Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 12 menit yang lalu
Temukan Saldo Rekening Fiktif hingga Ratusan Miliar, Sudaryono Tegaskan Pengelolaan Anggaran MBG Bukan Main-Main

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono melontarkan sindiran keras terkait kebijakan kepemimpinan terdahulu yang dinilainya telah memboroskan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan menohok tersebut disampaikan dalam forum TRANSFORMASI MBG 2.0 yang digelar pada 29 Oktober 2026. Ia mengungkapkan adanya aturan lama yang menetapkan biaya tambahan (add-cost) operasional dapur secara tidak wajar, hingga membongkar keberadaan saldo rekening fiktif senilai hampir Rp500 miliar pada dapur yang bahkan belum beroperasi.

Sudaryono menegaskan bahwa tindakan tersebut sangat tidak dapat diterima karena menghabiskan APBN hanya untuk biaya operasional alih-alih porsi makanan anak. Guna menghentikan kebocoran anggaran tersebut, BGN langsung menerbitkan aturan baru yang membatasi biaya operasional maksimal Rp3.000 per porsi. Melalui langkah penyisiran ketat serta pengembalian dana temuan BPK ke kas negara, BGN memastikan setiap rupiah uang rakyat harus dipertanggungjawabkan secara transparan.

#SudaryonoBongkarRekeningFiktifMBG #SaldoFiktifDiBGNHampir500Miliar

Creative/Video Editor: Aqila/Michael
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Nah, yang kedua adalah efisiensi dana operasional dapur.
00:05Saya jelaskan lagi, 10.000 bahan baku, 2.000 adalah insentif,
00:11sudah kami kembalikan dari 6 juta jadi 2.000, sudah fine.
00:14Ternyata kami cek lagi, yang 3.000 itu ternyata pimpinan lama bikin aturannya 3.000 at cost.
00:24Artinya 3.000 plus sewa ini, plus ini, plus label, plus macam-macam, dia claim semua.
00:33Itu ternyata enggak 3.000, rata-rata di 4.500 sampai 5.000 ternyata, pemborosan lagi.
00:42Maka hari ini, hari ini tadi pagi saya sudah taken aturan baru untuk dana operasional itu adalah up to maksimal
00:523.000.
00:53Jadi tidak boleh lebih dari 3.000.
00:55Maka selisihnya, dikalikan dengan sisa hari sampai dengan akhir tahun,
01:01dikalikan jumlah yang kita kasih makan, maka penghematannya sekitar 3 triliun lagi kita bisa hemat lagi.
01:09Saya pikir-pikir ya, ini kayak mungkin dulu dipikir uang nenek dia kali ya.
01:13Enggak ngerti juga ini.
01:16Sehingga kalau diterus-teruskan Bapak-Ibu semua,
01:19ini ABBN habis untuk operasional bukan untuk nasi, bukan untuk menunya.
01:23Ini unacceptable, harus dihentikan.
01:26Kemudian tadi disampaikan saldo fee efektif tadi,
01:30dia dapurnya belum beroperasi, tapi sudah ada rekeningnya sama pimpinan lama diisi.
01:35Totalnya adalah sekitar 414 atau kira-kira hampir 500 miliar atau setengah triliun.
01:41Jadi total yang kita efisiensi dari uang rakyat adalah dalam waktu 100 hari ini,
01:47kami telah mengefisiensi uang rakyat, totalnya adalah 44 triliun.
01:54Apakah kami hentikan?
01:56Kami terus kami sisir.
01:58Terakhir kami temukan kemarin beberapa temuan BPK,
02:02ditambah temuan BPK, kemudian rekomendasi BPKAP,
02:06termasuk temuan-teman kami juga,
02:07kami juga telah mengembalikan tambahan 160 miliar anggaran ABBN
02:13yang kemudian menjadi temuan-teman itu kami kembalikan ke kasnegara.
02:17Jadi setiap rupiah ini adalah uang rakyat yang harus bisa dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya.
02:24Nah ini beberapa berita saja,
02:28yaitu yang paling kanan ya,
02:30kembalikan 160 miliar ke kasnegara,
02:33tindak lanjuti temuan BPK dan BPKAP dan lain-lain itu.
02:37Ini terus kita sisir lagi,
02:39karena ini bukan uang nenek saya,
02:41ini adalah uang rakyat yang harus dengan betul-betul bisa dipertanggungjawabkan.
02:47Terima kasih.

Dianjurkan