- 2 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap sejumlah nama pelaku manipulasi perdagangan saham beserta sanksi yang dijatuhkan terhadap sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga akhir Oktober 2026.
Founder Indonesia Superstocks Community, Edhi Pranashidi, menilai langkah OJK bersama BEI tersebut merupakan perkembangan positif bagi pasar modal Indonesia.
"Apa yang sudah dilakukan oleh OJK maupun Bursa Efek Indonesia sudah sangat positif," kata Edhi dalam program Sapa Pagi, Senin (2/11/2026).
Baca Juga OJK Sambut Usulan Wakil Ketua DPR Dasco Soal Bursa Efek Indonesia Bikin Rating Sendiri | JMP di https://www.kompas.tv/nasional/698324/ojk-sambut-usulan-wakil-ketua-dpr-dasco-soal-bursa-efek-indonesia-bikin-rating-sendiri-jmp
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/699322/full-ojk-bongkar-praktik-manipulasi-saham-akankah-kepercayaan-investor-kembali-sapa-pagi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:01Sementara Anda penyaksikan kompas bisnis bersama saya Nanda Aprilia.
00:05Otoritas Jasa Keuangan mengungkap deretan nama pelaku sekaligus sanksi kasus pelengkaran pasar modal sampai akhir Oktober 2026.
00:17Sanksi berkaitan dengan praktik manipulasi harga saham sejumlah emiten besar di Bursa Efek Indonesia.
00:24Di antaranya adalah DSSA, Bren, Cuan, Film, Kios, SUPR, IMPC, hingga SHID.
00:33OJK memastikan penegakan hukum akan dilaksanakan secara berkelanjutan berdasarkan dengan hasil pengawasan dan juga pemeriksaan
00:41dengan mempertimbangkan karakteristik pelengkaran, tingkat keseriusan perbuatan, serta ketentuan hukum yang berlaku.
00:58Dari keterangan resmi OJK yang dirilis Sabtu 31 Oktober, diungkap sejumlah nama pelanggar dan juga sanksinya.
01:08Untuk kasus emiten DSSA, pelanggarnya adalah Sinar Mas Tunggal dan ada sembilan sekuritas dengan rentang denda 700 juta hingga 1
01:18,3 triliun rupiah.
01:19Bren, pelakunya adalah Anbo Holdings dengan denda 500 miliar.
01:25Cuan pelanggarnya adalah Tigonis Capital dan 2 Sekuritas dengan denda 1,7 hingga 100 miliar.
01:32Saham film, pelakunya 2 individu dengan denda masing-masing 5 miliar.
01:37Sementara kios pelanggarnya adalah 4 individu dengan denda 1,4 hingga 1,7 miliar rupiah.
01:53Sedangkan untuk saham Trond dan SUPR ada 3 individu dan hanya diberikan peringatan tertulis.
02:00Saham IELS, film, BSML, pelakunya adalah influencer saham Belvin Tanadi yang diberi denda 5,35 miliar.
02:10Saham IMCP, pelanggarnya ada dana mitra kencana dan 2 individu dengan denda 1,8 hingga 2,1 miliar rupiah.
02:22Terakhir saudara, saham SHID, pelakunya 1 individu dengan denda 2,35 miliar rupiah.
02:38Pertanyaannya, bagaimana dengan kinerja IHSG di mana pasar bukan hanya merespons mengenai usulan MSCI
02:45untuk mendowngrade bursa Indonesia ke standalone market, tapi juga melihat upaya dan langkah-langkah regulator.
02:52Saudara, sejak usulan MSCI dirilis pada 16 Oktober, IHSG ditutup di level 5.185.
03:01Ini turun hampir 12% dibanding hari sebelumnya yang masih di angka 5.863.
03:07Sementara, jika kita hitung dari rilis MSCI hingga perdagangan Jumat Pekan lalu, IHSG turun 2,47%.
03:16Selama sepekan, pasar modal Indonesia tertekan 7,09%.
03:20Dan jika ditarik lebih jauh lagi selama satu bulan, IHSG turun tajam sebesar 15,85%.
03:29Saudara seluruh indeks sektoral kompak melemah, mulai dari perindustrian, basic material, hingga perbankan.
