Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming menjadi momentum evaluasi terhadap pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menilai, persoalan mendasar pemerintah bukan terletak pada besarnya visi atau tujuan program, melainkan pada kemampuan menerjemahkannya menjadi kebijakan yang efektif.

Sementara itu, politisi Partai Golkar Ahmad Irawan menilai pemerintah telah melakukan sejumlah perbaikan, terutama dalam merespons persoalan tata kelola program.

Di sisi lain, Deputi III Bakom RI Kurnia Ramadhana menegaskan bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran tidak membungkam kritik.

Baca Juga 2 Tahun Prabowo-Gibran: Capaian, Tantangan, dan Evaluasi Kinerja Pemerintah | LAPORAN KHUSUS di https://www.kompas.tv/nasional/697286/2-tahun-prabowo-gibran-capaian-tantangan-dan-evaluasi-kinerja-pemerintah-laporan-khusus



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/697287/dua-tahun-prabowo-gibran-publik-menanti-perbaikan-satu-meja
Transkrip
00:00Ya sebelum pada kesimpulan diskusi kita malam hari ini, saya memberi kesempatan pada Bung Kurnia Ramadana untuk merespons apa yang
00:08dikatakan oleh Mas Ato tadi.
00:10Bahwa the devils in the details. Bagaimana menjelaskan ketika detail-detail yang ada itu tidak sesuai dengan apa yang diucapkan
00:18oleh pemerintah?
00:19Iya terkait misalnya contoh soal MBG. Tentu Presiden melihat permasalahan stunting ini bukan permasalahan kuantitatifnya tidak sedikit.
00:32Banyak daerah yang problemnya adalah tentang stunting.
00:37Maka dari itu Presiden memperlebar proses makan bergizi gratis agar anak-anak kita yang menjalani proses pendidikan bisa juga dijamin
00:52kesehatannya.
00:53Itu satu. Kemudian yang kedua, saat ini karena banyak juga masukan kepada pemerintah, kenapa tidak menyasar daerah 3T misalnya?
01:04Dan hari ini datanya sudah lebih dari 1.300 SPPG yang berdiri di daerah 3T dan spesifik pada daerah-daerah
01:16yang angka stuntingnya amat sangat tinggi.
01:19Bahwa pada kepemimpinan BGN sebelumnya ada permasalahan misalnya tentang pengadaan-pengadaan yang aneh misalnya,
01:28pengadaan-pengadaan yang melanggar hukum dan sudah dijawab salah satunya oleh pimpinan BGN yang baru,
01:34salah satunya adalah pengadaan LED bermasalah.
01:38Nilainya 535 miliar rupiah.
01:42Ini terbuka saja karena memang itu pemerintah akui bahwa ada pengadaan-pengadaan yang janggal dan tata kelolanya bermasalah,
01:51maka dari itu hari ini ingin diperbaiki dengan anggaran yang se-efisiensi mungkin agar penajaman penerima manfaat itu bisa dirasakan.
02:00Oke, untuk menutup diskusi kita malam hari ini, saya akan memberikan kesempatan masing-masing narasumber untuk memberikan penilaian dan konklusi
02:09ya dari perbincangan kita malam hari ini.
02:11Apakah kinerja 2 tahun pemerintahan Prabowo Gibran ini bisa dibilang kerja nyata atau hanya retorika?
02:20Yang pertama adalah bahwa kalau menurut hasil studi yang kami lakukan memang kinerja Presiden Prabowo di 2 tahun pertama ini
02:28sangat buruk,
02:29bahkan di bawah 50% orang yang puas terhadap kinerja Presiden.
02:33Dan kita ada studi yang lain yang menggunakan para pakar, mereka yang tahu informasi mengenai politik,
02:39juga angkanya semacam itu, skor yang diberikan oleh para pakar itu hanya sekitar 5 dalam skor saat 0 sampai 10,
