00:00Mungkin sekarang lagi rame, Kepala BGN minta MBG dan Pendidikan Gisi masuk kurikulum misalnya,
00:07itu maksudnya adalah menjadi satu kesatuan dari unsur pendidikan kita.
00:13Dikasih waktu khusus di dalam, jadi tidak mengganggu jam pelajaran.
00:19Tidak salah, keputusannya adalah untuk anak MD kelas 1, kelas 2 yang pulang pagi,
00:24itu sebelum pulang sekolah jam 10 dia makan.
00:28Untuk yang pulang siang, itu diseberikan waktu jam 12 sampai dengan jam 1, 1 jam itu makan MBG,
00:34sambil diberi pencerahan terkait kenapa kok harus makan karbo,
00:39kenapa kok harus makan protein hewani, apa fungsi protein hewani,
00:43kenapa harus makan protein hewani, kenapa harus makan sayur.
00:47Tidak banyak diantara anak-anak dan kita semua yang ada di sini, itu kemudian memahami itu dulu.
00:53Sekarang karena jadi orang kota, paham.
00:55Tapi di daerah-daerah ini orang enggak tahu kenapa makan kangkung bedanya sama makan bayam itu apa, enggak ada yang
01:01tahu.
01:02Pokoknya kangkung ditumis pakai ikan asin, enak gitu.
01:07Bayam itu misalnya di sayur.
01:09Jadi pendidikan ini penting supaya orang aware.
01:12Dan keinginan dari pemerintah bukan hanya intervensi gisi dari MBG,
01:17tapi dengan pengetahuan terkait gisi, maka kemudian di rumah-rumah mereka masing-masing,
01:22itu kemudian gisinya ditambah dengan belanja bahan-bahan makanan itu yang kandungan gisinya juga menopang pertumbuhan dari anak-anak kita.
01:31Jadi tidak hanya mengandalkan dari MBG.
01:33Itu tujuan dari visinya dari Bapak Presiden kita.
01:38Yang berikutnya adalah,
01:40kalau kemarin di periode sebelumnya MBG ini atau BGN ini ekspansif, yang penting banyak dulu,
01:46tapi kemudian tidak merata, maka dalam 3 bulan atau 100 hari kami ini,
01:52kami prioritaskan kita harus menyentuh daerah-daerah yang sangat amat membutuhkan dulu.
01:57Kami sudah membuka 480 di Indonesia Timur, 3T, dan stunting tinggi,
02:02dan juga kami nambah di base kedua sudah 980 di bulan Oktober tanggal 14 itu di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan
02:11Bali.
02:13Ada pertanyaan, yang sudah dibuka ini kok lama sekali tidak jalan.
02:19Kami sangat hati-hati.
02:21Kami harus cek dulu dapurnya, kami cek dulu relawannya,
02:25sudah dilatih apa belum, sudah benar apa belum.
02:28Kemudian sebelum melayani Rp3.000, sebelum melayani Rp2.500,
02:32kalau layani dulu Rp500, dari Rp500 naik jadi Rp700,
02:36jadi Rp1.000, Rp1.500 baru nanti optimal.
02:40Sehingga tidak kemudian asal dibuka.
02:42Kalau asal dibuka, nambah masalah.
02:44Jadi kami betul-betul secara terstruktur, tersistem, pekerjaan ini kami kerjakan.
02:51Dan ini akan terus kita buka daerah-daerah yang membutuhkan,
02:55memang jauh banyak sekali orang di pulau-pulau, orang di ujung-ujung.
02:59Gunung itu kemudian memang butuh MBG, Pak.
03:03Selain itu, ini ada nggak ya di sini?
03:05Oh nggak.
03:06Selain itu kami sudah juga mengeluarkan sekitar 1.600 sekolah elit
03:10dari daftar sekolah yang terima MBG.
03:14Jadi ada 1.600-an kami exclude, karena ini sekolah-sekolah memang sekolah mampu.
03:19Kenapa mampu? Salah satu tola ukurnya adalah sekolah ini tidak mau menerima dana BOS.
03:27Jadi dia tidak mau dibantu sama pemerintah untuk menerima dana bantuan operasional sekolah.
03:33Karena apa? Karena sekolahnya sudah mampu, diisi oleh orang mampu,
03:36iurannya mahal, itu kemudian kami exclude.
03:39Nah, yang berkembang di medsos, itu kemudian dibalik.
03:44Tadi saya jelaskan, sekolahnya nggak terima BOS dulu,
03:47dia katakanlah menolak BOS karena mampu,
03:49kemudian tidak kami berikan MBG.
03:51Bukan berarti kalau tidak menerima MBG, dana BOSnya dihentikan.
03:55Itu dua persoalan yang berbeda.
03:57Bapak-Ibu paham ya?
03:58Ini yang terdistorsi di medsos ini seolah-olah nanti kalau kamu nolak MBG,
04:04maka dana BOS sekolah akan dihentikan.
04:05Bukan begitu.
04:07Jika A maka B, bukan berarti.
04:09Jika B maka A.
04:10Bukan.
04:11Ini penting untuk kemudian jadi pemahaman kita bersama.
04:44Cara baru nonton di Smart TV.
04:47Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia
04:50langsung dari Smart TV kamu.
04:53Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
04:56Cari Kompas TV melalui pencarian.
05:00Pilih aplikasi, lalu install.
05:03Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
05:08Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga.