00:00Baik, silahkan. Terima kasih yang mulia.
00:02Kemudian, di hari yang sama, sodara juga mentransfer ke rekening The Client Culinary.
00:11Itu transfernya terbagi dua.
00:13Di tanggal 6 Juli, eh 25 Juli 2023, senilai 12 miliar. Betul?
00:22Saya lupa, tapi saya ada...
00:24Nilainya sama, 12 miliar.
00:27Nanti kami tunjukkan ini, ada 12 miliar.
00:31Ke The Client Culinary Nusantara di Bank Mandiri.
00:36Bank Mandiri?
00:38Iya.
00:38Saya lupa yang mulia.
00:40Lupa ya?
00:41Nanti kami tunjukkan, nilainya sama, 12M.
00:44Jadi, uang yang dari James Tiawan, sodara transfer ke Prime Solution.
00:48Kemudian, di hari yang sama, sodara transfer ke rekening pribadi sodara di Maybank.
00:52Dengan nomor 1063-55575.
00:56Kemudian, ditransfer kembali ke The Client Culinary.
01:00Nilainya sama, 12M.
01:03Kemudian, untuk yang dari Perwira Aditama, sejati.
01:07Tadi, sodara sampaikan, itu 22 miliar, ya?
01:11Iya, kurang lebih.
01:12Kemudian, ini data dari kami, transferannya sebanyak 22,5 miliar.
01:22Dalam 5 kali transfer, masing-masing senilai 4,5 miliar.
01:29Itu berurut ada di tanggal 24 Juni, 1 Juni, 12 Juli, 18 Juli, 22 Juli.
01:39Ada 5 kali transfer, senilai 4,5 miliar.
01:42Pertanyaannya, kenapa harus melalui 5 kali transfer?
01:46Tidak dilakukan sekali transfer sebanyak 22,5 miliar.
01:51Ini kan bulannya sama nih, Juni, Juli, di awal Juli, seperti itu.
01:56Izin dari mereka yang mau seperti itu.
02:00Dari mereka seperti itu?
02:01Iya.
02:02Itu uang apa, sodara saksi?
02:03Itu retainer, Pak.
02:05Retainer?
02:06Iya.
02:06Buat apa kepentingannya?
02:07Itu jadi, ya, dia merasa saya bisa dipercaya buat konsultasi hukum.
02:13Konsultasi hukum yang tadi sudah sampaikan.
02:16Bentuknya apa output konsultasi hukum yang sodara serahkan ke perwira?
02:21Sehingga berani membayar sebanyak 22,5 miliar?
02:26Iya, dia datang bercerita suratnya kita mungkin kasih tau.
02:32Surat saja?
02:33Iya.
02:3422,5 miliar?
02:36Iya.
02:37Oke.
02:44Kemudian dari terdakwa Jemi juga, itu ada yang ke rekening pribadi sodara yang di BCA.
02:52Yang rekening 7570190975.
02:57Masih ingat?
02:58Masih ingat.
02:59Berapa nilainya?
03:01Itu rekeningnya saya ingat, tapi saya lupa.
03:03Makanya tadi izin...
03:04Oke, nanti kami tunjukkan ya.
03:06Iya, silakan.
03:12Itu ada nilai sejumlah 6 miliar.
03:14Ada 3 kali transfer.
03:20Masing-masing 2 miliar, 2 miliar, 2 miliar.
03:23Betul?
03:25Betul.
03:25Itu apa kaitannya Jemi transfer ke rekening pribadi sodara?
03:29Ijin sudah.
03:30Seperti saya ulang kembali izin yang mulia yang tadi ditanyakan kembali sama juga yang ditanyakan.
03:34Ini berbeda tadi kan yang 12M.
03:36Iya, izin.
03:38Ini ada dari Jemi Setiawan langsung ke rekening BCA sodara.
03:43Iya, siap.
03:44Tadi saya katakan, saya hutang Pak Jemi 15 miliar, Yang Mulia.
03:50Oke.
03:5115 miliar.
03:52Terus Pak Jemi ada titip juga uang buat pembayaran lawyer 5 miliar.
03:59Tadi sudah saya jelaskan.
04:01Tadi Yang Mulia saya jelaskan bahwa hutang saya sama Jemi belum saya selesaikan, baru saya selesaikan 1,8 miliar.
04:09Demikian.
04:10Kemudian sodara juga langsung transfer ke deklen lagi di tanggal 25 Mei 2023 sebanyak 3 miliar.
04:18Ini apa kepentingannya?
04:20Sodara transfer lagi ke deklen.
04:23Ijin menjelaskan Yang Mulia seperti saya jelaskan yang tadi, bahwa antara saya sama Pak Idon, Pak Idon ada mau pinjam
04:30uang dari saya.
04:31Saya yakin Pak Idon masih punya.
04:34Oke.
04:35Dibuatkan kontrak atau perjanjian pinjam-pinjamnya?
04:39Kayaknya ada antara saya dan Pak Idon.
04:42Kayaknya ada.
04:42Yang tadi yang 12 miliar sama Jemi tidak ada ya?
04:46Sama Pak Jemi tidak ada.
04:47Tidak ada.
04:48Kenapa tidak dibuatkan perjanjian kontrak?
04:50Itu yang 3 miliar sodara buatkan, sedangkan yang 12 miliar tidak.
04:54Pak Jemi-nya juga percaya, kita bersahabat.
04:57Oke.
04:58Percaya 12 miliar.
05:00Tadi curhat 22,5 gitu ya.
05:02Betul.
05:06Kemudian pertanyaan saya kan tadi, uang-uang yang tadi dari Jemi itu, yang melalui Prime Solution ujungnya ke deklen juga.
05:13Jemi pribadi sodara ke deklen juga.
05:16Ada uang-uang lain yang pada akhirnya sodara setorkan ke rekening deklen juga?
05:21Tidak ada, cuma itu.
05:23Cuma sini saja.
05:26Kemudian ada juga pernah ada uang dari Rudy Halim, mesti ingat.
05:31Rudy Halim?
05:32Tidak?
05:33Tidak, saya tidak ingat.
05:35Kalau tidak ingat, sodara tidak kenal ya?
05:37Saya tidak.
05:38Oke, tidak kenal ya.
05:43Kemudian sodara saksi ya, tadi kan sodara menjelaskan kenal dan dekat dengan Pak sodara FA.
05:51Kemudian dengan DR dan NH, dekat juga sodara saksi?
05:54Kenal.
05:55Kenal.
05:55Iya Pak.
05:56Tadi pernah hadir pada saat gaplay gitu ya, permainan gaplay gitu.
05:59Betul.
06:00Kalau di deklen, apakah sodara saksi pernah bertemu juga dengan terdakwa FA?
06:06Pernah.
06:07Pernah.
06:07Di situ ada juga Don Rito maupun Norman Herin?
06:14Kadang ada, kadang tidak.
06:15Kadang ada Don Rito, ada Pak Nurman, kadang ada, kadang tidak.
06:20Itu biasanya dalam hal apa kepentingan?
06:22Ini kan ada yang tadi lewat sodara gabung di gaplay, ada juga yang di klan.
06:28Itu kepentingannya buat apa sodara?
06:29Saya tidak tahu izin yang mulia.
06:31Tidak tahu.
06:32Oke.
06:38Kemudian untuk komunikasi, ini kan pasti ada komunikasi sodara dengan para terdakwa ini ya.
06:45Sodara memiliki nomor telepon masing-masing terdakwa ini?
06:49Terdakwa Pak Febri, terdakwa Pak Don Rito, terdakwa Pak Nurman Herin.
06:54Punya nomor telepon?
06:57Pak Febri ada, Pak Don ada.
07:00Ada berapa nomor telepon yang dimiliki Pak Febri?
07:02Saya lupa.
07:05Lupa ya?
07:08Dengan Don Rito, ada berapa nomor?
07:11Don Rito?
07:14Lupa saya Pak, kayaknya ada lebih dari satu.
07:16Yang jelas ada, sodara menyimpan nomor Don Rito.
07:19Kalau Nurman Herin?
07:22Kayaknya pernah ada satu kali.
07:24Pernah ya?
07:25Iya.
07:25Oke.
07:27Sodara sering atau seberapa intent sodara selain bertemu melakukan komunikasi via nomor-nomor tadi?
07:36Baik telepon langsung maupun misalkan melalui WhatsApp seperti itu?
07:41Ijin maaf yang mana salah satunya?
07:45Dari ketiga terdakwa ini, mana yang sering sodara saksi hubungi?
07:51Mohon maaf asumsi sering, seberapa sering saya nggak ini takut salah.
07:56Bilang sering juga nggak juga.
07:59Mohon maaf, takut salah.
08:00Berarti pernah ada komunikasi seperti itu ya?
08:02Pernah.
08:03Biasanya apa yang isi pembicaraan komunikasi?
08:05Apa yang sodara tanyakan?
08:07Misalkan saya ambil contoh ke terdakwa Febri.
08:10Apa yang sodara komunikasikan dengan terdakwa?
08:14Macam-macam Pak, lupa.
08:16Macam-macam.
