Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Ferry Yanto Hongkiriwang alias Ferry Boboho mengaku menerima uang dari PT Perwira Adhitama Sejati sebesar Rp 22,5 Miliar.

Hal ini disampaikan saat Ferry dihadirkan sebagai saksi kasus dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang yang menjerat Eks Jampidsus Febrie Adriansyah di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat pada Senin (2/11/2026).

"Bentuknya apa output konsultasi hukum yang Saudara serahkan ke Perwira sehingga berani membayar sebanyak Rp 22,5 miliar?" tanya jaksa.

"Ya, dia datang bercerita, curhat, ya kita mungkin kasih tahu," jawab Ferry.

"Curhat, curhat saja?" tanya jaksa.

"Iya," jawab Ferry.

"Rp 22,5 miliar?" tanya jaksa.

"Iya," jawab Ferry.

Ferry mengatakan bahwa uang Rp 22,5 miliar tersebut tidak ada yang diserahkan ke Febrie.

Video Editor: Lintang Amiluhur

Produser: Theo Reza

#febrieadriansyah #tppu #breakingnews

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/699365/terungkap-di-sidang-febrie-ferry-boboho-dapat-rp-22-5-m-cuma-dengerin-curhat
Transkrip
00:00Baik, silahkan. Terima kasih yang mulia.
00:02Kemudian, di hari yang sama, sodara juga mentransfer ke rekening The Client Culinary.
00:11Itu transfernya terbagi dua.
00:13Di tanggal 6 Juli, eh 25 Juli 2023, senilai 12 miliar. Betul?
00:22Saya lupa, tapi saya ada...
00:24Nilainya sama, 12 miliar.
00:27Nanti kami tunjukkan ini, ada 12 miliar.
00:31Ke The Client Culinary Nusantara di Bank Mandiri.
00:36Bank Mandiri?
00:38Iya.
00:38Saya lupa yang mulia.
00:40Lupa ya?
00:41Nanti kami tunjukkan, nilainya sama, 12M.
00:44Jadi, uang yang dari James Tiawan, sodara transfer ke Prime Solution.
00:48Kemudian, di hari yang sama, sodara transfer ke rekening pribadi sodara di Maybank.
00:52Dengan nomor 1063-55575.
00:56Kemudian, ditransfer kembali ke The Client Culinary.
01:00Nilainya sama, 12M.
01:03Kemudian, untuk yang dari Perwira Aditama, sejati.
01:07Tadi, sodara sampaikan, itu 22 miliar, ya?
01:11Iya, kurang lebih.
01:12Kemudian, ini data dari kami, transferannya sebanyak 22,5 miliar.
01:22Dalam 5 kali transfer, masing-masing senilai 4,5 miliar.
01:29Itu berurut ada di tanggal 24 Juni, 1 Juni, 12 Juli, 18 Juli, 22 Juli.
01:39Ada 5 kali transfer, senilai 4,5 miliar.
01:42Pertanyaannya, kenapa harus melalui 5 kali transfer?
01:46Tidak dilakukan sekali transfer sebanyak 22,5 miliar.
01:51Ini kan bulannya sama nih, Juni, Juli, di awal Juli, seperti itu.
01:56Izin dari mereka yang mau seperti itu.
02:00Dari mereka seperti itu?
02:01Iya.
02:02Itu uang apa, sodara saksi?
02:03Itu retainer, Pak.
02:05Retainer?
02:06Iya.
02:06Buat apa kepentingannya?
02:07Itu jadi, ya, dia merasa saya bisa dipercaya buat konsultasi hukum.
02:13Konsultasi hukum yang tadi sudah sampaikan.
02:16Bentuknya apa output konsultasi hukum yang sodara serahkan ke perwira?
02:21Sehingga berani membayar sebanyak 22,5 miliar?
02:26Iya, dia datang bercerita suratnya kita mungkin kasih tau.
02:32Surat saja?
02:33Iya.
02:3422,5 miliar?
02:36Iya.
02:37Oke.
02:44Kemudian dari terdakwa Jemi juga, itu ada yang ke rekening pribadi sodara yang di BCA.
02:52Yang rekening 7570190975.
02:57Masih ingat?
02:58Masih ingat.
02:59Berapa nilainya?
03:01Itu rekeningnya saya ingat, tapi saya lupa.
03:03Makanya tadi izin...
03:04Oke, nanti kami tunjukkan ya.
03:06Iya, silakan.
03:12Itu ada nilai sejumlah 6 miliar.
03:14Ada 3 kali transfer.
03:20Masing-masing 2 miliar, 2 miliar, 2 miliar.
03:23Betul?
03:25Betul.
03:25Itu apa kaitannya Jemi transfer ke rekening pribadi sodara?
03:29Ijin sudah.
03:30Seperti saya ulang kembali izin yang mulia yang tadi ditanyakan kembali sama juga yang ditanyakan.
03:34Ini berbeda tadi kan yang 12M.
