00:00Saudara, banjir yang melanda Kabupaten Pidi Jaya Aceh, seorang warga terpaksa menyelamatkan diri dengan naik ke atap rumah karena debit
00:07air terus meninggi.
00:10Dalam rekaman ini, warga memperlihatkan kondisi rumah-rumah di desa Dayah Hussein yang telah terendam air, saudara.
00:18Ia terpaksa bertahan di atap sambil menunggu pertolongan.
00:22Banjir terjadi setelah hujan teras mengguyur Pidi Jaya pada Sabtu malam, tepatnya di tanggal 31 Oktober 2026.
00:30Ketinggian banjir berkisar 20 cm hingga 1 meter.
00:38Sementara di Kecamatan Merah II, genangan air melanda sejumlah permukiman warga dengan ketinggian air mencapai 50 cm hingga 1 meter.
00:49Banjir yang menerjang Pidi Jaya juga mengakibatkan aktivitas warga terganggu, termasuk dengan arus lalu lintas.
00:56Banjir dipicu curah hujan tinggi, luapan sungai, dan juga kerusakan tanggul, serta saluran drinase yang belum sepenuhnya ditangani.
01:18Curah hujan tinggi dan cuaca buruk juga mengakibatkan jembatan berarung di Kabupaten Aceh Tenggara kembali putus di terja derasnya.
01:28Arus Sungai Laweala Saudara, jembatan yang menjadi akses penting untuk penghubung sejumlah wilayah ini tidak bisa dilalui lagi.
01:36Jembatan dinyatakan putus total pada hari Sabtu kemarin, usai diterjang banjir dan meningkatnya debit air sungai.
01:44Jembatan berarung adalah akses penting yang menghubungkan wilayah Babu Salam dengan kawasan Lawealas.
01:58Petugas gabungan dibantu dengan warga mengevakuasi seorang bayi di tengah banjir bandang.
02:05Saudara, BPBD juga menurunkan perahu karet untuk memudahkan proses evakuasi dan mobilitas tim penyelamat.
02:11Banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Gayo Luwes menyebabkan sedikitnya dua desa terendam.
02:30Banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Barat menurutkan kebahagiaan sebuah keluarga di desa Tepin, Perahu, kecematan Arongan Lambalek.
02:38Di tengah genangan air, pesta pernikahan tetap berlangsung meski wilayah sekitar dikepung dengan banjir.
02:43Beginilah saudara, suasana pesta pernikahan warga di desa Tepin, Perahu, kecematan Arongan Lambalek, Aceh Barat pada hari Minggu.
02:51Meski banjir merendam sejumlah kawasan, keluarga kedua mempelai tetap menggelar pesta,
02:56di mana suasana bahagia dan tradisi menyambut tamu tetap berlangsung di tengah genangan air.
03:02Bagi kedua mempelai, banjir tidak menjadi penghalang untuk merayakan hari istimewa yang telah dinantikan.
03:08Sementara itu, banjir di Aceh Barat telah merendam 17 desa di empat kecamatan,
03:14yaitu Pantai Ciremen, Wuala Barat, Arongan Lambalek, dan Sungai Mas.
03:20Ratusan rumah warga pun terdampak dengan ketinggian air berkisar 50 hingga 100 cm.
03:36Terima kasih telah menonton!
04:00Pak Sibral bisa mendengar suara nanda dari studio?
04:12Kita masih coba untuk menghubungi Bupate PD Jaya Saudara, Sibral Malayshi.
04:19Lalu ya semoga daring bersama dengan kami, kami masih mencoba untuk menghubungi.
04:23Pak Sibral bisa mendengar suara nanda dari studio?
04:37Pak Sibral, apakah suaranya masih di mute Bapak?
04:42Sudah, saya bisa mendengarkan.
04:44Oke, siap.
04:46Pak Sibral, pertama-tama yang ingin kita tahu, bagaimana kondisi di PD Jaya pada pagi hari ini?
04:52Apakah air masih naik? Apakah sudah surut, Pak Sibral?
04:57Ya, Alhamdulillah, seperti yang terjadi ke sana kemarin, Pak Sibral.
05:06Kondisi di PD Jaya pada tanggal 1 November 2020.
05:10Ya, bagaimana kita tahu bersama, arus air yang sungguh sangat dasar yang terjadi di beberapa kecamatan.
05:19Yang pertama di kecamatan Perdu dan Perak Dua, kemudian Bandar Dua, dan juga Unip, serta kecamatan Kansiraja, dan juga Bandar
05:30Pari.
05:30Dan dalam hal ini, yang memang sangat dasar dan luapan airnya di kecamatan Perdu dan Perak Dua.
05:39Karena tanggul yang ada di Perdu dan Perak Dua, yang pernah dibangun di Perdu beberapa bulan yang lalu.
05:48Ya, pada awal tahun 2006, sehingga tanggul ini jempol kembali, dihantar arus yang sangat dasar,
05:59sehingga airnya pengalir dan dihantar pengujuan penduduk yang ada di kawasan Bandar Surah Dua.
06:06Dan dalam hal ini, memang saat ini air sudah suruh dari pengujuan keluarga, tetapi air sekarang posisinya
06:15masih pun di dalam sungai yang ada di Perdu dan Perak Dua ini, ataupun di kecamatan Kansiraja yang ada dalam
06:24kompetensi.
06:25Tetapi di kawasan pengujuan penduduk, airnya sudah suruh.
06:30Dan Alhamdulillah, sampai saat ini memang tidak ada korban jiwa yang dialami oleh masyarakat kamu,
06:39yang berdampak dari kejanaan air yang mengeluap kepada masyarakat yang ada.
06:49Jadi, apa namanya, hancurnya tanggul yang ada di sekitaran daerah Halimantulau itu terperbaik.
07:00Oke, Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dari banjir ini ya Pak.
07:05Berarti secara kesimpulan ya, sebenarnya berapa desa yang terdampak dipidijayakan banjir ini,
07:13dan ada wilayah yang paling parah tidak Pak, dari terkena banjir?
07:19Daerah yang paling parah yaitu daerah Merdu dan Merah Dua.
07:23Kemudian juga ada daerah Bandar Baru, serta juga ada daerah Pantai Raja.
07:30Dan juga ada di kecamatan Bandar Dua.
07:34Cuma dalam hal ini, yang sangat terparah diantara semua yang ada di KKL ini adalah di kecamatan Merdu dan Merah
07:43Dua.
07:43Karena sungai Turung Merdu dan Merah Dua ini adalah sungai sangat tanggal sudah.
07:47Ini sekarang saat posisi kita kewawancara ini, kondisi air yang ada dalam sungai dengan pemukiman penduduk ini posisinya adalah sejajar.
07:59Jadi kalau memang sedikit aja naik ini, depik air naik lagi, langsung ke pemukiman penduduk.
08:05Karena tanggul yang ada di bentaran sungai ini sudah di-volves.
08:10Oke, sebelum kita tanya bagaimana antisipasi atau langkah yang sudah dilakukan oleh Pemda melihat hal ini, berarti total yang mengungsi
08:19sejauh ini ada berapa jiwa Pak?
08:21Karena tadi ya Bapak sebut ada dua daerah terdampak yang cukup parah.
08:25Kalau yang mengungsi, kemarin malam dari dua daerah ini ada 16 daerah terdampak dari dua tempatan ini dan 11 daerah.
08:38Tetapi sekarang mereka semua sudah kembali ke rumah yang lebih masing.
08:43Karena air dalam pemukiman penduduk sudah tidak ada dan juga tinggal lukur-lukur dan ada sedikit bawaan air kayu-kayu
08:55gondokan yang masuk ke pemukiman penduduk.
08:58Oke, kalau sejauh ini apakah ada daerah yang terisolasi Pak di sana?
09:06Alhamdulillah kalau daerah terisolasi tidak ada dan memang bisa kita lalui semua.
09:12Cuma walaupun sedikit ada lukur-lukur yang ada di jalan tersebut dan Alhamdulillah kemarin sudah dibersihkan dan sekarang generaannya sudah
09:22bisa dilalui semua akses ke daerah kesujuan penduduk dan bisa dilalui kembali.
09:27Oke, Pak Bupati di belakang saya sebenarnya melihat di visual yang kita saksikan bersama saat ini saudara ada tampak kalat
09:35berat begitu ya Pak Bupati.
09:36Apakah ini langkah yang tengah dilakukan oleh Pemda khususnya untuk mengantisipasi banjir, susulan atau sedang berbersih atau seperti apa Pak?
09:50Ini ya sebagaimana kita ketahui bersama dengan terjadi melakukan di sana kemarin pada tanggal 1 Oktober 2020 saat
09:58sehingga kami dari pemerintah daerah melakukan koordinasi dengan semua pihak dari pihak EU dan pihak Palai Sungai dan Palai Jalan
10:11sehingga Palai Jalan sehingga kami melakukan penanganan sementara untuk mengantisipasi persoalan-persoalan yang ada di lapangan.
10:22Dan ini adalah bantuan dari semua pihak yang kita langsungkan koordinasi dan kita kerahkan sehingga dari semua pihak sudah turun
10:31tangan untuk menangani persoalan ini.
10:33Sehingga masyarakat merasa peduli dari pemerintah ini sehingga tidak merasa turun dan tidak merasa pemerintah meninggalkan mereka
10:46dan kemudian ini adalah kemudian dari pemerintah, baik pemerintah pusat atau pemerintah profesi, sehingga pemerintah daerah daerah sendiri.
10:54Oke, kalau saat ini juga tengah dilakukan upaya pembersihan begitu ya Pak untuk mengantisipasi hal-hal terjadi ke depan ya?
11:02Jangan sampai sebenarnya.
11:04Tapi kalau kita melihat bagaimana dengan kondisi warga saat ini, Bapak tadi sebutkan bahwa memang yang mengungsi sudah kembali ke
11:11rumah masing-masing.
11:12Tapi kalau Anda bisa gambarkan kepada kami Pak Bupati, bagaimana kondisi warga saat ini?
11:16Apakah ada bahan-bahan pokok ataupun hal yang dibutuhkan saat ini untuk warga? Apakah juga sudah terpenuhi?
11:26Ya, Alhamdulillah dan insya Allah ini juga dari pemerintah daerah sendiri.
11:58Dan insya Allah ini akan dilakukan oleh
12:02BIPPB ini berserta dari BIPPB ini berserta dari BIPPB ini.
12:09Oke, saat ini berarti fokus yang tengah dilakukan dan dipusatkan beberapa hari ke depan?
12:17Seperti apa Pak Bupati?
12:19Ini Alhamdulillah kita dari pihak balai, dari pihak BIPPB ini sudah pelancur ke lokasi juga.
12:29Dan kita selesaikan untuk penanganan sungai Tunggu Perdu ini harus lebih maksimal.
12:35Baik dari sentimennya, ataupun dari tanggung-tanggung yang memang saat ini masih ditangani dalam bentuk darurat.
12:44Dan ini perlu dilakukan pemasangan batu boulder yang ada di BIPPB ini.
12:51Pembelahan pemasangan batu boulder ini bisa penyelesaikan persoalan-persoalan panjir yang menimpa masyarakat di Kecamatan Perdu dan Perakwa ini.
13:03isinya dan kompetensi di sini yang menopuknya.
13:06Amin, amin. Itu harapan kita bersama Pak Bupati.
13:10Semoga warga di sana aman dan kita lihat bagaimana dan juga kawal ke depannya situasi seperti apa.
13:16Terima kasih Bupati Pd. Jaya Sibral Malaysia yang sudah menyempatkan waktunya untuk berbagi bersama kami di Breaking News Kompas TV.
13:23Selamat pagi Bapak, salam sehat.
13:25Terima kasih. Selamat sehat selalu.
13:27Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.