- 2 menit yang lalu
- #bincangkita
- #suaramuda
- #demokrasi
KOMPAS.TV - Dengan gagasan yang segar, kemampuan beradaptasi dengan teknologi dan kepedulian terhadap berbagai isu masa depan, pemuda memiliki peran penting dalam menyampaikan aspirasi, mengawal kebijakan, sekaligus menjembatani parlemen dengan generasi yang semakin digital.
Di kota Bekasi, ruang partisipasi itu dapat hadir melalui dialog dan audiensi, keterlibatan dalam reses, hingga penyampaian aspirasi terkait berbagai persoalan kota. Lantas seberapa besar ruang yang sudah terbuka bagi generasi muda untuk terlibat dalam proses kebijakan?
Bagaimana DPRD memastikan suara mereka tidak hanya didengar, tetapi juga menjadi bagian dari pertimbangan dalam pengambilan keputusan?
Saksikan selengkapnya hanya di Kompas TV.
#BincangKita #suaramuda #demokrasi
Baca Juga Limfoma: Perkembangan Diagnosis dan Terapi Terkini | BINCANG KITA di https://www.kompas.tv/regional/697800/limfoma-perkembangan-diagnosis-dan-terapi-terkini-bincang-kita
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/698758/peran-pemuda-dalam-mengawal-kebijakan-dan-menyampaikan-aspirasi-bincang-kita
Di kota Bekasi, ruang partisipasi itu dapat hadir melalui dialog dan audiensi, keterlibatan dalam reses, hingga penyampaian aspirasi terkait berbagai persoalan kota. Lantas seberapa besar ruang yang sudah terbuka bagi generasi muda untuk terlibat dalam proses kebijakan?
Bagaimana DPRD memastikan suara mereka tidak hanya didengar, tetapi juga menjadi bagian dari pertimbangan dalam pengambilan keputusan?
Saksikan selengkapnya hanya di Kompas TV.
#BincangKita #suaramuda #demokrasi
Baca Juga Limfoma: Perkembangan Diagnosis dan Terapi Terkini | BINCANG KITA di https://www.kompas.tv/regional/697800/limfoma-perkembangan-diagnosis-dan-terapi-terkini-bincang-kita
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/698758/peran-pemuda-dalam-mengawal-kebijakan-dan-menyampaikan-aspirasi-bincang-kita
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:09Intro
00:16Halo Saudara, dengan gagasan yang segar serta kemampuan beradaptasi dengan teknologi,
00:21juga kepedulian terhadap berbagai isu masa depan,
00:24pemuda memiliki peran penting dalam menyampaikan aspirasi, mengawal kebijakan, sekaligus menjembatani parlemen dengan generasi yang semakin digital.
00:33Dan di kota Bekasi, ruang partisipasi itu dapat hadir melalui dialog dan juga audiensi,
00:39keterlibatan dalam reses, hingga penyampaian aspirasi terkait berbagai persoalan kota.
00:44Lantas, seberapa besar ruang yang sudah terbuka bagi generasi muda untuk terlibat dalam proses kebijakan,
00:51dan bagaimana DPRD memastikan suara mereka tidak hanya didengar,
00:55tetapi juga menjadi bagian dari pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
01:00Selama 30 menit ke depan, kita akan mengulasnya secara lengkap bersama saya, Diana Twika, hanya di Bincang Kita.
01:16Dan untuk membahasnya, sudah hadir di studio Komisi 4 DPRD Kota Bekasi,
01:23Kakak Adelia, boleh dong saya panggil kakak di sini ya?
01:26Boleh, Kakak.
01:26Karena merupakan salah seorang representasi generasi muda yang duduk di DPRD Bekasi, begitu.
01:32Nah, banyak sekali orang yang menyatakan kalau pemuda ini adalah the agent of change, pastinya setuju kan?
01:38Nah, seperti apa generasi muda ini akhirnya diberikan ruang yang cukup luas untuk menyampaikan aspirasinya di DPRD Bekasi?
01:46Oke, kalau kita ngomongin masalah pemuda sebagai agent of change ini kan sebenarnya masyarakat kita sudah tahu lah, Kak.
01:53Apalagi kalau kita membicarakan masalah soal pemuda ini, kita juga tahu kalau Indonesia ini punya bonus demografi yang cukup tinggi.
02:0168 persen hampir penduduk di Indonesia itu rata-rata memang pemuda, usia produktif di bawah 40 tahun.
