Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Geram! Sudaryono Bongkar Modus Licik Pembangunan Dapur MBG Secara Ketengan Pakai APBN

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono tak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai membongkar indikasi modus licik dalam pembangunan fasilitas dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sudaryono menyoroti adanya upaya oknum-oknum yang mencoba memecah paket pekerjaan atau membangun dapur secara "ketengan" demi memanfaatkan anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Langkah tegas ini diambil untuk memastikan bahwa setiap rupiah dana negara dialokasikan secara transparan, efisien, dan akuntabel sesuai regulasi resmi, tanpa ada ruang untuk praktik manipulasi pengadaan infrastruktur gizi nasional.

#Sudaryono #BGN #DapurMBG

Creative/Video Editor: Icha/Evan
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Sekolah yang mampu, tadi asal dikasih saja, sekarang kita keluarkan.
00:04Yang sekolah-sekolah mampu kita keluarkan, enggak kita kasih MBG,
00:07kita fokus pada daerah 3T dan stunting tinggi.
00:11Ini adalah rangkuman yang kita kerjakan.
00:15Termasuk tadi hari ini saya putuskan yang tadinya 3.000 at cost,
00:183.000 plus-plus sampai dengan 5.000, itu kemudian kami stok 3.000 maksimal.
00:23Sehingga kita bisa menghemat anggaran negara lebih banyak lagi.
00:28Berikut adalah, ya dalam 100 hari kerja ini,
00:31kalau Anda kemarin dengar di periode yang lalu, penerima manfaat 62 juta, 63 juta.
00:39Setelah kami sisir, ternyata ada data-data dobel ini totalnya 6 juta.
00:44Jadi ada 6 juta yang dia katakanlah di data adalah santri satu pesantren,
00:49tapi dia juga terdata adalah siswa di madrasah.
00:53Jadi datanya dobel.
00:54Sehingga yang benar adalah 58 juta,
00:58tiap hari kita kasih makan setiap hari oleh BG ini,
01:0158 juta orang kita kasih makan.
01:04Dari 2026.723 sampai saat ini anggaran yang kita sudah pakai adalah 165 triliun.
01:11Kemudian tenaga yang terpakai,
01:13terima kasih Pak Menko Gusimin sudah menjelaskan terkait tenaga kerja di satu forum,
01:19ada 1,1 juta orang lebih bekerja 80 ribu UMKM dan 44 triliun sudah kita kembalikan kekas negara.
01:32Ini Bapak dan Ibu semua yang saya hormati,
01:36ada sebuah pepatah atau ada sebuah kalimat yang saya kira Pak Presiden juga sering mengungkapkan di forum-forum.
01:44Albert Einstein pernah mengatakan,
01:47Insanity is doing the same thing over and over again and expecting different results.
01:51Jadi, kami hanya ingin berusaha melakukan treatment yang berbeda.
01:57Karena treatment yang sudah berjalan sudah terbukti salah.
02:02Kalau tidak salah, tidak akan ada orang masuk penjara.
02:05Maka kami harus melakukan treatment yang berbeda,
02:09cara yang berbeda,
02:11metode yang berbeda,
02:12dan juga hal-hal yang memang harus kemudian secara drastis kami lakukan.
02:18Bukan kok kami ini mau sok-sok tegas, bukan.
02:21Tapi bahwa ketegasan ini menjadi sebuah kebutuhan.
02:24Bukan kok kami ini sok-sok galak, bukan.
02:26Tapi bahwa galak dan ketegasan ini sesuatu yang memang benar-benar dibutuhkan di momen saat ini.
02:33Saya minta maaf sampaikan di forum yang terbuka ini kepada semua pihak.
02:37Ada mitra, ada yayasan, ada kepala dapur,
02:41ada siapapun yang terlibat dalam MBK selama ini atas ketegasan
02:44atau atas hal-hal perubahan yang kita berikan ini kemudian membuat tidak nyaman Bapak-Ibu semua.
02:50Tapi yang benar harus kita lakukan dengan benar.
02:546 juta per hari, porsi berapapun diberikan sudah jelas keliru.
02:58Maka kita harus katakan ini keliru dan harus kita rubah.
