Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Habiburokhman, menghormati sepenuhnya proses penegakan hukum kasus dugaan penyadapan presiden. Komisi III DPR berharap proses hukum berjalan secara profesional dan transparan.

Polri menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana penyadapan dan penghapusan data elektronik sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Presiden Prabowo Subianto.

Kabareskrim Polri, Komjen Asep Safrudin, bilang tiga jenderal polisi menjadi tersangka, yaitu LSP, ASN, dan EH.

Aktivitas ilegal ini menyasar nomor telepon Presiden Prabowo Subianto, pejabat negara, tokoh politik, organisasi masyarakat, LSM, hingga pengusaha.

Para tersangka diduga memerintahkan penyadapan tanpa prosedur sejak 2025 hingga 2026.

Baca Juga Soal Penyadapan Presiden, Kabareskrim Ungkap Terkait Penghilangan Jejak pada Oktober 2026 di https://www.kompas.tv/regional/699719/soal-penyadapan-presiden-kabareskrim-ungkap-terkait-penghilangan-jejak-pada-oktober-2026

#dpr #presidenprabowo #ekskapolri #penyadapan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/699729/eks-kapolri-tersangka-penyadapan-presiden-prabowo-habiburokhman-usut-tuntas-dan-transparan
Transkrip
00:00Ketua Komisi 3 DPR RI Fraksi Partai Gerindra Habibur Rahman
00:03menghormati sepenuhnya proses penegakan hukum atas dugaan penyadapan Presiden.
00:08Komisi 3 DPR berharap proses hukum berjalan profesional dan transparan.
00:14Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:17Sebagai Ketua Komisi 3 DPR RI,
00:19saya menghormati sepenuhnya proses penegakan hukum
00:24yang tengah berlangsung terkait penetapan tersangka
00:29beberapa perwira tinggi polri dalam kasus dugaan penyadapan ilegal.
00:37Kami yakin langkah ini merupakan bagian dari mekanisme hukum
00:39yang harus kita percayakan sepenuhnya kepada aparat penegakan hukum yang berwenang.
00:45Kami di Komisi 3 DPR RI berharap seluruh rangkaian proses hukum tersebut
00:50dapat berjalan secara profesional, objektif, transparan dari awal hingga akhir.
00:57Di lain pihak, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristianto
01:02menilai terungkapnya kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto
01:06sebagai kejahatan luar biasa.
01:09Ia menegaskan tindakan ilegal mulai dari penyadapan, penghapusan dokumen
01:13hingga peretasan sistem elektronik tersebut bukan hanya bentuk penyalahgunaan wabenang
01:18tapi juga pelanggaran hak asasi manusia serius.
01:21Oleh karena itu, PDI Perjuangan mendesak kasus ini diusut tuntas
01:25hingga menemukan aktor intelektual dibaliknya.
01:28Pada kesempatan ini, PDI Perjuangan mengucapkan terima kasih apresiasi
01:34dan dukungan terhadap Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Syudi
01:39yang telah dengan tegas menegakkan hukum atas kejahatan yang luar biasa
01:46berupa penyadapan ilegal penghapusan dokumen elektronik
01:51serta akses ilegal terhadap sistem elektronik kita.
01:56Ini tidak hanya penyalahgunaan kewenangan
01:59tetapi ini adalah pelanggaran HAM yang sangat serius
02:02terhadap hak demokrasi dan juga terhadap sistem hukum nasional.
02:07Terlebih penyadapan ilegal tersebut juga ditujukan
02:10kepada Presiden sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan
02:13maka ini merupakan suatu tindakan makar yang tidak boleh ditolak apapun
02:18alasan yang ada dan harus diusut secara tuntas
02:22siapa aktor-aktor yang terlibat di dalamnya.
02:26PDI Perjuangan terhadap apa yang disampaikan oleh Ibu Megawati Soekarno Putri
02:31maka kebenaran akan menang Satyam Eva Jayate
02:35maka ini juga menjadi momentum bagi Polri
02:38terhadap berbagai dugaan bahwa penyadapan ilegal di masa lalu telah dipakai
02:44untuk kepentingan-kepentingan politik di dalam membungkang
02:48kelompok kritis masyarakat sipil, jurnalis, dan juga para politisi
02:54tokoh-tokoh politik yang berjuang bagi kebenaran, keadilan, dan kemaselatan rakyat Indonesia.
03:03Karena itulah apa yang terjadi saat ini
03:06menunjukkan bahwa kekuatan hati Nurani lah yang menang
03:10karena proses ini diawali dengan laporan dari internal dari jajaran Polri
03:16yang menunjukkan bahwa Nurani masih bekerja
03:20dan jadi suatu kekuatan yang membukar segala penyalahgunaan dan tindak kejahatan ini.
03:30Partai Demokrat ikut bereaksi.
03:32Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat Herjaki Mahendra Putra menilai kasus penyadapan
03:36terhadap Presiden Prabowo Subianto menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
03:40Partai Demokrat meminta Polri membongkar motif di balik penyadapan
03:43sekaligus aktor utama yang terlibat.
03:48Kami mengapresiasi dan mendukung penuh upaya Bapak Kapolri, Jenderal Suyudi,
03:52beserta jajaran yang telah berhasil membongkar dan mengungkap
03:56upaya penyadapan terhadap Bapak Presiden Prabowo Subianto.
04:01Bagaimanapun berita ini membuat kita semua kaget,
04:03bisa-bisanya seorang Presiden disadap di negeri sendiri.
04:08Apalagi kita semua yang hanya ratu biasa.
04:11Tentu ini menimbulkan insecure yang luar biasa
04:14bagi kita-kita, bagi masyarakat Indonesia.
04:17Harapannya momentum ini bisa digunakan oleh Bapak Kapolri,
04:20beserta jajaran untuk bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat.
04:24Karena itu tolong usut secara tuntas dengan terang-benderang
04:29siapa-siapa saja yang terlibat di balik ini,
04:32lalu apa motifnya, mengapa ini dilakukan,
04:36siapakah aktor-aktor utamanya.
04:40Sehingga kepercayaan masyarakat bisa kembali lagi kepada Polri.
04:47Tentu ini harapan kita semua,
04:49semua pihak yang terlibat bisa diusut
04:51dan mendapatkan ganjaran atau konsekuensi
04:54yang sebesar-besarnya sesuai dengan hukum yang berlaku.
04:57selamat menikmati.

Dianjurkan