bahkan ini, dan kalau ya, ini harus diluruskan,
19:28karena tahunya mungkin, apa namanya,
19:31publik itu tahunya denda kepada emiten.
19:34Padahal bukan?
19:35Ini tidak masuk akal.
19:36Ini tidak masuk akal kalau dendanya kepada emiten.
19:39Nah, jadi seluruh pelaku pasar terkait coordinated trading behavior ini,
19:45juga perlu dipersempit ya.
19:46Yang dikenai sanksi itu pihak yang di siapa,
19:51yang di divisi apa,
19:53yang menangani apa,
19:54dan dendanya berapa.
19:56Nah, itu kan belum clear.
19:58Tapi,
20:00temuan yang diumumkan itu,
20:02kalau misalkan di kasus DSSA,
20:05ini terkait manipulasi pedagangan secara terencana dan terstruktur,
20:09melalui sejumlah anggota bursa.
20:11Nah, itu wajar.
20:12Kenapa ada beberapa anggota bursa yang akan dipanggil?
20:15Nah, tapi kalau brand dan cuan,
20:17ini terkait penjatahan IPO.
20:19Nah, jadi mungkin ini akan disorot kepada IB-nya,
20:23underwriter-nya,
20:24karena terkait IPO, gitu kan.
20:27Nah, jadi,
20:28gimana menentukan siapa yang bertanggung jawab?
20:31Ya, saat ini,
20:32bursa dan OJK,
20:34sorry,
20:35OJK lagi melakukan pemanggilan kepada pihak-pihak terkait.
20:40Itu saya baca ada 12 direksi perusahaan efek,
20:4315 perusahaan,
20:4411 badan hukum asing.
20:46Nah, masing-masing tanggung berapa pembagiannya?
20:49Nah, ini juga belum jelas.
20:51Jadi,
20:51kita menunggu pengumuman publik, ya.
20:54Dan,
20:55ya,
20:56I think itulah yang MSCI mau lihat.
20:59karena kalau boleh saya tambahkan sedikit, Mas Yian.
21:02Ketika pertemuan saya dengan S&P Global bulan Juli lalu,
21:06mereka mengatakan bahwa
21:08kondisi Indonesia saat ini sama seperti ketika India,
21:11bursa India tahun 2000, ya.
21:13Saat itu,
21:14grup saham Adani lagi hot-hotnya digoreng.
21:19Nah,
21:19oleh jaringan yang dikepalai oleh namanya Ketan Parek, gitu ya.
21:23Nah, ini setelah regulator menetapkan sanksi,
21:28ada,
21:29mereka kena denda uang cukup besar,
21:31ratusan miliar kalau nggak salah.
21:33Terus,
21:34juga para pelaku pasarnya ini di blacklist,
21:37dari pasar modal selama 14 tahun,
21:40dan sekuritas yang terkait itu juga dibukukan izinnya selama 2 tahun.
21:44Nah,
21:45I don't know apakah hal demikian akan terjadi di Indonesia,
21:49ya,
21:49tapi mungkin seperti itu gambarannya.
21:51Oke,
21:52jadi apabila bahasanya sanksi ini adalah sanksi terhadap pihak-pihak terkait pelanggaran saham,
21:58terkait dengan adanya denda di tiga emiten tadi di SSA,
22:03brand dan juga cuan,
22:03apakah ini menurut Anda jadi langkah signifikan yang akan dilihat oleh MSCI?
22:12Nah,
22:12itu dia,
22:13jawabannya.
22:14Bagaimana,
22:15Bulisa?
22:16Cukup atau tidaknya kan kita nggak tahu ya.
22:21jujur waktu saya ketemu MSCI Singapura di bulan yang sama tempoh hari,
22:27saya tanya KPI-nya itu bagaimana ya,
22:29supaya kita tuh lulus penilaian mereka,
22:32gitu.