02:09Apalagi kalau kita khususkan di Kota Bekasi, 58 persen penduduk Kota Bekasi, Kakak dari 2,5 juta sekian itu pemuda.
02:17Jadi kalau misalkan kita tanya, pertanyaannya adalah bagaimana pemuda di Kota Bekasi bisa menjadi agent perubahan, ya tentunya kami di
02:27DPRD ini juga kebetulan yang baru-baru ini, Kak, kita yang baru-baru satu periode ini rata-rata juga under
02:3340.
02:33Jadi memang sangat-sangat representatif dari setengah masyarakat yang ada di Kota Bekasi.
02:41Kita bisa bilang kami yang ada di DPRD, yang ada di Parlemen saat ini memang niatannya membawa suara perubahan dari
02:50masyarakat muda, kita bisa bilang seperti itu, Kak.
02:53Tapi memang apakah Anda melihat kalau generasi muda, terutama yang saat ini berada di kursi-kursi Parlemen, itu juga memiliki
03:01gagasan atau perspektif yang cukup berbeda.
03:03Terutama terkait isu-isu yang saat ini kekinian nih, atau isu-isu yang masa depan seperti ketahanan pangan, perubahan iklim,
03:10seperti itu?
03:11Kalau kita mau bilang apakah punya pandangan yang berbeda dengan generasi, mungkin kita bisa bilang misalkan baby boomer gitu ya,
03:20Itu kan balik lagi ke orangnya masing-masing, tapi yang pasti bisa saya katakan para anggota DPRD yang under 40
03:32ini lebih melek sosial media sih, Kak.
03:35Jadi memang cara kampanyenya, kempennya, cara pendekatan dengan masyarakatnya itu sangat berbeda, nggak kayak yang baby boomer zaman dulu lah,
03:44kita tahu ya caranya seperti apa.
03:45Kalau sekarang tuh ujung tombak para anggota Dewan ini sebenarnya di sosial media, jadi kalau misalkan ditanyakan apakah kami aware
03:58soal itu,
03:58kalau saya secara pribadi sih mungkin bahkan sampai disuruh berhenti, jangan terlalu berlebihan gitu ya.
04:04Tapi memang kita pengennya ketika kita ada di parlemen ini bukan cuma sekedar masyarakat saja yang kita, garis bawah kita,
04:14kita bawa suaranya,
04:15tapi juga seluruh, apa namanya, keseluruhan secara keseluruhan gitu ya, dari mulai ekosistem yang kita juga bahas gitu,
04:24terus kayak isu-isu lingkungan atau apapun itu yang memang mungkin terlewat, kalau zaman dulu mungkin kan lebih fokusnya ke
04:29bagaimana kesehatatan masyarakat saja,
04:32atau bagaimana pengembangan infrastruktur saja, tapi kalau kami saat ini memang lebih membahasnya bagaimana caranya supaya suatu kota
04:39atau kalau inkas kami ini di kota Bekasi ini bisa jadi kota yang benar-benar sejahtera dalam artian yang sesungguhnya.
04:49Iya, artinya memang kalau kita menggaris bawahi generasi muda saat ini kan memang sangat identik ya dengan penggunaan sosial media,
04:55ya begitu kan, sangat aware dengan digitalisasi, artinya memang dalam hal ini anggota Dewan atau parlemen ini juga menggait generasi
05:03muda yang ada di luar sana
05:04untuk bisa mendekatkan diri dengan parlemen gitu ya, dan juga menyampaikan informasi kinerja dari DPRD kepada masyarakat melalui media sosial
05:12seperti itu.
05:13Benar banget Kak, karena gini, kita tuh bahkan sekarang ini lebih gampang dapat informasi yang ada terjadi di lapangan itu
05:21dari sosial media,
05:21instead of misalkan kalau jaman dulu kan mungkin harus ketemu dulu atau apa dulu, sekarang dari sosial media.
05:26Kita ngeliat ada contoh seperti beberapa bulan lalu longsor di Bantar Gebang, karena kebetulan saya DAPIL-nya DAPIL Bantar Gebang
05:33juga,
05:33DAPIL 3 di kota Bekasi, kita taunya ala-ala justru dari sosial media, karena kan sekarang semua orang bisa mengakses
05:40itu dengan mudah gitu,
05:41jadi ada platform itu memudahkan sih sebenarnya.
05:44Dan memang akhirnya terbangun kedekatan ya, antara parlemen dan juga masyarakat terutama generasi muda begitu ya.
