00:00Problemnya adalah, Indonesia ini negeri aneh harus berbaik, termasuk Jawa Barat ini.
00:05Yang usaha resmi memenuhi prosedur banyak banget itemnya, kita jujur Pak.
00:11Perbankan item dari OJK-nya panjang, pembinaannya sering, tegurannya luar biasa.
00:17Pokoknya kalau sama yang benar memenuhi peraturan, di Indonesia itu paling rumit.
00:24Tapi yang bank-bank gelap itu di mana-mana tidak ada yang nenggur, tidak bayar pajak,
00:30tidak ada pengawasnya, bebas Pak.
00:34Kalau iklimnya terus seperti ini, sulit.
00:38Investasi di kita itu bisa berjalan dengan cepat.
00:42Kenapa? Semua orang nanti akan ambil jalan pintas.
00:46Jalan pintasnya bagaimana?
00:47Ngapain kita berbisnis secara benar, karena rumit dan panjang.
00:52Faktor birokrasi yang berbelit, bayar pajak yang tinggi, seluruh keuangan kita harus terbuka.
00:58Mening bisnis gelap tidak bayar pajak, tidak dikejar-kejar oleh Direkturat Jenderal Pajak, bebas.
01:06Apakah kita akan membiarkan ekonomi hitam menguasai dan ekonomi putih tidak menguasai?
01:11Bukan hitam putih kebenaran, ini cara.
01:14Dan ini perlu integral.
01:15Setelah itu nanti lagi apalagi jalan pintas.
01:17Karena dia punya uang yang kuat, banyak, tidak berseri, gampang, deketin Deddy Mulyadi sebagai politisi.
01:25Support dia ketika pilkada, agar nanti dia bisa merh, kuat lagi jaringannya.
01:30Bahaya Pak, model begini.
01:32Kenapa model begini?
01:33Model begini tidak akan bisa kompetitif di tingkat internasional.
01:37Hanya jagoan di Jawa Barat, tapi tidak jagoan Indonesia.
01:41Ini problem.
01:41Nah, ini dari sisi kita pelaku, dari sisi rakyat.
01:45Saya selalu mengatakan, gubernur harus memperbaiki diri, rakyat juga harus memperbaiki diri.
01:51Orang ngomong lagi, Kang itu yang kena pinjaman rentenir itu harusnya diintervensi.
02:00Udah deh, kita mau intervensi apa?
02:04Pengalaman gubernur dari area Panuriana, Padani Setiawan.
02:09Ingat aja, ada dua kredit pemerintah provinsi, Raksadesa Daka Balarea.
02:16Tanpa bunga, Alhamdulillah duit na'ewe.
02:22Itu jadi Pak.
02:23Apa artinya?
02:24Pada era PSBI ada PNPM, ada dua PNPM.
02:28Satu infrastruktur, dua ekonomi bergulir.
02:31Saya Bupati Purwakarta, tidak ada ekonomi bergulir.
02:34Semua infrastruktur.
02:35Akhirnya di Jawa Purwakarta waktu itu, Kepala Desa pusing, semua jalan, selesai.
02:40Bagus semua, bingung harus bangun di mana.
02:42Tapi tidak ada kemacetan.
02:44Yang ekonomi bergulir, 75 persen, macet.
02:50Mentalitasnya apa?
02:52Mentalitas kita adalah,
02:55Kalau pinjem ke bank emok atau bank keliling, 10 persen bayar.
03:02Kenapa?
03:03Nagingnya ngancam.
03:07Kalau ke pinjol, bayar juga.
03:09Karena nanti disebarin.
03:10Dipermalukan.
03:12Tapi kalau pinjem pemerintah tanpa bunga,
03:17Mau alamayar.
03:18Batur gek korupsi gede.
03:20Mau nyok orang di bangsa 10 juta, kudu mayar.
03:23Saruak lah.
03:24Pejabat mah gede korupsi na.
03:25Orang masak gitu.
03:26Duit negara iya.
03:27Ngege.
03:29Diputihkan.
03:30Selesai.
03:31Ini pertama.
03:32Yang kedua, ini penting.
03:34Manipulasi ekonomi kerakyatan.
03:36Apa itu?
03:37Mereka yang menjadi koordinator, mengkoordinatori petani, nelayan, pengrajin.
03:46Ini sering terjadi.
03:49Di kelompokan, dia mengkoordinatori, mengajuin ke bank atas nama UMKM.
03:55100 miliar, per kelompok 10 juta, 30 juta, 50 juta, 100 juta, 200 juta, sampai langkah 400 miliar.
04:04Siapa yang menikmati kredit ini?
04:06Mereka yang mengorkestrasinya, yang mengatasnamakan, yang mengajukan proposalnya, sampai ke sananya.
04:1340 sampai 3 juta, saya punya data tentang itu.
04:1750 sampai 4 juta.
04:19Gimana?
04:19Nama, begitu bank nagih ke dia, dia ngerti, saya terimanya cuman, orangnya udah gak ada.
04:25Kita juga hati-hati perbankan, kadang-kadang kita, orang atas nama UMKM.
04:29Di Indonesia ini banyak yang atas nama-atas nama, UMKM, UMKM.
04:34Kapan?
04:34Kalau ada pertemuan OJK seperti ini, dia paling tampil ke depan.
04:39Begitu dicek, calok UMKM.
04:43Tepuk tangan dong, ini benar fakta.
04:45Terjadi.
04:47Yang menderita siapa?
04:48UMKM-nya.
04:50Dia kenapa?
04:52Apa sih problem Indonesia?
04:52Problem Indonesia dari dulu adanya, kelas menengah manipulatif.
04:58Indonesia rusak, Jawa Barat rusak oleh kelas menengah manipulatif.
05:04Yang pintar meyakinkan perbankan, tapi manipulatif ke perbankan dan menyengsarakan warga.
05:10Untuk itu bagaimana caranya?
05:12Yang pintar meyakinkan perbankan dan menyengsarakan warga.
05:19Terima kasih.