22:32Mereka bilangnya juga,
22:34mereka nggak bisa kasih jawaban yang jujur,
22:37karena again,
22:37mereka balik ke metodologi mereka,
22:40yaitu mereka mendengar feedback dari market participants,
22:43apakah benar free float-nya itu sudah diberesin,
22:47terus transkaransinya bagaimana,
22:50HSJ-nya udah dibongkar belum,
22:52nah terus ini nih,
22:53yang mengenai disciplinary measures,
22:55mengenai para pelaku pasar terkait coordinated trading behavior ini,
23:02udah ada sanksi atau belum gitu,
23:04jadi hal-hal yang mereka komplain itu,
23:08mereka concern,
23:09mereka nggak langsung percaya aja,
23:14kalau misalnya regulator bilang,
23:15nih kita udah implementasi,
23:17kita udah lakukan regulasi begini-begini-begini gitu,
23:20tapi mereka cek,
23:21praktikalnya kayak gimana gitu loh,
23:23konsisten nggak,
23:24nah jadi cukup atau enggaknya,
23:26ya memang agak sulit ditentukan,
23:27karena yang punya ukuran itu mereka sendiri gitu,
23:29ya but hopefully,
23:33kalau kita tidak melakukan apa-apa,
23:35tentu hasilnya tidak akan ada bedanya,
23:37ya kan,
23:39jadi ya itu tadi,
23:41measurements-nya juga harus beda,
23:44supaya keputusannya pun beda,
23:45ya kan.
23:46Oke, reformasi,
23:47perkuatan reformasi oleh OJK dan juga BI,
23:49perlu juga dimaksimalkan,
23:51yang penting tadi seperti Bulisa,
23:53patut berusaha terlebih dahulu begitu ya,
23:55kalau kita beralih lagi ke sisi investor,
23:57terakhir Bulisa,
23:58apa sih yang perlu diantisipasi oleh investor,
24:01di saat-saat ini,
24:02langkah paling realistis apa yang bisa diambil,
24:06karena kan dalam kondisi saat ini,
24:07banyak sekali terbelah begitu,
24:10ada yang ke,
24:10yaudah lah lihat dulu wet NC,
24:12dan juga ada tim yang serok begitu,
24:13menurut Anda yang paling realistis itu seperti apa ya?
24:18Kalau saya free buddy,
24:19jujur saya mau wet NC dulu ya,
24:22karena ya terus terang ini,
24:24ini kan dalam 20 tahun saya berkarir di pasar modal,
24:28ini baru pernah kejadian seperti ini gitu ya,
24:31juga,
24:32dan,
24:33kalau dulu tuh saya ngadepin market hancur seperti,
24:37crash seperti ini gitu ya,
24:39ketika zaman COVID,
24:40harus lama juga menunggu,
24:42karena itu memang menyangkut,
24:44apa ya,
24:45keadaan ekonomi global,
24:46oke lah bisa dimengerti gitu,
24:48nah terus kalau misalnya dulu ada bom gitu,
24:52saya juga mengalami saat-saat ada bom di Hotel Marriott itu kan,
24:55enggak cuma sekali dua kali malah,
24:57justru itu waktunya serok gitu,
24:59tapi waktu itu tuh,
25:01itu karena kejadian teroris gitu,
25:04kalau ini kan enggak ya,
25:06kita punya masalah struktural sendiri gitu ya,
25:10we have a very serious fundamental issue gitu,
25:12jadi apakah kita berani bertaruh di sini,
25:17sementara masa depan,
25:19apa,
25:20bursa kita juga masih belum jelas,
25:24saya pilih,
25:25saya pilih wait and see dulu,
25:27mungkin saya lihat support berikutnya,
25:31yang akan dites itu sekitar 4.500 sampai 4.400,
25:38apakah bisa stop di situ atau enggak gitu ya,
25:44ya lebih baik masuknya telat daripada kita kesapu lagi gitu,
25:52kalau saya pikirnya begitu.
25:53Oke banyak sekali sebetulnya yang perlu diperhatikan oleh investor ya,
25:56jangan terburu-buru apalagi dalam kondisi saat ini,
25:59pahami dulu apa yang menjadi concern ataupun perhatian dari MSCI,
26:03dan juga bagaimana respons pemerintah,
26:04sebelum kita juga bereaksi begitu di pasar begitu ya Bu.
26:08Terima kasih Lisa Camellia Suryanata,
26:11Head of Equity Research Kium Sekuritas,
26:13atas insight-nya bersama kami di Kompas Bisnis Bu.
26:16Terima kasih sekali lagi,
26:17sehat selalu.

Dianjurkan