Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
LUMAJANG, KOMPAS.TV - Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, Senin (2/11/2026) pagi, dilanda banjir lahar hujan.

Akibatnya, aktivitas penambangan pasir hingga pembangunan dam mitigasi bencana di sekitar aliran sungai terpaksa dihentikan.

Inilah detik-detik banjir lahar hujan Gunung Semeru menerjang aliran Sungai Besuk Kobokan.

Derasnya arus membawa material vulkanik yang telah mengendap di kawasan hulu hingga terbawa ke bagian hilir.

Meningkatnya debit dan besarnya aliran lahar membuat aktivitas penambangan pasir serta pembangunan dam mitigasi bencana dihentikan sementara.

Sejumlah bangunan tanggul juga dilaporkan rusak akibat diterjang derasnya aliran lahar.

Sudah bergabung bersama kami, Pakar Kebencanaan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Dwikorita Karnawati.

Baca Juga [FULL] Banjir Terjang Aceh dan Lumajang, BNPB Ungkap Langkah Penanganan Bencana di Musim Hujan di https://www.kompas.tv/nasional/699334/full-banjir-terjang-aceh-dan-lumajang-bnpb-ungkap-langkah-penanganan-bencana-di-musim-hujan

#banjir #lumajang #aceh

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/699337/banjir-melanda-aceh-dan-lumajang-pakar-kebencanaan-ugm-imbau-warga-siaga-bencana-di-musim-hujan
Transkrip
00:00Setara Gudung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, pada Senin pagi dilanda banjir lahar hujan.
00:06Akibatnya adalah aktivitas penambangan pasir hingga pembangunan dan mitigasi bencana di sekitaran aliran sungai terpaksa untuk dihentikan.
00:24Sedara visual yang Anda saksikan saat ini memperlihatkan detik-detik banjir lahar hujan Gunung Semeru menerjang aliran sungai Besukobokan.
00:33Terasnya arus membawa material vulkanik yang telah mengendap di kawasan hulu hingga terbawa ke bagian hilir.
00:40Meningkatnya debit dan besarnya aliran lahar membuat aktivitas penambangan pasir serta pembangunan dan mitigasi bencana dihentikan sementara.
00:49Sejumlah bangunan tanggul juga dilaporkan rusak, sodara, akibat diterjang gerasnya aliran lahar.
01:02Sedara sudah bergabung bersama dengan kami pakar kebencanaan Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Dwi Korita Karnawati di Breaking News Kompas TV.
01:11Selamat pagi, Bu Dwi Korita.
01:14Selamat pagi, Mbak Ananda. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
01:19Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
01:21Bu Dwi Korita, banjir di Aceh dan juga banjir lahar di Semeru, ini kan terjadi dalam waktu yang berdekatan.
01:27Apakah Ibu melihat sebenarnya ini sinyal masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan di situasi saat ini, Bu Dwi Korita? Silahkan.
01:35Betul, bahkan bukan lagi kewaspadaan, tapi kesiap siagaan.
01:41Ini levelnya lebih dari kewaspadaan.
01:44Karena sesuai dengan prediksi BMKG, bulan November ini mulai masuk musim hujan.
01:51Dan satu bulan musim hujan, langsung puncak musim hujan di bulan Desember.
01:57Jadi beda dengan musim hujan biasanya, sebelum puncak itu ada beberapa bulan, 2-3 bulan.
02:04Kali ini baru masuk November, karena masuknya terlambat, tetapi puncaknya tidak terlambat.
02:11Puncaknya adalah di bulan Desember, Januari, Februari.
02:15Dan sudah terbukti, di awal musim hujan pun, bencana sudah mulai terjadi.
02:21Jadi kesiap siagaan harus dilakukan dengan menyiapkan berbagai hal untuk penyelamatan.
02:29Misalnya, jalur-jalur evakuasi harus sudah disiapkan.
02:33Sebelumnya harus ditengarahi tempat tinggal kita ini, atau tempat bekerja kita ini,
02:40apakah berada di dalam lingkungan rawan bencana atau aman.
02:44Untuk tahu itu, bisa menggunakan aplikasi mobile phone Inaris,
02:50yang dikembangkan oleh BNPB.
02:53akan menunjukkan posisi apa, koordinat kita berada itu ada di daerah yang bahaya terancam bencana apa,
03:02sehingga harus disiapkan jalur evakuasinya, peta-peta evakuasinya, dan juga tas siaga bencana,
03:10dan terus memonitor perkembangan informasi cuaca dari BMKG,
03:16ataupun informasi ke kesiap siagaan dari BNPB,
03:20koordinasi dengan pemerintah desa, pemerintah RT RW, dasar Wisma,
03:26kalau akan terjadi evakuasi, siapa yang melakukan penyelamatan pada kaum langsia,
03:34anak-anak, difabel, dan kemana mengungsi sementaranya,
03:39itu semua harus sudah disiapkan, logistiknya bagaimana.
03:42Jadi ini harus mulai siaga, demikian.
03:46Oke, mulai siaga ya Bu Dwi Korita.
03:49Jadi, kalau misalkan saat ini kan kita difokuskan dan juga diimbau dan diingatkan
03:55bahwa sudah masuk musim penghujan begitu ya Bu.
03:58Yang kita perlu tahu adalah daerah-daerah mana yang memang ini menjadi rawan dan beresiko,
04:02mengalami banjir dan juga longsor.
04:04Wilayah seperti apa Bu, yang harus menjadi perhatian?
04:08Ya, ini baik di Sumatera, Jawa, Kalimantan, jadi hampir di berbagai wilayah Indonesia.
04:17Terutama kalau yang rawan atau rentan mengalami longsor, itu di lareng-lareng gunung.
04:23Di lareng-lareng gunung, terutama di situ yang sudah ada tanda-tandanya.
04:29Misalnya, pepohonan sudah mulai miring, tiang-tiang sudah mulai miring,
04:34retakan-retakan tanah muncul, amblesan tanah muncul.
04:38Kemudian yang rawan banjir lahar, banjir bandang, itu ada di lareng bawah dan kaki gunung.
04:48Masih dekat gunung, banjir bandang, banjir lahar.
04:51Kenapa ini penting?
04:52Untuk terjadi banjir bandang dan banjir lahar,
04:56tidak harus ada hujan di lokasi yang terkena banjir.
05:00Jadi, cuaca bisa cerah di lareng bawah dan kaki gunung.
05:04Tetapi di hulu atas, itu sudah gelap.
05:08Awan, awan kumulunimbus gelap, tidak tampak hulunya.
05:12Itu artinya kita harus segera menyingkir dari bantaran sungai,
05:16dari lareng-lareng di lokasi tersebut.
05:18Tanpa harus ada hujan.
05:20Kalau longsor tadi menunggu hujan ya.
05:22Jadi hujan mulai terjadi, harus segera menyingkir pada lokasi yang sudah menunjukkan tanda-tanda tadi.
05:30Dan kembali lagi ke banjir bandang, banjir lahar.
05:33Itu biasanya ditandai, tiba-tiba ada kerikil-kerikil pasir yang hanyut,
05:41atau sungai berubah menjadi keruh, meskipun tidak ada hujan.
05:45Apalagi kalau air sudah mulai naik, harus segera meninggalkan tempat itu.
05:49Nah, kalau banjir genangan, itu biasanya cukup jauh dari gunung.
05:54Tetapi di dataran rendah, yang misalnya di tempat yang saluran drainasenya sudah tidak lancar,
06:07sungai-sungainya sudah penuh pasir batu, sudah penuh sampah.
06:11Nah, ini dibantaran-bantaran sungai, tidak harus dibantaran, agak jadi bisa lebih lebar lagi.
06:19Itu juga bahaya rawan untuk mengalami banjir.
06:24Sehingga setelah tahu kondisi itu harus disiapkan, jalur evakuasinya harus lewat mana.
06:30Yang aman adalah mencari tempat yang lebih tinggi untuk banjir-banjir tadi.
06:34Kalau untuk longsor, itu malah amannya adalah menjauh dari lereng.
06:40Jangan naik ke atas, tapi malah turun.
06:43Jadi berlawanan.
06:44Nah, ini perlu dilatih sebelum kejadian.
06:48Demikian itu yang disebut kesiapsiagaan.
06:51Dan ada rencana kedaruratan.
06:53Diatur, dikoordinasikan dengan warga masyarakat setempat dan aparat setempat
06:59untuk merencanakan kedaruratan langkah apa saja yang harus dilakukan
07:04dan siapa yang bertanggung jawab melakukan, siapa yang harus memimpin.
07:09Demikian.
07:09Nah, oke ini menarik Bu.
07:11Jika memang kita dihadapkan dengan kondisi turun hujan ras
07:14yang berlangsung selama berjam-jam lamanya.
07:17Kapan nih harga harus mulai untuk waspada?
07:20Dan mungkin ada itikat untuk mengungsi.
07:22Tapi kita tahan dulu Bu Dwi Korita.
07:25Karena kita akan kembali bersajidah, Saudara.
07:27Tetaplah di Breaking News Kompas TV.
07:28Saudara, Breaking News Kompas TV akan kembali dengan Niputu Trisnanda.
07:31Saya Nanda Prilia, pamit undur diri. Sampai jumpa.
07:40Selamat siang, Saudara. Anda menyaksikan Breaking News Kompas TV
07:42di paru kedua bersama saya, Niputu Trisnanda.
07:45Kita lanjutkan diskusi terkait dengan upaya antisipatif
07:50dan juga mitigasi yang bisa dilakukan di tengah mulai masuknya
07:54masuknya ke ranah transisi musim penghujan bersama dengan pengamat kebencanaan
07:59Universitas Gajah Mada Yogyakarta.
08:02Dwi Korita Kanawati masih bergabung dengan Breaking News Kompas TV.
08:05Ibu dengan Putu, di studio tadi rekan saya Nanda sempat bertanya
08:10apa dampaknya ketika hujan ini memiliki durasi yang cukup panjang
08:17dan kalau dibandingkan dengan 2020, sebetulnya intensitasnya
08:21apakah di musim penghujan kali ini lebih besar
08:25atau justru lebih kecil angkanya dibandingkan dengan 2020?
08:32Mohon maaf kalau 2020 saat itu kan Indonesia mengalami lanina ya.
08:40Lanina itu curah hujan yang intensitasnya,
08:44maaf, musim apa, jadi anomali iklim yang mengakibatkan hujan
08:50itu menjadi lebih panjang durasi, jadi musim hujannya lebih panjang
08:56dan curah hujannya menjadi di atas normal, ada peningkatan curah hujan.
09:02Itu lanina saat itu.
09:04Nah, kalau tahun sebelumnya saat tidak ada lanina,
09:08sebetulnya tentang curah hujannya itu kurang lebih normal
09:14kalau tidak ada lanina ya.
09:15Saat ini pun diprediksi oleh BMKG, sebagian besar itu curah hujannya normal.
09:21Namun, kondisi normal ini, durasinya, musim hujannya itu lebih pendek
09:29dengan curah hujan yang sama.
09:32Jadi pembagian distribusi harinya itu menjadi lebih pendek.
09:36Sehingga sangat dimungkinkan meskipun secara iklim, iklim ya, iklim itu bukan harian ya,
09:43itu bulanan, secara bulanan itu curah hujannya kurang lebih sama, normal.
09:48Namun secara harian, yang normal itu, yang satu bulan itu bisa turun dalam satu hari.
09:56Bisa terjadi.
09:58Jadi bukan terus kita relax, ah normal, enggak.
10:01Karena musim hujannya lebih pendek.
10:04Jadi intensitas hujan hariannya, itu bisa menjadi lebat, sangat lebat, atau ekstrim.
10:11Terutama seiring dengan masuknya bulan Desember.
10:15Ini November ini, ekskalasinya akan cepat.
10:18Karena hanya sisa satu bulan untuk mencapai puncak.
10:22Biasanya kan Oktober atau akhir September sudah dimulai.
10:26Nah, sehingga intensitasnya ini kita tetap harus siaga untuk hujan yang ekstrim.
10:33Jadi kalau siaga itu, kami sarankan skenario terburuk.
10:37Persiapan harus skenario terburuk, yaitu ekstrim.
10:40Kalau kejadiannya hujan rintik-rintik, alhamdulillah.
10:43Tapi kalau persiapan hujan rintik, terjadinya skenario terburuk, kita kocar kacir.
10:48Nah, jadi itu yang kami sarankan.
10:50Oke, jadi artinya kalau mitigasi, bicara soal kondisi yang saat ini terjadi.
10:56Kalau kita bicara hidrometeorologi kan bisa terjadi banjir, bisa terjadi longsor,
11:02bisa kemudian banjir rob jika ada di wilayah pesisir.
11:07Artinya setiap daerah ini punya karakter yang berbeda-beda.
11:10Apa yang kemudian harus disiapkan oleh pemerintah setempat dengan karakter daerahnya masing-masing
11:16ketika kemudian menghadapi tadi potensi bahaya yang sebetulnya juga cukup ekstrim gitu mungkin bisa terjadi?
11:24Ya, jadi pemerintah setempat bersama warga masyarakat harus mengidentifikasi lebih dahulu.
11:31Di wilayahnya itu kan banyak beberapa RT, beberapa RW ya.
11:36Ini kan kondisi lahannya berbeda-beda.
11:40Ada yang di bantaran sungai, ada yang di pesisir.
11:44Itu nanti jenis bencananya beda.
11:46Di pesisir adalah banjir rob.
11:49Di bantaran sungai, banjir.
11:50Di bantaran sungai yang dekat kaki gunung itu bisa banjir bandang.
11:54Yang di dekat gunung menghabis eropsi bisa lahar.
11:57Jadi identifikasi lebih dahulu, jenis bencana yang akan mengancam itu apa.
12:03Dapat dibantu dengan aplikasi mobile phone info BMKG.
12:07Itu posisi koordinat itu bisa menunjukkan dari mobile apps.
12:11Di situ akan terjadi bencana apa saja.
12:15Kalau dekat lereng itu longsor.
12:17Setelah teridentifikasi, susunlah kesiapan sesuai dengan tipe bencananya.
12:22Mulai dari lokasi yang aman, larinya kemana.
12:25Buat peta yang sederhana.
12:29Dipasang di pasar, di tempat umum.
12:32Tempat yang aman itu di sana.
12:34Titik kubu yang aman di mana.
12:36Jalurnya lewat mana.
12:38Kemudian rumah-rumah tempat warga yang perlu pertolongan khusus.
12:44Misalnya di Fable, Lansia, anak-anak.
12:46Diberi tanda.
12:47Itu yang harus dievakuasi, diutamakan awal.
12:51Baru turun hujan, yang masih sehat-sehat, belum evakuasi.
12:54Tapi yang sudah tadi rentan, harus dievakuasi dulu.
12:59Itu semua harus disiapkan rencana kontingensi.
13:02Atau rencana kedaruratan.
13:04Saat ini juga sudah harus disiapkan.
13:07Lewat jalur mana, siapa yang mengawal, siapa melakukan apa.
13:11Logistiknya bagaimana, tempat mengungsinya di mana.
13:14Untuk anak-anak bagaimana.
13:15Dan seterusnya.
13:16Saya rasa BPBD setempat, sudah sangat paham.
13:19Untuk mengawal hal tersebut, bersama Babinsa, bersama aparat setempat, di tiap RT-RW.
13:27RT-RW.
13:29Jadi evakuasi itu skalanya, skala RT-RW.
13:33Dan nanti akhirnya menjadi skala desa.
