Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
HONGKONG, KOMPAS.TV Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyebut Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Rocky Gerung yang selalu bicara apa adanya.

Hal ini disampaikan saat menghadiri acara Pasti Ada Solusi yang digelar Kementerian Hukum RI di Hongkong pada Minggu (1/11/2026).

Menurut Supratman jika dirinya melakukan kesalahan, bukan tidak mungkin keesokan harinya akan ditegur oleh Rocky Gerung. Pernyataan tersebut disampaikan dengan nada berkelakar dan membuat Rocky Gerung tampak tersenyum.

Video Editor: Lintang Amiluhur

#menkum #rockygerung #wantimpres

Baca Juga Cerita Rocky Gerung Dicari Presiden Prabowo: Saya Mau Hadapi Masalah di Hongkong di https://www.kompas.tv/nasional/699340/cerita-rocky-gerung-dicari-presiden-prabowo-saya-mau-hadapi-masalah-di-hongkong



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/699341/ekspresi-rocky-gerung-saat-disinggung-menkum-supratman-sebut-selalu-bicara-apa-adanya
Transkrip
00:00Karena Pak Roky kan selalu bicara apa adanya.
00:04Gak pernah Pak Roky ini bicara apa adanya.
00:07Suatu saat hari ini beliau mungkin datang ke saya,
00:09besok kalau saya salah beliau bilang saya dungu.
00:14Ya kan kalau saya salah,
00:16teman-teman semua saya bilang,
00:20teman-teman itu bukan,
00:22saya tahu kalau boleh memilih,
00:24kalau boleh memilih,
00:27jauh lebih bagus bekerja,
00:30di Indonesia.
00:33Oke?
00:34Tapi faktanya,
00:38terpaksa harus keluar kan?
00:41Karena itu negara menyadari sepenuhnya,
00:44bahwa teman-teman adalah pahlawan devisa.
00:48Tapi presiden tidak hanya sekedar mau membeli simbol itu.
00:56Tidak akan pernah presiden hanya mau memberikan simbol sekedar.
01:01Karena faktanya memang,
01:03uang yang masuk sebagai devisa ke negara,
01:07itu 288 triliun setahun.
01:13jadi kalau kami enggak peduli kepada Bapak Ibu semua,
01:16memang tidak masuk di APBN.
01:19Tidak masuk di APBN.
01:22Tetapi itu langsung terdistribusi,
01:25teman-teman ke keluarga,
01:27dan lain sebagainya ya.
01:29Tapi kan menggerakkan ekonomi Indonesia
01:31dengan 288 triliun itu luar biasa.
01:36Karena itu,
01:37pemerintah lewat presiden kita hari ini,
01:39memerintahkan kepada kami untuk memperhatikan,
01:42tidak boleh.
01:43Kami harus jaga,
01:45tadi banyak kasus,
01:46kami tahu.
01:47Karena itu kita selesaikan,
01:49tidak sama sekali untuk kami cari,
01:53apa ya?
01:55Bapak Ibu tahu,
01:57tadi laporannya berapa?
01:584.000 orang di Kementerian Hukum,
02:01kami kasih status keluarga negaraan,
02:03lebih sedih dibandingkan teman-teman semua.
02:05Mereka stateless.
02:10Baru dibawa kemimpinan Bapak Presiden Prabowo,
02:134.000 orang,
02:14mungkin menjelang 10.000 orang,
02:16yang akan kami beri status keluarga negaraan.
02:22Teman-teman masih sudah bekerja,
02:25ada anak-anak bayangkan,
02:27berapa banyak anak-anak yang mau pulang ke Indonesia,
02:30itu tidak bisa pulang.
02:32Karena tidak miliki status keluarga negaraan.
02:34Mungkin Pak Menteri mau terbitkan paspor,
02:37tapi karena tidak jelas ke status keluarga negaranya,
02:40tidak bisa.
02:41Pak Dirjen Dukcapil mau terbitkan KTP,
02:44tidak bisa.
02:44Masalahnya dia warga negara atau bukan.
02:46Nah inilah yang kami selesaikan.
02:49Karena itu kami undang Pak Roki untuk hadir,
02:53nanti pasti akan sampai.
02:55Dan sekaligus mengawal kami,
02:58karena Pak Roki kan selalu bicara apa adanya.
03:02Tidak pernah Pak Roki ini bicara apa adanya.
03:05Suatu saat hari ini beliau mungkin datang ke saya,
03:07besok kalau saya salah beliau bilang saya idungu.
03:12Ya kan kalau saya salah.
03:13Nah karena itu saya mohon dengan hormat kali ini ya,
03:18Mbak siapa?
03:19Mbak Mariati.
03:21Tolong sampaikan ke kawan-kawan.
03:24Teman-teman boleh dipasti ada solusi,
03:27boleh ikut setiap hari Jumat,
03:30jam 10 pagi waktu Indonesia.
03:36Maksud saya,
03:39atau gini,
03:41atau gini,
03:42tadi kan Pak Menteri sudah kasih nomor telepon kan?
03:46Mbak Mariani percaya enggak?
03:48Saya kerja melayani warga sekarang sampai jam 3 pagi.
03:52Tapi bukan lewat handphone,
03:54tapi Instagram saya.
03:57Supratman08,
03:58boleh ngadu apa aja?
04:04Supratman08,
04:06Instagram,
04:07boleh DM ke saya.
04:10Saya lebih banyak pegang Instagram dibandingkan handphone.
04:16Maksudnya terima pengaduan.
04:19Terima pengaduan dibandingkan
04:22WhatsApp.
04:24Nanti ambil ke Instagram saya.
04:28Saya rasa itu dari saya,
04:29ya Mbak Mariani ya,
04:30jangan
04:32soal pertanggung jawaban,
04:36anggaran,
04:39mohon maaf,
04:41kalau kita mau nih,
04:42ini menteri ya,
04:44saya aja jadi menteri nih.
04:45Saya sampai hari ini,
04:47sekalipun ngambil SBPD
04:49untuk jalan,
04:51uang harian itu enggak pernah.
04:53Cuman kan,
04:56ya bukan,
04:57maksud saya,
04:58kalaupun ada hak saya di situ,
05:01saya lebih baik kasih
05:02ke orang yang
05:03lebih mampu.
05:05Jadi,
05:06bukan,
05:06bukan enggak ngambil anu ya,
05:08cuman saya beritahu aja.
05:09Tapi,
05:10intinya bukan di situ.
05:12Tapi apakah masalah kawan-kawan itu
05:14bisa tertangani atau tidak?
05:16Apa bisa selesai negara hadir
05:18bersama kita semua?
05:20Ya,
05:20terima kasih.
05:25Cara baru nonton di Smart TV,
05:28nonton live streaming,
05:29dan ribuan tayangan
05:31Kompas Grammedia
05:32langsung dari Smart TV kamu.
05:34Cara installnya,
05:36buka Google Play Store
05:37di Smart TV kamu.
05:39Cari Kompas TV
05:40melalui pencarian.
05:42Pilih aplikasi,
05:43lalu install.
05:44Selesai,
05:45kamu bisa menonton video
05:47pilihan editorial
05:48Kompas TV.
05:49Download Kompas TV Apps
05:51di TV kamu
05:52sekarang juga.
05:53Terima kasih telah menonton video selanjutnya.
05:54Terima kasih telah menonton video selanjutnya.
05:55Terima kasih telah menonton video selanjutnya.

Dianjurkan