03:45Asing pun terus melakukan aksi jualnya.
03:48Terpantau dari data RTI pada perdagangan Jumat lalu, Asing keluar sebesar Rp140,27 miliar selama sepekan sebesar Rp16,50 triliun.
03:59Dan lebih jauh selama sebulan, Asing tak terbendung keluar dari bursa RI hampir Rp100 triliun.
04:16Sementara itu, Rupiah selama sebulan melemah 411 poin dari Rp17,727 di Oktober.
04:26Awal melemah jadi Rp18,138 pada 30 Oktober.
04:31Setelah proposal MSCI, Rupiah memang terus tertekan dan tak mampu untuk bertahan, Saudara, hingga menembus level psikologis Rp18,000-an.
04:40Pada perdagangan 16 Oktober, tepat saat MSCI merilis usulan bursa Indonesia ke Stanley Lone Market, Rupiah melemah ke Rp18,052.
04:50Padahal sehari sebelumnya masih di Rp17,948 per dolar AS.
05:08Terima kasih.
05:27Selamat pagi, Mbak Nanda.
05:29Baik-baik saja menarik ya tentang OJK ini.
05:32Jadi kalau pertanyaannya seberapa besar, saya harus mengatakan bahwa apa yang sudah dilakukan oleh OJK maupun bursa efek Indonesia sudah
05:40sangat positif.
05:41Dalam artian apa yang menjadi concern atau keprihatinan MSCI bahwa misalnya terjadi coordinated trading, kemudian juga high share holding concentration,
05:53kemudian juga misalnya ada manipulasi perdagangan.
05:56Itu sudah dijawab oleh OJK dengan melakukan langkah yang pertama tadi, yaitu langkah administratif dan denda.
06:03Dendanya Rp2,1 triliun itu terbesar sepanjang sejarah bursa efek Indonesia kan.
06:09Dan kondisi ini seharusnya kemudian akan dilanjutkan dengan minggu ini ya.
06:14Kalau tidak salah, Ibu Kiki atau Ibu Frederica dari OJK, Ketua OJK mengatakan akan melakukan proses pidana.
06:22Kondisi ini yang sebetulnya sangat diinginkan oleh MSCI.
06:26Tapi dengan catatan bahwa kondisi ini harus dilakukan secara konsisten.
06:30Tidak galak sekarang saja, tapi akan galak selamanya.
06:35Jadi kondisi-kondisi di mana misalnya coordinated trading itu dihentikan, kemudian juga tidak ada lagi goreng-gorengan, kemudian juga siapa
06:45sih beneficial owner-nya dari saham itu siapa.
06:48Kemudian juga nanti free float-nya juga memang harus tetap konsisten.
06:52Kalau memang benar 15%, ya 15%.
06:54Artinya free float tidak boleh dimanipulasi lagi.
06:57Seperti itu, Mbak Nanda.
06:58Jadi kalau buat saya, itu positif ya dari segi MSCI dan harusnya bisa membuaskan MSCI.
07:06Cuma masih ada satu konsern lagi, saya kira dari MSCI yang harus juga dibenahi.
07:12Tapi itu bukan ranahnya OJK ataupun BI, karena itu ranahnya Bank Indonesia nanti.
07:17Karena di Juni, tanggal 19 kemarin ketika MSCI mengemukakan konsernya, itu salah satunya adalah konsern tentang liberalisasi falas.
07:26Artinya MSCI menyoroti ini, gimana susahnya keluar masuk dolar di Indonesia, seperti itu.
07:34Jadi kalau misalnya setelah, salah satu yang jadi keberatan MSCI adalah ketika misalnya mereka mau menggunakan dolarnya untuk menukar,
07:43sorry, rupiannya untuk menukar ke dolar setelah berjualan, itu harus ada underlying transaction seperti itu.
07:49Jadi sekarang mungkin bolanya ada di Bank Indonesia.
07:53Oke, berarti dengan mengungkap nama pelaku manipulasi saham, sekaligus juga dijatuhkan denda.
07:59Berarti Pak Edi juga melihat sebenarnya ini menjadi titik balik pedagakan hukum di pasar modal ya sih?
08:05Betul.