13:37Atau dasawisma, desa, seperti itu.
13:41Demikian.
13:42Kalau kita bedah satu-satu, misalnya bencana banjir.
13:44Kalau kita contohnya dari Jakarta.
13:46Yang banjir lebat sedikit, sudah pasti ada daerah yang kemudian bisa banjir.
13:51Terutama misalnya di kawasan Jakarta Timur.
13:53Ini berdekatan dengan pesisir.
13:56Jadinya banjir op itu hal yang biasa terjadi.
14:00Sebetulnya apa yang harus dilakukan oleh pemerintah?
14:03Apakah hanya menyiapkan pompa air saja sudah cukup?
14:06Atau ada hal lain yang seharusnya dilakukan begitu?
14:10Supaya juga dampaknya lebih minim lagi daripada peristiwa-peristiwa sebelumnya.
14:15Nah, misalnya sekarang harus sudah mulai diinspeksi.
14:19Tanggul-tanggul itu kekuatannya bagaimana?
14:22Yang perlu diwaspadai wilayah Jabodetabek termasuk Jakarta.
14:26Ini biasanya tiap tahun, ya tidak selalu tiap tahun ya.
14:30Tapi BMKG itu biasanya berjaga-jaga.
14:33Nanti menjelang akhir tahun, bisa terjadi seruakan udara dingin.
14:38Dari datangan tinggi di Asia, di Tibet, yang akan menyeruak.
14:43Dan landingnya itu di Jabodetabek.
14:45Dampaknya itu seperti banjir Jakarta tahun 2020.
14:50Curah hujan mencapai 370 mm.
14:53Curah hujan lebih dari 1 bulan turun 1 hari.
14:56Nah, jadi pemerintah Jakarta ini selalu memonitor perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini.
15:03Kalau kira-kira, jadi Bapak Gubernur itu sudah paham,
15:08kalau curah hujan melampaui 50 mm, maaf, 150 mm per hari,
15:15kapasitas pompa-pompa dan sebagainya sudah tidak akan sanggup.
15:20Infrastruktur sudah tidak akan sanggup.
15:22Sehingga beberapa hari sebelumnya melakukan modifikasi cuaca.
15:26Jadi, perencanaan monitoring menerus itu sangat penting
15:32untuk memutuskan langkah mitigasinya itu apakah cukup dengan pompa-pompa,
15:37cukup dengan membersihkan sungai-sungai,
15:40memonitor muka air, atau harus sampai melakukan modifikasi cuaca.
15:45Seperti itu.
15:46Dan tentunya evakuasi juga harus selalu disiapkan.
15:49Ini kurang lebih seperti itu, Mbak.
15:52Oke, artinya ini juga mungkin bisa jadi pembelajaran bagi daerah-daerah lain.
15:55Begitu ya, bahwa pendekatannya bukan hanya ketika banjirnya sudah datang
15:59baru ada upaya untuk menyelesaikannya.
16:01Tapi sebelum peristiwa ini terjadi, ini juga ada hal-hal yang kemudian bisa dilakukan.
16:07Kalau tadi itu banjir, kemudian banjirop sudah kita bahas, Bu.
16:10Sekarang bicara soal longsor.
16:12Ini kan yang rentan tentu saja warga yang tinggal di sekitaran lereng gunung,
16:16ataupun juga di bantaran sungai.
16:20Apa yang harus dilakukan untuk mencegah tadi ketika ada hujan deras,
16:25intensitasnya juga cukup tinggi,
16:27dengan situasi yang juga kemarau panjang, longsor mungkin terjadi.
16:32Apa yang harus dilakukan?
16:33Baik itu oleh masyarakat ataupun juga oleh pemerintah setempat.
16:37Ya, jadi ini dikhawatirkan memang setelah tanah kering ya,
16:42pori-pori kosong, kemudian langsung hujan ya,
16:46itu pori-pori akan efektif cepat meresapkan air.
16:50Sehingga proses kejadian longsor akan lebih cepat.
