Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua BEM UI 2026, Fathimah Azzahra, mempertanyakan efektivitas penanganan bencana oleh pemerintah, setelah menemukan kesenjangan antara koordinasi kementerian dengan kondisi masyarakat di lapangan.

Kondisi tersebut justru menimbulkan pertanyaan mengenai hambatan yang membuat pelaksanaan di lapangan belum sesuai dengan laporan koordinasi pemerintah.

"Berarti di sini ada sesuatu yang perlu diinvestigasi lebih lanjut. Karena kalau di grup menteri sampai semasif itu persiapannya, berarti ada tanda-tanya besar. Ada gap apa yang menghalangi antara persiapan di grup WhatsApp itu atau laporan-laporan di grup WhatsApp itu dengan realita yang kita lihat," katanya.

Fathimah kemudian menceritakan pengalaman mahasiswa BEM UI saat mengunjungi Kalimantan. Ia menyebut kondisi udara yang terdampak kebakaran hutan dan lahan atau karhutla membuat masyarakat kesulitan bernapas.

Selain persoalan kabut asap, mahasiswa juga menemukan kesulitan akses air bersih yang menurutnya tidak hanya berkaitan dengan karhutla, tetapi juga dampak bencana sebelumnya yang belum terselesaikan.

Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko, mengakui kondisi di lapangan tidak selalu dapat tergambarkan secara utuh melalui laporan pemerintah.

Budiman menyebut, pemerintah telah melakukan koordinasi dan mengerahkan sejumlah kementerian dalam tahapan penanganan bencana, mulai dari tanggap darurat hingga rehabilitasi.

Budiman juga menyambut temuan dan kritik mahasiswa sebagai masukan bagi pemerintah. Menurutnya, masyarakat perlu dilibatkan sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan persoalan yang ditemukan di lapangan.

Ia berjanji akan meneruskan temuan mahasiswa kepada kementerian terkait, termasuk melalui grup WhatsApp para menteri, agar persoalan tersebut mendapat perhatian.

Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/sFstPhIYbyM

Baca Juga BEM UI Tagih Langkah Nyata Penanganan Karhutla, Budiman Bandingkan Prabowo dan Jokowi | ROSI di https://www.kompas.tv/talkshow/698987/bem-ui-tagih-langkah-nyata-penanganan-karhutla-budiman-bandingkan-prabowo-dan-jokowi-rosi

