Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Indonesia mengurangi pasokan gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD, terdiri dari 15 BBTUD dari Natuna dan 16 BBTUD dari Sumatera.

Pemerintah menyebut kebijakan ini sebagai bagian dari penataan pasokan gas nasional untuk memenuhi kebutuhan domestik, serta menegaskan pengurangan tersebut bukan dipicu konflik dengan Singapura.

Namun, kebijakan ini memunculkan pertanyaan mengenai kepastian kontrak, hubungan dagang, dan dampaknya terhadap investasi kedua negara.

Kepala Kajian Sektor Energi INDEF, Abra Talattov, menilai pemerintah perlu menjelaskan secara transparan dasar pengurangan pasokan dan memastikan realokasi gas tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap komitmen Indonesia dalam menghormati kontrak.

Ia juga mengingatkan potensi risiko ekonomi, termasuk kemungkinan retaliasi perdagangan dan investasi, jika kebijakan tersebut dinilai mengganggu kepastian usaha.

Di sisi lain, pemerintah perlu menghitung manfaat pengalihan gas bagi industri domestik, penghematan impor energi, serta kesiapan infrastruktur untuk menyerap tambahan pasokan.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Novaltri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/698427/full-ekspor-gas-ke-singapura-dipangkas-31-bbtud-indef-soroti-kontrak-dan-investasi-kompas-pagi
Transkrip
00:09Intro
00:13Saudara Anda menyaksikan segmen Kompas Bisnis bersama saya Putri Oktaviani.
00:17Per 24 Oktober Indonesia mulai mengurangi pasokan gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD dari wilayah Natuna dan Sumatera.
00:27Langkah ini dilakukan di tengah kebutuhan gas domestik yang meningkat serta pemeliharaan fasilitas produksi.
00:36Pemerintah menegaskan pengurangan pasokan ini bukan dipicu konflik dengan Singapura,
00:43melainkan bagian dari pengaturan pasokan gas nasional.
00:46Menteri ASDM Bahlil Lahadalia juga membantah pemangkasan ekspor gas ke Singapura di picu konflik antar negara, terutama Karhutlah.
00:55Menurut Bahlil, pengurangan pasokan dilakukan karena pemeliharaan fasilitas produksi dan meningkatnya kebutuhan gas dalam negeri.
01:03Total pasokan gas yang dikurangi terdiri dari 15 BBTUD dari Natuna dan 16 BBTUD dari Sumatera.
01:10Angka ini setara sekitar 8% dari total ekspor gas pipa ke Singapura.
01:17Bahlil menegaskan pengurangan tersebut masih dalam batas kontrak dan belum melanggar kesepakatan pasokan.
01:25Saran Bapak Presiden Prabowo, negara kita adalah negara yang menghargai kontrak, aturan.
01:37Jadi jangan ajarin Indonesia terhadap komitmen untuk menjaga menghargai kontrak.
01:46Pemerintah Indonesia sangat menghargai aturan, apalagi menteri SDM-nya.
01:54Sangat menghargai aturan sekali.
01:56Tapi saya juga minta, jangan di saat bersamaan kalian minta menghargai,
02:02susah meminta dihargai.
02:05Senang mengolok-olok negara lain, gimana itu?
02:07Jadi disinilah asas kebersamaan kita.
02:13Jadi kita harus equity treatment.
02:17Indonesia ini terlalu baik.
02:21Terlalu baik.
02:24Menghargai kontrak,
02:27tapi hargai juga dong hubungan bersama antar negara.
02:30Harus sama-sama menghargai.
02:34Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD
02:38atau miliaran British Thermal Unit per hari.
02:42Kebijakan ini mencakup pengurangan pasokan gas dari Natuna sebesar 15 BBTUD
02:47serta dari Sumatera sebesar 16 BBTUD.
02:50Langkah ini menjadi bagian dari pengaturan pasokan gas nasional.
02:54Pemangkasan ekspor diharapkan dapat memberi ruang lebih besar
02:58bagi pemenuhan kebutuhan gas di dalam negeri.
03:08Kebutuhan gas Singapura tercatat lebih dari 1000 BBTUD per hari.
03:14Gas menjadi salah satu sumber energi penting bagi Singapura,
03:18terutama untuk pembangkitan listrik.
03:20Dengan kebutuhan yang besar,
03:22pasokan gas dari negara lain, termasuk Indonesia,
03:25menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan energi Singapura.
03:33Kementerian SDM menyebut realisasi ekspor gas Indonesia ke Singapura
03:38baru dipangkas sekitar 8 persen.
03:40Sementara itu, pengurangan di atas 10 persen
03:44disebut dapat melanggar ketentuan kontrak yang berlaku.
03:47Kondisi ini menunjukkan pemangkasan ekspor gas
03:49tidak bisa dilakukan sembarangan
03:52karena harus mempertimbangkan komitmen kontrak dengan Singapura,
03:55sekaligus kebutuhan gas di dalam negeri.
04:02Pasokan gas yang semula diekspor ke Singapura
04:05kini dialihkan untuk memenuhi kebutuhan di Batam.
04:09Penyaluran gas dilakukan melalui
04:11Pipa West Natuna Transportation System
04:14atau WNTS menuju Pulau Pemping hingga Batam,
04:19termasuk melalui jaringan Pipa PLN Batam.
04:22Selain itu, penyaluran gas juga memanfaatkan
04:25Pipa Transportasi Gas Indonesia
04:27atau TGI, perusahaan patungan PGN dan Medco LNG.
04:32Langkah ini menjadi upaya pemerintah
04:34mengoptimalkan pemanfaatan gas
04:35untuk kebutuhan energi di dalam negeri.
04:44Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan bilang
04:48kedua negara adalah mitra lama dalam banyak hal.
04:50Perbedaan pendapat diselesaikan dengan solusi yang konstruktif.
04:56Singapura dan Indonesia adalah tetangga dekat dan mitra lama.
05:05Hubungan kita dibangun atas dasar percaya,
05:11saling hormat, dan kerjasama yang saling bermanfaat.
05:17Saya telah melakukan pertemuan dan dialog yang konstruktif
05:23dan tulus dengan part data.
05:27Tentu saja, sebagai tetangga,
05:30kadang-kadang kita ada berbeza pendapat.
05:36Namun, yang paling penting adalah bagaimana kita fahami
05:41perbedaan dan atasi tantangan bersama.
05:48Indonesia mulai memangkas ekspor gas ke Singapura
05:51sebesar 31 BBTUD dengan alasan memenuhi kebutuhan domestik
05:55dan pemeliharaan fasilitas.
05:57Namun, kebijakan ini memunculkan pertanyaan
05:59soal risiko kontrak, kepastian hukum,
06:01hingga dampaknya terhadap hubungan dagang
06:03dan investasi kedua negara.
06:05Kita bahas bersama Kepala Kajian Sektor Energi Indef,
06:08Abra Talatov.
06:09Selamat pagi, Mas Abra.
06:11Selamat pagi, Mbak.
06:12Oke, Mas Abra, kalau melihat porsinya,
06:15ini kan gas Indonesia menyokong porsi vital energi Singapura.
06:17Seberapa besar pengurangan 31 BBTUD ini
06:20berpotensi mengguncang hubungan bilateral kedua negara?
06:28Iya, jadi memang rencana pemerintah
06:31untuk melakukan adanya realokasi pasokan gas
06:35dari Singapura ke Indonesia, ke dalam negeri,
06:38memang ini perlu dibaca secara jernih ya.
06:42Karena narasi yang berkembang ini kan
06:45berberengan dengan adanya
06:49statement yang saling terlempar mengenai kasus Karhutla.
06:55Nah, ini juga artinya ada kesan
06:58yang menunjukkan bahwa
07:00kebijakan pemerintah ini
07:02apakah motifnya memang semata-mata
07:06untuk meningkatkan pasokan di dalam negeri
07:11untuk kebutuhan industrialisasi
07:13atau memang ini adalah sikap reaktif
07:16ataupun narasi politik
07:18yang muncul ya karena memang
07:24proses penanganan terhadap beberapa permasalahan
07:26di dalam negeri termasuk dengan isu Karhutla.
07:28Itu yang pertama.
