00:00Sekolah yang mampu, tadi asal dikasih saja, sekarang kita keluarkan.
00:04Yang sekolah-sekolah mampu kita keluarkan, enggak kita kasih MBG,
00:07kita fokus pada daerah 3T dan stunting tinggi.
00:11Ini adalah rangkuman yang kita kerjakan.
00:15Termasuk tadi hari ini saya putuskan yang tadinya 3.000 at cost,
00:183.000 plus-plus sampai dengan 5.000, itu kemudian kami stok 3.000 maksimal.
00:23Sehingga kita bisa menghemat anggaran negara lebih banyak lagi.
00:28Berikut adalah, ya dalam 100 hari kerja ini,
00:31kalau Anda kemarin dengar di periode yang lalu, penerima manfaat 62 juta, 63 juta.
00:39Setelah kami sisir, ternyata ada data-data dobel ini totalnya 6 juta.
00:44Jadi ada 6 juta yang dia katakanlah di data adalah santri satu pesantren,
00:49tapi dia juga terdata adalah siswa di madrasah.
00:53Jadi datanya dobel.
00:54Sehingga yang benar adalah 58 juta,
00:58tiap hari kita kasih makan setiap hari oleh BG ini,
01:0158 juta orang kita kasih makan.
01:04Dari 2026.723 sampai saat ini anggaran yang kita sudah pakai adalah 165 triliun.
01:11Kemudian tenaga yang terpakai,
01:13terima kasih Pak Menko Gusimin sudah menjelaskan terkait tenaga kerja di satu forum,
01:19ada 1,1 juta orang lebih bekerja 80 ribu UMKM dan 44 triliun sudah kita kembalikan kekas negara.
01:32Ini Bapak dan Ibu semua yang saya hormati,
01:36ada sebuah pepatah atau ada sebuah kalimat yang saya kira Pak Presiden juga sering mengungkapkan di forum-forum.
01:44Albert Einstein pernah mengatakan,
01:47Insanity is doing the same thing over and over again and expecting different results.
01:51Jadi, kami hanya ingin berusaha melakukan treatment yang berbeda.
01:57Karena treatment yang sudah berjalan sudah terbukti salah.
02:02Kalau tidak salah, tidak akan ada orang masuk penjara.
02:05Maka kami harus melakukan treatment yang berbeda,
02:09cara yang berbeda,
02:11metode yang berbeda,
02:12dan juga hal-hal yang memang harus kemudian secara drastis kami lakukan.
02:18Bukan kok kami ini mau sok-sok tegas, bukan.
02:21Tapi bahwa ketegasan ini menjadi sebuah kebutuhan.
02:24Bukan kok kami ini sok-sok galak, bukan.
02:26Tapi bahwa galak dan ketegasan ini sesuatu yang memang benar-benar dibutuhkan di momen saat ini.
02:33Saya minta maaf sampaikan di forum yang terbuka ini kepada semua pihak.
02:37Ada mitra, ada yayasan, ada kepala dapur,
02:41ada siapapun yang terlibat dalam MBK selama ini atas ketegasan
02:44atau atas hal-hal perubahan yang kita berikan ini kemudian membuat tidak nyaman Bapak-Ibu semua.
02:50Tapi yang benar harus kita lakukan dengan benar.
02:546 juta per hari, porsi berapapun diberikan sudah jelas keliru.
02:58Maka kita harus katakan ini keliru dan harus kita rubah.
03:033.000 rupiah at cost berapapun ditambah-tambah sehingga jadi boros,
03:07harus kita katakan tidak boleh lebih dari 3.000.
03:10Karena ini uang rakyat, ini harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya.
03:16Jual-beli titik, praktek-praktek korupsi, pengadaan-pengadaan yang tidak penting,
03:21ini semua tidak benar, yang tidak benar ini harus kita hentikan.
03:24Ada Pak, ini contoh saja Pak yang sekarang jadi temuan BPK,
03:29ulangi saya jadi temuannya kejaksaan, saya jelaskan.
03:33Pengadaan membangun dapur, ada membangun dapur pakai APBN.
