Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo oleh Eks Kapolri Listyo Sigit Prabowo menjadi kejahatan terbesar dalam sejarah kepolisian Republik Indonesia.

Sejumlah partai politik kini mulai ikut bersuara. Bahkan, mantan Presiden SBY menyebut politik kita semakin liar.

Lalu, siapa sebenarnya di balik kasus ini dan apa motifnya?

Kasus penyadapan Presiden Prabowo kini berkembang ke arah yang lebih serius. Pemerintah menyebut adanya indikasi makar, bahkan dugaan upaya melumpuhkan presiden agar tak bisa menjalankan pemerintahan. Bagaimana membaca keterkaitannya?

Tak pernah terjadi wakil presiden mundur atau dimundurkan. Dengan bergulirnya wacana ini, bagaimana aturannya?

Program ROSI mengundang mantan ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri yang juga Ketua MK periode 2003-2008, Prof. Jimly Asshidiqie.

Saksikan dalam ROSI episode Penyadapan, Makar, Pemakzulan (?). Tayang Kamis, 5 November 2026 pukul 20.30 WIB di KompasTV.


Baca Juga Jimly Singgung Fufufafa, Dugaan Kebohongan Gibran Bisa Jadi Alasan Pemakzulan | ROSI di https://www.kompas.tv/talkshow/700003/jimly-singgung-fufufafa-dugaan-kebohongan-gibran-bisa-jadi-alasan-pemakzulan-rosi

#kapolri #listyosigit #prabowo

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/700005/full-penyadapan-presiden-oleh-eks-kapolri-listyo-benarkah-berujung-makar-dan-pemakzulan-rosi
Transkrip
00:02Ukuran integritasnya ini seperti apa?
00:05Berarti pemerintah masih sanggup atau tidak, walaupun saktanya masih akhirnya akan muncul kontroversi berkepanjangan.
00:10Tapi tetap tidak mengubah satu tetas cinta pun untuk Indonesia.
00:27Penyidik telah menetapkan terhadap tiga orang tersangka dengan inisial LSP, ASN, dan EH.
00:38Terhadap para tersangka tersebut diduga telah melakukan penyadapan tanpa prosedural atau illegal tapping terhadap nomor telpon Presiden Republik Indonesia.
00:53Sudah apakah Presiden tahu percobaan ini? Sudah barang tentu Presiden tahu, karena dilaporkan oleh Kapolri kepada beliau.
01:03Pak Pres di situ di sana, Pak?
01:09Yang baru saya dengar adalah bahwa Presiden dan sejumlah Menteri dan sejumlah politisi,
01:17jadi saya belum tahu apakah Wakil Presiden juga ikuti sadap atau tidak.
01:24Keputusan Presiden berkenaan dengan pemberhentihan Saudara Listio Sikit Prabowo dalam kapasitas beliau sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
01:34Apa yang dilakukan ini mungkin sudah masuk kategori bisa kita anggap ini perbuatan mengarah ke perbuatan makar,
01:43mungkin juga mengarah ke perbuatan yang membahayakan keselamatan kepentingan negara,
01:48termasuk membahayakan keselamatan pimpinan negara.
02:05Selamat malam Saudara, program Rosi kembali hadir sebagai ruang opini sumber informasi bersama saya, Friska Clarissa.
02:14Kasus penyedapan terhadap Presiden Prabowo oleh ex-KPolri, Jenderalist Tio Sigit Prabowo menjadi kejahatan terbesar dalam sejarah kepolisian Republik Indonesia.
02:26Sejumlah partai politik kini mulai ikut bersuara, bahkan menyebut politik kita semakin liar.
02:32Lalu siapa sebenarnya dibalik kasus ini dan apa motifnya?
02:36Malam ini saya mengundang mantan Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri yang juga Ketua Mahkamah Konstitusi,
02:44periode 2003 hingga 2008 Prof. Jimli Asyidiki.
02:49Selamat malam Prof.
02:52Terima kasih sudah ada Prof. Jimli.
02:54Pertama saya ingin tanya apa yang ada di benak Prof. Jimli saat mendengar penyedapan terhadap Presiden
03:03yang dilakukan oleh ex-KPolri bahkan pada saat masih menjabat sebagai Kapolri terhadap Presiden.
03:11Seberani ini, ini jadi kali pertama sepanjang sejarah Republik.
03:17Bagaimana menurut Prof?
03:18Saya rasa setuju dengan statement itu yang belum pernah terjadi mungkin seluruh dunia juga baru pertama ini.
03:27Bukan hanya sejarah di Indonesia.
03:29Maka ini peristiwa besar, kita tidak bisa main-main menghadapinya.
03:36Dan apa yang sudah dilakukan oleh Presiden saya rasa sikap tegas.
03:43Siapapun yang melanggar, ya tidak sebagaimana mestinya.
03:48Saya sendiri tadinya agak kaget karena ada yang tanya sama saya.
03:53Bicara bahwa ini sudah mulai renggang antara Sulu sama Hambelang.
04:00Begitu kan.
04:01Saya bilang gak usah diadu-adu begitu.
04:04Soalnya Pak Sigit kan memang diberhentikan.
04:07Tapi kan jadi KSP, jadi makin dekat.
04:10Ya kan ada lagi.
04:11Harusnya jaraknya makin dekat dengan Pak Prabowo.
04:13Menko, ya kan Pak Pratik dianggap orang dekatnya Jokowi.
04:19Ya kan dia jadi ketua One Team Press, makin dekat juga.
04:23Ya kan bahkan salah satu mantan ketua MK yang kami berhentikan.
04:30Saya sebagai ketua MK-MK waktu itu diberhentikan sebagai ketua.
04:35Anwar Usman itu adik iparnya, sekarang dianggap One Team Press.
04:39Jadi saya bilang, udahlah gak usah diadu-adu.
04:42Ternyata orang yang saya ajak bicara ini, perlu saya yakinkan.
04:46Enggak, Prof ini ada berita baru.
04:48Ini Pak Sigit dijadikan tersangka.
04:51Yang benar saya bilang.
04:52Pas saya baca berita.
04:54Ya Allah.
04:55Prof sangat terkejut.
04:56Kaget luar biasa.
04:57Saya gak masuk akal gitu loh.
04:59Karena saya anggap memang beliau itu dekat dengan Presiden.
05:03Bahkan itu juga yang menjadi bikin repot kami.
05:07Saya waktu memimpin ketua Komisi Percepatan Republik Polri.
05:12Oh pada saat itu kan anggotanya Jendralistium.
05:15Jadi repot kita.
05:17Dia kan selalu resisten kalau menanggapi aspirasi masyarakat tentang reformasi polisi.
05:24Nah jadi begitu kejadian begitu.
05:26Ya Allah ini Tuhan membukakan pintu kebenaran di depan segenap warga bangsa kita.
05:36Dan Presiden Prabowo pun mengambil sikap tegas.
05:39Saya kira kita harus apresiasi itu.
05:42Membuka pintu kebenaran, emangnya Prof sebelumnya melihat ada yang tidak beres?
05:46Lah iya kan aspirasi rakyat mengenai Polri ini kan harus direformasi.
05:52Reformasinya total.
05:53Bukan hanya kultural, tapi juga instrumental dan juga struktural.
05:59Menyeluruh.
06:00Dan itulah yang kami hasilkan di KPRP.
06:04Setebel 3.000 halaman.
06:06Nah syukur Alhamdulillah sekarang dengan Kapolri baru.
06:09Sebagian program prioritas yang dia sudah canangkan.
06:13Itu sebagian berasal dari rekomendasi KPRP.
06:17Alhamdulillah.
06:18Tapi tadinya itu kan agak resisten.
06:21Gitu loh.