03:36Iya, izin.
03:38Ini ada dari Jemi Setiawan langsung ke rekening BCA sodara.
03:43Iya, siap.
03:44Tadi saya katakan, saya hutang Pak Jemi 15 miliar, Yang Mulia.
03:50Oke.
03:5115 miliar.
03:52Terus Pak Jemi ada titip juga uang buat pembayaran lawyer 5 miliar.
03:59Tadi sudah saya jelaskan.
04:01Tadi Yang Mulia saya jelaskan bahwa hutang saya sama Jemi belum saya selesaikan, baru saya selesaikan 1,8 miliar.
04:09Demikian.
04:10Kemudian sodara juga langsung transfer ke deklen lagi di tanggal 25 Mei 2023 sebanyak 3 miliar.
04:18Ini apa kepentingannya?
04:20Sodara transfer lagi ke deklen.
04:23Ijin menjelaskan Yang Mulia seperti saya jelaskan yang tadi, bahwa antara saya sama Pak Idon, Pak Idon ada mau pinjam
04:30uang dari saya.
04:31Saya yakin Pak Idon masih punya.
04:34Oke.
04:35Dibuatkan kontrak atau perjanjian pinjam-pinjamnya?
04:39Kayaknya ada antara saya dan Pak Idon.
04:42Kayaknya ada.
04:42Yang tadi yang 12 miliar sama Jemi tidak ada ya?
04:46Sama Pak Jemi tidak ada.
04:47Tidak ada.
04:48Kenapa tidak dibuatkan perjanjian kontrak?
04:50Itu yang 3 miliar sodara buatkan, sedangkan yang 12 miliar tidak.
04:54Pak Jemi-nya juga percaya, kita bersahabat.
04:57Oke.
04:58Percaya 12 miliar.
05:00Tadi curhat 22,5 gitu ya.
05:02Betul.
05:06Kemudian pertanyaan saya kan tadi, uang-uang yang tadi dari Jemi itu, yang melalui Prime Solution ujungnya ke deklen juga.
05:13Jemi pribadi sodara ke deklen juga.
05:16Ada uang-uang lain yang pada akhirnya sodara setorkan ke rekening deklen juga?
05:21Tidak ada, cuma itu.
05:23Cuma sini saja.
05:26Kemudian ada juga pernah ada uang dari Rudy Halim, mesti ingat.
05:31Rudy Halim?
05:32Tidak?
05:33Tidak, saya tidak ingat.
05:35Kalau tidak ingat, sodara tidak kenal ya?
05:37Saya tidak.
05:38Oke, tidak kenal ya.
05:43Kemudian sodara saksi ya, tadi kan sodara menjelaskan kenal dan dekat dengan Pak sodara FA.
05:51Kemudian dengan DR dan NH, dekat juga sodara saksi?
05:54Kenal.
05:55Kenal.
05:55Iya Pak.
05:56Tadi pernah hadir pada saat gaplay gitu ya, permainan gaplay gitu.
05:59Betul.
06:00Kalau di deklen, apakah sodara saksi pernah bertemu juga dengan terdakwa FA?
06:06Pernah.
06:07Pernah.
06:07Di situ ada juga Don Rito maupun Norman Herin?
06:14Kadang ada, kadang tidak.
06:15Kadang ada Don Rito, ada Pak Nurman, kadang ada, kadang tidak.
06:20Itu biasanya dalam hal apa kepentingan?
06:22Ini kan ada yang tadi lewat sodara gabung di gaplay, ada juga yang di klan.
06:28Itu kepentingannya buat apa sodara?
06:29Saya tidak tahu izin yang mulia.
06:31Tidak tahu.
06:32Oke.
06:38Kemudian untuk komunikasi, ini kan pasti ada komunikasi sodara dengan para terdakwa ini ya.
06:45Sodara memiliki nomor telepon masing-masing terdakwa ini?
06:49Terdakwa Pak Febri, terdakwa Pak Don Rito, terdakwa Pak Nurman Herin.
06:54Punya nomor telepon?
06:57Pak Febri ada, Pak Don ada.
07:00Ada berapa nomor telepon yang dimiliki Pak Febri?
07:02Saya lupa.
07:05Lupa ya?
07:08Dengan Don Rito, ada berapa nomor?
07:11Don Rito?
07:14Lupa saya Pak, kayaknya ada lebih dari satu.
07:16Yang jelas ada, sodara menyimpan nomor Don Rito.
07:19Kalau Nurman Herin?
07:22Kayaknya pernah ada satu kali.
07:24Pernah ya?
07:25Iya.
07:25Oke.
07:27Sodara sering atau seberapa intent sodara selain bertemu melakukan komunikasi via nomor-nomor tadi?
07:36Baik telepon langsung maupun misalkan melalui WhatsApp seperti itu?
07:41Ijin maaf yang mana salah satunya?
07:45Dari ketiga terdakwa ini, mana yang sering sodara saksi hubungi?
07:51Mohon maaf asumsi sering, seberapa sering saya nggak ini takut salah.
07:56Bilang sering juga nggak juga.
07:59Mohon maaf, takut salah.
08:00Berarti pernah ada komunikasi seperti itu ya?
08:02Pernah.
