00:00Saya ke Bang Ade dulu, Bang Ade kenapa akhirnya ini tiba-tiba dari kubu Anda tadi kita dengarkan berita pengantar
00:06ya Bang Fredy Budiman bilang target sebenarnya Presiden Prabowo, Fredy Damanik sorry, target utamanya itu Presiden Prabowo ini melalui Wapres
00:16Gibran.
00:17Ya jadi gini Bang Yaser, kalau kita perhatikan sama-sama gak memiliki jasa, itu yang pertama memiliki jasa SMA, yang
00:27judulnya SMA ya, sekolah menengah atas, kita gak bicara jasa luar negeri atau sertifikat luar negeri, sama-sama gak memiliki
00:37itu karena memang pendidikannya di luar negeri.
00:39Kalau Pak Prabowo justru SD SMP-nya gak di dalam negeri, bahkan di luar negeri itu, cuman apakah hanya Mas
00:48Gibran yang dipersoalkan, kan seperti itu, ini kan analogi kita kan melihat begini, logika daripada satu peristiwa, kok Wapresnya saja
01:00padahal kalau berbicara jasa SMA, ya itu juga Pak Prabowo juga tidak memiliki itu.
01:06Kenapa akhirnya baru sekarang disuarakan, karena pengen menyaret Pak Prabowo juga atau bagaimana nih dari tim Anda?
01:12Bukan suara daripada kami, pendukung Mas Gibran, tetapi ini adalah suara-suara netizen yang mengomentari beberapa kolom komentar, karena mereka
01:23juga mencari tahu kan.
01:24Nah terus kemudian, apakah bisa hal ini dibawa ke DPR?
01:30Pertanyaannya sederhana, apakah persoalan yang dikatakan tidak memiliki syarat itu, itukah yang dimaksud?
01:38Apakah itu yang dimaksud, tidak memiliki syarat dalam aturan dan perundangan?
01:43Tidak memiliki syarat lagi?
01:44Bukan itu, kalau tidak memiliki syarat, garing, berhalangan tetap, itu artinya dalam kondisi sakit, yang tidak sembuh-sembuh.
01:57Nah inilah yang menjadi saya rasa hal ini tentu menjadi bola panas di teman-teman di DPR.
02:04Ini yang lagi di telah lebih dalam di DPR ya?
02:14Impeachment, dan lain sebagainya, saya rasa dasarnya jelas.
02:17Kalau tidak memiliki syarat sebagai presiden atau wakil presiden, bukan berarti syarat administrasi.
02:23Tidak disebutkan di situ, eksplisit syarat administrasi.
02:27Jadi menurut, oke saya ke Bang Doli-Bang Doli, yang Anda lihat ini, kalau dari kubunya Gibran, target utamanya Presiden
02:35Prabowo.
02:35Yang Anda baca, polemik ijasa Gibran yang sekarang bola panasnya ada di DPR, akan dibawa kemana?
02:42Ya, pertama kan saya sudah berkali-kali mengatakan ya, bahwa kalau ini kemudian ditujukan ke DPR ya, kami ini juga
02:52sedang mempelajarinya secara serius.
02:54Dan saya juga mengatakan bahwa ini sangat juga kita harapkan ada pertemuan dari pimpinan-pimpinan partai politik.
03:02Nah, jadi ya kita tunggu saja, nah bahwa kemudian ada beberapa fraksi yang ingin membangun dialog, kemudian ingin melihat diskusi.
03:13Ya kami, ya namanya biasa saja di DPR itu, kami kan setiap hari di DPR itu 90 orang teman kita
03:19semua ya, antara fraksi kita hubungnya selama ini baik-baik saja gitu loh.
03:23Nah, tapi untuk yang berkaitan dengan soal ini, saya kira memang kita harus cermati betul, harus hati-hati betul, karena
03:30ini saya sebutkan sebagai politik negara gitu ya.
03:33Berhati-hatinya dalam hal apa nih Bang Doli?
03:35Ya, tunggu saja.