02:50para pakar memberi nilai kepada Presiden Prabowo sekarang sekitar 5.
02:55Lalu kemudian skor yang negatif ini ternyata merambat kemana-mana.
03:00Misalnya kita juga melakukan studi mengenai evaluasi publik terhadap pelaksanaan demokrasi,
03:05itu 40 nilainya, kemudian bahkan semakin banyak warga Republik Indonesia ini menyatakan bahwa negara kita
03:12sedang berjalan ke arah yang keliru atau yang menyatakan negara kita masih berjalan ke arah yang benar
03:19itu tinggal 47%, di bawah 50%.
03:23Ini artinya menurut saya ini sangat berbahaya, bukan hanya berbahaya untuk kelompok politik Prabowo Subianto
03:30karena kan beliau masih bisa maju sebagai Presiden, tapi bahkan sudah mulai mengancam eksistensi negara.
03:36Ketika semakin banyak warga yang menyatakan negara kita ke arah yang benar,
03:40maka bukan tidak mungkin ke depan akan semakin banyak orang yang berpikir mungkin kita tidak memerlukan lagi negara.
03:47Karena persoalan yang sedangkan akut ini.
03:48Jangan sampai terjadi.
03:50Bung Irawan, 2 tahun Prabowo Gibran, kerjanya atau retorikan?
03:54Tidak ada pemerintahan yang sempurna.
03:56Seperti diskusi awal kita tadi.
04:00Dan saya kira apa yang dilakukan oleh Presiden saat ini,
04:03memang saya kembali kepada tantangan yang dihadapi oleh pemerintahan saat ini.
04:07Satu adalah residu dari program-program yang disampaikan oleh SMRC tadi.
04:12Makanya kemudian persepsi dan sentimen yang terbangun di publik itu kesannya negatif.
04:18Tetapi sekali lagi bahwa tata kelola tersebut telah diperbaiki,
04:21kemudian publik telah melihat bahwa mereka yang terlibat dalam penyimpangan pelaksanaan program-program pemerintah ini
04:28telah ditindak secara hukum oleh penegah hukum.
04:32Oleh karena itu bahwa bagi kami di Partai Golkar,
04:35yang penting pada saat ini adalah pemerintah mendengar apa yang kemudian disampaikan oleh rakyat dan kami Partai Golkar,
04:44itu komitmen konsisten dan loyal terhadap apa yang kemudian akan dilaksanakan oleh Presiden.
04:51Dan memang tantangannya juga pada saat ini adalah bahwa berbagai program yang dilaksanakan oleh pemerintah saat ini
04:58itu bersifat transformasi dan struktural.
05:01Dan itu kami minta agar pihak-pihak kementerian, kemungkinan lembaga-lembaga negara
05:07memang yang berfungsi, bertugas untuk kemudian menyampaikan capaian-capaian pemerintah itu,
05:12itu agar bekerja ekstra keras untuk menghadapi tantangan persepsi dan sentimen tadi itu.
05:18Dan yang terakhir bahwa saya kira kaitannya dengan kritik-kritik tersebut kami juga di DPR
05:25mendengar apa yang kemudian melalui lembaga-lembaga survei, aksi-aksi demonstrasi publik
05:31dan kami juga sangat memahami apa yang kemudian disampaikan tersebut.
05:35Dan saya kira pemerintah juga mendengar dan dua tahun ini memang harus kita beranjak ke hal-hal yang lebih baik.
05:44Dan sekali lagi bahwa di dua tahun ini kami mengapresyasi apa yang kemudian kerja keras yang dilakukan oleh pemerintah.
05:50Oke, Mas Toto?
05:52Iya, Brazil pernah punya dua Presiden yang merasa dirinya kiri atas nama Sosialis.
05:57Satu partai, Partai Pekerja Sosialis.
05:59Satu bernama Lula da Silva, yang kedua Dilma Rousseff dalam 10 tahun terakhir.
06:02Dan kita tahu yang satu dianggap sangat berhasil, bernama Lula.
06:06Kenapa? Ketika dia jadi, dipilih, dia berhenti untuk menggunakan waktunya lebih banyak berpidato dan menjual mimpi.