03:36Sekarang sedang diperiksa oleh kejaksaan.
03:39Jadi dia membangun dapur itu kan kayak membangun rumah, ya enak?
03:42Oke, Pak Budi, saya membangun rumah, ini saya kasih kontrak.
03:48Kontrak membangun rumah.
03:49Ini enggak Pak.
03:50Membangun rumahnya itu pakai e-katalog Pak Rago Girung.
03:54Jadi nanti judulnya jasa pemasangan jendela, jasa pemasangan pintu, jasa pemasangan atap.
04:02Jadi membangun rumahnya diketeng, kayak membangun lego.
04:07Jadi pengadaannya pengadaan seperti itu.
04:09Ini jelas-jelas keliru.
04:13Jadi jasa elektrikal, mekanikal gitu.
04:17Jadi bikin rumah kayak bikin nyolok-nyolok gitu.
04:22Udah gitu, mohon maaf.
04:24PT yang diklik itu, namanya lucu-lucu.
04:29Apa bu namanya? PT Belok Kiri Langsung.
04:33Dia mau nyolong aja, itu enggak kreatif bikin nama, ya.
04:38Apalagi, wana aneh.
04:40Bikin PT Pak Rago Girung, Pak Wihaji.
04:42PT Belok Kiri Langsung.
04:46Dia nyari nama aja, malas.
04:49Bayangkan tuh.
04:51Ini udah enggak bisa lagi, ya.
04:54Ini, saya ini setiap hari didemo.
04:57Senin didemo oleh orang yang anti-MBG.
05:00Selasa didemo oleh mitra dapur yang dapurnya sudah jadi, belum beroperasi.
05:06Rebu didemo mahasiswa karena katanya ngurangi anggaran pendidikan.
05:10Kemis didemo sama itu.
05:12Kontraktor yang bangun dapur APBN ini yang karena fraud belum dibayar demo juga.
05:20Terus hari Jumat saya didemo siapa lagi, ya.
05:24Jadi, kupikir-pikir kok saat Senin sampai Jumat ini enggak ada demo, dukung MBG enggak ada.
05:29Yang demo itu, kadang-kadang, mohon maaf, itu yang demo lima orang, pakai toak gede-gede.
05:34Jadi, satu orang teriak-teriak, empat orang minum es.
05:37Jadi, nanti kalau dia udah serak, dia turun, minum es, temennya naik.
05:40Astaga.
05:41Ya, tapi kami elus dadah.
05:44Apapun, ya dalam negara demokrasi ini, orang boleh mengutarakan pendapatnya, orang boleh menuntut, orang boleh kemudian mengekspresikan harapan dan juga,
05:57ini kami tidak anti-kritik, kami enggak ada masalah.
05:59Tapi, yang kami sampaikan kepada orang-orang yang kemudian datang, kemudian kami temui pada saat demo,
06:06itu kami sampaikan, izinkan saya kasih saya waktu, nomor satu.
06:10Yang kedua, izinkan saya kerja dengan benar.
06:12Kalau ibu, bapak, yang bapak, ibu demo itu adalah hak yang bapak, ibu itu benar, pasti kami upayakan untuk kita
06:21kabulkan.
06:23Tapi, kalau yang demo itu adalah anggota PT Belok Kiri Langsung, kira-kira ya mohon maaf lah ya.
06:29Lama-lama kita jadi ikut gendeng kalau kita bayar.
06:32Ya, jadi, dua, kalau saya ketemu, kalau ada demo, kadang suka saya temui.
06:37Bapak, ibu semua itu saya temui, dua saja sarannya.
06:39Kasih saya waktu, dan izinkan saya kerja dengan benar.
06:43Manakala bapak, ibu semua, itu kemudian haknya adalah hak yang memang benar harus dipenuhi,
06:49maka saya pastikan hak bapak, ibu tidak akan berkurang sedikitpun.
06:53Tapi, manakala hak itu adalah bagian dari hengki-pengki yang ini, mohon maaf, kita tidak bisa teruskan.