07:28Yang kedua, dalam konteks tadi
07:30pemangkasan sekitar 8 persen
07:37pasokan gas ke Singapura
07:40saya pikir ini juga
07:43bisa di, apa namanya,
07:45di justifikasi baik secara kontrak
07:47maupun secara operasional
07:48dapat diserap langsung oleh industri di dalam negeri.
07:51Karena meskipun mungkin dari sisi angka
07:53dan ini ada dispute juga dari sisi pemerintah
07:54mengatakan ada pemangkasannya 8 persen
07:56dari pemerintah Singapura
07:57menyatakan 2 persen.
07:59Karena faktanya memang
08:0145 persen kebutuhan
08:04sektor kelistrikan di Singapura
08:06berasal dari gas
08:07gas bumi
08:09kemudian 57 persennya dari
08:12LNG
08:13dan dari 45 persen itu
08:15memang berasal dari Indonesia
08:16dan dari Malaysia.
08:18Memang posisi tawar kita
08:19memang cukup besar.
08:20Artinya memang
08:20pemerintah ya
08:22khususnya kementerian SDM
08:23memang menunjukkan
08:24bagaimana posisi tawar kita
08:26yang tinggi dalam sektor energi
08:28kepada pemerintah Singapura.
08:29Tapi perlu dilihat juga
08:32bahwa
08:33banyak risiko-risiko lain
08:35yang juga perlu dicermati
08:37ketika
08:37stabilitas
08:38hubungan antara
08:39Indonesia dengan Singapura
08:41yang selama ini sudah terjadi dengan baik
08:42ini bisa
08:43menjadi presiden
08:45yang negatif ya
08:45terhadap citra
08:47baik dari sisi investasi
08:49maupun perdagangan ke Indonesia.
08:50Apalagi kita tahu bahwa
08:51Singapura termasuk
08:53salah satu negara mitra
08:55utama dalam hal
08:56perdagangan dan investasi.
08:57Tahun lalu misalnya
08:58investasi Singapura di Indonesia
09:00itu kurang lebih
09:01pangsanya sekitar 30%.
09:03Kemudian juga
09:04dari sisi perdagangan
09:05eksper
09:06perdagangan kita ke Singapura
09:08itu pangsanya sekitar
09:094,5%.
09:10Artinya memang cukup signifikan
09:11hubungan
09:12ekonomi antara Indonesia
09:13dengan Singapura.
09:14Oke bisa dikatakan
09:16sebetulnya
09:17posisi tawar Indonesia
09:18tadi juga Mas Abra
09:19katakan itu besar
09:20dan ya ada hubungan
09:21saling menguntungan di sana
09:22tetapi yang perlu dijelaskan
09:24adalah soal
09:24apa sih sebetulnya
09:25dibalik dari pengurangan tersebut.
09:27Nah berarti
09:27begini Mas Abra
09:28dengan resiko gangguan
09:30pasokan di Singapura
09:31mungkin gak sih
09:32tadi
09:32kalau Mas Abra bilang
09:33ada balasan
09:34atau retaliasi ekonomi
09:35dari Singapura
09:36terhadap investasi
09:37dan perdagangan Indonesia
09:37seberapa besar
09:38ini akan berdampak
09:39pada hubungan keduanya.
09:40Termasuk juga bagaimana
09:41pasokan BBM
09:42karena kan salah satu
09:43yang mengimbor BBM
09:44ke Indonesia
09:45ini adalah dari Singapura.
