00:00Kalau saya sih berpendapat bahwa ini merupakan satu bentuk mensubordinasi,
00:11mensubordinasi kemudian yang bisa jadi kemudian juga dibuka motif-motif yang mengarah ke pakar kepada Presiden.
00:20Penyadapan itu, penyadapan itu, sesuatu yang menurut saya, sesuatu yang luar biasa ya, sangat disayangkan.
00:34Kemudian juga kami di Gerindra berpandangan, apa sih motifnya, apa sih dasarnya, kan seperti itu.
00:42Penyadapan dilakukan kepada Kepala Pemerintahan, Presiden, ini oleh institusi yang berada di bawah beliau.
00:55Kalau saya sih berpendapat bahwa ini merupakan satu bentuk mensubordinasi,
01:06kesubordinasi kemudian yang bisa jadi kemudian juga dibuka motif-motif yang mengarah ke pakarnya kepada Presiden.
01:17Sekali lagi, kami mengucapkan apresiasi kepada Kapolri dan jajarannya yang sudah melakukan proses ini
01:28dan tentu saja kita menghormati proses hukum yang sedang berjalan
01:35untuk bisa mengetahui lebih dalam dan lebih lanjut.
01:39Tapi sekali lagi, ini merupakan sesuatu yang sangat-sangat disayangkan
01:46karena seperti yang kita ketahui bersama,
01:49bahwa Presiden berbagai program pemerintahan yang dipimpinnya
01:53sedang melaksanakan agenda-agenda pembangunan yang tujuannya adalah
01:57melakukan transformasi bangsa ini
01:59jadi bangsa yang menjadi negara yang merdeka,
02:06maju berdaulat adil dan makmur,
02:08ikatkan kesejahteraan masyarakatnya,
02:10di tengah-tengah upaya seperti itu,
02:13ada upaya-upaya yang seperti ini.
02:17Mas, tapi sebenarnya ini kan diselai standar kebobolan,
02:21sebenarnya apa sih yang terjadi mas, sampai Presiden yang punya pengamanan
02:25iya menjadi pertanyaan, jadi pertanyaan masyarakat.
02:28Dan itu tadi, kalau disebut kebobolan ya ini dari dalam sendiri kan,
02:34dari dalam pemerintahan sendiri,
02:36maka itu yang saya bilang, ini bisa saja diperjemahkan sebagai suatu
02:41subordinasi yang akan arah.
02:42Karena dari dalam apakah akan ada evaluasi mas,
02:44mungkin di dalam terkait komunikasi,
02:46pasti akan ada. Seperti apa mas, mungkin?
02:50Kalau di partai ya ada konsolidasi gak mas,
02:52menyikapi hal ini kan ini menyangkut ketua umum partai Gerindra juga mas.
02:56Ya, tentu saja.
02:57Konsolidasi seperti apa mas ya?
02:59Juga akan melakukan konsolidasi sama katekan,
03:04bahwa ini adalah kepala negara, presiden yang berasal dari partai kami.
03:09Termasuk dengan perpul-perpul lain yang akan menyikapinya.
03:13Mas, sebenarnya yang bertanggung jawab menjaga keamanan saya presiden dan orang-orang sekitarnya itu,
03:18siapa mas terbagi apa mas?
03:21Mas, kalau update terbarunya sendiri,
03:24mas, apakah sudah ada update baru terkait dengan kira-kira siapa dalam ini?
03:30Oh, ini prosesnya masih berjalan.
03:33Kita yakin bahwa akan ada temuan-temuan ataupun fakta-fakta baru nanti.
03:42Jadi kita tunggu saja.
03:43Mas, sebagai segi ini, ah, disebut ada fakta si matahari masih yakin.
03:46Ini motifnya politis, karena kan presiden yang menjadi target sasaran dan beberapa politikus.
03:52Kalau berbicara soal intensi atau niat apapun yang dilakukan,
03:57kita sama-sama tahu bahwa penyadapan itu dilakukan lewat serangkaian proses yang membutuhkan keputusan pengadilan berdasarkan undang-undang kita.
04:11Dan sepanjang pengetahuan saya, penyadapan itu juga bukan sesuatu yang dapat dengan serta-merta dilakukan.
04:19Karena itu, perlu juga dipertanyakan intensinya apa presiden sendiri yang disadap.
04:35Ada kaitan dengan pemilu, ke depan mungkin menjelang pemilu, ada penyadapan ini, sudah ada hindusan ke sana.
04:43Mas, ini kan target sasarannya kan presiden saja.
04:48Wakil presiden tidak, dan ini menjadi pertanyaan.
04:51Kalau dari Gerindra mungkin melihat...
04:53Saya belum tahu ya, tapi yang pasti kemarin disampaikan bahwa penyadapan ini dilakukan kepada presiden,
04:58dan itu saja cukup untuk membuat sebuah pertanyaan besar dengan kita semua.
05:02Apa yang motif dari semua ini, kemana arahnya, seperti tadi saya bilang,
05:09kita penuh saja hasil prosesnya.
05:13Saya kira itu juga jadi bahan evaluasi.
05:22Mungkin ada undang-undang yang sudah ada mengatakan bahwa...
05:25Eh, bukan undang-undang yang sudah ada mengatakan bahwa penyadapan ini kan juga
05:29merupakan sesuatu yang tidak mudah, harus ada alasan dibagi itu dan proses penyelidikan yang dilakukan.
05:38Dan kita akan melihat lagi evaluasi monitor ini.
05:41Kira-kira apakah mungkin Parko akan mencoba untuk ada baran baru atau mungkin evaluasi terkait dengan keamanan sebaru?
05:47Sekjen atau pimpinan akan ketemu nggak sih Mas Pras menyikapi kasus besar ini?
06:02Sekjen atau pimpinan Parko kan beberapa juga kena jadi sasaran penyadapan.
06:08Nah ini akan bertemu kah untuk menyikapi ini?
06:11Ya bisa diagak.
06:13Kapan? Mas Pras menyikapi?
06:15Mas Pras menyikapi kerasnya bawah ini adalah makarnya.
06:18Eh ya, mecet-banti mobilnya nih!
06:22Ya kenapa?
06:24Kenapa ada yang sedih di bawah ini?
06:26Dan kemudian malah kamu datang dari burung ini?
06:28Dan itu itu subordinasi.
06:29Yute me.
06:31Mas Pras menyikapi Jogja menurunkan foto mas jiviran di kantor bangkat DPRD-nya.
06:36Itu ada tanggapannya nggak mas?
06:38Ya...
06:42Kalau dinamikan di partai-partai-partai
06:44Terima kasih ya
06:45Terima kasih mas
06:46Terima kasih mas
06:48Terima kasih mas
06:50Di antaranya
06:52Mas, konsolidasi dulu mas
06:54Sama partai lain mas
06:56Cara baru nonton di Smart TV
06:59Nonton live streaming
07:00Dan ribuan tayangan Kompas Gramedia
07:03Langsung dari Smart TV kamu
07:05Cara installnya
07:06Buka Google Play Store di Smart TV kamu
07:09Cari Kompas TV melalui pencarian
07:12Pilih aplikasi lalu install
07:15Selesai
07:16Kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV
07:20Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga