00:05Di tengah terik menyengat, Gunadi, seorang petani tambak ikan di pesisir pantura menapaki pematang.
00:13Menyusuri kolam yang telah belasan tahun menjadi sumber penghidupannya, sedikit demi sedikit, pakan ditebar, menunggu ikan-ikannya tumbuh besar, dengan
00:24harapan kali ini bisa dipanen.
00:27Beberapa tahun terakhir, Gunadi merasa hasil tambak ikannya terus berkurang. Bahkan ia berkali-kali gagal panen, akibat manji rob yang
00:37semakin sering datang.
00:39Dan September ini sekarang sudah mulai rob gede, apalagi Desember, full sampai Maret, Juni, itu full banyu terus semua. Galeng
00:51ini kan tanggul, sering jebol.
00:57Saat hasil panen Gunadi dalam beberapa tahun terakhir turun drastis, modal yang harus ia keluarkan justru terus naik.
01:05Dulu tabur ikan lima ratu, lima ribu, dapatnya satu ton, setengah. Sekarang tabur lima ribu, dapatnya satu pintar saja susah.
01:27Ustawa ini juga, ameh, tak hebat. Ameh di orang durusi emang-emang. Didol orang payu. Ditaburi ya, jangan-jangan tak,
01:38tabur namun masuk lima sasi panen.
01:52Untuk terus menyambung hidup, Gunadi tak bisa hanya bergantung pada hasil tambak.
01:58Ia mencari tambahan penghasilan dari pekerjaan apapun yang bisa dilakoni.
02:03Ya ikut nelayan, kadang ada program apa-apa, proyek-proyek. Ikut proyek. Ada proyek di apa jenis? Bangunan, kadang ikut.
02:14Kadang nelayan, pas musim barat di Rembang, ikut ke Rembang. Di Sumatera, ikut ke Sumatera.
02:23Desa Purworejo, kecamatan Bonang, Kabupaten Demak menjadi salah satu wilayah pesisir Pantai Utara Jawa
02:30yang kini merasakan dampak rop menenggelamkan wilayah mereka.
02:37Sobat Sustanesia, kita tidak sedang berada di sungai, tapi ini adalah salah satu permukiman warga di Desa Purworejo yang sudah
02:46mulai tenggelam.
02:47Kira-kira bagaimana ya kehidupan masyarakat di sini dan seperti apa cara mereka bertahan hidup?
02:59Warga RW 6 Dukuh Tambak Malang menjadi masyarakat yang paling terdampak rop di Desa Purworejo.
03:06Hampir setiap hari mereka harus beraktivitas di tengah kenangan air.
03:14Sebetulnya sudah seberapa parah rop di Desa Purworejo ini Pak?
03:18Rob di Purworejo ini sangat parah banget karena sudah hampir 80% itu terkenang air pasang karena terjadinya abrasi yang
03:28ada di wilayah kami.
03:29Iya gitu, jadi memang Desa ini sangat bingung untuk pembangunnya karena sudah tidak ada anggaran lagi di sini Pak.
03:38Jadi memang mayoritas masih dengan kondisi air seperti ini, jadi tiap hari, tiap pagi anak-anak sekolah pun juga selalu
03:48lewatnya juga lewat sini.
03:50Karena ini salah satu akses perkampungan yang utama.
03:53Dan rata-rata memang masyarakat pada akhirnya sudah meninggikan rumah seperti yang...
03:59Di sini masyarakat sudah meninggikan rumah itu minimal kalau pembangun rumah renov itu paling tidak 1,5 meter.
04:06Ya sebelumnya juga dasarnya itu juga 1 meter sampai 1,5 meter.
04:11Tapi sekarang dengan kondisinya sudah seperti ini, ini dulu peninggiannya juga 1 meter lebih.
04:19Dalam satu dekade, roh perlahan mengubah kehidupan di desa ini.
04:24Padahal dulu pematang tanggul tambah ini salah satunya itu pun juga gede-gede.
04:31Dan pemanfaatan tambah pun juga sangat maksimal.
04:35Tetapi untuk 10 tahun terakhir ini, pematang tambah sudah pada hilang dan air pun juga langsung masuk ke area pemukiman.
04:43Kita juga kerepotan juga. Makanya untuk bibir pantai pun juga semakin hari, semakin ini, semakin mengikis.
04:51Meski roh perlahan menenggelamkan tempat tinggal mereka, banyak warga memilih bertahan.
05:00Salah satunya Muhrodi.
05:03Rumah yang ditempatinya selama puluhan tahun kini hanya tersisa beberapa meter hingga bagian atap.
05:10Bapak sudah lama tinggal di sini?
05:13Saya telah berlumah tahun lani, telah berlumah.
05:19Saya telah berlumah, saya juga mengadang, saya tidak menurut saya, saya tidak berlumah.
05:23Lagi tidur, ada roh, sampai masuk rumah itu ya, Pak?
05:27Bapak sudah meninggikan rumah sampai berapa kali ini, Pak? Sampai jingung pendek?
05:32Telah berlumah.
05:34Telah berapa saja itu, Pak? Ingat tidak?
05:35Ya, buat yang ingat, ada, ya.
05:39Telah-tahun, guru-ki.
05:42Ya, telah-tahun malai, guru-ki.
05:44Ya, telah-tahun, guru-ki.
05:46Dan ini, buat yang tidak ada, ya terlalu, buat yang guru-ki.
06:09Terpaksa berdamai dengan keadaan, meninggalkan desa yang perlahan terendam bukanlah pilihan mudah.
06:16Sebab, laut yang airnya merenggut rumah-rumah mereka lah yang selama ini memberi hidup.
06:23Ya, kalau dari pemerintah desa sendiri tidak meninggikan rumah atau meninggikan jalan,
06:28karena ya bukan seberapa luas lagi, saya yakin pasti akan hilang.
06:34Saya pasti akan lihat desa ini dan hanya sebagai kenangan saja.
06:38Desa Purwaja sendiri itu pun juga sebagai benteng utama yang ada di wilayah Kecamatan Bunang.
06:43Kalau desa Purwaja sendiri kok hilang, Kecamatan Bunang pun juga hilang.
06:48Terima kasih.
Komentar