00:00Tanggal 23 September 846, sebuah teleskop di Observatorium Berlin perlahan menyapu langit.
00:07Di ujungnya, astronom Johan Galle menahan nafas sambil membandingkan titik-titik cahaya dengan peta bintang yang baru dicetak.
00:14Lalu satu titik kecil berwarna biru muncul di tempat yang seharusnya kosong.
00:19Titik itu bukan bintang, itu adalah planet yang belum pernah dilihat manusia, dan posisinya sudah dihitung di atas kertas sebelumnya.
00:26Malam ini kita membongkar bagaimana sebuah planet ditemukan dengan matematika, bukan dengan teleskop.
00:32Yang lebih mengejutkan, surat berisi koordinat planet itu baru tiba di Berlin sehari sebelumnya.
00:38Tapi kisah ini dimulai puluhan tahun lebih awal, dengan sebuah planet yang menolak patuh pada hukum fisika.
00:44Planet itu bernama Uranus, dan para astronom sudah menghitung jalurnya mengelilingi matahari dengan teliti.
00:50Masalahnya, Uranus tidak pernah berada tepat di tempat yang diramalkan.
00:54Kadang ia melaju sedikit lebih cepat, kadang ia tertinggal di belakang, seperti kereta yang keluar dari relnya.
01:00Selama puluhan tahun.
01:03Selisih kecil ini membuat para ilmuwan bertanya-tanya, apakah hukum gravitasi Newton masih berlaku di sana?
01:09Padahal jawaban TKTQ ini sudah bersembunyi di catatan seorang astronom Italia yang hidup dua abad sebelumnya.
01:15Di Paris, matematikawan muda bernama Urbain Leferier memutuskan menyelesaikan TKTQ ini dengan cara yang berbeda.
01:22Ia tidak menengadah ke langit, ia justru menunduk ke meja kerjanya dan menghitung berbulan-bulan tanpa henti.
01:29Leferier beranggapan ada planet tak terlihat yang menarik Uranus dengan gravitasinya dari luar sana.
01:34Dari tarikan kecil itu, ia menghitung posisi planet misterius itu, lengkap dengan masa dan jaraknya.
01:40Dan ada satu catatan lama yang sempat membuat para ahli salah membaca titik cahaya ini selama 200 tahun.
01:47Di dalam surat itu tertulis satu angka yang sangat spesifik, yaitu posisi langit tempat planet itu harus berada.
01:54Gale menerima surat itu dan langsung menuju observatorium Berlin malam itu juga, bersama asisten mudanya Heinrich.
02:01Mereka mengarahkan teleskop ke titik yang ditulis Leferier.
02:04Lalu membandingkan cahaya yang tampak dengan peta bintang terbaru.
02:07Peta itu baru selesai dibuat, dan tanpa peta itu, mereka tidak tahu titik mana yang bintang dan mana yang planet.
02:14Setelah beberapa jam, Heinrich berseru karena menemukan satu titik cahaya yang tidak ada di peta.
02:20Titik itu terletak kurang dari satu derajat dari posisi hitungan Leferier, selisih yang sangat kecil untuk jarak sejauh itu.
02:27Rasanya seperti mencari satu butir pasir di pantai yang luas, lalu seseorang memberimu petunjuk yang mengarah ke sana.
02:34Tapi para astronom ini belum berani merayakan, karena satu malam pengamatan saja belum cukup membuktikan apapun.
02:40Malam berikutnya, Gale kembali mengarahkan teleskopnya ke titik yang sama untuk memastikan titik itu bergerak.
02:46Dan titik itu memang bergerak.
02:49Persis seperti planet yang mengorbit matahari, bukan bintang yang diam di tempatnya.
02:53Planet baru ini akhirnya diberi nama Neptunus, dari nama penguasa lautan dalam mitologi Romawi, karena warnanya yang biru seperti laut.
03:01Jaraknya dari matahari sekitar 30 kali jarak bumi.
03:05Sangat jauh sampai cahayanya butuh 4 jam untuk sampai ke sana.
03:09Neptunus pun menjadi planet pertama yang ditemukan lewat hitungan matematika, bukan lewat pengamatan yang tidak sengaja.
03:16Sekarang kita kembali ke janji tadi, tentang catatan lama yang membuat para ahli salah membaca titik cahaya ini.
03:22Pada tahun 1016-12, Galileo Galilei pernah mencatat titik cahaya yang sama, ratusan tahun sebelum Gale.
03:28Tapi Galileo mengira titik itu hanyalah bintang biasiasa, jadi ia tidak menyadari bahwa ia menatap sebuah planet.
03:35Neptunus sudah menampakkan diri selama berabad-abad, hanya saja tidak ada yang tahu cara membacanya.
03:40Sejak malam itu, para ilmuwan sadar bahwa langit menyimpan lebih banyak rahasia daripada yang terlihat mata telanjang.
03:48Malam ini, coba cari Neptunus dengan peta bintang di ponselmu, lalu perhatikan betapa redupnya titik biru itu.
03:54Kalau cerita ini membuatmu penasaran, bagikan video ini ke teman yang suka menatap langit malam.
04:00Tulis di kolom komentar, menurutmu planet apalagi yang masih bersembunyi di luar sana?
04:05Terima kasih sudah menonton sampai akhir, dan tekan subscribe supaya tidak ketinggalan cerita langit berikutnya.
04:11Sampai ketemu di langit malam berikutnya.