Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Seorang balita berusia 20 bulan tewas diduga akibat penganiayaan oleh ayah tiri dan ibu kandungnya di toilet umum di seberang Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Jasad korban ditemukan terkubur dengan kedalaman kurang dari 50 sentimeter di sebuah lahan kosong di kawasan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Polisi menangkap ayah tiri dan ibu kandung korban. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Berdasarkan keterangan dalam naskah, salah satu tersangka mengaku melakukan pembunuhan karena tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup. Ayah tiri korban disebut tidak memiliki pekerjaan, sedangkan ibu kandungnya bekerja sebagai pengamen jalanan.

Kasus ini terungkap setelah pemilik toilet umum mendengar jeritan dan tangisan anak dari dalam bilik toilet pada Sabtu malam. Pada dini hari, kedua tersangka kembali ke lokasi untuk mengambil pakaian, lalu diamankan warga dan diserahkan kepada polisi.

Untuk mengetahui lebih lanjut motif di balik kasus ini, simak penjelasan Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Seala Syah Alam.

#pembunuhan #bayi #pasutri #jakarta

Baca Juga Polisi Tangkap Pembunuh Wanita yang Dibuang ke Drainase usai 5 Hari Buron | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/699345/polisi-tangkap-pembunuh-wanita-yang-dibuang-ke-drainase-usai-5-hari-buron-kompas-petang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/699381/pasutri-tega-bunuh-bayi-di-toilet-pasar-polisi-ungkap-motifnya-kompas-malam
Transkrip
00:07saya mau buka infempas
00:09berarti kamu bukanya kasar kan?
00:11mau bukanya kasar kan?
00:12iya karena kamu kan kesel
00:13karena kamu kesel
00:14ini ada buka disininya dia itu
00:16kalau mau pun mau nggak buka
00:17berarti kamu bukanya kasar kan?
00:19bukanya kasar kan?
00:20iya kalau buka kasar
00:24tangan tersebut dengan keadaan yang gizinya tidak sesuai dengan misalnya
00:39kalau untuk yang membuat itu pengamen
00:43kalau untuk yang pria atau apa lagi itu tidak ada bekerja
00:56sedara bayi berusia 20 bulan tewas diduga
00:59dianiaya ayah tiri dan ibu kandungnya
01:01kurban dianiaya di sebuah toilet umum di kebayoran lama Jakarta Selatan
01:10toilet umum di seberang pasar kebayoran lama Jakarta Selatan ini
01:14jadi saksi bisu aksi keji
01:17pasangan suami istri
01:19tega menyiksa anak mereka yang masih berusia 20 bulan hingga tewas
01:24jasad korban dikubur dengan kedalaman kurang dari 50 cm
01:28di lahan kosong di kawasan bendungan hilir Tanah Abang
01:33tak butuh waktu lama
01:35polisi membekuk ayah tiri dan ibu kandung korban
01:38dan jadi tersangka
01:39kita tetapkan dua tersangka
01:43yaitu tersangka tas nama inisial A, M dan J
01:50disini kita masih dalami
01:52apa hubungan tersangka disini yang mengibatkan kehilangan nyawa anak
01:58untuk pasal yang kita terapkan
02:00kita menggunakan dua undang-undang
02:03dimana undang-undang pertama adalah TAHP
02:05menyebabkan kehilangan nyawa
02:07yang kedua kita perlindungan anak
02:10dokter ahli forensik bilang
02:12ditemukan bekas kekerasan di sekujur tubuh korban
02:16Pada pemeriksaan kami menemukan keadaan anak tersebut dengan keadaan yang gizinya tidak sesuai dengan usianya
02:33kurang dari yang harusnya normal pada usia tersebut
02:37kemudian kami juga menemukan beberapa tanda-tanda kekerasan pada daerah wajah, perut, dada, dan keempat anggota gerak
02:49baik itu kekerasan yang baru maupun kekerasan yang baru
02:54sementara tersangka mengaku membunuh korban karena tak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya
02:59ayah tiri korban tak punya pekerjaan
03:01sedangkan ibu korban pengamen jalanan
03:05cariannya ibu
03:06kerjaannya apa?
03:08lanjut
03:08kalau untuk yang membuat itu pengamen
03:12kalau untuk yang pria atau tidak laki itu tidak ada kerja
03:19tempeleng gak anak kamu?
03:20kamu tempeleng gak?
03:21gak gak ditempeleng, cuma buka aja
03:23ini pepes sesu
03:24itu ada luka?
03:25di badan sini juga ada luka?
03:26ada bekas luka itu?
03:27gak gak ditempeleng beneran
03:28saya membuka ini pepes
03:30saya buka
03:31berarti kamu bukanya kasar kan?
03:32ngebukanya kasar kan?
03:34iya karena kamu kan kesel
03:35karena kamu kesel
03:36ini ada luka disininya dia itu
03:37iya enggak
03:38kalau ngukul mah enggak bu
03:39iya berarti kamu bukanya kasar kan?
03:41bukanya kasar kan?
03:42iya kalau muka kasar bener
03:43ngebuka bajunya itu kasar secara kasar
03:46karena kamu ketus kan?
03:47oh iya bener
03:48buka bajunya
03:49kesel gitu kan lu kan kesel itu kan?
03:51ada bekas cakaran itu?
03:52enggak
03:53harusnya gak ada kekuatan
03:54badannya itu
03:55ada bekas luka biru juga disini lebat
03:57menurut saya hukum gak bu
03:59kasus kekerasan terhadap balita ini
04:01terjadi pada sabtu malam
04:02bermula dari kecurigaan pemilik toilet umum
04:05yang mendengar suara ceritan dan tangis anak
04:08dari balik pilik toilet
04:11lalu pada dini hari
04:12salah satu tersangka kembali ke toilet
04:14mengambil pakaian
04:16disitulah warga mengamankan keduanya
04:18hingga melapor ke polisi
04:20tim Liputan Kompas TV
04:27untuk mengetahui motif orang tua tiga membunuh anaknya
04:30kita sudah terhubung dengan Kapolsek Bayaran Lama
04:32Kompol Sialasya Alam
04:34selamat malam Bu Kapolsek
04:37selamat malam Mas
04:38ya terima kasih telah meluangkan waktu
04:40bergabung bersama kami di Kompas Malam
04:41Bu Kapolsek dari pemeriksaan pada tersangka ini
04:44ditemukan bahwa motif saat ini adalah
04:46karena tekanan ekonomi
04:48ini sebetulnya tekanan ekonomi yang seperti apa
04:51Bu Kapolsek maksudnya?
04:53Baik
04:54pertama-tama
04:55kami tentunya turut berempati
04:58atas meninggalnya korban
05:00adik SF
05:00yang kedua kami mengucapkan apresiasi
05:03setinggi-setingginya
05:04kepada masyarakat
05:05khususnya masyarakat
05:06kebayaran lama
05:07karena tanpa
05:08dukungan dari masyarakat yang dekat dengan polisi
05:11ini kita tidak dapat mengungkap dengan cepat
05:14kurang lebih dari 1x24 jam
05:16jadi memang sampai saat ini
05:19menurut keterangan dari
05:21ahli psikologi forensik
05:24bahwa ada tekanan ekonomi
05:25yang dialami oleh tersangka
05:28seperti itu
05:29sehingga
05:30karena tersangka memiliki 2 orang
05:33anak
05:34salah satunya adalah korban
05:37memang tidak ada
05:39perencanaan bahwa
05:41harus melakukan pembunuhan perencana
05:44terhadap salah satu korban
05:46seperti itu
05:47artinya sudah ada perencanaan
05:49memangnya
05:50pasangan suami istri ini
05:52sebetulnya pekerjaannya apa
05:53Bu Kapolsek?
05:54jadi kalau untuk suaminya
05:56berawal
05:57suaminya itu adalah
05:58joki koin yang
06:00bekerja di
06:01merah
06:02lalu
06:03pindah ke
06:04tanah abang
06:05pindah ke tanah abang itu
06:06apapun dikerjakan
06:07tapi dengan keadaan saat ini
06:09suami tidak bekerja
06:10untuk
06:12tersangka istri
06:14berinisial J
06:15itu
06:16adalah pengamen
06:17hmm
06:18satunya joki koin
06:19satunya pengamen
06:20dari pemeriksaan
06:21yang telah dilakukan aparat
06:22polisian apakah mereka
06:23memang sering melakukan
06:24kekerasan terhadap korban?
06:27nah ini yang motifnya
06:28masih kami dalami
06:29karena
06:30sampai saat ini
06:31kami juga masih menunggu
06:32hasil yang lengkap
06:33dari
06:33kedokteran forensik
06:35rumah sakit Bori
06:36dan juga hasil dari
06:37Psikologi Forensik
06:39dari
06:41Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia
06:44tadi sempat disebutkan bahwa
06:46memang
06:47pembunuhan ini
06:48dilakukan secara terencana
06:49dari hasil otopsi sendiri
06:50bagaimana kondisi korban?
06:52untuk otopsi awal
06:54tadi seperti
06:54pada saat rilis
06:56memang ada beberapa
06:57luka lebam
06:58jadi untuk
07:00kematian yang disebabkan
07:01oleh korban
07:03itu apakah
07:04kekerasan yang dilakukan secara beruntun
07:06atau memang
07:07pada saat
07:08kejadian tersebut
07:09yang terjadi pada
07:10hari
07:10Sabtu
07:11pukul 7
07:12atau pukul 11
07:12seperti itu
07:13hmm
07:14tadi anda juga
07:16mengatakan Buka Polsek
07:17bahwa
07:18tersangka ini memiliki
07:19dua anak
07:20satu lagi posisi anak
07:21dimana?
07:22yang berusia 3 tahun
07:23ini anak pertama berarti ya?
07:25betul
07:27jadi perlu kami luruskan
07:29kalau untuk
07:30pembunuhan berencana itu
07:32tidak termasuk
07:32pembunuhan berencana mas
07:34oke
07:34nah kalau untuk
07:35anak yang berusia
07:363 tahun
07:37saat ini kami sudah berpengasih
07:39dengan kecamatan
07:40kebayaran lama
07:40sehingga
07:42anak tersebut ada di
07:43Dinsos
07:44tidak termasuk dalam
07:45pembunuhan berencana
07:47dan sampai saat ini
07:48betul
07:49satu anak
07:49ataupun anak yang pertama ini
07:51ada di pihak Dinsos
07:52ini dari
07:52adakah pemeriksaan
07:54terhadap
07:55kondisi dari
07:56anak pertama ini
07:56yang berusia 3 tahun
07:57kalau nggak salah
07:59Buka Polsek?
08:00betul
08:01kami sedang melakukan
08:03pemeriksaan juga
08:03artinya
08:04kami juga
08:05mengandeng
08:06KPAI
08:07kami juga
08:09mengandeng
08:09AFSI juga
08:10untuk
08:11melakukan pemeriksaan
08:12terhadap anak yang pertama
08:14apakah
08:15anak yang pertama ini
08:17juga
08:17dilakukan semacam
08:18tes seperti itu
08:20atau tes kesehatan
08:21untuk mengetahui bahwa
08:22dia juga
08:23mengalami kekerasan
08:24atau seperti apa
08:25Buka Polsek?
