Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Dadang Hartanto menjelaskan upaya kepolisian menggerebek Kampung Bahari yang dikenal dengan kampung narkoba di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Minggu (1/11/2026).

Dalam penggerebekan ini, polisi berhasil mengamankan narkoba berupa sabu, ganja, pil ekstasi hingga vape etomidate beserta tiga orang pengguna dan satu orang pemilik lapak transaksi narkoba.

Hingga kini, polisi masih memburu para bandar narkoba di Kampung Bahari yang melarikan diri.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah terkait penataan kawasan yang berada di bantaran rel kereta.

Produser: Theo Reza

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/699358/full-keterangan-kapolda-metro-jaya-soal-penggerebekan-narkoba-di-kampung-bahari

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00News Kompas TV kami lanjutkan saudara bersama saya Putri Oktaviani.
00:04Tim Gabungan Direkturat Narkoba Polda Metro Jaya, Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Utara dan Brimopori
00:10menggerebek kawasan yang diduga menjadi sarang peredaran narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
00:30Dengan menggunakan kereta api, Tim Gabungan Direkturat Narkoba Polda Metro Jaya, OS Metro Jakarta Utara dan Brimopori
00:38menggerebek kawasan sarang peredaran narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada minggu pagi.
00:44Setibanya di lokasi, polisi langsung mendapatkan perlawanan dari sejumlah warga
00:49yang diduga pengedar narkoba dengan menggunakan petasan, batu hingga kayu.
00:54Dalam penggerebekan, polisi mendapatkan perlawanan dari sejumlah warga,
00:58beberapa paket narkoba turut disita.
01:01Dalam penggerebekan, polisi menyita sejumlah barang bukti narkoba,
01:06senjata tajam hingga senjata api.
01:09Hingga kini, polisi masih mengumpulkan barang bukti dan mengumpulkan tersangka.
01:31Tim gabungan Polri menggerebek Kampung Muara Bahari minggu pagi ini.
01:37Suasana juga diwarnai perlawanan dari sejumlah warga di lokasi.
01:41Inilah suasana pasca menggerebekan Kampung Bahari di Tanjung Priok, Jakarta Utara.
01:46Penggerebekan ini dilakukan di perlintasan kereta yang berada di jalur menuju stasiun Tanjung Priok.
01:53Polisi mengusuri pemikiman di sekitaran rel kereta yang diduga sebagai tempat narkoba.
02:12Kapal dan Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto yang ikut penggerebekan Kampung Bahari terkait narkoba bilang,
02:19polisi menangkap tiga orang pengguna dan satu orang pemilik lapak transaksi narkoba.
02:24Dan juga menyertai narkoba jenis sabu, ganja, pil ekstasi, hingga feb etomidit.
02:31Polisi masih memburu bandar narkoba di Kampung Bahari yang melarikan diri dan akan berkoordinasi
02:36dengan pemerintah daerah untuk menata kawasan yang berada di bantaran rel kereta tersebut.
02:49Kami melakukan penyisiran atau pembersihan Kampung Narkoba.
02:56Prioritas utama dari pembersihan Kampung Narkoba di wilayah Kodam,
03:01Bikru Jaya itu memang kita lakukan di tiga tempat.
03:05Ambon, Joncos, hari ini di Bahari.
03:09Dan hari ini di Bahari memang sudah sejak lama saya warning.
03:14Melalui media kemarin mereka sudah tahu kalau kita melakukan gerakan pembersihan di Ambon maupun di Joncos.
03:22sehingga mereka memang benar-benar berusaha.
03:26Dari hasil mapping itu kita sudah tahu,
03:31kemudian kita turunkan kekuatan itu pada pagi hari ini, hari minggu,
03:38melalui jalan-jalan ikus, kita masuk anggota dikerahkan.
03:44Secara barang bukti, kita memang tidak secara signifikan menemukan,
03:51tetapi ada barang bukti-barang bukti yang cukup melangirkan kita sendiri-senjata,
04:00dan ada data-data yang lain.
04:03Pelaku-pelakunya kita sudah paham,
04:06mereka melarikan diri, tetapi mereka tidak akan lepas dari itu.
04:12Tapi yang terutama yang paling penting adalah,
04:14ketika kita melakukan pembersihan narkoma,
04:18maka harus mengikuti dengan penyelesaian yang tidak mengikuti.
04:22Oleh karena itu, depan saya sudah berbicara dengan Binti Kereta Api sebagai pemilih lahan,
04:30melakukan penataan, penataan yang baik.
04:35Penataan yang baik, lingkungan sosial ditata,
04:38masyarakatnya ditata, dibangun,
04:41kepedulian dan ketahanan sosialnya terhadap pengaruh narkoma.
04:47Itu yang paling penting.
04:49Dan lebih penting juga lagi,
04:50ada penyelesaian yang bersebut mudah mental,
04:53antara lain yang digarap oleh pemerintah.
04:58Dalam hal ini,
05:00dimotori juga oleh Menteri Perumahan.
05:06arah itu kemarin kita sentuh di wilayah Kambon,
05:11Kambon-Kambon di Kuala Fon.
05:13Nah diharapkan nanti di sini juga begitu.
05:16Ya, penataannya itu kita tahu.
05:19Sehingga kemudian tempat ini
05:20tidak menjadi tempat yang aman untuk bersarangnya
05:24para badar narkoma,
05:26termasuk para pemakaian itu intinya.
05:29Ketika kita memberikan ruang yang aman banget,
05:33maka itu akan sempurna.
05:35Dan sering saya katakan,
05:37ini seperti di Singbroken Indon ini,
05:39kita membiarkan jendela-jendela kecil yang rusak,
05:44ya kemudian itu tumbuh secusar menjadi permasalahan sosial.
05:48Maka kita harus perbaiki itu.
05:50Kecil apapun tidak boleh terjadi,
05:53sehingga penataan,
05:54mulai dari penataan sosial itu harus berlaku.
05:56Nah, tadi saya sudah bertemu,
05:57sambil saya jalan, saya mepi.
06:00Di sana ada pemulung,
06:02di sana ada rumah-rumah liar,
06:05di sana ada tempat untuk menggunakan narkoba,
06:10termasuk untuk pesan narkoba.
06:12Ini, ya,
06:15kondisi ini harus dikeharap penataan.
06:18Ya, tentu dilakukan secara baik.
06:21Ya, karena di situ ada yang orang bekerja,
06:24mencari nafkah,
06:26ada orang yang ikut serta mendompleng,
06:30menyamar,
06:31menjualan narkoba.
06:34Nanti kita pilih.
06:35Nah, ini perlu adanya pemikiran.
06:37Kalau menurut saya,
06:40ya kemarin saat ini sudah saya sampaikan kepada Pak Kapolres,
06:43kepada Pak Kapolres,
06:44itu,
06:46yang mereka bekerja di situ,
06:48itu kan banyak kan dari orang luar,
06:49itu orang berbes,
06:50orang,
06:50mana ini tadi malah,
06:52pemalah,
06:53dan lain sebagainya.
06:54Terus mungkin diidentifikasi dulu,
06:56dipukulkan,
06:57dipukul,
06:58juga,
06:59ditata dulu,
07:01baik tata kelola pemukimannya,
07:03walaupun tata kelola bagaimana dia
07:06mendapatkan
07:07sampah dari memulung itu,
07:09sehingga kemudian tidak berantakan
07:10lingkungannya kotor begitu.
07:12Nah,
07:14asistensi dari stakeholder nanti kami,
07:16saya akan bekerja sama,