09:49Ya betul Pak
09:50memang itu akan
09:51menjadi resiko
09:52jangka menengah
09:53artinya kan ini
09:53dalam jangka pendek
09:54pemerintah tentu
09:55perlu me-exercise juga
09:57realokasi pasokan
09:58gas ke Singapura ini
10:00apakah memang
10:01pertama secara kontrak
10:02tidak melanggar
10:03ya karena itu juga
10:04akan menjadi
10:06reputasi terhadap
10:08Indonesia sendiri
10:09artinya bukan hanya
10:10dalam konteks
10:11di sektor energi
10:13karena ketika
10:14itu melanggar kontrak
10:16itu juga akan dibaca
10:17sebagai ketidakpastian
10:18investasi di Indonesia
10:19artinya ini akan
10:19merembet ke area
10:20ataupun sektor yang lain
10:21bukan hanya di sektor energi
10:23kemudian yang kedua
10:25ancaman retaliasi itu
10:26bisa dilakukan secara langsung
10:27artinya
10:29pemerintah
10:32Singapura
10:33juga bisa melakukan
10:34apa namanya
10:37balasan ya
10:38untuk beberapa
10:39sektor lain
10:39misalkan dari saya katakan
10:40investasi dan juga
10:41perdagangan
10:43yang kedua
10:43juga
10:44secara tidak langsung
10:46ya ini juga akan
10:46mempengaruhi bagaimana
10:47persepsi investor global
10:48terhadap
10:49konsistensi pemerintah Indonesia
10:51dalam menjaga
10:51kesucian kontrak
10:53apalagi ini kita tahu
10:54sekarang kan
10:54tekanan terhadap
10:56makroekonomi kita
10:57khususnya dari sisi
10:57nilai tukar rupiah
10:58kemudian juga dari sisi
10:59apa
11:00kasar modal
11:01itu juga masih
11:02menghadapi tekanan
11:03artinya ini juga
11:04jangan sampai
11:05persoalan
11:06mengenai
11:07apa
11:08bisnis
11:09bisnis
11:09yang selama ini
11:10sudah terjalin
11:11ya di sektor energi ini
11:13ini mengganggu
11:14ataupun
11:14memperkeruh
11:15apa namanya
11:17reputasi
11:18ekonomi makro kita
11:20di mata
11:21internasional gitu
11:22Pak
11:22oke selain reputasi
11:23juga kita harapkan
11:24tidak terlalu banyak
11:25mudorotnya gitu
11:25bagi negara kita
11:26termasuk juga
11:27karena PM Singapura
11:28ini sempat menyentil
11:29soal semua pihak
11:30harus bisa menepati
11:31komitmen
11:31tapi kita lanjutkan
11:32nanti Mas Abra
11:33dan Saudara tetap bersama kami
11:34di Kompas Bisnis
11:47Saudara kembali
11:49menyaksikan Kompas Bisnis
11:50dan kita akan
11:50melanjutkan perbincangan
11:51bersama dengan
11:52Kepala Kajian Sektor Energi
11:53Indef Abra
11:54Taltof Mas Abra
11:54kita lanjutkan kembali
11:55tadi sempat disinggung
11:56soal bagaimana
11:57kalau kita ingat
11:57PM Singapura
11:58Laura Swong
11:59nyentil soal
12:00semua pihak
12:01harus menepati
12:01komitmen
12:02nah meskipun demikian
12:03ini kan
12:04bahwa mengklaim
12:05angka 8%
12:06itu aman dari
12:07one prestasi
12:08tapi bisa gak
12:09posisi Indonesia ini
12:10digugat melanggar
12:11kontrak jual beli gas
12:12internasional
12:13iya mbak
12:14jadi memang
12:15pemerintah memang
12:16harus juga
12:19menyampaikan
12:20data
12:20secara
12:21utuh
12:22secara terbuka
12:23sebetulnya
12:248% itu
12:27apa yang setara
12:28dengan 31
12:29BBTUD itu
12:30apakah memang
12:33realokasinya
12:33di luar yang kontrak
12:35atau memang
12:35di dalam kontrak
12:36karena ini kan juga
12:37yang masih simpang siur
12:38kemudian yang kedua
12:40adalah
12:40apakah memang
