Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BANJARBARU, KOMPAS.TV - Kebakaran hutan dan lahan terjadi di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (21/10/2026) siang.

Asap pekat mengganggu pengendara hingga menyebabkan kemacetan lalu lintas.

Asap pekat dari kebakaran hutan dan lahan di perbatasan Kota Banjarbaru membuat jarak pandang pengemudi terganggu.

Lalu lintas pun sempat macet. Pedagang yang berada di sekitar lokasi pun terkena dampak asap karhutla. Mereka mengeluhkan mata perih dan batuk.

Hingga Rabu sore, petugas gabungan terus berjibaku memadamkan api.

Asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan masih menyelimuti Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Warga cemas, api mulai mendekati permukiman.

Visual udara menunjukkan pantauan kebakaran lahan di Jalan Batu Suli, Kelurahan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Kebakaran terjadi di lahan-lahan yang berada di pinggir jalan. Bahkan, tampak kebakaran juga semakin mendekati permukiman warga.

Baca Juga Relawan Pemadam Karhutla di Banjarmasin Meninggal Akibat Sesak Napas | KOMPAS PAGI di https://www.kompas.tv/regional/697313/relawan-pemadam-karhutla-di-banjarmasin-meninggal-akibat-sesak-napas-kompas-pagi

#kabutasap #karhutla #banjarbaru

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/697314/asap-pekat-karhutla-di-banjarbaru-parah-jarak-pandang-pengendara-terbatas-kompas-pagi
Transkrip
00:00Kebekaran hutan dan lahan terjadi di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu Siang.
00:05Asap pekat mengganggu pengendara hingga menyebabkan kemacetan lalu lintas.
00:16Asap pekat dari kebekaran hutan dan lahan di perbatasan kota Banjarbaru
00:21membuat jarak pandang pengemudi terganggu.
00:24Lalu lintas pun sempat macet.
00:26Pedagang yang berada di sekitar lokasi terkena dampak asap karhutlah.
00:31Mereka mengeluhkan mata perih dan batuk.
00:34Hingga Rabu sore saudara petugas gabungan terus berjibaku memadamkan api.
00:46Untuk di titik ini sudah bisa kita kendalikan.
00:51Kemudian kita juga dapat informasi hari ini ada sekitar tiga titik lagi.
00:58Sempat terjadi kemacetan.
01:00Sempat juga dari lalu lintas melakukan rekayasa jalan.
01:05Melakukan kontraplu.
01:07Asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan masih melimuti Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
01:13Warga cemas api mulai mendekati permukiman.
01:20Wisuludara menunjukkan pantauan kebakaran lahan di Jalan Batu Suli, Kelurahan Jekan Raya, Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
01:28Kebakaran terjadi di lahan-lahan yang berada di pinggir jalan.
01:32Bahkan tampak kebakaran juga semakin mendekati permukiman warga.
01:42Tim Satgas Gabungan TNI, BNPB, BMKG, Kementerian Kehutanan, dan BRIN
01:48melakukan metode dry ice untuk menangani karhutlah di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
01:54Metode ini dilakukan untuk memecah lapisan inversi di atmosfer
01:58dengan tujuan agar polutan asap di titik panas dapat terurai ke atas.
02:03Metode ini pertama kali diterapkan di Indonesia dan dianggap cukup mumpuni serta efektif
02:10setelah sebelumnya sudah dilakukan uji coba pada pertengahan Oktober lalu.
02:1513,6 ton dry ice dibawa dari Jakarta dengan pesawat Hercules milik TNI AD
02:21untuk didistribusikan ke wilayah Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.
02:29Ada dua provinsi yang masih belum tertangani secara tuntas yaitu Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.
02:37Sumber api di dua provinsi ini masih cukup banyak dan penanganannya pun masih terkendala oleh kondisi cuaca
02:47di mana dua provinsi ini dalam beberapa hari terakhir, boleh dibilang hampir satu minggu begitu,
02:56bandara-bandara komersilnya pun lumpuh.
02:58Oleh karenanya kemudian tim DES terpadu ini mengusulkan metode baru
03:04untuk operasi modifikasi cuaca dengan menggunakan dry ice.
03:09Sebelumnya uji coba modifikasi cuaca dengan metode dry ice untuk mengurai kabut asap akibat karhutlah
03:15dilakukan di kota Palembang, Sumatera Selatan.
03:19Metode ini diharapkan memecalapisan atmosfer yang memerangkap asap
03:23sekaligus membuka peluang pertumbuhan awan hujan.
03:27Pada Senin lalu, 1,6 ton dry ice disemai dalam dua sorti
03:32ditambah 800 kg natrium klorida dalam satu sorti.
03:38Terima kasih.

Dianjurkan