Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 6 jam yang lalu
Apakah alam semesta benar-benar memiliki batas, atau yang kita lihat selama ini hanyalah batas pandangan kita sendiri. Dalam tayangan ini, kita menelusuri bagaimana para astronom mengukur bagian alam semesta yang terlihat, kenapa cahaya dari galaksi terjauh baru sampai sekarang, dan apa yang terjadi di luar jangkauan teleskop kita. Kamu akan mengenal temuan Edwin Hubble tentang galaksi yang saling menjauh, pengukuran teleskop Planck tentang bentuk ruang, dan cahaya tertua di alam semesta yang masih bisa kita tangkap hari ini. Kita juga membahas kenapa ruang bisa mengembang lebih cepat dari cahaya tanpa melanggar hukum fisika, dan apa akibatnya bagi langit yang akan dilihat para astronom di masa depan. Semua dijelaskan dengan analogi sederhana dan bahasa yang mudah diikuti, tanpa rumus yang membingungkan. Cocok untuk kamu yang penasaran dengan astronomi, kosmologi, dan pertanyaan besar tentang tempat kita di alam semesta. Tonton sampai akhir, lalu tulis pendapatmu di kolom komentar. Apakah menurutmu alam semesta ini berujung atau tanpa batas.
Transkrip
00:00Kebanyakan orang membayangkan alam semesta punya dinding di ujungnya,
00:03seperti tembok di ujung ruangan.
00:05Anggapan itu masuk akal,
00:07karena semua yang kita kenal punya batas,
00:09dari halaman rumah sampai garis pantai.
00:12Bagian alam semesta yang bisa kita lihat membentang sejauh 46,5 miliar tahun cahaya ke segala arah.
00:18Itu jarak yang ditempuh cahaya selama 46,5 miliar tahun.
00:23Padahal usia alam semesta baru 13,8 miliar tahun.
00:26Dan cahaya dari galaksi terjauh yang kita lihat hari ini berangkat saat alam semesta masih bayi,
00:32jauh sebelum bumi terbentuk.
00:34Pada tahun 1929, Edwin Hubble melihat sesuatu yang aneh di langit malam.
00:39Galaksi-galaksi di sekitar kita ternyata bergerak menjauh,
00:42dan semakin jauh galaksinya, semakin cepat ia menjauh.
00:47Temuan ini membuat para ilmuwan bingung selama puluhan tahun,
00:50karena artinya ruang itu sendiri sedang meregang.
00:52Satu angka dari teleskop Planck membuat para ilmuwan menyadari satu hal aneh.
00:57Kalau batas itu ada, sebagian besar alam semesta sudah bergerak menjauh lebih cepat dari cahaya.
01:03Dan yang paling membingungkan, galaksi-galaksi itu tidak bergerak menembus ruang,
01:07ruang di antara merekalah yang mengembang.
01:10Lalu apa bedanya alam semesta yang bisa kita lihat dengan alam semesta yang sebenarnya?
01:15Bagian yang terlihat disebut observable universe, alam semesta teramati,
01:19dan batasnya ditentukan oleh usia cahaya, bukan oleh dinding.
01:23Para ilmuwan menggambarkannya seperti permukaan balon yang terus ditiup.
01:27Semut di atas balon tidak akan pernah menemukan ujung, kemanapun ia berjalan.
01:32Pengukuran teleskop Planck menunjukkan ruang alam semesta nyaris datar sempurna,
01:36dan itu berarti ia bisa membentang tanpa ujung.
01:39Dan inilah bagian yang jarang disadari,
01:42jika alam semesta memang tanpa ujung,
01:44maka jumlah galaksi di dalamnya tidak terhitung,
01:46bahkan oleh komputer tercepat sekalipun.
01:49Setiap megaparsek ruang,
01:51atau sekitar 3,2,6 juta tahun cahaya,
01:54mengembang dengan kecepatan sekitar 70 km per detik.
01:58Artinya dua galaksi yang terpisah sejauh itu menjauh satu sama lain
02:01secepat mobil balap di jalan tol.
02:03Dan jarak yang lebih jauh berarti kecepatan yang lebih besar lagi.
02:07Di jarak yang cukup jauh,
02:09kecepatan menjauh itu melampaui kecepatan cahaya 300 ribu km per detik,
02:13dan itu bukan pelanggaran hukum fisika.
02:15Hukum itu hanya melarang benda bergerak menembus ruang lebih cepat dari cahaya,
02:20tapi tidak melarang ruang itu sendiri untuk mengembang secepat apapun.
02:24Dan yang mengejutkan,
02:26para astronom menghitung ada sekitar 2 triliun galaksi di bagian yang teramati saja,
02:30dan setiap galaksi berisi ratusan miliar bintang.
02:33Untuk memahami batas ini,
02:35para ilmuwan menengok ke cahaya tertua yang pernah tertangkap kamera.
02:39Cahaya itu disebut cosmic microwave background,
02:42radiasi latar gelombang mikrokosmis.
02:44Sisa panas dari masa ketika alam semesta baru berusia 380 ribu tahun.
02:50Cahaya itulah yang sekarang kita tangkap dari segala arah,
02:53seperti dinding cahaya yang membungkus pandangan kita.
02:56Tapi dinding itu bukan dinding sungguhan.
02:59Ia hanya penanda sejauh mana mata kita bisa menjangkau ke masa lalu.
03:02Dan yang membuat para ilmuwan tercengang,
03:04suhu cahaya purba itu hampir sama persis di semua arah,
03:08hanya berbeda sepersejuta derajat.
03:10Padahal bagian-bagian itu tidak pernah sempat saling bertukar panas.
03:14Lalu apa artinya semua ini bagi kita yang hidup di planet kecil ini?
03:18Tapi karena ruang terus mengembang,
03:20sebagian galaksi justru bergerak menjauh lebih cepat dari cahaya yang mereka pancarkan.
03:24Dan cahayanya tidak akan pernah tiba.
03:27Suatu hari nanti,
03:29para astronom di masa depan akan melihat langit yang lebih gelap.
03:31Karena galaksi-galaksi tetangga sudah menghilang dari pandangan.
03:35Ini akibat yang dijanjikan dari angka plank tadi.
03:38Sebagian besar alam semesta sudah bergerak menjauh lebih cepat dari cahaya.
03:42Dan batas pengamatan kita perlahan menyusut.
03:45Dan yang paling sulit diterima,
03:47alam semesta yang bisa kita lihat
03:49hanyalah setitik kecil dari keseluruhan yang mungkin tidak berujung.
03:53Jadi kalau batas itu ternyata hanya batas pandangan kita,
03:56apa yang bersembunyi di luar jangkauan cahaya?
03:58Menurutmu, apakah alam semesta ini berujung
04:01atau justru membentang tanpa akhir?
04:03Tulis jawabanmu di kolom komentar
04:05dan ceritakan alasan dibalik pilihanmu.
04:08Terima kasih sudah menonton sampai akhir.
04:11Kehadiranmu di sini yang membuat cerita ini berarti.
04:13Kalau tayangan ini menambah wawasanmu,
04:15tekan like,
04:16lalu subscribe supaya kisah berikutnya tidak terlewat.
04:19Terima kasih sudah menonton!

Dianjurkan