12:42realokasi ini
12:43murni karena
12:43adanya kebutuhan
12:45yang mendesak
12:46yang dibutuhkan
12:47untuk kebutuhan
12:48industri dalam negeri
12:48baik untuk pembangkit
12:49maupun industri manufaktur
12:51atau memang
12:51ada persoalan lain
12:53misalnya ada
12:54gangguan di
12:55sisi hulu
12:56gas
12:56nah itu kan
12:57yang tentunya
12:59kita semua
13:00belum tahu nih
13:00apa persoalan
13:01yang berdasar
13:02kenapa terjadi
13:03pengurangan
13:04ataupun
13:04pemangkasan
13:05kuota
13:06ataupun
13:06lokasi ke
13:08Singapura tadi
13:08jadi
13:09saya melihat
13:10itu yang perlu
13:11di
13:13informasikan
13:14secara
13:14jelas
13:15secara transparan
13:16supaya tadi
13:17tidak terjadi
13:17mispersepsi
13:19di dalam kacamata
13:20investor terhadap
13:21komitmen Indonesia
13:22dalam menjaga
13:23kontrak
13:24perdagangan kita
13:25itu yang pertama
13:26yang kedua
13:27dalam sisi
13:29mungkin kita
13:29juga ingin
13:30menangkap
13:31apa
13:32motif
13:33ataupun latar belakang
13:34kenapa
13:35pemerintah
13:36punya
13:36cara pandang
13:37untuk
13:38memprioritaskan
13:40kebutuhan gas
13:41di dalam negeri
13:42untuk mendukung
13:44industri
13:45ataupun
13:46kebutuhan
13:46sektor-sektor
13:47pembangkit
13:48di Indonesia
13:49karena
13:49kita tahu juga
13:50kita juga
13:52menyadari
13:53masih ada
13:53tekanan
13:55ataupun masalah
13:56dalam
13:57menyiapkan
13:58keandalan
13:59sektor
13:59kelistrikan kita
14:00ataupun
14:00juga
14:01industri
14:01manufaktur
14:02kita juga
14:02dalam beberapa
14:03waktu belakangan
14:04juga
14:04banyak yang
14:05mengeluh
14:06terhadap
14:06adanya
14:07pasokan gas
14:08yang memang
14:09ada keterbatasan
14:10dan
14:11momentum
14:12untuk
14:12memperkuat
14:13atau
14:14memprioritaskan
14:15pasokan gas
14:17hulu
14:17untuk kebutuhan
14:18dalam negeri
14:19memang bisa dipahami
14:20tetapi
14:20memang narasi
14:21yang muncul ini
14:22momentumnya tidak tepat
14:23jadi ada kesan
14:25bahwa
14:25ini menjadi
14:26bergaining
14:27politik
14:28luar negeri kita
14:29dalam beberapa
14:30masalah yang memang
14:31tidak bisa kita atasi
14:32atau kita jelaskan
14:33secara
14:33sejar-cir nih
14:35ke
14:36negara-negara lain
14:37negara-negara tetangga kita
14:39jadi saya pikir
14:40dalam hal
14:41negoisasi
14:42ataupun
14:43pembaruan kontrak
14:44itu sesuatu yang normal
14:45yang lumrah
14:46apalagi kita tahu juga
14:47kontrak
14:48gas bumi kita
14:49ke Singapura
14:50juga akan berakhir
14:51di akhir tahun
14:522028
14:52jadi
14:52kalau itu memang
14:54dibaca sebagai
14:55kepentingan untuk
14:56menjaga
14:57posisi tawar kita
14:58untuk melakukan
14:59renegosiasi
15:00itu harusnya kan dilakukan
15:01di
15:03balik layar
15:04artinya tidak perlu
15:05sampai
15:05menjadi narasi politik
15:07yang ini
15:07justru menjadikan
15:10sentimen yang negatif
15:11bagi kedua
15:12belakang
15:12termasuk juga
15:13yang kita sayangkan
15:14ini menjadi
15:16menciptakan
15:19keributan
15:19ataupun konflik
15:20di level
15:21masyarakat
15:22masyarakat antara
15:23dua negara
15:24jadi bukan hanya
15:24di level elit
15:25ataupun
15:25pemerintah
15:26tapi juga sampai
15:27ke akar rumput
15:27ke masyarakat
15:28dan masyarakat