16:54Nah, sehingga perlu itu tadi.
16:56Baik aparat setempat dan warga setempat.
17:00Harus saat ini juga, harus mengamati saat berjalan di lereng,
17:04saat melintasi lereng.
17:07Perhatikan, sekarang sudah harus ada inspeksi,
17:10lereng-lereng mana yang sudah menunjukkan gejala awal akan longsor.
17:14Itu ada tanda-tandanya tadi, letakkan tanah.
17:17Apalagi kalau tiba-tiba muncul mata air.
17:21Tadinya nggak ada air keluar, tapi tiba-tiba merembes.
17:23Dan apalagi kalau airnya itu semakin keruh.
17:26Segera saja meninggalkan tempat menjauh dari lereng tersebut.
17:31Karena itu artinya tanah sudah mulai bergerak.
17:34Jadi amati tanda-tanda tadi, sehingga saat ini selain inspeksi,
17:38juga cari jalur evakuasi yang aman.
17:42Ini harus gotong royong desa dan masyarakat dan aparat,
17:46dan dibantu oleh BPBD ya.
17:48Nah, atau Babinsan.
17:50Ini sangat penting sekali.
17:51Dan pantau terus perkembangan informasi cuaca dari BMKG.
17:57Biasanya 3 jam sebelum hujan lebar, itu sudah diinformasikan.
18:02Saat informasi BMKG dikeluarkan,
18:05itu harus mulai siap-siap evakuasi.
18:07Baru siap-siap ya, belum evakuasi.
18:10Artinya, lansia, kaum rentan, itu harus sudah disiapkan,
18:14nanti akan diangkut kemana?
18:17Ketempat yang lebih rendah, yang aman.
18:19Nah, itu semua jalur-jalur sudah disiapkan.
18:22Baru siap-siap.
18:23Kalau sudah begitu mulai hujan,
18:26baru yang lansia anak-anak di Fabel itu ya,
18:31disamakan lebih dahulu.
18:33Nah, kemudian,
18:34kita menunggu perkembangan selanjutnya ya,
18:38kalau BMKG itu biasanya memberikan informasi,
18:40hujan akan dimulai jam berapa sampai jam berapa.
18:43Kalau hujannya lebih dari satu jam,
18:45itu sebaiknya evakuasi diri,
18:49kalau lebih dari satu jam ya.
18:50Tapi mungkin kalau 30 menit gitu,
18:53ya sambil siaga berdoa ya,
18:56siaga, tapi kalau lebih dari 30 menit,
18:59bahkan sampai satu jam,
19:00itu sebaiknya mengungsi sementara lebih dahulu
19:03ke tempat yang lebih aman.
19:04Sehingga perencanaan itu harus sudah matang
19:08sebelum ada peringatan dini.
19:10Semuanya harus segera,
19:12ada perencanaan yang matang
19:14untuk menghindar dari bencana
19:18sebelum dikeluarkan peringatan dini.
19:20Demikian.
19:21Oke, Bu, ini kan kalau kita bicara soal longsor,
19:24seringkali terjadi banyak korban
19:27yang kemudian muncul adalah karena
19:29ini ada kelengahan,
19:32di mana misalnya masyarakat sedang tidur,
19:34kemudian tiba-tiba ada longsor.
19:36Apa longsor ini sebetulnya bisa dilihat
19:40atau diantisipasi oleh masyarakat
19:43ketika tanda-tandanya ini apa saja sebetulnya
19:46yang harus diantisipasi?
19:48Ini potensi longsor selain tadi,
19:50misalnya ada mata air,
19:52kemudian ada air yang keruh begitu keluar dari tanah.
19:56Apa yang bisa diantisipasi oleh masyarakat?
20:00Nah, kalau longsornya itu langsung kena rumah
20:03sebelum longsor, itu biasanya
20:07pintu rumah atau jendela rumah itu sulit dibuka
20:10atau lantai-lantai retak.
20:12Ada yang ambles.
