Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 8 jam yang lalu
Pada tanggal empat belas September tahun dua ribu lima belas, dua detektor raksasa di Amerika Serikat menangkap sesuatu yang belum pernah terekam sebelumnya, riak kecil di kain ruang dan waktu yang lahir dari tabrakan dua lubang hitam. Tayangan ini mengajakmu mengikuti perjalanan penemuan gelombang gravitasi, dari ramalan Albert Einstein pada tahun seribu sembilan ratus lima belas sampai detik bersejarah ketika kolaborasi LIGO akhirnya mendengar kicauan singkat dari jarak sekitar satu koma tiga miliar tahun cahaya. Kamu akan melihat bagaimana telinga raksasa sepanjang empat kilometer itu bekerja, kenapa sinyal sekecil sepersekian lebar inti atom bisa dipercaya, dan apa arti penemuan ini bagi cara manusia mendengarkan alam semesta. Pengumuman resmi pada tanggal sebelas Februari tahun dua ribu enam belas membuka babak baru astronomi, dan tiga tokoh kunci meraih Hadiah Nobel Fisika pada tahun dua ribu tujuh belas. Setelah sinyal pertama itu, puluhan tabrakan lain ikut tertangkap dan katalog langit kita makin tebal. Tonton sampai akhir untuk tahu berapa banyak lagi tabrakan serupa yang masih bersembunyi di kegelapan, dan tulis di kolom komentar tabrakan langit mana yang paling ingin kamu dengar kisahnya.
Transkrip
00:00Dua lubang hitam bertabrakan di kejauhan dan riaknya sampai ke bumi setelah menempuh perjalanan lebih dari 1 miliar tahun.
00:07Sinyal itu tertangkap oleh dua detektor raksasa di Amerika Serikat pada 14 September 2015.
00:13Para ilmuwan di kolaborasi LIGO langsung tahu mereka merekam sesuatu yang belum pernah terekam sebelumnya.
00:20Tapi apa sebenarnya yang bergetar di ruang angkasa dan kenapa penemuan ini membuat dunia sains menahan nafas?
00:25Yang mengejutkan, getaran itu mengubah panjang detektor hanya sepersekian lebar inti atom.
00:32Seratus tahun sebelum sinyal itu tiba, Albert Einstein sudah menuliskan ramalan aneh tentang ruang.
00:37Dalam teori relatifitas umum tahun 1915, ruang bukan panggung yang diam.
00:43Ruang bisa melengkung dan bergetar seperti permukaan air yang dilempar batu.
00:47Getaran itu ia sebut gelombang gravitasi, riak kecil yang bergerak secepat cahaya.
00:52Dan ini yang bikin ilmuwan bingung selama puluhan tahun.
00:55Ada satu pertanyaan yang belum terjawab.
00:58Berapa banyak tabrakan serupa yang masih bersembunyi di kegelapan?
01:01Padahal Einstein sendiri ragu, apakah riak itu benar-benar bisa diukur oleh manusia?
01:06Untuk mendengar riak itu, para ilmuwan membangun telinga terbesar dalam sejarah.
01:11Namanya LIGO, dua observatorium di Louisiana dan Washington dengan terowongan sepanjang 4 km.
01:17Di dalam terowongan itu, sinar laser memantul di antara cermin yang digantung dengan sangat hati-hati.
01:23Kalau gelombang gravitasi lewat, satu lengan memanjang sedikit dan lengan lainnya memendek sedikit.
01:29Perbedaannya sangat kecil, jauh lebih kecil dari lebar satu proton.
01:33Jawabannya sederhana, hanya sinyal yang muncul di kedua tempat pada saat yang sama yang bisa dipercaya.
01:38Pagi itu, 14 September 2015, detektor di Louisiana masih dalam masa uji coba.
01:45Lalu pada pukul 4 lewat 50 menit, sesuatu melintas dan menggoyang kedua detektor hampir bersamaan.
01:51Sinyalnya naik pelan lalu meninggi cepat.
01:54Seperti nada yang mendengung makin tinggi sebelum berhenti mendadak.
01:57Pola itu punya nama, cirp, kicauan singkat dari dua benda masif yang akhirnya menyatu.
02:02Analisis menunjukkan dua lubang hitam bermasa sekitar 36 dan 29 kali masa matahari.
02:09Energi yang dilepas setara dengan tiga masa matahari yang berubah menjadi riak ruang.
02:14Yang mengejutkan, seluruh peristiwa dahsyat itu hanya berlangsung sepersekian detik di layar detektor.
02:20Dari bentuk sinyal itu, ilmuwan menghitung jarak sumbernya sekitar 1,3 miliar tahun cahaya dari bumi.
02:27Artinya tabrakan itu terjadi jauh sebelum dinosaurus berjalan di bumi.
02:32Riaknya berjalan melintasi ruang selama lebih dari 1 miliar tahun.
02:35Melewati galaksi demi galaksi.
02:37Dan ini yang bikin penemuan ini terasa begitu dekat.
02:40Kita mendengar gema dari masa ketika alam semesta masih muda.
02:44Setiap angka di sini punya cerita.
02:45Masa yang besar berarti sinyal yang kuat.
02:47Tapi kenapa bisa begitu?
02:49Karena lubang hitam yang lebih berat berputar makin cepat saat mendekat.
02:54Padahal banyak ilmuwan mengira telinga sebesar itu tidak akan pernah cukup peka untuk mendengar apapun.
03:00Pengumuman resmi baru datang 5 bulan kemudian, pada 11 Februari 2016.
03:05Dunia sains menyambutnya dengan meriah dan tiga tokoh kunci menerima hadiah Nobel Fisika 2017.
03:11Tapi dampak terbesarnya bukan penghargaan.
03:14Melainkan cara baru untuk mendengarkan alam semesta.
03:17Teleskop melihat cahaya.
03:19Sedangkan detektor gelombang gravitasi mendengar getaran.
03:22Dan keduanya saling melengkapi.
03:24Dan jawaban atas pertanyaan tadi akhirnya datang.
03:27Setelah sinyal pertama.
03:28Puluhan tabrakan lain ikut tertangkap satu demi satu.
03:31Ada tabrakan lubang hitam dan tabrakan bintang neutron.
03:34Dan setiap sinyal baru menambah halaman katalog langit.
03:38Yang paling menarik.
03:39Setiap sinyal baru itu seperti surat dari masa lalu yang baru sampai hari ini.
03:44Sungguh menakjubkan betapa riak sekecil itu bisa menempuh perjalanan begitu jauh hanya untuk menyapa kita.
03:50Seratus tahun penantian, dua lubang hitam yang jauh, dan satu dentuman sunyi yang akhirnya terdengar.
03:56Kalau tayangan ini membuatmu penasaran.
03:58Tekan like dulu.
03:59Lalu tulis di kolom komentar.
04:01Tabrakan langit mana lagi yang paling ingin kamu dengar kisahnya.
04:04Terima kasih sudah menonton sampai akhir dan menemani perjalanan sejauh ini.
04:09Tekan subscribe supaya kita bisa terus menjelajah bersama.
04:12Sampai jumpa di tayangan berikutnya.

Dianjurkan