15:29tidak paham
15:30apa duduk
15:31masalah dari
15:31persoalan gas
15:32yang sedang kita
15:33hadapi saat ini
15:33meskipun
15:34klaim depan
15:35pemerintah tetap
15:35ini murni
15:36langkah penataan
15:37dan juga
15:37evaluasi kementerian
15:38SDM
15:39tapi Mas Abra
15:40kalau dilihat
15:40dari catatan Mas Abra
15:41sebenarnya
15:42seberapa mendesak
15:42gas ekspor
15:44ke Singapura ini
15:45dialihkan ke
15:45dalam negeri
15:47murni ketahanan energi
15:48atau sekedar
15:48proteksionisme
15:50industri domestik
15:52ya ini memang
15:53dilema ya
15:54buat pemerintah
15:55di satu sisi
15:55ada persoalan serius
15:57ya mengenai
15:58kebutuhan
15:58gas bumi
16:00untuk kebutuhan
16:00di dalam negeri
16:01karena memang
16:01faktanya
16:02ya untuk sektor-sektor
16:03strategis
16:04misalkan sektor
16:04ketenagalistikan
16:05dan juga sektor
16:06industri manufaktur
16:07memang mengeluh
16:08adanya
16:09kebutuhan
16:10untuk tambahan
16:11pasokan gas
16:12di sisi ulu
16:13dan sebetulnya
16:14arah pemerintah
16:15untuk memperletaskan
16:16pasokan gas
16:17untuk dalam negeri
16:17sudah tercermin
16:19ya dengan
16:20pangsa
16:21pemanfaatan gas
16:22kita di tahun lalu
16:23itu 69%
16:24untuk domestik
16:2531%
16:27untuk ekspor
16:27sudah tercermin
16:28jadi
16:2830% untuk ekspor
16:30itu dan ketika
16:30pemerintah memang
16:31punya intensi
16:32untuk lebih banyak
16:34mengalokasikan
16:35pangsa
16:35pasokan gas
16:36untuk domestik
16:37itu juga harus dilakukan
16:38dengan kebijakan
16:38yang terencana
16:40yang terukur
16:41dan juga dengan
16:42tentunya narasi
16:43ataupun komunikasi
16:44yang baik
16:45yang positif
16:46terhadap
16:46negara-negara mitra
16:49ekonomi kita
16:50jangan juga menimbulkan
16:51kesan tidak baik
16:52saya pikir itu menjadi
16:53hal yang penting
16:54dan saya yakin
16:55negara-negara mitra
16:56juga bisa memahami
16:57adanya
16:58kebutuhan
16:59mendesak
16:59ataupun prioritas
17:00pasokan gas
17:01hulu kita
17:02untuk kebuatan
17:02dalam negeri
17:03tetapi memang
17:03caranya memang
17:04harus dilakukan
17:05dengan cara yang baik
17:06jangan sampai
17:07nanti ini menjadi
17:08presiden yang buruk
17:09menciptakan
17:10sentimen negatif
17:10dan tadi yang paling
17:11kita khawatirkan adalah
17:12adanya
17:13retaliasi dalam bentuk
17:14apapun ya
17:15nah itu kan
17:15retaliasi itu
17:16mungkin juga tidak perlu
17:17sampai disampaikan
17:18secara gamblang
17:19oleh negara mitra
17:20mereka bisa
17:21secara
17:22apa namanya
17:22di balik layar
17:24di underground
17:26mereka bisa melakukan
17:26retaliasi secara langsung
17:27berarti bisa
17:28berpotensi blunder kah
17:29terhadap kepercayaan
17:30investor global
17:31Mas Abrah
17:32ya
17:33sangat berisiko
17:35sangat berpotensi
17:36untuk bisa
17:36menimbulkan
17:37apa namanya
17:38resiko negatif
17:39terhadap
17:39ekonomi kita
17:40dalam berbagai hal
17:41dari aspek makro
17:42dari aspek mikronya
17:43industri
17:44perdagangan
17:44investasi
17:45dan lain sebagainya
17:46cuma kan
17:46pemerintah
17:48harus bisa
17:48memitigasi juga
17:49ketika ada
17:50apa namanya
17:51resiko negatif
17:52terhadap
17:52sentimen
17:53apa namanya
17:55sentimen