06:14Yang dilakukan pertama adalah melakukan disiplin fiskal bahkan lebih baik dibandingkan dengan Presiden-Presiden yang dikatakan tidak kiri.
06:21Padahal Presiden yang kiri ini seringkali dianggap akan jor-joran dan menghabiskan anggaran.
06:26Dia sangat berhasil.
06:27Dilma Rousseff menggunakan strategi sebaliknya.
06:30Kebijakan populis yang menghabiskan anggaran dan kemudian menyebabkan pemerintah tidak stabil, pertumbuhan ekonomi malat terkontraksi.
06:37Dan saya berharap Pak Prabowo belajar di situ.
06:40Kritik bukan berarti kemudian berasal dari oligarki.
06:43Yang dikritik dari Pak Prabowo itu bukan tentang ideologinya.
06:46Bukan tentang mindsetnya.
06:49Yang dikritik adalah ketika mimpi besar,
06:52lalu kemudian tidak diikuti oleh kemampuan mengeksekusi.
06:57Yang terjadi adalah inkompetensi.
06:59Oke.
07:00Jadi itu yang menurut saya dibutuhkan saat ini.
07:03Ini bukan tentang melawan ideologi besar.
07:06Kita menghargai setiap program besar,
07:08tapi lebih menapak dan kemudian kompetensi itu harus dimunculkan.
07:13Baik, terakhir Mas Skornya singkat.
07:14Presiden Prabowo tidak pernah membungkam demokrasi.
07:20Presiden Prabowo membuka ruang kritik selebar-lebarnya.
07:23Contoh Mas Radi,
07:25belum pernah ada di kemimpinan pemerintahan
07:28Presiden berdiskusi secara terbuka
07:32dengan sejumlah pakar
07:34lebih dari 12 jam,
07:363 kali,
07:38dan disiarkan secara terbuka di Youtube.
07:41Ada jurnalis,
07:42ada pihak-pihak yang kerap mengkritik Presiden
07:46dan disana berdiskusi secara langsung dengan Presiden.
07:50Itu menjadi bukti konkret bahwa
07:52tidak pernah ada pembatasan kritik
07:54dan Mas Radi,
07:55pemerintahan ini masih berjalan sampai 2029.
08:00Sekali lagi saya tegaskan,
08:01pemerintahan Presiden Prabowo
08:03dan Wapres Gibran Raka Buming Raka
08:05pasti 100% belum sempurna.
08:08Namun capaian-capaiannya juga banyak
08:11dan mari kita kawal bersama,
08:13berikan masukan,
08:14berikan saran,
08:15dan berikan kritik.
08:16Masih ada 3 tahun untuk membuktikan
08:18pemerintahan Prabowo Gibran
08:19bisa memenuhi ekspektasi publik,
08:21termasuk memenuhi janji-janji kampanyenya.
08:23Terima kasih sudah hari di studio
08:25satu Menara Kompas,
08:27Bung Yunarto Hijaya,
08:28Direktur Eksekutif Sarta Politika,
08:29dan Bung Sediman Ahmad,
08:31Program Manager SMRC,
08:32Saiful Bujani Research and Consulting,
08:34dan juga Bung Kurnia Ramadana,
08:37Deputi Tiga Badan Komunikasi Pemerintah,
08:38ada juga Bung Ahmad Irawan,
08:40politis Partai Gulkar,
08:41yang juga saat ini duduk
08:42di Komisi 2 DPR RI.
08:44Saudara, 2 tahun memang belum bisa
08:46dijadikan ukuran keberhasilan
08:47sebuah pemerintahan
08:48atau sebuah kebijakan.
08:50Namun 2 tahun sudah bisa
08:52mengumpulkan bahan
08:53guna melakukan evaluasi
08:55dan perbaikan.
08:56Pemerintahan Prabowo Gibran
08:57masih memiliki kesempatan
08:58guna melakukan evaluasi
09:00dan perbaikan terkait
09:01sejumlah program yang dinilai
09:02tak tepat sasaran
09:03dan dianggap hanya
09:05buang-buang anggaran.
09:06Ini perlu dilakukan
09:07agar cita-cita Prabowo Gibran
09:09mensejahterakan rakyat
09:10dan mewujudkan keadilan
09:11bisa terwujud.
09:13Demikian
09:14satu meja di forum malam ini.
09:15Kita jumpa pekan depan.
09:16Terima kasih.
09:17Selamat malam.

Dianjurkan