08:17Terkait yang tadi sodara sebutkan, tadi yang beberapa pengurusan ini,
08:20ada komunikasi melalui chat maupun telepon?
08:23Ijin pengurusan apa Pak?
08:24Yang tadi, tiga perkara tadi yang Jemi Setiawan, kemudian PT Perwira tadi itu ada komunikasi melalui chat atau telepon tidak?
08:34Sekali lagi mohon izin, saya tidak pernah komunikasi masalah PT Perwira.
08:39Pak Tangkian punya, saya jelaskan tadi dan saya ulangi kembali, saya langsung komunikasinya langsung.
08:46Oke, yang Jemi Setiawan?
08:48Yang Jemi Setiawan juga saya tadi sudah jelaskan Pak, saya langsung ketemu.
08:52Jadi, kalau begitu itu saya tidak komunikasi.
08:55Oke, begitu ya.
08:59Kemudian tadi, beralih ke tadi ya, yang ke Tangkian, sudah saksi ya.
09:03Tadi kan sudah sampaikan, sodara kan di awal melaporkan ke Terdako FA juga ya.
09:10Kemudian, ada penyampaian ketika uang itu sudah sodara dikuasi dikosodara, kemudian ada penyampaian dari Terdako FA itu agar didinginkan dulu.
09:30Betul ya?
09:31Betul ya.
09:31Sempemahaman sodara, apa maksud dari perkataan Terdako FA tadi?
09:36Didinginkan itu maksudnya dibiarkan dulu sampai keadaan tenang, itu saja yang setahu saya mungkin, yang mulai.
09:42Bagaimana bisa sodara bisa menerjemahkan kata-kata itu?
09:48Didinginkan dulu, sodara langsung bisa paham seperti itu?
09:51Ya, menurut saya seperti itu.
09:54Pemahaman saya begitu Pak.
09:56So, pemahaman sodara seperti itu ya?
09:58Iya.
09:59Tadi penerimaan dari Tangkian kan bentuknya apa?
10:03Singapura Dolar Pak.
10:04Singapura Dolar.
10:04Yang sodara ambil tadi kan ada bagian yang sodara ambil senilai 5 miliar, betul ya?
10:10Iya, betul.
10:10Itu sodara ambil dalam bentuk Singapura Dolar juga?
10:14Singapura Dolar.
10:15Yang diserahkan kepada tadi yang menurut saksi diserahkan ke seseorang yang pada akhirnya sodara mengatakan itu Nurman Herin dalam bentuk
10:22Singapura Dolar juga, betul?
10:24Iya, betul yang mulai Singapura Dolar.
10:26Singapura Dolar.
10:27Oke.
10:28Tidak ada perubahan ya?
10:29Tidak ada.
10:30Itu kaitannya tadi dengan gambar tadi apa?
10:32Itu uang yang tadi yang pada akhirnya sodara serahkan ke Nurman Herin?
10:36Betul ya, mulai.
10:37Oke.
10:45Kemudian tadi terkait yang tankian ini berarti konfirmasi dari terdakwa FA itu pertama di awal ya, ketika sodara memberitahu bahwa
10:54tankian meminta bantuan.
10:56Kemudian setelah ada penyampaian angka, angka itu muncul dari siapa yang tadi?
11:02Angka muncul dari Bapak.
11:03Kemudian sodara sampaikan ke tankian, tankian menyanggupi, sodara laporkan kembali ke terdakwa FA, betul?
11:09Iya, betul.
11:10Setelah uang sodara terima, sodara laporkan juga ke terdakwa FA?
11:13Iya.
11:14Setelah uang itu sodara serahkan ke Nurman Herin, sodara laporkan juga ke terdakwa FA?
11:19Ada.
11:19Betul, berarti dari awal, tengah sampai akhir sodara laporkan semuanya?
11:23Siap, iya.
11:24Oke.
11:34Kemudian sodara saksi ya, saya hanya satu saja pertanyaan saya lagi ya, tadi terkait tadi di awal, ketika sodara melaporkan
11:45beberapa perkara,
11:46kemudian khususnya yang tankian, sodara tahu pada saat itu terdakwa FA menjabat selaku apa?
11:55Izin waktu itu sodara FA menjabat sebagai dirdik.
12:01Dirdik.
12:02Sepemahaman atau sepengetahuan saksi, apa kaitannya Pak FA dengan jabatan itu dengan status tersangka tadi?
12:09Apa yang bisa di...
12:11Saya tidak terlalu paham soal itu.
12:13Yang jelas sodara minta bantuan ke terdakwa.
12:15Iya.
12:15Betul, betul.
12:17Betul.