05:49Betul, jadi mereka tuh nggak perlu capek-capek, misalkan kayak mau tahu orangnya nih harus ketemu ngobrol itu bisa,
05:55misalkan kita live TikTok atau live Instagram atau bahkan mungkin dari kita live, karena Youtube juga sekarang sudah bisa live
06:01kan,
06:02jadi dari itu, jadi terbangun koneksinya tuh malah justru menurut saya sekarang lebih dari sosial media sih,
06:08karena kan waktu juga kan ya Kak masalahnya ya, seperti itu sih.
06:12Jadi memang menurut aku secara perspektif pribadi, sosial media adalah jalan ninja ku Kak, gitu.
06:18Oke, nah ini menarik sekali, karena kalau ngeliat Kak Adelia ini salah satu gitu ya, dari generasi muda yang ada
06:24di parlemen gitu.
06:25Nah sebenarnya banyak juga mungkin di luar sana generasi muda yang berpikiran, wah ternyata politik itu sangat rumit gitu,
06:31politik itu sangat menakutkan. Nah kalau dari perspektif Anda sendiri bagaimana sebenarnya perlunya generasi muda ini untuk melek terhadap politik
06:38untuk membangun bangsa Indonesia?
06:40Ini surprisingly menurut aku Kak, sebenarnya mereka bukan menganggap itu rumit ya, karena beberapa kali, kebetulan aku juga saat ini
06:46selain jadi ketua komisi 4 di DPRD Kota Bekasi,
06:49juga jadi ketua DPD KNPI Kota Bekasi, dan kami juga punya program dikpol lah ya, kasarannya kita bisa bilang pendidikan
06:56politik gitu,
06:58untuk anak-anak SD dan SMP Kak.
06:59Jadi malah mereka itu justru lebih vokal menurut aku, jadi kayak misalkan pertanyaannya gini, Kak nanti 5 tahun lagi kira
07:06-kira kalau aku SMA bisa gak ya SPMB gitu,
07:09kan itu kan sebenarnya pertanyaan-pertanyaan yang loh kalau zaman dulu mungkin kayak yaudahlah terserah orang tua aja,
07:15kalau mereka tuh sekarang udah bisa mengkhawatirkan diri mereka sendiri gitu,
07:20jadi menurut aku malah mereka tuh sudah mulai terbangun kesadaran politiknya bahwa apa yang mereka pilih itu berhubungan langsung nanti
07:30ke kehidupan mereka di periode berikutnya gitu,
07:34jadi menurut aku sih sebenarnya bahkan anak-anak SD juga sekarang udah mulai podcast-podcast soal politik kan Kak,
07:40jadi agak kita bisa bilang ini kayak kompleksitasnya lumayan cukup tinggi karena satu sisi mereka sebenarnya belum boleh berpolitik,
07:51tapi satu sisi tuh mereka sudah paham bahwa aku harus paham soal politik karena kehidupan kita ini kan gak ada
07:58yang gak lewat politik ya,
07:59kita dari lahir sampai meninggal politik, dari akte kelahiran sampai surat kematian kan ada politiknya di situ,
08:06jadi menurut aku seberapa penting pendidikan politik itu saat ini memang ya penting karena supaya membatasi mereka,
08:16supaya bisa dapat informasi yang legit gitu, jadi gak gampang kena hoax gitu,
08:20karena kan anak-anak ini kayak sponge ya Kak, apa yang masuk informasinya tuh hayu aja gak bisa diberhentiin,
08:27jadi harus kita nih yang udah ada di parlemen ini yang terus-menerus harus kasih pemahaman ke adik-adik,
08:34yang mungkin masih di sekolah gitu, supaya bisa tahu oh ini yang benar, ini yang gak gitu sih.
08:40Artinya memang mungkin hal yang harus kita mitigasi adalah bagaimana generasi budaya ini menyerap semua informasi gitu secara menyeluruh gitu
08:46ya,
08:47tanpa filter gitu ya.
08:48Betul, tapi memang harus kita garis bawahi juga bahwa terlalu banyak informasi yang mereka makan juga kan too much on
08:55their plate gitu ya,
08:56jadi akhirnya yang harusnya memang mereka pelajari jadi gak pelajarin gitu,
09:01jadi yang paling penting menurut aku sekarang itu bagaimana membatasi anak-anak ini agar tahu bahwa apa yang mereka konsumsi
09:07itu baik.
09:08Gitu sih informasinya.
09:08Oke, nah saya juga tertarik untuk mengetahui bagaimana sebenarnya DPRD Kota Bekasi ini membuka ruang untuk menyerap aspirasi dari generasi
09:17muda yang ada di sana,
09:17kita akan bahas di segmen selanjutnya dan saudara bincang kita akan segera kembali untuk Anda,
09:22sesaat lagi tetaplah bersama kami.
09:38Anda kembali bersama kami di bincang kita dan kita masih bersama dengan Ketua Komisi 4 DPRD Kota Bekasi,
09:45Kakak Adilia.
09:46Ya, ini merupakan representasi dari generasi muda yang saat ini duduk di DPRD Kota Bekasi.
09:50Tadi saya sempat menanyakan sebenarnya bagaimana akhirnya DPRD Bekasi ini bisa membuka ruang aspirasi untuk masyarakat Kota Bekasi,
09:58terutama generasi muda.
09:59Apakah memang sudah terbuka ruang atau kanal-kanal penyerapan aspirasi ini?
10:04Ini sebenarnya agak lucu ya, Kak, kalau kita ngomongin masalah soal aspirasi ini.
10:08Kan biasanya aspirasi DPRD itu diambil dari reses,
10:12tapi memang sampai saat ini pada kenyataannya reses itu target marketnya itu masih bapak-bapak dan ibu-ibu,
10:20anak-anak muda itu masih kayak apaan itu reses lah gitu.
10:23Maka dari itu memang kalau saya secara pribadi membuka ruang,
10:27bahkan juga karena memang KNPI kan juga rumah dari organisasi pemuda,
10:32jadi kita selalu bilang bahwa kalau ada yang mau disampaikan,
10:34ayo RDP aja ke DPRD.
10:36Jadi daripada demo, lebih baik ayo kita RDP.
10:40Karena kenapa ketika memang kita RDP ini kan ada advice dari mereka,
10:46ada perspektif baru dari mereka dan bisa nanti akhirnya lahir jadi perda gitu, Kak.
10:52Karena kalau cuma demo kan mungkin agitasinya atau segala macamnya kan kita cuma bisa menyampaikan saja.
10:58Tapi kalau RDP, kita kan tukar pikiran nih, Kak.
11:01Misalkan contoh, Kota Bekasi sedang menggodok perda larangan LGBT karena memang HIV di Kota Bekasi cukup tinggi saat ini.
11:12Nah itu kan sebenarnya masukan-masukan juga dari teman-teman pemuda,
11:15dari teman-teman aktivis yang memang mengkhawatirkan soal itu gitu loh.
11:19Jadi memang menurut saya kanal yang paling penting saat ini adalah bagaimana DPRD itu membuka rumahnya,
11:26seluas-luasnya, selebar-lebarnya untuk menampung aspirasi dari pemuda dengan cara rapat-dengar pendapat itu.
11:33Oke. Nah, tapi kalau selama ini, sejauh ini bertemu dengan generasi muda atau masyarakat,
11:38apa sih isu-isu yang paling krusial atau yang paling banyak dikeluhkan terkait Kota Bekasi?
11:44Sebenarnya kayaknya biasa aja ya, Kak.
11:45Gak jauh-jauh dari lapangan pekerjaan, terus masalah isu kesehatan juga.
11:53Karena memang kan di Kota Bekasi kan padat penduduk, Kak.
11:57Kita juga kebetulan sudah bisa menerima dari masyarakat lain untuk berobat yang bukan KTP Kota Bekasi gitu ya.
12:06Itu salah satunya. Dan yang paling krusial sebenarnya kalau, karena saya di komisi 4 ya, Kak,
12:14biasanya masalah soal bullying dan masalah soal kekerasan seksual terhadap anak.
12:19Karena kebetulan memang di Kota Bekasi ini, karena memang kompleks banget, Kak, Kota Penyanggah,
12:25jadi banyak banget masalah sosialnya gitu loh.
12:27Nah, ini kan kadang kita juga kalau mau bikin perdanya atau mau memperbarui perda dan merevisi perda,
12:32itu kan gak bisa sekonyong-konyongnya karena gak ada payung di atasnya.
12:35Jadi mungkin hal-hal seperti itu yang mereka khawatirkan, mereka, apa namanya, dalam tanda kutip, suarakan lah gitu.
12:45Karena mereka butuh kepastian perlindungan dari kota atau kabupaten gitu ya untuk masyarakat kan seperti itu.
12:53Ya, artinya bahwa di sini ya Kak Adelia tadi juga sempat menggarisbawahi.