20:13Itu kalau langsung kena rumah.
20:15Tapi yang berat itu kalau longsornya jauh dari rumah,
20:18nanti menimbun.
20:19Nah, oleh karena itu,
20:21semestinya setelah kesiapsiagaan ini,
20:25dengan berkoordinasi dengan masyarakat setempat,
20:29jadi tidak mengatasi sendiri-sendiri,
20:31nanti bisa saling melaporkan.
20:33Oh, di tebing sana sudah mulai turun.
20:36Kalau sendiri-sendiri kan nggak ada komunikasi,
20:38nggak ada tukar-menukar informasi.
20:40Itu harus dilakukan saat ini juga.
20:42Jadi dipetakan di level desa,
20:45titik-titik zona-zona mana yang sudah mulai menunjukkan gejala.
20:48Sehingga, kalau ada peringatan dini dari BMKG,
20:53sebaiknya kita mulai siaga.
20:56Siaga itu siap mengungsi,
20:57tapi belum mengungsi.
20:59Kapan mulai mengungsinya?
21:01Menunggu berita hujannya mau sampai jam berapa.
21:05Mulai jam berapa.
21:06Jadi BMKG itu sudah eksak,
21:08sudah mulai eksak ya.
21:09Jam berapa sampai jam berapa.
21:10Nah, kalau sudah mulai hujan,
21:13itu mengungsikan dulu yang muda,
21:15maaf, yang rentan tadi ya.
21:17Tapi kalau hujannya panjang,
21:18sebaiknya apalagi kalau malam.
21:21Biasanya hujannya itu kalau sudah malam.
21:23Jadi sebaiknya jangan tidur di sana.
21:26Memang begitu yang dilakukan,
21:28jangan tidur di lokasi itu
21:30kalau BMKG sudah mengeluarkan peringatan dini.
21:33Demikian.
21:34Oke.
21:34Nah, artinya sebetulnya ketika BMKG sekarang
21:37angkanya sudah mulai eksak,
21:39terus juga peta
21:40di mana wilayah-wilayah
21:42yang sebetulnya zona merah ini juga sudah ada.
21:45Pemerintah daerah ini juga seharusnya
21:47sudah mulai bisa memetakan
21:49mana daerah yang bisa ditinggali
21:51dan tidak ditinggali ya Bu ya?
21:53Harusnya sudah bisa.
21:55Sudah bisa dan saat ini
21:57harusnya sudah mulai siap.
21:59Kan dibimbing oleh BPBD.
22:01Dan biasanya ada relawan-relawan
22:04dari perguruan tinggi setempat.
22:05Dulu tugas kami itu jadi relawan
22:07yang bimbing masyarakat seperti itu.
22:09Jadi ikut pengungsi juga gitu ya.
22:12Jadi kalau ada pendampingan dari relawan
22:15itu akan lebih,
22:17masyarakat lebih pede ya,
22:18lebih secure gitu ya.
22:20Jadi ini saatnya kita ini bergotong royong.
22:23Yang lebih tahu,
22:25membimbing yang sudah tahu ya,
22:27kan di masyarakat kan seperti itu.
22:29Demikian Mbak.
22:30Ini saya sekalian mau konfirmasi.
22:32Kalau bicara soal dampak
22:35dan juga cuaca,
22:37ini kemarin Jawa,
22:40Pulau Jawa ini potensi cukup besar
22:42untuk bermacam-macam.
22:44Bencana hidrometeorologi.
22:48Nah, kalau dari pengamatan Ibu sendiri,
22:51apakah memang betul
22:52potensi yang berbahaya ini
22:54hanya ada di Pulau Jawa saja?
22:55Atau di daerah-daerah lain
22:57ini juga punya potensi yang sama?
22:59Mengingat sekarang Aceh juga habis mengalami banjir
23:03yang juga cukup besar begitu ya,
23:04di mana beberapa daerah terdampak.
23:06Pantauannya seperti apa analisanya, Bu?
