Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menunjukkan kemampuan berbahasa Jepang saat membahas inovasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Momen menarik tersebut mendapat sambutan tepuk tangan dari para peserta.

BGN saat ini tengah mengembangkan Transformasi MBG 2.0, termasuk inovasi penyajian makanan dengan sistem prasmanan yang terinspirasi dari Jepang.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas makanan, keamanan pangan, dan pelayanan kepada para siswa.

Video editor: Novaltri

#sudaryono #kepalabgn #mbg

Baca Juga BGN Tak Pandang Pemilik, Dapur MBG Ditutup Imbas Keracunan di Bogor di https://www.kompas.tv/nasional/698455/bgn-tak-pandang-pemilik-dapur-mbg-ditutup-imbas-keracunan-di-bogor



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/698817/momen-kepala-bgn-sudaryono-berbahasa-jepang-bahas-inovasi-mbg-disambut-tepuk-tangan

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Selanjutnya, ini adalah inovasi yang kami gagas kira-kira sebulan yang lalu.
00:05Kami mulai dengan namanya MBG Metode Prasmanan.
00:10Ada hadir dari Jaika di sini ya? Ada ya?
00:16Oh, Jaika di sini.
00:19Kita tidak berhenti, mari kita berhenti.
00:24Ini saya akan berhenti sekarang.
00:26Tepuk tangan untuk saya, boleh?
00:32Ini dari Jaika.
00:33Jaika ini kira-kira...
00:38Nantos, nani, nanteng kara, kya neng kara, nanka, osusume, sono nani, sono yari kata, ju, ju, ju tosi kureka, maik.
00:51Jangan.
00:5310 bulan yang lalu.
00:55Indonesia gue, ada semasa?
00:57Indonesiako nya sedikit saja.
00:59Sedikit sedikit, ya.
01:00Jadi, ya, ya, ya, ya.
01:11Ya, ya, ya.
01:14Ya, ya, ya.
01:15Last year, we recommended the development of SOP,
01:19because, ya, JAICA, not JAICA,
01:21Japan's implementation of hygiene sanitation is very strict,
01:27as you might have seen the video in YouTube,
01:32or something, and then very, ya know, strict.
01:34And for now, ya, we are also trying to develop several other things,
01:41which we are discussing with our team,
01:44Sistela and Dr. Kuroa.
01:46Ya, thank you.
01:47Thank you, thank you.
01:47Arigatou gozaimasu.
01:51Jadi, kami, ya maksudnya kami belajar dari mana-mana, ya.
01:58Salah satunya kita meniru best practice yang terjadi,
02:01yang baik di negara lain.
02:03Ternyata di Jepang pun tidak semua menu makan itu dimasak di sekolah.
02:10Jadi, saya kira menurut keterangan dari teman kita dari JAICA,
02:15mengatakan bahwa mereka juga ada central kitchen.
02:19Untuk sekolah-sekolah yang siswanya banyak,
02:23maka dia dapurnya di dalam sekolah.
02:25Tapi kalau sekolahnya sedikit-sedikit,
02:28itu dia bikin central kitchen di luar sekolah,
02:30kemudian dibawa anget-anget ke sekolah,
02:33kemudian disajikan di kelas-kelas.
02:36Jadi, sebetulnya ide bahwa MBG ini untuk bisa dikelola di dalam sekolah
02:43juga sudah di kita kerjakan,
02:45yaitu di pondok-pondok pesantren.
02:46Yang santrinya 9.000, santrinya 3.000,
02:50santri di atas 1.000,
02:52pondok pesantren bisa membangun dapurnya di dalam sekolah.
02:57Yang kurang dari 1.000,
03:00maka kemudian kita bikin central kitchen,
03:02dan dengan prasmanan ini anget-anget dibawa ke sekolah.