12:57Ini diperlukan keterlibatan dari generasi muda begitu ya, termasuk dalam masyarakat,
13:01pelibatan dalam masyarakat, dan bagaimana sejauh ini apakah kalau tadi sudah ada pelibatan masyarakat gitu,
13:09meskipun generasi-generasi baby boomer gitu ya dalam masyarakat,
13:13apakah memang suara mereka itu bisa mempengaruhi atau bisa memberikan kontribusi yang positif
13:19untuk pengambilan kebijakan sejauh ini di DPRD Bekasi?
13:22Tentunya kalau kita bilang apakah bisa atau enggak bisa banget ya Kak,
13:24karena balik lagi kalau kita ngomong kebijakan itu kan berarti kalau di DPRD itu kan perda
13:31atau nanti rekomendasi-rekomendasi yang kami keluarkan ke dinas-dinas terkait misalkan gitu,
13:37yang kita lakukan setiap tahunnya di rapat Renja atau rapat LKPJ gitu ya.
13:41Nah, kita tuh kadang juga apa nih kira-kira yang jadi concernnya teman-teman di grassroots gitu ya,
13:50apa yang sebenarnya menurut kalian itu harus diperbaiki,
13:53karena bagaimanapun kan kita juga enggak boleh lupa bahwa DPRD itu kan penyambung tangan masyarakat gitu,
13:59dan kita juga harus pahami bahwa adanya kita di parlemen ini bukan untuk jadi jagoan,
14:06tapi jadi orang yang menggendong suara masyarakat ke dinas-dinas terkait,
14:11karena kalau misalkan masyarakat aja kan kadang mental gitu ya,
14:15karena kurangnya komunikasi misalkan gitu.
14:17Jadi, apa namanya, beberapa perda yang dihasilkan di DPRD Kota Bekasi pun sebenarnya adalah produk dari kekhawatiran masyarakat,
14:27yang utamanya adalah para pemuda,
14:30kayak contohnya perda halal, tadi yang LGBT itu,
14:34atau bahkan yang sampai tahun kemarin kita selesaikan adalah perda perlindungan anak,
14:39itu kan juga adalah produk lanjutan dari aspirasi pemuda.
14:44Memang mungkin enggak kereses, tapi lebih langsung,
14:47kalau pemuda ini kan energinya sangat luar biasa ya kak ya,
14:50masih rebel gitu ya, jadi maunya langsung ketemu aja gitu.
14:53Makanya saya memang menyarankan untuk teman-teman aktivis atau organisasi,
14:57ayo mendingan RDP, enggak perlu sama full team gitu ya,
15:02maksudnya boleh ke perwakilan anggota dewan yang lain gitu.
15:05Itu sih sebenarnya kak, yang paling menurut aku sekarang tuh paling masuk akal untuk dilakukan lah gitu,
15:11karena kalau kita ngegeret-geret orang reses kan, pengajuan aspirasi masyarakat itu harus pakai proposal kak.
15:16Nah mereka males lah tuh, kadang bikin proposalnya.
15:19Jadi ya kalau kita bilang masalah aspirasi itu ya, saya ayo monggo ke DPRD.
15:26Artinya bahwa di sini ya sebenarnya dari parlement sendiri dalam hal ini,
15:30DPRD Kota Bekasi itu membuka pintu seluas-luasnya ya,
15:32untuk bisa menampung aspirasi dari masyarakat seperti itu.
15:35Dan memang yang kita butuhkan adalah bagaimana partisipasi dan juga kepedulian dari masyarakat itu sendiri,
15:40terutama generasi muda untuk ikut membangun Kota Bekasi seperti itu ya.
15:44Nah kita juga ingin mengetahui sebenarnya bagaimana proses atau tahapan-tahapan
15:49supaya masyarakat ini bisa mengetuk pintu dari DPRD Kota Bekasi.
15:52Nanti mungkin kita akan ulas di segmen selanjutnya,
15:55dan saudara kami akan sekiranya kembali untuk Anda sesaat lagi,
15:58tetaplah bersama kami.
16:13Anda kembali bersama kami di pincang kita,
16:15masih bersama dengan Ketua Komisi 4 DPRD Kota Bekasi, Kakak Adilia.
16:20Baik, ini menarik sekali tadi kita juga sudah sempat meng-highlight bahwa ternyata
16:23dari DPRD Kota Bekasi ini membuka pintu seluas-luasnya bagi masyarakat,
16:26terutama generasi muda, untuk bisa menyuarakan aspirasinya.
16:29Nah boleh dong kita juga meng-highlight di sini,
16:31bagaimana sih cara atau pintu-pintu atau kanal-kanal apa saja sih yang bisa
16:35mereka ketuk untuk bisa berbicara langsung dengan DPRD Kota Bekasi?
16:39Sebenarnya ada cara normatif dan ada cara informal gitu,
16:43kalau aku bilangnya gitu ya, Kak.
16:44Jadi biasanya kan kalau normatif itu harus bersurat dulu,
16:48nanti disposisi dulu ke Ketua DPRD,
16:50baru nanti disebarkan ke komisi-komisi yang memang bersinggungan
16:55dengan permasalahan yang diajukan oleh masyarakat.
16:57Tapi kalau yang informal biasanya yaudah telepon aja kapan mau ketemu gitu.
17:02Paling nanti mungkin kita kalau misalkan apa namanya seperti itu,
17:06saya akan langsung telepon ke staff gitu,
17:10bisa nggak ya disediakan snacknya, disediakan tempatnya gitu.
17:13Karena kan gimana pun kan tamu yang mau berkunjungan harus kita jamu gitu.
17:18Ya paling gitu sih Kak, kalau untuk bagaimana cara approaching ke DPRD gitu.
17:26Tapi ada juga yang mungkin kadang lewat rapat-rapat formal yang dihadirkan
17:35dan memang mereka diundang secara langsung oleh dinas-dinas terkait.
17:38Ya memang semoga semangat ini untuk terus membuka diri bagi masyarakat.
17:41Ini menular ya ke semua anggota DPRD pastinya ya.
17:44Dan memang ini pastinya untuk bisa menjembatani atau bisa menjadi jembatan
17:49antara parlemen dan juga masyarakat.
17:52Ini pasti ada banyak sekali hambatannya.
17:54Sejauh ini apa yang biasanya menjadi kendala terbesarnya?
17:57Birokrasi Kak.
17:59Aku boleh ngomong gini, maksudnya gini.
18:02Kadang kita itu lupa bahwa ada hal mudah untuk dilakukan
18:06tapi kita lebih memilih berputar panjang untuk melakukan hal itu gitu.
18:09Padahal bisa misalkan dikat gitu.
18:11Sebenarnya ini bisa cepat tapi karena birokrasinya jadinya harus berputar-putar.
18:16Benarnya secara fakta atau faktual di lapangan
18:19nggak ada permasalahan yang terlalu signifikan Kak.
18:23Cuman memang kadang agitasi para pemuda ini atau masyarakat ini
18:27kurang tepat sasaran misalkan gini.
18:30Tangkap koruptor, jadi kita yang disuruh menangkap koruptor
18:32kan DPRD kan di pengawasan ya Kak.
18:34Kita juga kan tidak bisa langsung melakukan itu.
18:36Harus dilempar dulu ke kejaksanaan atau misalkan kita bersurat dulu ke KPK
18:39atau bagaimana.
18:40Atau misalkan tutup rumah sakit ini.
18:47Ini kan nggak bisa juga gitu.
18:48Jadi kadang agitasi-agitasi yang dilontarkan oleh masyarakat
18:52kadang kan memang kurang cocok dan tidak sesuai dengan tugas legislatif.
18:58Jadi memang kadang kita ajakin dulu RDP lagi, kita kasih tahu pemahamannya dulu
19:02bahwa ini nggak bisa begini, ini begini gitu.
19:04Jadi kadang ya mungkin hambatannya ya itu di dua itu.
19:08Karena kurangnya pemahaman masyarakat mengenai apa saja ruang lingkup
19:15pekerjaannya parlemen dan juga ya birokrasi itu.
19:19Karena kadang muternya lama ya Kak ya.
19:21Iya benar sekali.
19:22Tapi kita coba untuk kembali mengingatkan masyarakat bahwa masyarakat
19:25di sini juga memiliki hak ya.
19:27Betul.
19:27Dan juga bahkan kewajipan begitu.
19:28Betul-betul.
19:30Memang masyarakat itu harus gerak Kak.
19:32Karena kalau nggak gerak pertama kadang ya 50 anggota dewan lawan 2,5 juta penduduk
19:38itu kan nggak seimbang ya Kak.
19:39Jadi memang saya tuh malah kayak ayo kalau ada apa-apa tuh laporan, apa ngomong gitu.
19:44Jadi kita juga bisa enak nih tektokannya ngobrolnya gitu.
19:46Jadi kalau saya secara pribadi ketika ada laporan saya pengennya kan langsung selesai gitu.
19:52Atau nggak ada langkah nanti ke depannya seperti apa.
19:55Misalkan soal masalah, karena di komisi 4 juga masalah soal pendidikan Kak,
20:00SPMB misalkan gitu.
20:01Ayo ada keinginannya seperti apa, lebih baik lagi bagaimana kita undang disdik gitu kan.
20:06Jadi atau misalkan ada kasus bullying kita undang DP3A dan disdiknya
20:10dan juga KPAD di kota Bekasi kan ada juga.
20:12Jadi maksudnya ketika kita mengundang masyarakat itu ada langkah konkret
20:17ke depannya bagaimana setidaknya mereka tahu.
20:19Mereka datang ke DPRD bukan cuma sekedar berkunjung
20:22tapi ada hasil yang dibawa walaupun memang tidak bisa langsung selesai disitu juga.
20:29Gitu Kak.
20:29Lantas bagaimana artinya disini suara-suara dari masyarakat yang masuk ke DPRD ini
20:35untuk masyarakat bisa mengetahui bahwa ternyata suara mereka itu begitu didengar,
20:39di follow up, tidak hanya ditampung saja, ini bagaimana mereka bisa melakukan pengawasan
20:43baik terkait legislasi, anggaran, dan juga pengawasan-pengawasan lainnya.
20:48Menurut aku secara pribadi ya, ini secara pribadi mohon maaf.
20:53Kelemahan kita adalah kurangnya keinginan komunikasi antar lembaga.
20:58Jadi kadang lembaga-lembaga ini tuh jelek komunikasinya.
21:04Jadi kadang pun kami di DPRD ketika melakukan rekomendasi, mereka tuh nggak ada feedback lagi kakak.
21:09Harus kita tanya dulu.
21:10Seharusnya kan ya sudah ketika keluar rekomendasi, apa yang sudah langkah-langkah yang sudah dilakukan,
21:16kabari ke DPRD, jadi kan kami bisa mengabari masyarakat yang memang misalkan berperkara atau apa.
21:24Komunikasi yang menurut saya agak sulit ini yang jadi batu apa ya.
21:29Batu neck ya, menjadi batu neck.
21:30Iya, batu necknya jadi gimana kak? Maksudnya yang tadi saya bilang, seharusnya ada langkah yang mudah untuk dilakukan,
21:37tapi kita diputer-puter-puter. Maksud saya, sebenarnya kan masyarakat ini nggak minta banyak.
21:42Masyarakat ini kan ketika ada sesuatu yang disampaikan, setidaknya mereka tahu,
21:47oh oke ini on process, on progress, atau ini terhenti karena seperti ini.
21:51Sebenarnya kan yang penting adalah transparansi dan kepastian.
21:55Apa yang mereka katakan, apakah yang mereka inginkan, apakah sudah bisa diterima atau tidak.
22:01Kalau tidak bisa diterima, kenapa gitu.
22:03Kadang kan itu yang jadi masalah utamanya.
22:04Jadi terkesannya, DPRD yang tidak mau follow up, padahal terkadang kita tuh sebenarnya sudah sampai tanya-tanya gitu.
22:12Di dinas gitu, ini sudah sampai mana, sudah sampai mana.
22:14Harus kita yang tanya, sebenarnya kan kalau memang komunikasinya bagus, yaudah dari kita keluarkan rekomendasi,
22:20dinas melakukan pelaporan, kita juga bisa memberitahu ke masyarakat.
22:24Oke, nah lantus bagaimana tanggapan Anda terkait banyak sekali kritik-kritik sosial gitu ya,
22:29yang akhirnya disampaikan melalui sosial media, terutama generasi berdekat sekarang semakin black digitalnya,
22:34Itu tanggapan Anda seperti apa?
22:36Lanjutkan.
22:37Karena Novirah malu justice ya, jadi menurut aku, apa namanya, memang gunakanlah sosial media itu sebaik-baiknya gitu.
22:44Karena ya tadi, kayak yang aku bilang tadi di awal, kalau kita ambil umum khususnya aja di kota Bekasi ya,
22:50Kak,
22:512,5 juta penduduk lawan 50 anggota Dewan ini kan nggak seimbang gitu.
22:55Contoh kayak di Dapil 3 aja, di Dapil Aku Kak, kita tuh satu RW tuh ada yang 5 ribu kakak.
