Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menko Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengaku tidak mengetahui secara pasti isi pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan di Hambalang, Bogor, Rabu (28/10/2026).

Bahlil menyebut dirinya tidak mengikuti pertemuan tersebut. Di tengah sorotan terhadap pengurangan pasokan gas Indonesia ke Singapura, Bahlil kembali menegaskan tidak ada masalah dengan kebijakan ekspor pemerintah dan akan memprioritaskan kebutuhan energi dalam negeri.

"Oh, saya tidak tahu ya, kemarin pembicaraannya seperti apa, karena saya tidak ada di dalam pertemuan itu dengan Menlu, ya," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Video editor: Novaltri

#prabowo #menlusingapura #bahlil #eksporgas

Baca Juga Bahlil Soal Rencana Lokasi Pembangkit Listrik Nuklir: Kita Tidak Boleh Diatur-atur Negara Lain! di https://www.kompas.tv/nasional/698333/bahlil-soal-rencana-lokasi-pembangkit-listrik-nuklir-kita-tidak-boleh-diatur-atur-negara-lain




Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/698800/pertemuan-prabowo-menlu-singapura-bahas-ekspor-gas-ini-kata-menko-bahlil
Transkrip
00:00Menlu-nya datang, minta waktu untuk mengada Bapak Presiden, dan Bapak Presiden memberikan waktu.
00:08Kemarin kan sudah ketemu.
00:10Saya tidak tahu ya kemarin pembicaraannya seperti apa, karena saya tidak ada di dalam pertemuan itu dengan Menlu.
00:20Saya tadi, ya sepintas lalu aja.
00:23Sepintasnya apa, Pak?
00:24Sepintasnya bahwa dia datang.
00:27Sepintas lalu itu adalah Menlu-nya datang, minta waktu untuk mengada Bapak Presiden, dan Bapak Presiden memberikan waktu.
00:39Kemarin kan sudah ketemu.
00:41Kerang gasnya dibuka lagi ya, Pak?
00:43Kerang gasnya dibuka lagi ya, Pak?
00:44Nah, kerang gas yang kita kirim itu kan totalnya ke Singapura itu M405,5 mm.
00:55Itu gas pipa dari Natuna dan dari Dataran Sumatera.
01:01Kemudian yang kita ekspor juga adalah 148 kargo daripada LNG.
01:07184 kargo, 148 kargo itu setara dengan 1480 mm.
01:15Itu yang kita kirim.
01:17Tapi keyakinan saya bahwa pengiriman 148 kargo itu tidak semuanya itu dipakai untuk kepentingan Singapura.
01:27Tapi sebagian dijadikan sebagai trading untuk kemudian diekspor lagi ke negara lain.
01:32Tapi ada sebagian pasti untuk konsumsi mereka.
01:34Nah, sekarang ini kan yang kita lakukan pemotongan sebagian itu kan adalah 31 mm.
01:42Dari total 409 mm dari kontrak yang ada.
01:47Dengan yang ada itu, kita belum melanggar kontrak karena ada batas minimum kan.
01:53Batas minimum itu belum kita lampaui.
01:56Jadi tidak ada masalah ya.
01:58Karena soal impor BBM terus minyak mentah sama LPG satu pintu belu ini kan misalnya dari sisi urgensinya apa sih?
02:06Apakah lebih murah kalau misalnya versi B7 ya?
02:08Dengan perpres 107 tentang babak baru daripada sistem pengadaan BBM, CRUD, LPG, itu artinya apa?
02:21Sekarang negara yang di depan.
02:23Jadi tidak ada lagi perusahaan-perusahaan cangkang yang 30 lebih itu.
02:27Tidak ada lagi.
02:28Jadi sekarang pemerintah langsung melakukan lobby, deal dengan negara lain yang mempunyai sumber energi itu.
02:36Dengan demikian, saya yakinkan bahwa ini memang kas prosedur yang begitu panjang.
02:41Kemudian kita bisa melakukan kontrak jangka panjang.
02:44Dan yang ketiga, ini menjadi alat komunikasi dalam konteks bilateral antara negara-negara.
02:53Ya contoh kalau kita membeli LPG dari Amerika.
03:01Dan selama ini ya silahkan.
03:03Itu ya nanti negara akan melakukan komunikasi dengan Amerika.
03:06Berarti bisa?
03:10Lagi transisi.
03:12Lagi transisi sekarang.
03:14Kita lagi transisi untuk membenahi agar betul-betul kejadiannya itu lebih baik.
03:19Berarti bisa dikatakan lebih murah dibandingkan?
03:21Itu kamu yang bilang.
03:23Permisi ya.
03:25Permisi ya.
03:33Terima kasih telah menonton!
03:57Cara baru nonton di Smart TV.
04:00Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
04:06Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
04:11Cari Kompas TV melalui pencarian.
04:14Pilih aplikasi lalu install.
04:16Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
04:21Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga.
04:25Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan