00:00Kehilangan seseorang yang dicintai, meninggalkan ruang sunyi yang tidak mudah diisi kembali.
00:05Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono,
00:08memilih seni menjadi jalan untuk perlahan menemukan kekuatan,
00:12merawat kenangan, sekaligus melanjutkan kehidupan.
00:15Perjalanan itu dituangkan dalam novel Diana Memang Manja,
00:18yang diluncurkan di CKAS pada kamis malam.
00:28Dalam dialog bersama Gita Wiriawan pada peluncuran novel tersebut,
00:33SBE berbagi cerita mengenai proses kreatif yang mempertemukan pengalaman pribadi,
00:37imajinasi, serta perundungannya tentang cinta dan kehilangan.
00:42SBE menceritakan berpulangnya Ani Yudhoyono pada 1 Juni 2019
00:46menjadi titik penting yang membawanya kembali menekuni dunia seni.
00:51Di tengah kesedihan, ia berusaha mencari kegiatan
00:54yang dapat membantu proses pemulihan batinnya.
00:57Melalui kisah yang ditulisnya, SBE membuka ruang bagi pembaca
01:01untuk memahami bagaimana melanjutkan kehidupan dapat berjalan beriringan
01:06dengan menjaga kenangan yang akan orang yang dicintai.
01:10Ibu Rosyana, kami persilah kembali Bapak SBE, mohon untuk tinggal di tempat
01:13yang beberapa kali melaksanakan kolaborasi musik dengan Bapak SBE.
01:20Beliau juga kabri, 1973.
01:30Tanda cinta kasih untukmu
01:34Diana, Diana, kekasihku
01:39Saya kira mendiang istri hatinya akan teduh.
01:45Kemudian dia tahu bahwa meskipun si es gone,
01:52tapi saya tidak pernah melupakan.
01:56Maknanya di situ, dan saya kira enough
01:58bagi siapapun yang sudah berpisah karena Tuhan yang memisahkan,
02:03tapi dalam dunianya barangkali tahu
02:05apa yang saya lihat dan saya ungkapkan dalam perasaan itu.
02:09Terima kasih telah menonton!