00:00Saudara Tenun Terfo merupakan warisan budaya suku Sobe yang terus dijaga di Sarmi, Papua.
00:05Di tengah tantangan pelestarian tradisi, Marina Dimara, seorang siswi sekolah rakyat berupaya menghidupkan kembali minat generasi muda
00:12dengan mengajarkan keterampilan menenun kepada teman-temannya.
00:19Tenun Terfo merupakan kain tradisional masyarakat suku Sobe di Kabupaten Sarmi, Papua.
00:25Kain ini dibuat secara tradisional menggunakan serat alami tumbuhan, terutama daun muda pohon nibung.
00:32Proses pembuatannya membutuhkan ketekunan dan keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun.
00:37Bagi masyarakat suku Sobe, Tenun Terfo bukan sekedar kain,
00:41tetapi juga bagian dari identitas dan warisan budaya yang perlu dijaga keberlangsungannya.
00:47Namun seiring perkembangan zaman, pembuatan kain Tenun Terfo oleh anak muda mulai berkurang.
00:52Di tengah-tengah masyarakat, ada satu pelajar yang aktif melestarikan budaya membuat Tenun Terfo.
00:58Adalah Marina Dimara, siswi sekolah rakyat menengah atas 42 Sarmi yang rutin membuat Tenun Terfo.
01:05Bahkan ia terus berupaya membagikan pengetahuannya tentang pembuatan Tenun Terfo kepada siswa lainnya di lingkungan sekolah,
01:12agar pembuatan Tenun Terfo ini terus berkelanjutan.
01:15Marina Dimara mengaku bahwa awal membuat Tenun Terfo ini,
01:19dimulai ketika dia dan sekolahnya mengikuti pelatihan yang dilakukan oleh ibu-ibu dari suku Sobe.
01:25Ketertarikan itu membuat dia terus belajar, hingga akhirnya bisa membuat Tenun Terfo secara mandiri.
01:32Tak ingin dirinya sendiri yang mengetahui cara pembuatan Tenun Terfo,
01:35ia kemudian berbagi untuk teman-teman lainnya di sekolah.
01:38Tujuannya hanya satu, yakni ingin agar anak-anak muda Sarmi bisa melestarikan budaya dari suku Sobe.
01:46Ternyata di sekolah rakyat telah menyediakan kurikuler pembuatan Tenun Terfo.
01:53Dan di saat itu saya berpikir bahwa saya adalah apa yang saya dapat,
01:59saya ingin membagikan cara pembuatan Tenun Terfo itu.
02:02Mari teman-teman, kita menjaga kita mempunyai budaya,
02:04supaya kita mempunyai anak cucu tidak lupa akan kita punya jatuh diri.
02:09Upaya Marina mendapatkan dukungan dari pihak sekolah.
02:12Kepala SRMA 42 Sarmi, Yenita Irap, mendukung inisiatif tersebut sebagai bagian
02:18dari upaya memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal di lingkungan pendidikan.
02:23Pihak sekolah kemudian menyediakan ruang bagi siswa untuk pengembangan bakat,
02:28kreativitas, dan potensi diri termasuk melalui pelestarian budaya daerah membuat Tenun Terfo.
02:33Bagi Yenita Irap, sekolah tidak hanya menjadi ruang bagi para siswa untuk belajar
02:38melalui pelajaran akademik, tetapi juga melalui pengenalan keterampilan dan tradisi lokal.
02:44Siswa kami atas nama Marina Dimara ini adalah seorang siswi yang sudah mendapatkan pelatihan
02:49untuk mengembangkan keterampilan, membuat Tenun Terfo yang merupakan kearifan lokal daerah Sarmi.
02:55Dalam hal ini kami pihak sekolah menyiapkan semua fasilitas yang dibutuhkan oleh siswa,
03:02bahan-bahan untuk dia mempraktekkan pembuatan Tenun Terfo.
03:07Kami menyiapkan mesin, mesin yang dirangkai, kemudian bahan bakunya, benang, dan sebagainya.
03:16Dan kami memberikan dia akses untuk mendapatkan pelatihan, meningkatkan dia punya kemampuan itu.
03:22Dan juga kami memberikan informasi kepada publik bahwa di sekolah rakyat ada siswa yang berbakat dalam menenun Terfo.
03:32Upaya Marina menjadi contoh peran generasi muda dalam menjaga warisan budaya leluhur.
03:37Dengan dukungan lingkungan sekolah, pengetahuan tentang Tenun Terfo diharapkan terus dikenal,
03:43dipelajari, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
03:46Findi Rakmeni, Kompas TV, Jayapura, Papua.