03:06Nah, saya harus jelaskan,
03:08di medsos ini kan kemudian orang berkembang dalam berdiskusinya,
03:13nanti kalau prasmanan kapan sekolahnya?
03:15Habis nanti untuk nyajiin.
03:17Bukan kok 300 orang dalam satu sekolah,
03:20kemudian bikin kayak orang kawinan? Bukan.
03:23Tapi prasmanan itu disajikan per kelas-kelas.
03:26Jadi anget-angetnya itu di kelas-kelas.
03:28Jadi kalau di kelas ada 30 orang,
03:30dia bawa 30 porsi nasi, sayur, lauk,
03:33ditaruh di kelas,
03:34dia sajikan, dia makan, dia beresi,
03:36kemudian selesai.
03:39Jadi anget-anget.
03:40Enggak perlu diangetin,
03:41karena di bawahnya anget-anget,
03:42dijaga suhunya di 60 derajat minimal tadi.
03:44Gitu ya.
03:45Jadi,
03:46ini bukan,
03:48maksud saya,
03:48yang kita lakukan ini bukan kok karangannya Pak Daryono?
03:52Bukan.
03:52Atau karangannya siapa?
03:53Bukan.
03:54Ini adalah best practice yang kami belajar dari banyak negara,
03:57dari beberapa negara,
03:59salah satunya Jepang,
04:00kemudian ada dari Eropa juga kami lihat,
04:03caranya sama.
04:03Dan di Jepang ini,
04:04menurut Jaika,
04:06mereka shifting,
04:07dari yang dapurnya ada di sekolah,
04:10mereka shifting menjadi central kitchen.
04:12Karena lebih ada economy of scale-nya,
04:14pengelolaannya lebih tersentralistik,
04:16dan seterusnya.
04:17Jadi sebetulnya,
04:17ini best practice,
04:19bukan karangan saya.
04:20Kita sudah melakukan ujicoba,
04:23ada 66 dapur,
04:24dan ini sedang nambah sekitar 230 lagi,
04:28ada sekitar,
04:28mungkin totalnya ada sekitar hampir 300,
04:30dan target saya adalah,
04:33sampai dengan akhir tahun,
04:34untuk mengurangi,
04:35tadi,
04:36mengurangi keracunan makanan,
04:38makanan rusak,
04:39gangguan kesehatan,
04:39dan,
04:40paling dinikmati oleh,
04:42atau diminati oleh siswa ini,
04:43maka kami berharap,
04:44sampai dengan akhir tahun,
04:45kita bisa implementasi PMBG Prasmanan ini,
04:485.000 sampai dengan 10.000 dapur,
04:51sudah bisa mengimplementasikan ini.
04:53Ini,
04:55jadi 66,
04:56sekarang ini sudah,
04:58kemudian kasus keracunannya nggak ada,
05:00dan tingkat,
05:01kehabisannya rendah sekali.
05:04kehabisannya itu,
05:07habis sekali gitu loh.
05:09Jadi,
05:10yang kecil-kecil bisa nambah,
05:12yang masih kurang bisa nambah,
05:14dan seterusnya.
05:15Jadi,
05:16orangnya dapat porsi sesuai dengan takaran gizinya,
05:18tapi masih ada spare,
05:20nah spare-nya itu orang bisa,
05:21kalau masih lapar bisa nambah.
05:23Jadi ini,
05:24so far so good,
05:25dan kami ingin ini mandatory,
05:27harus dilaksanakan seluas-luasnya,
05:30terhadap semua dapur dan semua sekolah.
05:37Kompas TV
05:38Cara baru nonton di Smart TV,
05:40nonton live streaming,
05:41dan ribuan tayangan Kompas Gramedia,
05:44langsung dari Smart TV kamu.
05:46Cara installnya,
05:47buka Google Play Store di Smart TV kamu.
05:50Cari Kompas TV,
05:51melalui pencarian.
05:53Pilih aplikasi,
05:54lalu install.
05:56Selesai,
05:56kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
06:00Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga.
06:04Sudah.
06:05Kompas TVаться.
06:05Sudah.
06:05Kita bisa menonton video saya.

Dianjurkan