Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Rocky Gerung menceritakan saat dirinya dicari oleh Presiden Prabowo Subianto.

Hal ini disampaikan saat menghadiri acara Pasti Ada Solusi yang digelar Kementerian Hukum RI di Hongkong pada Minggu (1/11/2026).

"Kemarin saya harusnya ada di istana di Hambalang. Presiden tanya, "Rocky Gerung ke mana?" Saya bilang, "Saya mau hadapi masalah di Hongkong." Terus Pak Presiden bilang, "Mau belanja masalah." Saya bilang, "Enggak, saya mau belanja emosi." Dan akhirnya yang terjadi adalah jualan emosi di sini," ujar Rocky Gerung.

Video Editor: Lintang Amiluhur

#rockygerung #prabowo #wantimpres

Baca Juga Kata Rocky Gerung Ditanya Mahasiswa Soal Kabinet Menteri Presiden Prabowo di https://www.kompas.tv/nasional/697851/kata-rocky-gerung-ditanya-mahasiswa-soal-kabinet-menteri-presiden-prabowo



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/699340/cerita-rocky-gerung-dicari-presiden-prabowo-saya-mau-hadapi-masalah-di-hongkong
Transkrip
00:00Harusnya ada di istana di Hambalang.
00:03Presiden tanya, Rokigerung kemana?
00:07Saya bilang, saya mau hadapi masalah di Hongkong.
00:11Sekarang saya persilahkan kepada tamu kita yang kita tunggu-tunggu,
00:18yang selama ini juga menyebut saya sebagai anggota DPR,
00:24selama saya jadi menghenti anggota DPR adalah anggota DPR yang dungu.
00:27Kami persilahkan kepada Bung Rokigerung untuk...
00:38Saya tahu pertanyaannya.
00:43Oke teman-teman, ini ternyata waktunya habis, masalahnya panjang.
00:52Oke, WSI nanti.
00:57Ini waktu saya ngobrol ya, Anda udah tadi, bagian saya.
01:05Apa itu masalah?
01:09Bukan, bukan berapa.
01:11Saya tanya apa itu masalah, bukan berapa.
01:14Perhatikan cara kita ngobrol tadi ya.
01:18Masalah, tetap masalah kalau dia dihindari.
01:24Sekarang kita mau attack masalah itu tuh.
01:27Walaupun waktunya terbatas.
01:32Tapi saya tahu bahwa ada kejujuran dari delapan menteri untuk datang menghadapi masalah.
01:40Kemarin saya harusnya ada di istana di Hambalang.
01:46Presiden tanya, Rokigerung kemana?
01:49Saya bilang, saya mau hadapi masalah di Hongkong.
01:56Terus Pak Presiden bilang, mau belanja masalah.
02:00Saya bilang, enggak, saya mau belanja emosi.
02:06Dan akhirnya,
02:09yang terjadi adalah
02:12jualan emosi di sini.
02:14Dan saya borong semua.
02:17Borong artinya saya akan katakan kepada Pak Presiden bahwa
02:20emosi tetap ada.
02:22Kendhati masalah sebagian sudah dipecahkan.
02:25Itulah sifat psikologi manusia.
02:28Saya ambil risiko untuk itu.
02:33Ada delapan menteri, saya tahu.
02:34Saya tahu semua masalah di Republik.
02:36Kendhati saya baru dua minggu bekerja.
02:41Soal pertama adalah soal kewarganegaraan.
02:44Tadi ada yang sebut bahwa kami disebut sebagai janda-janda kaya Hongkong.
02:54Sementara saya jomblo yang melarat di Hongkong.
02:59Anda bukan janda kaya.
03:01Anda rahim Republik di luar tanah air.
03:05Begitu cara lihatnya.
03:11Pada rahim-rahim di Hongkong lah.
03:13Tergantung suplai nutrisi.
03:16Lewat tali pusar yang namanya regulasi.
03:18Supaya tiba di Magelang, tiba di Bitung, tiba di Banyuwangi.
03:23Melalui remitansi.
03:26Yaitu hubungan Anda dengan negeri.
03:29Rahim Anda ada di luar tanah air.
03:31Tetapi bayi Anda diasuh di tanah air.
03:35Dan saya merasakan itu sebagai penderitaan batin.
03:40Walaupun saya enggak punya rahim.
03:46Kita sepakati bahwa negara punya tugas untuk menjaga rahim itu sehat untuk menerima calon bayi.
03:57Regulasi itu namanya placenta.
04:00Yang kita bicarakan tadi memastikan bahwa placenta itu
04:05harus disediakan negara dalam bentuk status kewarganegaraan.
04:10Saya warganegara Indonesia, Anda warganegara Indonesia.
04:13Itu perjanjian hukum saja.
04:15Tapi lebih dari menjadi warganegara, Anda warga dari republik.
04:21Tanggung jawabnya lebih besar dari segera menjadi warganegara.
04:26Kalau saya di warganegara, negara enggak urus, saya ganti warganegara.
04:30Saya ganti status warganegara saya untuk kepentingan bisnis.
04:35Maka saya punya dua paspor.
04:36Paspor hukum sebagai warganegara, paspor negara lain sebagai cara untuk menyelundupkan kepentingan saya.
04:45Dan itu namanya pengecut.
04:49Sekali lagi, kita sama-sama warganegara.
04:53Tapi lebih dari sekitar warganegara, kita warga dari kebersamaan berbangsa.
04:59Itu namanya warga republik.
05:01Jadi sekali lagi saya suka ada kejujuran di sini.
05:07Dari Maryati, siapa tadi ibu Maryati ya?
05:12Dari Maryati ke Ibu Yuni.
05:17Maryati ke Ibu Yuni, sepenuh hati sangat berani.
05:23Oke, teman-teman lain kali kita akan ketemu lagi.
05:29Waktunya sudah habis.
05:31Saya mesti tutup di sini dan saya percaya saya ada di Hongkong.
05:35Di mana ada masalah, di situ pasti ada solusi.
05:39Bila saya bikin salah, itu karena saya belum makan nasi.
05:43Baik.
05:44Oke, satu waktu kita masih bertemu.
05:48Kita nongkrong di Hongkong.
05:54Tapi di Hongkong tidak boleh ada kongkalingkong.
05:57Terima kasih.
05:58Terima kasih.
06:05Cara baru, nonton di Smart TV.
06:07Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gram Media langsung dari Smart TV kamu.
06:13Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
06:17Cari Kompas TV melalui pencarian.
06:20Pilih aplikasi, lalu install.
06:23Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
06:27Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga.
06:32Terima kasih.
06:33Terima kasih.
06:33Terima kasih.

Dianjurkan