#demomahasiswa #bemui #budimansudjatmiko

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/698988/bem-ui-fathimah-pertanyakan-penanganan-bencana-ada-apa-dengan-laporan-menteri-rosi
Transkrip
00:00Berkali-kali dijanjikan tidak pernah realisasi.
00:02Terikat bahwa terlupa bahwa ada prioritas lain, itu menurut Fad.
00:05Gimana tuh?
00:06Tentu saja karena tadi kisus, sebagai satu use case ya soal makan bergisi,
00:10tentu saja tidak makan bergisi, ada kooperasi, itu pun masih diproblemkan,
00:15oke itu juga debatnya lebih baik nanti debat ekonomi dan bukan ekonomi makro dan masyarakat ekonomi bahkan.
00:21Tapi kalau berbicara apakah Pak Prabowo mengabaikan soal-soal yang eksidental,
00:27yang bukan dalam desain bencana, situasi-situasi darurat gitu ya,
00:33bencana atau tiba-tiba krisis apa, begitu ada perang mungkin misalnya, tentu tidak.
00:38Soal percepatan dan perbaikan sebenarnya sudah dilakukan.
00:42Saya sendiri tidak masuk Satgas Pemulihan Bencana,
00:45tapi beberapa kementerian sudah dikerahkan, luar biasa,
00:49saya tahu saya di grup WA Menteri bagaimana arahan-arah untuk kementerian-kementerian
00:53yang tentu pada setiap tahapan, tanggap darurat sampai kemudian pemulihan,
00:59sepuluh dan rehabilitasi, itu masing-masing ada jadwal itu.
01:02Tanggap darurat, kementerian X, Y, Z, Badan A, B, C,
01:08kemudian tahapan rehabilitasi, kementerian apa itu ada tuh.
01:12Giliran Menteri itu ke daerah bencana itu, sungguh-sungguh dimonitor di grup WA itu kami,
01:17oke ini giliran sudah sekarang tanggap darurat ada bencana di BUSINTT yang paling baru,
01:20tanggap darurat, maka kementerian dengan kepala badan khusus harus menangkong di sana,
01:24minimal seminggu sekali.
01:26Kemudian pada bulan keberapa atau minggu keberapa,
01:28ketika sudah mulai rehabilitasi, maka kementerian yang lain.
01:31Itu betul-betul dalam grup WA itu saya lihat percakapannya,
01:35kira-kira laporan, foto, segala macam, dan menteri dengan jajaran diri jenis masuk.
01:39Jika ini tidak dirasa kurang puas, pasti ada kekurangan,
01:43tapi ini semasukan bagus, oke.
01:46Kedua, yang soal apakah Pak Prabowo tidak memperhatikan pendidikan?
01:50Ada dua hal, Pak Prabowo sudah lama berbicara pendidikan,
01:56bahkan faktanya sekarang ini sudah 87.911 sekolah yang sudah direnovasi,
02:02ada sudah 182 sekolah rakyat,
02:07kemudian pidato Pak Prabowo dalam acara halilurang tahun pan,
02:11juga tidak keliru,
02:12untuk melakukan menggratiskan pendidikan terutama di perguruan tinggi negeri,
02:15yang sudah dihitung oleh beberapa hari kemudian oleh Menteri Ristek Dikti,
02:2192 triliun untuk seluruh angkatan.
02:24Kalau untuk angkatan pertama saja,
02:27lebih kurang itu.
02:28Satu itu, artinya ada.
02:29Bukan cuma memurahkan, tapi menggratiskan.
02:31Kedua, pendidikan juga adalah bukan soal biaya,
02:35tapi juga soal relevansi ilmu.
02:37Beberapa bulan lalu,
02:39Ristek Dirjen Dikti yang sekarang jadi sekjen Ristek Dikti,
02:44secara berbicara, perlunya adaptasi prodi.
02:48Karena memang kita menghadapi situasi yang sama sekali, Pak.
02:50Sederhananya bahwa semua kerja-kerja itu sudah dibuktikan
02:53bahwa tidak ada yang terlampaui.
02:54Ya, ada lah masih belum.
02:56Oke, gitu Pak.
02:56Soal guru.
02:58Guru baru dikatakan juga oleh Pak Prabowo,
03:00dalam hal uang utama juga,
03:02bahwa penambahan data anggaran pendidikan,
03:05itu juga adalah penyakut nasib guru.
03:07Oke, Fad, gimana tuh?
03:09Ya, saya jadi penasaran, Bang, justru.
03:11Berarti di sini ada sesuatu yang perlu diinvestigasi lebih lanjut.
03:13Karena kalau di grup menteri sampai semasif itu persiapannya,
03:17berarti ada tanda tanya besar,
03:18ada gap apa nih yang menghalangi
03:19antara persiapan di grup WhatsApp itu,
03:21atau laporan-laporan di grup WhatsApp itu,
03:23dengan realita yang kita lihat.
03:25Teman-teman BMI, Bang, kemarin kita ke Kalimantan,
03:28dan di situ kita untuk menghirup nafas aja,
03:31itu rasanya tuh kayak debu masuk ke paru-paru kita, Pak.
03:34Saking susahnya orang bernafas dan sebagainya.
03:36Air bersih juga masih susah,
03:38dimana itu bukan hanya karakar hut lagi itu,
03:40karena dari dampak-dampak sebelumnya yang masih belum terselesaikan sampai hari ini.
03:43Jadi ada tanda tanya besar,
03:45ada gap apa nih yang menghalangi
03:46antara grup WA Menteri yang sangat rapih
03:48dengan realita yang masih sangat berantakan gitu, Bang.
03:51Oke.
03:52Selalu saja pasti realita jauh lebih kompleks daripada sekedar laporan ya.
03:56Tentu saja itu harus diakui.
03:58Saya kira untuk dikatakan gini deh,
04:03jadi ini adalah satu hal yang lain,
04:04ini bukan sekedar protes,
04:06tapi masukkan mahasiswa sebagai partner dari pemerintah,
04:09atau whatever you may call it ya.
04:12Temuan-temuan lapangan tadi,
04:14saya kira bagus disuarakan di jalanan
04:17supaya menarik perhatian.
04:18Saya kira bagus juga disuarakan di sini.
04:23Ya tentu saja saya akan berbicara ke BPB,
04:26saya akan berbicara pada kementerian-kementerian terkait soal itu.
04:29Sehingga kalau menurut Anda,
04:30saya yakin juga mereka juga.
04:31Saya akan ketika ditayangkan lagi ulang di hari Sabtu,
04:34saya juga akan kirim diskusi YouTube di dalam grup WA
04:36supaya di denger-denger lah kira-kira begitu.
04:38selamat menikmati.

Dianjurkan