08:27betul
08:27nantinya
08:28hasil-hasil tersebut
08:29akan kami sampaikan
08:30kepada rekan-rekan
08:31karena kan itu
08:33juga ada proses-proses
08:34seperti pemeriksaan
08:35lalu trauma healing
08:36karena pada saat
08:38kejadian
08:39pada saat kejadian
08:40penguburan
08:41jenazah korban
08:42itu anak-anak
08:43yang pertama itu
08:44ikut
08:46Buka Polsek
08:48saat ini
08:48kedua tersangka
08:49ditahan di mana?
08:51untuk saat ini
08:52kedua tersangka
08:52ditahan di
08:53Mako Polres Metro
08:55Jakarta Selatan
08:55untuk proses
08:58pemeriksaannya
08:59ke depan
09:00akan dilakukan
09:00seperti apa?
09:01apakah dilakukan tes
09:02kejiwaan?
09:03atau seperti apa?
09:05betul
09:05kalau untuk
09:06tes-tes terkait kejiwaan
09:08tadi kami
09:08juga pada saat rilis
09:09dia sudah menyampaikan
09:10ada psikologi forensik
09:13yang hadir
09:13jadi itu
09:15untuk mendalami
09:16terkait
09:17apa-apa saja
09:18yang menjadi
09:18mungkin concern kami itu
09:20sehingga kami
09:21melakukan pemeriksaan
09:22secara detail
09:23dan menyeluruh
09:24dengan menggunakan
09:25ahli-ahli
09:26jadi kami tidak
09:26bekerja sendiri
09:27kami menggunakan
09:29ahli-ahli
09:29untuk memastikan
09:30penanganan kasus ini
09:32secara profesional
09:33terbuka
09:34dan akuntabel
09:34untuk sejauh ini
09:36Buka Polsek
09:37ada berapa saksi
09:39yang dilakukan pemeriksaan?
09:41untuk sejauh ini
09:42saksi-saksi
09:43ada beberapa saksi-saksi
09:44salah satunya adalah
09:45pemilik
09:46WC umum
09:47yang sudah ada di seberang
09:48stasiun kebayoran lama
09:49apakah ada pemeriksaan
09:51terhadap keluarga
09:52dari pasangan suami istri ini?
09:54saat ini kami
09:55sedang berusaha
09:56melakukan komunikasi
09:57terhadap keluarga
09:58dari tersangka
10:00terakhir
10:01Bu Kapolsek
10:02barang bukti
10:04apa saja
10:04yang sampai saat ini
10:05sudah di
10:06berhasil ditemukan?
10:08baik
10:09sampai saat ini
10:10berhasil kami amankan
10:11ada tiga barang bukti
10:12yang pertama
10:13adalah kantong
10:14plastik resek
10:15dimana saat itu
10:16kami menemukan
10:17jenazah korban
10:18itu terbungkus
10:19dalam kantong plastik resek
10:21itu yang pertama
10:22yang kedua adalah sarung
10:24sarung itu adalah
10:25yang digunakan oleh
10:26para pelaku
10:27atau tersangka
10:28pada saat membungkus
10:29korban
10:30perjalanan
10:31dari
10:33Ben Hill
10:34atau Bendungan Hilir
10:36mohon maaf
10:37dari lokasi kejadian
10:39turun di Palmerah
10:40di Palmerah
10:41tersangka jalan
10:42sampai wilayah
10:43Ben Hill
10:44atau Bendungan Hilir
10:45untuk pemakaman
10:45lalu diganti ke kantong
10:47kresek
10:48selanjutnya adalah ember
10:50ember yang digunakan
10:51tersangka
10:52AR
10:52atau bapak tiri
10:54dari pelaku
10:55pada saat
10:56mencelupkan
10:58mencelupkan
10:59korban
10:59seperti itu mas
11:00baik
11:01terima kasih
11:02Kapolse Kebayaran Lama
11:04Kompolse Alasiyah Alang
11:06telah bergabung bersama kami
11:07di Kompas Malam
11:07terima kasih
11:08terima kasih
11:09selamat hormat
11:10polisi untuk masyarakat
11:11terima kasih
11:11terima kasih

Dianjurkan