08:03Biasanya apa yang isi pembicaraan komunikasi?
08:05Apa yang sodara tanyakan?
08:07Misalkan saya ambil contoh ke terdakwa Febri.
08:10Apa yang sodara komunikasikan dengan terdakwa?
08:14Macam-macam Pak, lupa.
08:16Macam-macam.
08:17Terkait yang tadi sodara sebutkan, tadi yang beberapa pengurusan ini,
08:20ada komunikasi melalui chat maupun telepon?
08:23Ijin pengurusan apa Pak?
08:24Yang tadi, tiga perkara tadi yang Jemi Setiawan, kemudian PT Perwira tadi itu ada komunikasi melalui chat atau telepon tidak?
08:34Sekali lagi mohon izin, saya tidak pernah komunikasi masalah PT Perwira.
08:39Pak Tangkian punya, saya jelaskan tadi dan saya ulangi kembali, saya langsung komunikasinya langsung.
08:46Oke, yang Jemi Setiawan?
08:48Yang Jemi Setiawan juga saya tadi sudah jelaskan Pak, saya langsung ketemu.
08:52Jadi, kalau begitu itu saya tidak komunikasi.
08:55Oke, begitu ya.
08:59Kemudian tadi, beralih ke tadi ya, yang ke Tangkian, sudah saksi ya.
09:03Tadi kan sudah sampaikan, sodara kan di awal melaporkan ke Terdako FA juga ya.
09:10Kemudian, ada penyampaian ketika uang itu sudah sodara dikuasi dikosodara, kemudian ada penyampaian dari Terdako FA itu agar didinginkan dulu.
09:30Betul ya?
09:31Betul ya.
09:31Sempemahaman sodara, apa maksud dari perkataan Terdako FA tadi?
09:36Didinginkan itu maksudnya dibiarkan dulu sampai keadaan tenang, itu saja yang setahu saya mungkin, yang mulai.
09:42Bagaimana bisa sodara bisa menerjemahkan kata-kata itu?
09:48Didinginkan dulu, sodara langsung bisa paham seperti itu?
09:51Ya, menurut saya seperti itu.
09:54Pemahaman saya begitu Pak.
09:56So, pemahaman sodara seperti itu ya?
09:58Iya.
09:59Tadi penerimaan dari Tangkian kan bentuknya apa?
10:03Singapura Dolar Pak.
10:04Singapura Dolar.
10:04Yang sodara ambil tadi kan ada bagian yang sodara ambil senilai 5 miliar, betul ya?
10:10Iya, betul.
10:10Itu sodara ambil dalam bentuk Singapura Dolar juga?
10:14Singapura Dolar.
10:15Yang diserahkan kepada tadi yang menurut saksi diserahkan ke seseorang yang pada akhirnya sodara mengatakan itu Nurman Herin dalam bentuk
10:22Singapura Dolar juga, betul?
10:24Iya, betul yang mulai Singapura Dolar.
10:26Singapura Dolar.
10:27Oke.
10:28Tidak ada perubahan ya?
10:29Tidak ada.
10:30Itu kaitannya tadi dengan gambar tadi apa?
10:32Itu uang yang tadi yang pada akhirnya sodara serahkan ke Nurman Herin?
10:36Betul ya, mulai.
10:37Oke.
10:45Kemudian tadi terkait yang tankian ini berarti konfirmasi dari terdakwa FA itu pertama di awal ya, ketika sodara memberitahu bahwa
10:54tankian meminta bantuan.
10:56Kemudian setelah ada penyampaian angka, angka itu muncul dari siapa yang tadi?
11:02Angka muncul dari Bapak.
11:03Kemudian sodara sampaikan ke tankian, tankian menyanggupi, sodara laporkan kembali ke terdakwa FA, betul?
11:09Iya, betul.
11:10Setelah uang sodara terima, sodara laporkan juga ke terdakwa FA?
11:13Iya.
11:14Setelah uang itu sodara serahkan ke Nurman Herin, sodara laporkan juga ke terdakwa FA?
11:19Ada.
11:19Betul, berarti dari awal, tengah sampai akhir sodara laporkan semuanya?
11:23Siap, iya.
11:24Oke.
11:34Kemudian sodara saksi ya, saya hanya satu saja pertanyaan saya lagi ya, tadi terkait tadi di awal, ketika sodara melaporkan
11:45beberapa perkara,
11:46kemudian khususnya yang tankian, sodara tahu pada saat itu terdakwa FA menjabat selaku apa?
11:55Izin waktu itu sodara FA menjabat sebagai dirdik.
12:01Dirdik.
12:02Sepemahaman atau sepengetahuan saksi, apa kaitannya Pak FA dengan jabatan itu dengan status tersangka tadi?
12:09Apa yang bisa di...
12:11Saya tidak terlalu paham soal itu.
12:13Yang jelas sodara minta bantuan ke terdakwa.
12:15Iya.
12:15Betul, betul.
12:17Betul.

Dianjurkan