Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 15 jam yang lalu
Pada malam dua puluh tiga September seribu delapan ratus empat puluh enam, astronom Johann Galle mengarahkan teleskopnya ke satu titik langit di Observatorium Berlin dan menemukan Neptunus, planet yang posisinya sudah dihitung sebelum ada yang melihatnya. Video ini menceritakan bagaimana Uranus yang bergerak menyimpang dari jalurnya membuat para ilmuwan curiga ada planet tak terlihat di luar sana, bagaimana matematikawan Urbain Le Verrier menghitung posisi planet itu dari tarikan gravitasi yang nyaris tak terasa, dan bagaimana satu surat berisi koordinat mengubah langit selamanya. Kamu juga akan mengetahui kisah Galileo Galilei yang ternyata pernah mencatat Neptunus dua abad lebih awal tanpa menyadarinya, serta mengapa penemuan ini menjadi bukti bahwa matematika bisa memprediksi sesuatu yang belum pernah terlihat mata manusia. Cocok untuk kamu yang suka astronomi, sejarah sains, dan cerita di balik penemuan besar. Tonton sampai akhir dan ceritakan di kolom komentar, planet apalagi yang menurutmu masih bersembunyi di luar sana. Jangan lupa bagikan video ini ke teman yang suka menatap langit malam.
Transkrip
00:00Tanggal 23 September 846, sebuah teleskop di Observatorium Berlin perlahan menyapu langit.
00:07Di ujungnya, astronom Johan Galle menahan nafas sambil membandingkan titik-titik cahaya dengan peta bintang yang baru dicetak.
00:14Lalu satu titik kecil berwarna biru muncul di tempat yang seharusnya kosong.
00:19Titik itu bukan bintang, itu adalah planet yang belum pernah dilihat manusia, dan posisinya sudah dihitung di atas kertas sebelumnya.
00:26Malam ini kita membongkar bagaimana sebuah planet ditemukan dengan matematika, bukan dengan teleskop.
00:32Yang lebih mengejutkan, surat berisi koordinat planet itu baru tiba di Berlin sehari sebelumnya.
00:38Tapi kisah ini dimulai puluhan tahun lebih awal, dengan sebuah planet yang menolak patuh pada hukum fisika.
00:44Planet itu bernama Uranus, dan para astronom sudah menghitung jalurnya mengelilingi matahari dengan teliti.
00:50Masalahnya, Uranus tidak pernah berada tepat di tempat yang diramalkan.
00:54Kadang ia melaju sedikit lebih cepat, kadang ia tertinggal di belakang, seperti kereta yang keluar dari relnya.
01:00Selama puluhan tahun.
01:03Selisih kecil ini membuat para ilmuwan bertanya-tanya, apakah hukum gravitasi Newton masih berlaku di sana?
01:09Padahal jawaban TKTQ ini sudah bersembunyi di catatan seorang astronom Italia yang hidup dua abad sebelumnya.
01:15Di Paris, matematikawan muda bernama Urbain Leferier memutuskan menyelesaikan TKTQ ini dengan cara yang berbeda.
01:22Ia tidak menengadah ke langit, ia justru menunduk ke meja kerjanya dan menghitung berbulan-bulan tanpa henti.
01:29Leferier beranggapan ada planet tak terlihat yang menarik Uranus dengan gravitasinya dari luar sana.
01:34Dari tarikan kecil itu, ia menghitung posisi planet misterius itu, lengkap dengan masa dan jaraknya.
01:40Dan ada satu catatan lama yang sempat membuat para ahli salah membaca titik cahaya ini selama 200 tahun.
01:47Di dalam surat itu tertulis satu angka yang sangat spesifik, yaitu posisi langit tempat planet itu harus berada.
01:54Gale menerima surat itu dan langsung menuju observatorium Berlin malam itu juga, bersama asisten mudanya Heinrich.
02:01Mereka mengarahkan teleskop ke titik yang ditulis Leferier.
02:04Lalu membandingkan cahaya yang tampak dengan peta bintang terbaru.
02:07Peta itu baru selesai dibuat, dan tanpa peta itu, mereka tidak tahu titik mana yang bintang dan mana yang planet.
02:14Setelah beberapa jam, Heinrich berseru karena menemukan satu titik cahaya yang tidak ada di peta.
02:20Titik itu terletak kurang dari satu derajat dari posisi hitungan Leferier, selisih yang sangat kecil untuk jarak sejauh itu.
02:27Rasanya seperti mencari satu butir pasir di pantai yang luas, lalu seseorang memberimu petunjuk yang mengarah ke sana.
02:34Tapi para astronom ini belum berani merayakan, karena satu malam pengamatan saja belum cukup membuktikan apapun.
02:40Malam berikutnya, Gale kembali mengarahkan teleskopnya ke titik yang sama untuk memastikan titik itu bergerak.
02:46Dan titik itu memang bergerak.
02:49Persis seperti planet yang mengorbit matahari, bukan bintang yang diam di tempatnya.
02:53Planet baru ini akhirnya diberi nama Neptunus, dari nama penguasa lautan dalam mitologi Romawi, karena warnanya yang biru seperti laut.
03:01Jaraknya dari matahari sekitar 30 kali jarak bumi.
03:05Sangat jauh sampai cahayanya butuh 4 jam untuk sampai ke sana.
03:09Neptunus pun menjadi planet pertama yang ditemukan lewat hitungan matematika, bukan lewat pengamatan yang tidak sengaja.
03:16Sekarang kita kembali ke janji tadi, tentang catatan lama yang membuat para ahli salah membaca titik cahaya ini.
03:22Pada tahun 1016-12, Galileo Galilei pernah mencatat titik cahaya yang sama, ratusan tahun sebelum Gale.
03:28Tapi Galileo mengira titik itu hanyalah bintang biasiasa, jadi ia tidak menyadari bahwa ia menatap sebuah planet.
03:35Neptunus sudah menampakkan diri selama berabad-abad, hanya saja tidak ada yang tahu cara membacanya.
03:40Sejak malam itu, para ilmuwan sadar bahwa langit menyimpan lebih banyak rahasia daripada yang terlihat mata telanjang.
03:48Malam ini, coba cari Neptunus dengan peta bintang di ponselmu, lalu perhatikan betapa redupnya titik biru itu.
03:54Kalau cerita ini membuatmu penasaran, bagikan video ini ke teman yang suka menatap langit malam.
04:00Tulis di kolom komentar, menurutmu planet apalagi yang masih bersembunyi di luar sana?
04:05Terima kasih sudah menonton sampai akhir, dan tekan subscribe supaya tidak ketinggalan cerita langit berikutnya.
04:11Sampai ketemu di langit malam berikutnya.

Dianjurkan