Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Setelah mangkir, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secepatnya akan kembali melayangkan panggilan kepada Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.

KPK menegaskan, keterangan Nusron Wahid sangat diperlukan karena penyidik ingin memastikan apakah alur tindak pidana ini berhenti pada tersangka yang ada atau justru terdapat alur perintah dari pihak lain yang lebih tinggi.

Selain alur perintah, fokus utama penyidikan kini tertuju pada aliran uang sitaan.

Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mendesak KPK untuk segera melakukan jemput paksa terhadap Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, jika ia kembali mangkir dari panggilan pemeriksaan. MAKI mendapat informasi kalau Menteri Nusron akan dipanggil KPK sebagai saksi pada hari Rabu besok.

#menterIatr/bpn #KPK #nusronwahid



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/698422/kpk-panggil-kembali-menteri-atr-bpn-nusron-wahid-kompas-siang
Transkrip
00:00Kembali di Kompasian Saudara, setelah dua kali mangkir Komisi Pemberantasan Korupsi,
00:04si cepatnya akan kembali melayangkan panggilan kepada Menteri ATRBPN Nusron Wahid.
00:09KPK menegaskan keterangan Nusron sangat diperlukan karena penyidik ingin memastikan
00:14apakah alur tindak pidana ini berhenti pada tersangka yang ada
00:19atau justru terdapat aliran ataupun alur perintah dari pihak lain yang lebih tinggi.
00:25Selain alur perintah, fokus utama penyidikan tertuju pada aliran uang sitaan.
00:31Masyarakat anti korupsi Indonesia mendesak KPK untuk segera melakukan jemput paksa
00:37terhadap Menteri Nusron jika ia kembali mangkir dari panggilan.
00:41Maki mendapat informasi kalau Menteri Nusron akan dipanggil KPK sebagai saksi pada Rabu besok.
00:55Menjawab dukungan masyarakat ini, kapan kira-kira Nusron Wahid ini dipanggil? Apakah pekan ini?
01:03Tentunya secepatnya, karena memang penyidik membutuhkan keterangan dari saudara NW.
01:10Apalagi pihak-pihak yang ada di lingkaran saudara NW ini beberapa ditetapkan sebagai tersangka
01:21baik orang kepercayaan maupun juga ada dirjen dan beberapa pihak yang juga ada di lingkaran saudara NW ini
01:30sudah dilakukan pengelidahan.
01:32Menteri Agraria dan Tata Ruang Kepala Badan Pertahanan Nasional Nusron Wahid
01:36menurut rencana diperiksa KPK sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi di lingkungan Kementerian ATRBPN.
01:43Dari kasus korupsi di lingkungan Kementerian ATRBPN itu, 8 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
01:50Informasi terkini disampaikan Jurnus Kompas TV Putri Oktaviani dan Jurukamera Aufa Farid.
01:56Oktav, untuk saat ini seperti apa?
01:59Upaya dari KPK untuk melakukan pemanggilan terakhir atau akan melakukan jemput paksa
02:05terhadap Menteri Nusron untuk diperiksa sebagai saksi?
02:12Selamat siang Jurnus dan juga saudara.
02:15Pernah sekali bahwa berada informasi bahwa hari ini Menteri ATRBPN Jurnus Lohid akan dipanggil atau dicatuhkan
02:21dilakukan pemanggilan terhadap dirinya di KPK.
02:23Ini juga tadi kami tanyakan kepada jurubicara KPK, yaitu Budi Prasetyo, melalui pesan singkat WhatsApp.
02:29Tetapi memang sampai saat ini kami masih menantikan jawaban dari Budi Prasetyo.
02:34Kenapa kami tanyakan ini?
02:35Karena ini berdasarkan informasi yang beredar, termasuk dikatakan oleh maki atau masyarakat anti korupsi Indonesia
02:42yang dibuat Yamin Saiman bahwa hari ini akan dicatuhkan adanya pemeriksaan.
02:46Nah kenapa Nusron ini penting untuk diperiksa?
02:49Ini tentunya untuk melengkapi berkas perkara terhadap sejumlah tersangka dalam kasus dugaan pemerasan
02:54pengurusan hak bunda bangunan atau HGB dan penerimaan lainnya Sumarikon Bogor
02:58juga terkait dengan dugaan korupsi di mutasi promosi jabatan dan pelayanan pertanahan di Kementerian ATRBPN.
03:05Nah Juno dan juga saudara kalau kita ingat sebelumnya juga Nusron sempat dipanggil pada tanggal 7 Oktober
03:10tetapi tidak hadir karena alasan kantor.
03:13Kemudian dijadwalkan kembali di tanggal 15 Oktober 2026 tetapi juga kembali tidak hadir.
03:18Sehingga muncullah adanya desakan dari berbagai aliansi masyarakat termasuk maki
03:23untuk KPK ini bisa tegas dan juga bahkan hingga adanya panggilan paksa.
03:28Kalau dihitung Juno dan juga saudara ini juga berdasarkan informasi dari Boyamin Saiman yang juga beredar
03:33bahwa memang ini bisa menjadi pemanggilan kedua begitu karena sebelumnya adalah pemanggilan tunda
03:38atau yang dijadwalkan kembali karena tidak hadir di tanggal 7 Oktober.
03:41Tentu kita harapkan Boyamin Saiman, maksud kami Nusron Wahid bisa hadir dalam pemanggilan karir ini
03:47karena kalau kita ingat pada September lalu Nusron Wahid sempat mengatakan bahwa
03:51ia siap untuk mendukung dan juga membantu komitmen penegakan hukum di KPK.
03:55Terlebih keterangan dari Nusron Wahid ini dibutuhkan karena 4 orang dari 8 orang tersangka
04:00dalam dugaan kasus korupsi ini juga disebut-sebut diduga merupakan orang terdekat Nusron.
04:06Hingga saat ini kami masih menantikan apakah betul Nusron Wahid ini dijatuhkan
04:10dan kemudian apakah akan hadir hari ini tentu kita nantikan bersama Juno.
04:14Baik, terima kasih atas laporan lengkap Anda, Junos Kompas TV, Putri Oktaviani,
04:19dan Juru Kamera Ova Farid dari Gedung KPK Jakarta.

Dianjurkan