23:04Cuma bayangin kan itu kan 5 ribu itu kan nggak cuma ayah dan ibu, ada anak, ada segala macam.
23:09Jadi, sosial media itu menurut aku sekarang adalah, tadi aku bilang sedikit kalau sosial media adalah jalan ninja para pemuda,
23:15dan menurut aku tuh kayak semua masyarakat gitu ya.
23:19Karena dari situ mereka tuh bisa memberitahu sebenarnya apa ya kelukusan yang ada di lapangan gitu.
23:24Yang kadang mungkin anggota-anggota Dewan ini itu terlewat gitu, sehingga memang harus ada masukan dan ada asupan informasi ya
23:32dari sosial media itu.
23:33Ketimbang kita harus nunggu, birokrasi misalkan, disposisi lagi, ini lagi, waktunya nggak cukup.
23:38Jadi kan enak pakai sosial media.
23:41Nah, dari apa yang tadi Kak Adelia sampaikan begitu, kira-kira apa sih harapannya,
23:46apakah Anda berharap bahwa semakin banyak generasi muda yang turut menyuarakan aspirasinya ke Dewan atau seperti apa?
23:55Dari sepengalaman aku nih, aku baru satu periode ya Kak, maksudnya baru dua setengah, hampir dua setengah tahun di DPRD,
24:01memang kita sih berharapnya semakin banyak masyarakat yang mau maju dan memberitahu sebenarnya kebutuhannya apa.
24:09Karena sebenarnya kalau kita ambil secara garis besar, kekhawatiran masyarakat ini adalah bagaimana kesejahteraan mereka bisa terjaga atau enggak.
24:20Jadi sosial media saat ini menurut aku ujung tombak sih, jadi kita nggak bisa membendung juga dan menurut aku secara
24:30pribadi,
24:30jadi ketika kita masih ditegur secara sosial media itu berarti masih sayang, gitu.
24:36Sama aja kayak kita diwomelin secara langsung kan, tapi karena mungkin waktu atau masalah tempat juga akhirnya kan lewat sosial
24:42media.
24:43Jadi kadang kan orang itu Kak kalau udah naik susah turun ya Kak, susah lihat ke bawah ya.
24:47Jadi menurut aku tuh adanya sosial media ini juga sebenarnya kayak jadi apa ya, mirror yang cukup besar untuk kita
24:55ngaca.
24:55Kak, sebenarnya apa sih yang harus diperbaiki, apa yang seharusnya kita lakukan.
25:01Karena kalau terlalu rigid ngikutin semua yang SOP atau apa kan akhirnya nggak akan ada perubahan kalau kita ngomongin agent
25:09of change tadi itu.
25:11Gitu sih Kak.
25:11Ya ini artinya memang DPRD Kota Bekasi juga menjalankan peran untuk keterbukaan informasi publik ya.
25:17Karena juga merupakan kewajiban dari pemerintah untuk menyampaikan keterbukaan informasi publik.
25:21Baik, Ketua Umum Komisi 4 DPRD Kota Bekasi, Kak Adelia, terima kasih banyak sudah memberikan inspirasi kepada kami.
25:27Sehingga kami juga bisa lebih jauh melihat seperti apa peran dari generasi muda di luar sana, di luar parlement dan
25:33juga yang duduk di parlement DPRD Kota Bekasi.
25:36Terima kasih banyak, sehat dan sukses.
25:37Boleh satu aja nggak, Kak?
25:39Silahkan.
25:40Aku berharapnya generasi muda yang duduk di parlement maupun juga duduk di eksekutif tidak boleh tone deaf dan juga tidak
25:48boleh nerempati.
25:49Karena jabatan nggak selamanya tapi luka dan presiden dari masyarakat itu bisa sepanjang masa.
25:57Jadi aku berharapnya dengan adanya para pemuda yang masuk ke parlement ataupun jadi eksekutif itu benar-benar membawa semangat untuk
26:07mesejahterahkan masyarakat.
26:09Karena memang membawa amanah masyarakat dan juga menggunakan uang rakyat begitu ya.
26:14Jadi harus bertanggung jawab kepada rakyat.
26:18Baik, terima kasih banyak, Kak Adelia, sudah duduk bersama kami di bincang kita.
26:21Dan saudara, demikian perbincangan kita kali ini.
26:24Semoga informasi ini bisa membawa manfaat untuk Anda semua.
26:27Saya Diana TV Kondertiri, terima kasih.
26:29Sampai jumpa.
26:30Sampai jumpa.