23:09Kalau wilayah Indonesia,
23:11karena wilayahnya bergunung-gunung,
23:14juga banyak sungai-sungai,
23:16juga lautnya banyak ya,
23:17jadi hampir merata.
23:19Yang potensi terkena itu hampir merata,
23:22hanya jenis bencananya beda-beda.
23:24Terjadinya pun bisa bersamaan.
23:26Namun kalau dari segi data,
23:28umumnya curah hujan,
23:31ini umumnya ya, secara empiris,
23:33curah hujan yang tertinggi itu memang di Jawa,
23:37dan biasanya Jawa Barat.
23:38Ini data empiris.
23:40Tapi bukan berarti menegasikan
23:42daerah lain lalu aman.
23:44Tidak.
23:44Daerah lain itu sama tingginya
23:46dibandingkan negara-negara lain.
23:48Kita ini karena memang daerah hujan tropis.
23:51Jadi kita memang kaya hujan
23:53kalau di musim hujan,
23:54tapi musim kemarau juga menjadi
23:56sangat miskin hujan.
23:57Demikian.
23:58Jadi semua harus siaga.
24:00Levelnya harus siaga saat ini.
24:03Demikian.
24:04Oke, baik.
24:04Jadi artinya bisa di,
24:06sebagai pertanyaan terakhir saya,
24:08ini masih potensinya masih cukup panjang
24:10sampai dengan bulan Februari,
24:11hujan masih punya intensitas.
24:14Maret pun dikhawatirkan masih bisa berlanjut.
24:18Baik.
24:19Karena itu bisa-biasanya masih bisa sampai April.
24:21Karena durasinya juga cukup panjang,
24:23intensitasnya,
24:24kecenderungannya juga tinggi.
24:26Kalau tadi kita sudah membeda
24:28bagaimana pemerintah daerah ini
24:29harus merespons begitu ya.
24:31Masyarakat, apa yang harus dilakukan?
24:34Itu tadi.
24:35Kita harus menyiapkan
24:37keselamatan diri kita,
24:39keluarga kita,
24:40dan lingkungan kita.
24:41Satu, jaga lingkungan.
24:43Jangan merusak lingkungan
24:44yang membuat,
24:45membuang sampah,
24:46sembarangan,
24:48memotong,
24:49menggali-gali lereng
24:50yang saat ini kondisinya sangat rentan
24:53untuk longsor,
24:54tidak kena hujan,
24:55apalagi kalau ada gempa.
24:56Jadi jaga lingkungan,
24:58jangan buang sampah,
24:59dan siapkan tas siaga bencana.
25:02Siapkan jalur evakuasi.
25:04Siapkan koordinasi dengan keluarga,
25:07dengan RT RW,
25:09dengan aparat setempat
25:11untuk nanti seandainya terjadi bencana,
25:14evakuasinya bagaimana,
25:15logistiknya bagaimana.
25:18Perencanaan harus sudah matang,
25:21dimatangkan segera.
25:22Untuk koordinasi bersama antar warga,
25:25jaga warga.
25:26Demikian.
25:27Oke baik, terima kasih.
25:28Sudah bergabung bersama Breaking News Kompas TV,
25:32Bu Dwi Korita Kanawati,
25:34pengamat kebencanaan Universitas Gajah Mada Yogyakarta.
25:37Kita sehat selalu,
25:39kita pantau terus bagaimana jalannya penanganan,
25:41dan juga terutama mitigasi.
25:42Karena jangan sampai bencananya sudah terjadi,
25:45kita baru evaluasi ya Bu ya.
25:46Tapi kita harus menyiapkan sejumlah mekanisme,
25:49supaya juga tadi ada angka yang sangat kecil,
25:52bahkan kalau bisa,
25:53zero mistake untuk penanganan bencana jelang akhir tahun ini.
25:57Terima kasih Ibu,
25:59sehat selalu.
25:59Terima kasih.
26:00Selamat makasih.
26:02Selamat selalu.
26:03Semoga.
26:03Terima kasih.

Dianjurkan