03:033.000 rupiah at cost berapapun ditambah-tambah sehingga jadi boros,
03:07harus kita katakan tidak boleh lebih dari 3.000.
03:10Karena ini uang rakyat, ini harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya.
03:16Jual-beli titik, praktek-praktek korupsi, pengadaan-pengadaan yang tidak penting,
03:21ini semua tidak benar, yang tidak benar ini harus kita hentikan.
03:24Ada Pak, ini contoh saja Pak yang sekarang jadi temuan BPK,
03:29ulangi saya jadi temuannya kejaksaan, saya jelaskan.
03:33Pengadaan membangun dapur, ada membangun dapur pakai APBN.
03:36Sekarang sedang diperiksa oleh kejaksaan.
03:39Jadi dia membangun dapur itu kan kayak membangun rumah, ya enak?
03:42Oke, Pak Budi, saya membangun rumah, ini saya kasih kontrak.
03:48Kontrak membangun rumah.
03:49Ini enggak Pak.
03:50Membangun rumahnya itu pakai e-katalog Pak Rago Girung.
03:54Jadi nanti judulnya jasa pemasangan jendela, jasa pemasangan pintu, jasa pemasangan atap.
04:02Jadi membangun rumahnya diketeng, kayak membangun lego.
04:07Jadi pengadaannya pengadaan seperti itu.
04:09Ini jelas-jelas keliru.
04:13Jadi jasa elektrikal, mekanikal gitu.
04:17Jadi bikin rumah kayak bikin nyolok-nyolok gitu.
04:22Udah gitu, mohon maaf.
04:24PT yang diklik itu, namanya lucu-lucu.
04:29Apa bu namanya? PT Belok Kiri Langsung.
04:33Dia mau nyolong aja, itu enggak kreatif bikin nama, ya.
04:38Apalagi, wana aneh.
04:40Bikin PT Pak Rago Girung, Pak Wihaji.
04:42PT Belok Kiri Langsung.
04:46Dia nyari nama aja, malas.
04:49Bayangkan tuh.
04:51Ini udah enggak bisa lagi, ya.
04:54Ini, saya ini setiap hari didemo.
04:57Senin didemo oleh orang yang anti-MBG.
05:00Selasa didemo oleh mitra dapur yang dapurnya sudah jadi, belum beroperasi.
05:06Rebu didemo mahasiswa karena katanya ngurangi anggaran pendidikan.
05:10Kemis didemo sama itu.
05:12Kontraktor yang bangun dapur APBN ini yang karena fraud belum dibayar demo juga.
05:20Terus hari Jumat saya didemo siapa lagi, ya.
05:24Jadi, kupikir-pikir kok saat Senin sampai Jumat ini enggak ada demo, dukung MBG enggak ada.
05:29Yang demo itu, kadang-kadang, mohon maaf, itu yang demo lima orang, pakai toak gede-gede.
05:34Jadi, satu orang teriak-teriak, empat orang minum es.
05:37Jadi, nanti kalau dia udah serak, dia turun, minum es, temennya naik.
05:40Astaga.
05:41Ya, tapi kami elus dadah.
05:44Apapun, ya dalam negara demokrasi ini, orang boleh mengutarakan pendapatnya, orang boleh menuntut, orang boleh kemudian mengekspresikan harapan dan juga,
05:57ini kami tidak anti-kritik, kami enggak ada masalah.
05:59Tapi, yang kami sampaikan kepada orang-orang yang kemudian datang, kemudian kami temui pada saat demo,
06:06itu kami sampaikan, izinkan saya kasih saya waktu, nomor satu.
06:10Yang kedua, izinkan saya kerja dengan benar.
06:12Kalau ibu, bapak, yang bapak, ibu demo itu adalah hak yang bapak, ibu itu benar, pasti kami upayakan untuk kita
06:21kabulkan.
06:23Tapi, kalau yang demo itu adalah anggota PT Belok Kiri Langsung, kira-kira ya mohon maaf lah ya.
06:29Lama-lama kita jadi ikut gendeng kalau kita bayar.
06:32Ya, jadi, dua, kalau saya ketemu, kalau ada demo, kadang suka saya temui.
06:37Bapak, ibu semua itu saya temui, dua saja sarannya.
06:39Kasih saya waktu, dan izinkan saya kerja dengan benar.
06:43Manakala bapak, ibu semua, itu kemudian haknya adalah hak yang memang benar harus dipenuhi,
06:49maka saya pastikan hak bapak, ibu tidak akan berkurang sedikitpun.
06:53Tapi, manakala hak itu adalah bagian dari hengki-pengki yang ini, mohon maaf, kita tidak bisa teruskan.

Dianjurkan