00:00Ini sudah tidak bisa lagi.
00:03Saya ini setiap hari didemo.
00:06Senin didemo oleh orang yang anti-MBG.
00:09Selasa didemo oleh mitra dapur yang dapurnya sudah jadi belum beroperasi.
00:14Rebu didemo mahasiswa karena katanya mengurangi anggaran pendidikan.
00:19Kemis didemo sama itu.
00:20Kontraktor yang bangun dapur APBN ini yang karena fraud belum dibayar demo juga.
00:28Terus hari Jumat saya didemo siapa lagi ya?
00:32Jadi aku pikir-pikir kok Senin sampai Jumat ini enggak ada demo, dukung MBG enggak ada.
00:38Yang demo itu kadang-kadang mohon maaf, itu yang demo lima orang pakai toak gede-gede.
00:42Jadi satu orang teriak-teriak, empat orang minum es.
00:45Jadi nanti kalau dia sudah serak, dia turun minum es, temennya naik.
00:49Astaga.
00:50Tapi kami elus dadah.
00:52Apapun dalam negara demokrasi ini, orang boleh mengutarakan pendapatnya, orang boleh menuntut, orang boleh kemudian mengekspresikan harapan.
01:05Dan juga ini kami tidak anti kritik, kami enggak ada masalah.
01:08Tapi yang kami sampaikan kepada orang-orang yang kemudian datang, kemudian kami temui pada saat demo,
01:14itu kami sampaikan, izinkan saya kasih saya waktu, nomor satu.
01:18Yang kedua, izinkan saya kerja dengan benar.
01:21Kalau ibu bapak, yang bapak ibu demo itu adalah hak yang bapak ibu itu benar, pasti kami upayakan untuk kita
01:29kabulkan.
01:31Tapi kalau yang demo itu adalah anggota PT Belok Kiri langsung, kira-kira ya mohon maaf lah ya.
01:38Lama-lama kita jadi ikut gendeng kalau kita bayar.
01:40Ya jadi, dua, kalau saya ketemu, kalau ada demo, kadang suka saya temui.
01:45Bapak ibu semua itu saya temui, dua saja syaratnya.
01:48Kasih saya waktu, dan izinkan saya kerja dengan benar.
01:52Manakala bapak ibu semua, itu kemudian haknya adalah hak yang memang benar harus dipenuhi,
01:57maka saya pastikan hak bapak ibu tidak akan berkurang sedikitpun.
02:01Tapi manakala hak itu adalah bagian dari hengki-pengki yang ini, mohon maaf, kita tidak bisa teruskan.
02:07Sampai jumpa di video selanjutnya.