08:06Ini harusnya menjadi titik balik dan harusnya juga secara konsisten harus dilaksanakan terus.
08:13Jadi kondisi-kondisi di mana kemarin kita melihat misalnya ada satu harga saham dengan valuasinya yang fundamentally itu tidak baik
08:23ya.
08:23Dan artian P.E. ratio-nya itu di atas ribu atau di atas 500 kali dari earning per share-nya,
08:30tiba-tiba harga sahamnya Rp6.000 atau Rp7.000 gitu.
08:34Nah ini kan termasuk kondisi-kondisi dugaan adanya cornering ya, artinya goreng-gorengan saham seperti itu.
08:42Dan kondisi-kondisi ini dengan OJK melakukan dan Bursa Efek Indonesia memberikan data yang terbaik untuk OJK,
08:49artinya apa?
08:50Artinya ada pelaksanaan denda, ada pelaksanaan nantinya menuju ke arah proses pidana
08:55supaya mereka-mereka yang melakukan seperti hal-hal yang tidak baik itu bisa berhenti.
09:02Oke, nah ini yang tidak kalah menarik sebenarnya Pak Edi.
09:05Seberapa besar sih langkah OJK ini dapat mempengaruhi penilaian MSCI terhadap kualitas dan juga transparansi?
09:11Nanti kita akan bahas, tapi kita akan jadah dulu.
09:14Jadi saudara jangan kemana-mana, tetap bersama kami di Kompas Bisnis.
09:20Saudara-saudara, kembali mengaksikan Kompas Bisnis bersama saya Nanda Aprilia
09:23dan masih bersama dengan kami, Edi Pranashidi, founder Indonesia Super Stock Community.
09:28Mas Edi, kita pelajukan perbincangan yang tadi mengenai MSCI ini kan sebenarnya sudah memberikan peringatan
09:34soal adanya saham gorengan dari bulan Januari ya Mas Edi.
09:38Tapi dengan adanya langkah OJK, dengan mengungkapkan nama pelaku sampai dengan diberikan sanksi,
09:44seberapa besar sih menurut Anda hal ini dapat mempengaruhi penilaian MSCI terhadap kualitas dan juga transparansi
09:49untuk pasar saham Indonesia khususnya?
09:52Ada dua red flag yang diajukan oleh MSCI terhadap pasar saham Indonesia ya.
09:58Red flag pertama itu tentang information flow.
10:01Artinya ada tentang ketidakjelasan mengenai siapa pemegang saham,
10:09kemudian juga tentang coordinated trading,
10:11kemudian juga banyak hal-hal kondisi yang sifatnya informasinya itu tidak jelas buat MSCI.
10:16Dan kondisi ini juga memaksa MSCI untuk mengatakan, eh kok begitu terus ya?
10:21Kenapa enggak kamu tindak?
10:22Nah, kondisi sekarang dengan OJK melakukan penindakan secara administratif dan denda,
10:28kemudian juga akan melakukan proses pidana, seharusnya buat saya MSCI bisa dikuaskan.
10:35Termasuk juga investor asing tentunya ya.
10:38Oh oke, sudah ada pelaksanaan denda, sudah ada kondisi-kondisi di mana OJK sudah memperbaiki semuanya.
10:43Bursa Efek juga sudah memberikan data yang terbaiknya.
10:46Jadi pada kondisi-kondisi seperti itu, pertanyaannya adalah apakah kondisi ini akan terulang lagi kembali di bulan-bulan berikutnya atau
10:56tidak?
10:57Nah ini pertanyaannya kembali kepada bagaimana konsistensi OJK maupun misalnya Bursa Efek Indonesia
11:02untuk menghalangi kondisi ini terjadi kembali.
11:07Dan ini yang seharusnya bisa memuaskan MSCI.
11:10Tadi saya mengatakan ada satu lagi concern yang MSCI itu harus diselesaikan oleh Bank Indonesia,
11:17yaitu mengenai liberalisasi falas.
11:21Artinya ada sedikitlah kelonggaran kepada pemegang saham asing untuk keluar masuk dolarnya Indonesia,
11:28ke dolarnya di pasaran saham Indonesia.
11:30Tapi kondisi sebenarnya sekarang dengan kondisi bahwa rupiah tertekan terus,
11:35karena indeks dolar menguat terus akibat dari implikasi dari disrupsi sistem keuangan global,
11:43karena harga minyak naik, kemudian itu juga akibat perang Iran.
11:48Jadi kondisinya untuk bilang Indonesia serba dilematis ya.
11:51Jadi saya mengatakan kembali,
11:54yang saya ingin katakan adalah bahwa apa yang sudah dilakukan OJK dan Bursa Efek Indonesia,
11:58jika dilaksanakan secara konsisten sampai nanti kita punya waktu sampai Juni 2027,
12:05dan mudah-mudahan ini konsisten.
12:07Dan yang paling penting untuk jangka pendek mungkin ini akan tetap membuat IHSG volatile.
12:12Artinya bisa turun, kemudian naik, kemudian turun lagi seperti itu volatile banget.
12:18Tapi untuk jangka panjang, menengah dan jangka panjang, ini sangat positif.
12:22Dan harusnya bisa memuaskan MSCI dengan kondisi-kondisi yang sudah dilakukan oleh OJK dan Bursa Efek Indonesia.
12:30Terutama adalah penindakan pidana nantinya.
12:33Agar apa?
12:34Agar tidak lagi ada kejadian-kejadian seperti ini.
12:37Tidak ada lagi penindakan-penindakan denda-denda lagi seperti ini, seperti itu.
12:41Jadi kondisi-kondisi ini saya harap bisa membuat misalnya MSCI puas,
12:48bisa berharap MSCI juga mengerti bahwa OJK dan Bursa Efek Indonesia sudah melakukan hal yang terbaik.
12:54Masalahnya cuma satu nanti, bagaimana Bank Indonesia bisa sedikit mengundurkan kebijakan falasnya,
13:00sedikit bisa mengundurkan kebijakan untuk misalnya underlying transaction bagi pemodal asing
13:06yang ingin misalnya mengeluarkan dolarnya dari pasar saham Indonesia,
13:11tapi juga ingin juga dengan mudah memasukkan dolarnya ke pasar saham Indonesia.
13:15Seperti itu, Mbak Nanda.
13:16Oke, berarti kuncinya di sini yang saya tangkap adalah konsistensi.
13:19Tapi kita beralih melihat bagaimana respon investor asing, Mas Edi.
13:25Bagaimana kemungkinan respon investor asing terhadap keseriusan OJK?
13:31Begini, MSCI itu menjaga investment flow masuk ke Indonesia itu keluar masuk dengan mudah.
13:41As easy as they can gitu kan, seperti itu.
13:45Tapi ketika misalnya sebuah harga saham tiba-tiba naik, beginilah.
13:50Saya ambil contoh misalnya MSCI mau masuk pasar saham Indonesia masuk misalnya di harga satu saham bank
13:56dengan nilai misalnya katakanlah 100 miliar rupiah.
14:00Apakah seminggu kemudian mereka bisa keluar dari market Indonesia tanpa nyangkut?
14:05Atau misalnya bisa keluar dari, atau misalnya ketika keluar mereka masih bisa dengan mudah keluar,
14:11artinya mereka bit overnya itu bagus, seperti itu.
14:14Liquidity providernya ada, seperti itu.
14:17Jadi saya pikir pandangan asing seharusnya mudah-mudahan positif ya, Mbak Nanda.
14:23Karena apa?
14:24Karena juga kita harus melihat bahwa dari awal tahun sampai sekarang,
14:28market cap IHSG itu sudah turun 8.000 triliun dari awal tahun.
14:348.000 triliun itu kan berat sekali ya, dengan kondisi misalnya net sale asing itu sudah mencapai 5,4 miliar
14:40USD.
14:40Kalau misalnya sekarang yang tersisa itu sekitar 11 sampai 12 miliar USD di pasar saham Indonesia,
14:48dan kemudian misalnya mereka keluar semua, dengan 5,4 miliar dolar saja kita sudah tergerus 8.000 triliun.
14:55Apalagi kalau misalnya keluarnya sampai 12 miliar USD.
14:59Dengan kondisi sekarang misalnya market cap IHSG itu hanya 8.862 triliun.
15:05Ini yang bahaya.
15:06Makanya saya harus mengatakan apa yang sudah dilakukan oleh OJK dan Bursa Efek Indonesia seharusnya bisa memuaskan MSCI.
15:15Tinggal satu tadi, bagaimana caranya OJK dan Bursa Efek Indonesia menjaga konsistensi ini sampai misalnya April 2027,
15:23ketika misalnya MSCI menghentikan konsultasinya apakah Indonesia masuk stand-alone market atau misalnya tetap di emerging market atau malah di
15:31frontier market.
15:32Karena buat saya stand-alone market itu sudah keluar dari MSCI, sudah tidak ada lagi perusahaan-perusahaan yang misalnya bisa
15:40investable.
15:41Artinya bisa diinvestasikan di Indonesia uang-uang asing itu, seperti itu.
15:47Jadi saya cuma berharap, saya ingin katakan agar Bursa Efek Indonesia dan OJK tetap konsisten dan tidak lagi misalnya berkompromi
15:59terhadap mereka-mereka yang mencoba untuk memanipulasi harga saham.
16:03Oke, Mas Edy, ini kan sebenarnya ada satu kesempatan lagi di mana OJK nanti dalam kurun waktu dekat-dekat ini
16:11ya mungkin kita akan lihat bersama,
16:12akan mengumumkan satu nama besar lagi ke pasar begitu ya, pasar modal.
16:19Ini sebenarnya kalau dari, ini pengungkapannya khususnya mengenai siapa bandar di balik ini semua.
16:26Anda melihat ini bagaimana Mas Edy? Sinyal apa yang diberikan untuk market?
16:32Nah, ini sinyal yang kuat sekali dari OJK. Jangan main-main dengan saham, gitu kan.
16:37Dan kita harus ingat loh, OJK yang baru ini baru beberapa bulan kan.
16:42Kemudian juga Bursa Efek Indonesia, Direktur, kemudian manajemennya juga kan baru beberapa saat kan, baru diganti seperti itu.
16:49Dengan gebrakan seperti ini, jika benar-benar terjadi misalnya mereka berani menyebutkan satu nama besar konglomerat misalnya,
16:58yang berada di balik perdagangan saham manipulatif ini,
17:01maka saya harus mengatakan bahwa ini adalah kredit positif buat mereka.
17:04OJK. Jadi, jangan main-main lagi. Sudahlah, selesaikan semuanya.
17:10Jangan takut, karena sudah ada backup kan katanya dari siapa, Pak Hasim atau misalnya Pak Prabowo gitu kan,
17:17bahwa misalnya jangan main-main lagi, bicara sama di depan apa, Kadin, seperti itu.
17:22Jadi, kondisi-kondisi ini akan menjadi semacam sense of alert gitu,
17:30bahwa OJK dan Bursa Efek Indonesia akan benar-benar mematikan permainan-permainan yang tidak baik ini.
17:36Begitu, Mananda.
17:37Jadi, saya harus berpikir, ini bagus.
17:40Kalau memang berani, ini bagus.
17:43Dan saya sangat apresiasi ini gitu.
17:45Oke, kita lihat ya. Ini nanti sejauh mana berarti ini akan bergulir.
17:49Mas Edi, berarti kita main dari sisi lain.
17:52Dengan pengungkapan nama pelaku, ini berpotensi menimbulkan gajolak ya sih, Mas,
17:56untuk jangka pendek di pasar saham?
17:59Iya, saya tadi mengatakan kalau jangka pendek ini akan volatile.
18:02Harga saham maupun harga IHSG-nya.
18:04Tapi untuk jangka pendek, jangka menengah sampai panjang, sampai nanti Juni,
18:08saya optimis bahwa ini akan dihargai oleh MSCI.
18:12Oke, kita lihat bagaimana dinamika kedepannya seperti apa.
18:15Dan kita nantikan, OJK akan mengungkapkan satu buka-bukaan nih.
18:19Satu nama besar di Wali Kedisupah.
18:21Terima kasih, Edi Pratashidi, founder Indonesia Superstock Community
18:25yang sudah berbagi insight bersama kami di Kompas Bisnis.
18:28Salam sehat, Mas. Selamat pagi.
18:30Terima kasih. Selamat pagi, Mbak Danda.