03:37Nah, cuman begini, kalau kemudian juga ada yang membawa-bawa ini ke Pak Prabowo, ya menurut saya ini juga nggak
03:44benar gitu loh, ya kan.
03:46Loh kami juga belum mau ngapa-ngapain, kok udah kemudian mau dibawa ke Pak Prabowo gitu loh.
03:50Jadi, masalahnya yang satu belum selesai, mau munculkan masalah yang baru.
03:55Nah, ini akan bukanya, kami kan mau cari solusi yang terbaik ya.
03:59Oke.
03:59Nah, kalau cuman ada, ada kelompok masyarakat yang mau bawa-bawa ini ke Pak Prabowo lagi, ya ini nggak, ya
04:04apa, akan nambah masalah besar lagi nih menurut saya.
04:08Jadi dari Golkar sendiri menyanggah ya, sebenarnya kalau target utama dari polemik ijazah Gibran ini adalah Presiden Prabowo?
04:15Loh ya, ya jelas ya, apa hubungannya dengan Pak Prabowo gitu loh.
04:19Ya, apa urusannya putusan MK dengan umsuan MA ini, urusannya ke Pak Prabowo?
04:25Apalagi disinggung-singgung tadi soal misalnya ijazah, salah macam itu.
04:28Saya nggak tahu, kita juga dulu nggak pernah tahu nih soal ijazah Pak Gibran ini, gitu loh.
04:33Tapi kan ada putusan MK, ya yang sekarang sedang kita pelajari.
04:37Ada putusan MA yang senang kaget, kok tiba-tiba ada putusan MA itu kan gitu loh.
04:42Nah ini semuanya sedang kita pelajar.
04:44Dan ini urusannya cuma satu saja ijazah seseorang waktu Presiden.
04:48Nggak ada urusan dengan Presiden.
04:49Oke, tahan sampai disitu. Nggak ada urusannya Bang.
04:52Satu-satu.
04:52Jadi begini, begini, bukan persoalan bawa urusannya kepada Presiden.
04:58Kan tadi ditanyakan bahwa kalau terkait persoalan ijazah dan administrasi,
05:04kan publik atau masyarakat Indonesia bisa juga Bang menilai, kan?
05:08Apasah itu hak rakyat juga yang menilai.
05:11Bukan berarti kita harus dipaksakan untuk tidak mengerti bahwa kemudian ada ijazah itu tidak dari SMA ya.
05:18Kita berbicara ijazah SMA.
05:21Administrasi perseratan paslon.
05:23Kan seperti itu.
05:25Jadi, dasarnya apa akhirnya menyatakan bahwa polemik ijazah Gibran ini targetnya Presiden Prabowo.
05:32Bang Doli sendiri sudah menyangkal tadi.
05:33Jelas, Bang Deni Ndrayana kan juga mengatakan di dalam beberapa pernyataannya.
05:38Bahwa kalau enggak kita mundurkan aja sekalian, kan begitu.
05:42Kan itu yang terjadi.
05:43Kan banyak seleweran di TikTok, bukan dari kami Bang Doli.
05:48Kami mencermati netizen yang ada, kemudian komentar-komentar yang berseleweran di media medsos.
05:55Tapi kalau atas dasar netizen dan juga yang berseleweran di media sosial kan kurang kuat.
06:00Begini, ya Sir.
06:01Kalau kita berbicara persoalan ini, bahwa ijazah Mas Gibran itu tidak ada, itu sama.
06:07Ada.
06:08Tetapi, yang menjadi soal adalah bukan SMA.
06:12Terus yang kedua, terkait syarat.
06:14Itu sudah selesai.
06:16Dan ingat, sukit ini digunakan hanya sekali dalam setiap pemilu.
06:21Biasanya seperti itu.
06:23Oke.
06:24Karena banyak teman-teman calon ketika kemudian masih mencalonkan lagi,
06:27dia mesti mengurus lagi surat keterangan.
06:29Masalahnya di mana?
06:30Baik, ini masalahnya di mana?
06:32Ini pertanyaan.