17:55ekonomi kita
17:56gitu Mbak
17:57oke
17:57dibalik narasi
17:58untuk memastikan
18:00pasokan gas domestik
18:01tapi apakah
18:02pipa nasional ini
18:03benar-benar siap
18:04menyerap pengalian
18:0431 BBTUD ini
18:06Mas Abrah
18:07tanpa adanya
18:07pasokan yang terbuang
18:09ya saya melihat
18:10bahwa secara operasional
18:11sebetulnya
18:12ketika pemerintah
18:13merencanakan
18:14untuk melakukan
18:14realokasi
18:15pasokan ke dalam negeri
18:17ya tentu juga
18:18pasti sudah ada
18:18assessment
18:19ada apa
18:20kajian
18:20kebutuhan domestik
18:22yang tadi saya katakan
18:23besar
18:23dan juga secara
18:24infrastruktur memang
18:25sudah siap
18:25digunakan
18:26dimenapatkan
18:26untuk kebutuhan
18:27di dalam negeri
18:28saya pikir
18:28secara teknis
18:29operasional
18:30itu dimungkinkan
18:31untuk diserap
18:32di dalam negeri
18:32mungkin kalau
18:33pertanyaan besarnya
18:34ketika
18:34dalam jangka menengah
18:36nanti
18:36ketika ada
18:37realokasi
18:37besar-besaran
18:38ya khususnya terkait
18:39dengan kontrak
18:40yang akan habis
18:41di tahun 2008
18:41nah pertanyaannya
18:43apakah nanti
18:43sumber pasokan gas
18:45dari Natuna tadi
18:47itu juga bisa diserap
18:48untuk kebutuhan
18:49di wilayah lain
18:51khususnya di Pulau Jawa
18:52ini kan juga
18:52perlu
18:53apa namanya
18:55pekerjaan
18:55lanjutan
18:56ya terkait
18:57dengan infrastruktur
18:57untuk
18:58regasifikasi
18:59untuk mengalirkan gas
19:01dari sumber
19:02gas
19:03sampai ke
19:03pusat-pusat
19:05permintaan gas
19:06itu juga
19:07menjadi hal yang
19:08tersendiri
19:08Mbak
19:09mungkin
19:10PM jangka menengah
19:11Mas Abra
19:13menarik soal
19:13bagaimana kita melihat
19:14bagaimana
19:14PM Lawrence Wong
19:15ini ngatakan
19:16ada antisipasi
19:17soal bangun
19:18terminal gas
19:18alam cair
19:19supaya bisa
19:19impor
19:20dari berbagai
19:21negara
19:21tanpa bergantung
19:22sama jalur pipa
19:23dengan adanya
19:23pembatasan ini
19:24tapi kalau di Indonesia
19:25sendiri langkah
19:26konkret apa
19:26yang bisa disiapkan
19:27pemerintah
19:27supaya
19:28sengketa gas ini
19:29jangan sampai
19:29merembet dan juga
19:30merusak
19:31proyek investasi
19:32strategi Singapura
19:33lainnya di Indonesia
19:34ya betul
19:36memang
19:36apa statement
19:38balasan dari
19:39Singapura
19:39yang mengatakan
19:40bahwa mereka
19:41cukup
19:42confidence bahwa
19:43apapun keputusan
19:44yang akan diambil
19:45pemerintah Indonesia
19:45mereka sudah
19:46siap memitigasi
19:48resiko-resiko tersebut
19:49termasuk tadi
19:50misalnya
19:51ketika ada
19:51relokasi pasukan gas
19:53dalam jangka pendek
19:53maupun dalam jangka
19:54menengah panjang
19:55tercermin tadi
19:56saya katakan
19:57bahwa
19:57porsi
19:58kebutuhan
19:59impor gas
20:00Singapura
20:0057% itu
20:02dari LNG
20:03dan mereka
20:03melakukan
20:04diversifikasi
20:04dari negara-negara lain
20:05itu menunjukkan
20:06memang mereka
20:07relokasi
20:08siap
20:08untuk
20:09memitigasi
20:10resiko
20:10adanya
20:10gangguan
20:11atau penadanya
20:12pengurangan pasokan
20:13dari Indonesia
20:13nah
20:14pertanyaan berikutnya
20:15kan ke kita
20:15ketika kita
20:16memutuskan
20:17ya nantinya
20:18akan melakukan
20:19relokasi
20:20dari yang mungkin
20:21sekarang masih
20:21relatif kecil
20:22sampai mungkin
20:23porsinya nanti besar
20:24nah itu
20:25sejauh mana
20:26memang
20:26penelanfaatan tadi
20:27bisa betul-betul
20:28mendukung
20:30kebutuhan
20:30industri manufaktur
20:31kita
20:32kan kebutuhan
20:32industri manufaktur
20:33juga sangat
20:33terkaitannya
20:34dengan bagaimana
20:35investasi
20:36tadi masuk
20:36ya kemudian
20:37juga kebutuhan
20:38untuk
20:39infrastruktur
20:40pendukung
20:41untuk menyalurkan
20:42gas
20:42dari sumber-sumber
20:43pasok
20:43hulu gas
20:44tadi
20:44sampai ke
20:45kawasan industri
20:46misalnya
20:46nah itu kan
20:47perlu direncanakan
20:48dengan matang
20:49dengan baik
20:49jangan sampai nanti
20:50ya
20:51misalnya terjadi
20:52pemangkasan gas
20:54secara
20:54ekstrim
20:55kemudian
20:57permintaan di dalam negeri
20:58tidak mampu menyerap
20:59secara cepat juga
21:00sehingga terjadi
21:00pasokan yang idle
21:02itu juga akan menjadi
21:03kerugian
21:03dan
21:05efek
21:05langsungnya yang paling terasa
21:07adalah ketika kita
21:08mengurangi
21:08ekspor gas kita
21:10tentu
21:10dari sisi
21:11nilai perdagangan kita
21:13akan berkurang
21:13kemudian juga
21:14potensi penerimaan
21:15defisi kita juga
21:16akan berkurang
21:16nah memang
21:17kita harus menghitung
21:18secara
21:20komprehensif
21:21dari sisi positif
21:22yang kita dapatkan
21:22ketika kita bisa
21:23mampu melakukan
21:24realokasi
21:24pasukan gas
21:25ke dalam negeri
21:25adalah
21:26pertama kita
21:26terpotensi mengurangi
21:28importasi
21:29ABBN
21:30kemudian
21:31yang kedua
21:32juga
21:33bagaimana
21:34industri
21:34manufaktur ini
21:35akan bisa tergurung
21:36secara lebih
21:37masif lagi
21:38sehingga target
21:39pemerintah untuk
21:40pertumbuhan ekonomi tinggi
21:41juga bisa dicapai
21:42jadi memang secara net
21:43perlu ditalkulasi
21:44antara
21:45kita memilih
21:46untuk mengurangi
21:47pasukan gas
21:48keluar negeri
21:48dengan manfaat
21:49ekonomi
21:49kita dapatkan
21:50baik manfaat
21:52yang langsung
21:52dirasakan oleh
21:52pengguna
21:53yaitu industri
21:54manufaktur
21:55dan yang kedua
21:56juga manfaat
21:56dari adanya
21:57potensi penghematan
21:58subsidi
21:58baik subsidi
22:00buat
22:00BBN
22:01maupun subsidi
22:02listrik
22:02ketika nanti
22:03pasukan gas
22:03memang bisa
22:04dimanfaatkan
22:05secara optimal
22:05untuk kebutuhan
22:06di dalam negeri
22:06oke
22:07hitung-hitungnya harus
22:08tepat
22:08karena
22:08ya itu tadi
22:09Singapura
22:09sudah bisa siap-siap
22:10dengan bagaimana
22:11apa
22:12antisipasi yang dilakukan
22:13Indonesia
22:13tapi Indonesia
22:14juga harus bisa siap
22:15karena tadi ada resiko juga
22:16termasuk juga bagaimana
22:17defisit dagang
22:18jangan sampai
22:18ini jadi bulunder
22:19karena Indonesia
22:20mau menunjukkan
22:20taringnya
22:21soal bagaimana
22:22pasukan gas
22:23tetapi juga
22:23harus memikirkan
22:24bagaimana hubungan
22:25antara Indonesia
22:25dengan Singapura
22:26jadi mitra dagang
22:27yang strategis
22:28terima kasih
22:28Kepala Kajian
22:29Sektor Energi Indef
22:31Mas Abra Talatov
22:32sudah bersama di
22:32Kompas Bisnis
22:35Terima kasih Mbak

Dianjurkan