Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
PAPUA, KOMPAS.TV Tenun Terfo merupakan kain tradisional masyarakat Suku Sobey di Kabupaten Sarmi, Papua. Kain ini dibuat menggunakan serat alami tumbuhan, terutama daun muda pohon nibung. Bagi masyarakat Suku Sobey, Tenun Terfo bukan sekadar kain, tetapi juga bagian dari identitas dan warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Namun, seiring perkembangan zaman, minat generasi muda untuk membuat Tenun Terfo mulai berkurang. Marina Dimara, siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas 42 Sarmi, berupaya menjaga tradisi tersebut dengan rutin menenun dan mengajarkan keterampilan itu kepada teman-temannya.

Inisiatif Marina mendapat dukungan dari pihak sekolah yang menyediakan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan mengenal budaya lokal. Upaya ini diharapkan dapat menjaga keberlangsungan Tenun Terfo agar terus dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

#tenunterfo #suku sobey #sarmi #papua #budayaindonesia #kompastv

Baca Juga Kemensos Rekrut 13.000 SDM untuk Operasional Sekolah Rakyat, Seleksi Dibuka Tiap Tahun di https://www.kompas.tv/info-publik/698708/kemensos-rekrut-13-000-sdm-untuk-operasional-sekolah-rakyat-seleksi-dibuka-tiap-tahun

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/698965/siswi-sekolah-rakyat-di-sarmi-kenalkan-tenun-terfo-kepada-generasi-muda-jurnal-nusantara
Transkrip
00:00Saudara Tenun Terfo merupakan warisan budaya suku Sobe yang terus dijaga di Sarmi, Papua.
00:05Di tengah tantangan pelestarian tradisi, Marina Dimara, seorang siswi sekolah rakyat berupaya menghidupkan kembali minat generasi muda
00:12dengan mengajarkan keterampilan menenun kepada teman-temannya.
00:19Tenun Terfo merupakan kain tradisional masyarakat suku Sobe di Kabupaten Sarmi, Papua.
00:25Kain ini dibuat secara tradisional menggunakan serat alami tumbuhan, terutama daun muda pohon nibung.
00:32Proses pembuatannya membutuhkan ketekunan dan keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun.
00:37Bagi masyarakat suku Sobe, Tenun Terfo bukan sekedar kain,
00:41tetapi juga bagian dari identitas dan warisan budaya yang perlu dijaga keberlangsungannya.
00:47Namun seiring perkembangan zaman, pembuatan kain Tenun Terfo oleh anak muda mulai berkurang.
00:52Di tengah-tengah masyarakat, ada satu pelajar yang aktif melestarikan budaya membuat Tenun Terfo.
00:58Adalah Marina Dimara, siswi sekolah rakyat menengah atas 42 Sarmi yang rutin membuat Tenun Terfo.
01:05Bahkan ia terus berupaya membagikan pengetahuannya tentang pembuatan Tenun Terfo kepada siswa lainnya di lingkungan sekolah,
01:12agar pembuatan Tenun Terfo ini terus berkelanjutan.
01:15Marina Dimara mengaku bahwa awal membuat Tenun Terfo ini,
01:19dimulai ketika dia dan sekolahnya mengikuti pelatihan yang dilakukan oleh ibu-ibu dari suku Sobe.
01:25Ketertarikan itu membuat dia terus belajar, hingga akhirnya bisa membuat Tenun Terfo secara mandiri.
01:32Tak ingin dirinya sendiri yang mengetahui cara pembuatan Tenun Terfo,
01:35ia kemudian berbagi untuk teman-teman lainnya di sekolah.
01:38Tujuannya hanya satu, yakni ingin agar anak-anak muda Sarmi bisa melestarikan budaya dari suku Sobe.
01:46Ternyata di sekolah rakyat telah menyediakan kurikuler pembuatan Tenun Terfo.
01:53Dan di saat itu saya berpikir bahwa saya adalah apa yang saya dapat,
01:59saya ingin membagikan cara pembuatan Tenun Terfo itu.
02:02Mari teman-teman, kita menjaga kita mempunyai budaya,
02:04supaya kita mempunyai anak cucu tidak lupa akan kita punya jatuh diri.
02:09Upaya Marina mendapatkan dukungan dari pihak sekolah.
02:12Kepala SRMA 42 Sarmi, Yenita Irap, mendukung inisiatif tersebut sebagai bagian
02:18dari upaya memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal di lingkungan pendidikan.
02:23Pihak sekolah kemudian menyediakan ruang bagi siswa untuk pengembangan bakat,
02:28kreativitas, dan potensi diri termasuk melalui pelestarian budaya daerah membuat Tenun Terfo.
02:33Bagi Yenita Irap, sekolah tidak hanya menjadi ruang bagi para siswa untuk belajar
02:38melalui pelajaran akademik, tetapi juga melalui pengenalan keterampilan dan tradisi lokal.
02:44Siswa kami atas nama Marina Dimara ini adalah seorang siswi yang sudah mendapatkan pelatihan
02:49untuk mengembangkan keterampilan, membuat Tenun Terfo yang merupakan kearifan lokal daerah Sarmi.
02:55Dalam hal ini kami pihak sekolah menyiapkan semua fasilitas yang dibutuhkan oleh siswa,
03:02bahan-bahan untuk dia mempraktekkan pembuatan Tenun Terfo.
03:07Kami menyiapkan mesin, mesin yang dirangkai, kemudian bahan bakunya, benang, dan sebagainya.
03:16Dan kami memberikan dia akses untuk mendapatkan pelatihan, meningkatkan dia punya kemampuan itu.
03:22Dan juga kami memberikan informasi kepada publik bahwa di sekolah rakyat ada siswa yang berbakat dalam menenun Terfo.
03:32Upaya Marina menjadi contoh peran generasi muda dalam menjaga warisan budaya leluhur.
03:37Dengan dukungan lingkungan sekolah, pengetahuan tentang Tenun Terfo diharapkan terus dikenal,
03:43dipelajari, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
03:46Findi Rakmeni, Kompas TV, Jayapura, Papua.

Dianjurkan