Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Aksi Unjuk Rasa Berbalut Simbol Tiga Jari: Dari Jakarta hingga Kericuhan di Yogyakarta

Link terkait:
https://jogja.suara.com/read/2026/10/29/011839/kronologi-kericuhan-malioboro-usai-demo-sumpah-pemuda-massa-tak-dikenal-serang-gedung-dprd-diy

Beberapa hari terakhir, simbol acungan tiga jari kembali menghiasi ruang publik dan media sosial. Gestur memadukan ibu jari, telunjuk, dan jari tengah ini diangkat massa aksi dalam gelombang demonstrasi di berbagai daerah, termasuk Jakarta dan Yogyakarta.

Bukan sekadar aksi gaya-gayaan, simbol ini membawa pesan mendalam:
-Kebebasan, Kesetaraan, dan Persaudaraan
-Tuntutan atas penegakan hukum yang adil, pemulihan ekonomi, dan perlindungan demokrasi.

Namun, dinamika di lapangan tak terelakkan. Aksi yang berlangsung di Jakarta hingga ricuhnya unjuk rasa di Yogyakarta menjadi peringatan penting bahwa jeritan aspirasi rakyat membutuhkan ruang dialog yang jujur dan inklusif.

#demo #tigajari #jakarta #yogyakarta

Creative/Video Editor: Icha/Reiki
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Aksi unjuk rasa berbalut simbol tiga jari dari Jakarta hingga kericuhan di Yogyakarta.
00:06Beberapa hari terakhir ini, aksi mengacungkan tiga jari kembali ramai dibicarakan,
00:11baik di media sosial maupun di tengah gelombang unjuk rasa di berbagai daerah.
00:16Gestur memadukan ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah ini populer sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan.
00:24Tiga jari ini membawa pesan utama, kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan.
00:30Gerakan ini juga dimaknai sebagai tuntutan rakyat atas tiga hal mendasar,
00:35yaitu penegakan hukum yang adil, pemulihan ekonomi rakyat, serta penjagaan demokrasi.
00:41Pesan dari simbol tiga jari ini benar-benar terasa nyata saat gelombang demonstrasi
00:46memadati pusat kota Jakarta Rabu 28 Oktober 2026 kemarin.
00:52Ribuan orang dari kalangan mahasiswa, buruh, hingga aktivis berkumpul menyuarakan aspirasi mereka.
00:58Masa mendesak pemerintah dan DPR untuk segera mengesahkan RUU perempasan aset
01:04demi memberantas korupsi hingga ke akarnya.
01:08Selain itu, mereka menuntut pembatalan kebijakan ekonomi yang dinilai mencakik rakyat kecil,
01:14perbaikan tatak kelola sektor ketenaga kerjaan,
01:17serta penghentian segala bentuk kriminalisasi terhadap aktivis dan masyarakat sipil.
01:22Sambil mengacungkan tiga jari tinggi-tinggi ke udara,
01:25masa menuntut transparansi pemerintah dan penolakan terhadap kebijakan
01:30yang dinilai merugikan masyarakat kecil.
01:32Meskipun situasi di Jakarta sempat tegang,
01:35secara umum aksi berjalan relatif terkendali berkat penjagaan ketat dari pihak kepolisian
01:40dan rekayasa lalu lintas yang disiapkan.
01:44Namun, suasana berbeda dan jauh lebih panas justru terjadi di Yogyakarta.
01:49Aksi yang awalnya berlangsung damai dengan panggung orasi
01:52dan mimbar budaya perlahan mulai berubah menjadi ricuh menjelang malam.
01:58Kericuhan pecah saat beberapa kelompok masa mencoba menembus barikade pengamanan petugas.
02:04Gesekan fisik tak terhindarkan,
02:06diiringi aksi saling lempar hingga tembakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan.
02:12Akibat bentrokan tersebut,
02:14sejumlah fasilitas umum rusak dan beberapa peserta aksi maupun petugas mengalami luka-luka.
02:19Peristiwa dari Jakarta hingga Yogyakarta ini menjadi pengingat penting bagi kita semua.
02:25Simbol tiga jari yang sejatinya membawa pesan luhur tentang keadilan,
02:29kesetaraan, dan persaudaraan,
02:31jangan sampai ternodai oleh tindakan anarkis yang merugikan publik.
02:36Di saat yang sama, jeritan aspirasi masyarakat di jalanan harus direspon dengan dialog yang jujur dan terbuka oleh pemerintah.
02:45Sebab, hanya dengan komunikasi yang baik antara penguasa dan rakyat,
02:49kondisi sosial dapat kembali kondusif tanpa perlu kericuhan di jalanan.

Dianjurkan