07:18supaya nanti kelihatan itu rapi.
07:20Yang lain-lainnya,
07:22yang kira-kira tidak,
07:23yang rumah-rumah liar yang selama ini ditinggal oleh
07:27para pelaku,
07:28ini harus dibersihkan.
07:30Sehingga,
07:31para pemulung ini,
07:33yang kerjanya sudah bertahun-tahun di situ,
07:36dan mendapatkan rezeki dari situ,
07:38teridentifikasi,
07:39dan dilakukan pembinaan.
07:42Jadi, kita tidak harus serta-merta ini.
07:45Kita,
07:46tata kelola dengan baik.
07:48Dan tentu ini harus usaha bersama,
07:50karena pihak kepolisian tidak memiliki kekenangan sampai di situ.
07:54Pasca inilah yang penting sebenarnya.
07:56Sehingga kemudian tidak,
07:57begitu ini selesai,
07:59operasi ini menjamur lagi,
08:00itu tidak seperti itu.
08:02Nah, ini kita sedang pikirkan,
08:04untuk bekerja sama ini.
08:05Saya harapkan nanti para stakeholder ini bersyukur-syukur
08:08menyelesaikan permasalahan ini.
08:09Tidak hanya mengandalkan kepada pihak kepolis.
08:12Itu saja. Terima kasih.
08:13Pak Kau da izin,
08:14dalam operasi hari ini,
08:15apakah ada bandar atau pengedar yang menjadi target operasi,
08:18dan apakah diamankan,
08:19Pak Kau da izin?
08:22Untuk yang target,
08:23memang mereka melarikan diri.
08:25Tapi kita sudah ada,
08:26sudah ada pos.
08:29Itu menjadi,
08:32apa namanya, pegangan kami,
08:34karena tidak bisa dihubungkan.
08:35tapi untuk yang terpenting adalah,
08:38bagaimana sentuhan pembersihan setelah.
08:41Dia tidak akan,
08:42dia tidak akan lari kemana,
08:44pasti akan kampung.
08:47Yang penting tidak,
08:48dia tidak memanfaatkan,
08:50masyarakat sini untuk sebagai tameng.
08:52Itu terpenting.
08:53Dia sudah kabur,
08:55keluar dari,
08:55dari apa,
08:57dari lingkungan yang melindunginya selama ini.
08:59Sehingga kita perlu penyadaran masyarakat di sini,
09:02sekaligus penataan,
09:04penataan lingkungan.
09:05Nah, penataan lingkungan sosial inilah yang perlu bekerjasama,
09:08sekaligus penyadaran masyarakat yang selama ini,
09:11mereka merasa,
09:12ada diuntungkan dengan kehadiran orang-orang itu,
09:15parkirlah,
09:17jualan makananlah,
09:18dan lain sebagainya.
09:19Ini kita akan,
09:22bagaimana,
09:24menyerap mereka,
09:26mendapatkan diri masyarakat,
09:27kemudian baru kita,
09:28berikan solusi.
09:29Itu,
09:30harus seperti itu.
09:31Berarti,
09:32orang-orang inilah yang tadi sempat melakukan perlawanan juga gitu ya Pak Kapolda,
09:35kepada para anggota yang melakukan penyisiratnya?
09:37Ada beberapa yang teridentifikasi,
09:40tetapi itu mereka,
09:42memancing untuk kita keluar dari kolam,
09:45jadi target kita.
09:46Kita sudah memiliki target kolam,
09:48yang sudah kita petakan.
09:50Dia,
09:51keluar dari situ,
09:52harapannya kita ngejar.
09:54Gitu.
09:54Tapi kita tidak ngejar,
09:56karena kita fokus untuk,
09:58menyelesaikan yang ada di sini.
09:59Kalau kita kejar ke sana,
10:01justru dapat zong kita ke sana.
10:05Dan saudara,
10:06kita akan melanjutkan perbincangan,
10:08bersama dengan pengamat kepolisian SS,
10:11Bambang Rukminto.
10:12Pak Bambang dilanjutkan kembali,
10:14bersama dengan Oktar di studio.
10:15Pak Bambang,
10:16kalau kita melihat tadi kan memang,
10:19apa ya,
10:19ini,
10:19Tabak fokus.块
10:20H2, 23, 22,
10:2025,
10:2025,
10:2028,

Dianjurkan