06:22Dan dipaksa dengan kejadian ini reformasi struktural yang tidak mau dilakukan.
06:26Iya.
06:27Nah apalagi aspirasi masyarakat kan sebagian.
06:30Ya kan emosi saja itu bahwa reformasi Polri sama dengan ganti ke Polri.
06:36Kan gitu.
06:37Nah sekarang karena sudah pergantian.
06:39Nah jadi saya rasa 50 persen aspirasi rakyat sudah terpenuhi.
06:44Ya mudah-mudahan dengan kasus ini ya memberi momentum lebih kuat untuk perbaikan ke depan.
06:52Tapi Prof tadi saya tertarik karena menyebut bahwa tadinya dikira isu yang bilang Solo dan Hambalang itu mulai renggang itu
07:02kayaknya gak mungkin deh.
07:03Tapi dengan kejadian ini Prof melihatnya.
07:05Saya rasa ya.
07:07Apa renggang betul?
07:08Bukan soal renggang atau dekat.
07:10Tapi yang jelas Presiden itu sesuai aturan aja.
07:14Mana yang melanggar hukum disikat kira-kira gitu.
07:19Nah tentu ada kemuliaan, sikapnya dia ingin merangkul semua.
07:26Semua mau derangkul.
07:28Nah termasuk mantan-mantan Presiden derangkul.
07:31Kan dia hanya baik.
07:32Tapi kalau ada yang melanggar hukum gak peduli dia.
07:37Nah ini buktinya.
07:38Jadi saya rasa ini pelajaran yang baik untuk perbaikan ke depan.
07:43Momentum ya.
07:44Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
07:48Dan apalagi ini pintu masuknya kan dari penyadapan ya.
07:54Illegal intercept yang harusnya hanya dilakukan untuk kasus-kasus tertentu.
07:59Betul ya Prof ya.
08:00Dan itu pun harus dilakukan oleh aparat penegak hukum.
08:02Sudah diatur.
08:03Dalam undang-undang sudah diatur.
08:05Maka tidak boleh seorang pejabat menggunakan kekuasaannya
08:09untuk main-main dengan alat-alat intercept yang itu melanggar hak asasi manusia.
08:17Hak pripasi orang.
08:19Apalagi hak pripasi pejabat tinggi.
08:22Presiden pula.
08:24Nah ini kan keterlaluan.
08:26Nah ini kan penyadapan jadi tools.
08:28Tujuannya apa sih kalau kita bisa baca Prof?
08:31Nah tujuannya itu nanti biar di pengadilan.
08:34Itu akan pasti akan terungkap.
08:36Bisa aja, bisa aja misalnya.
08:38Yang paling ringan.
08:39Itu gak sengaja.
08:41Gak sengaja gimana kalau...
08:42Misalnya itu yang paling ringan.
08:44Yuk jangan marah dulu.
08:46Paling gak begitu karena ini iseng dan sebagainya.
08:49Tapi sulit membayangkan orang akan percaya.
08:53Maka pembuktiannya nanti di pengadilan.
08:55Yang jelas kalau kita tahu Pak Presiden Prabowo ini
09:00sejak dari zaman dulu dia itu paling anti sadap.
09:04Maka dia tidak pernah pakai handphone.
09:06Dan kalau ada tamu mau ketemu sama dia
09:10HP-nya mesti ditaruh di luar.
09:12Jadi sikap batin dia itu sejak lama
09:17dia anti sadap.
09:18Tiba-tiba dia kena sadap.
09:20Yoh, dia betul-betul merasa dihianati.
09:24Nah jadi saya rasa masuk akal
09:26kalau dia bertindak tegas berkenaan dengan soal ini.
09:30Apalagi kalau kita lihat
09:32yang jadi target ini tidak hanya Presiden,
09:35ya Prof ya, juga ada tokoh politik lain.
09:37Iya, semua penjabat-penjabat tinggi.
09:38Media bahkan ada LSM juga yang jadi targetnya.
09:41End goal-nya apa ya?
09:42Oke, tujuan nanti ini kan dibuktikan di pengadilan.
09:44Tapi end goal-nya kemana ya?
09:46Kalau lihat yang di sadap itu profile-profile-nya
09:48yang tadi saya sebutkan.
09:49Ya pasti itu ada motif politik lah.
09:52Jelas motif politik dibalik itu.
09:54Kelihatan bahwa
09:55dan memang selama ini kan ada istilah
09:57parco.
09:59Ya kan?
09:59Partai Coklat.
10:01Maksudnya polisi.
10:02Polisi ini sudah mengalami politisasi.
10:05Kedudukan itu dipengaruhi oleh.
10:06Nah inilah sebetulnya salah satu
10:09yang mau kita reformasi.
10:11Biar dia independen, netral,
10:15jangan kemasukan aspirasi-aspirasi politik
10:18dan jangan dipimpin perlakuan
10:21seperti partai ini.
10:23Semua macam-macam kan
10:25untuk kepentingan politik.
10:27Gitu lah.
10:28Nah jadi
10:28itu aspirasi yang harus kita perbaiki
10:33dari kinerja kepolisian
10:35supaya dia menjadi
10:38secure from politics.
10:40Dia independen
10:41sebagai alat negara
10:43melayani kepentingan publik.
10:46Nah gitu.
10:47Motif politik,
10:48ada politisasi dugaannya
10:50siapa yang menggerakkan?
10:52Ya bisa saja.
10:52Jadi misalnya
10:56kenapa dia mau
10:57menyadap presiden coba?
11:00Atau pejabat-pejabat
11:01atau ketu-ketu partai.
11:03Itu kan ada motif politik.
11:06Jadi seorang kapolri
11:08tidak seyogianya begitu.
11:10Bahkan bukan hanya kapolri loh.
11:12Semua pejabat
11:14dia hanya boleh menyadap
11:17melanggar hak atas pripasi
11:20warga negara
11:21kalau diizinkan oleh undang-undang.
11:24Sesuai dengan proses hukum.
11:26Misalnya
11:27melalui putusan pengadilan
11:29dan lain-lain sebagainya.
11:31Dan itu sudah diatur
11:32di undang-undang
11:33bahwa
11:33hak atas pripasi
11:35itu tidak boleh
11:36dilanggar.
11:38Nah dulu ada undang-undang
11:40kebebasan informasi publik.
11:42Tapi kelebihan
11:43kita menggunakan
11:44kebebasan informasi
11:45maka akhirnya
11:46kita bikin lagi
11:47undang-undang perlindungan
11:49data pribadi.
11:50Itu adalah
11:51untuk memastikan
11:52hak asasi manusia Indonesia
11:55warga negara
11:56haknya untuk pripasi
11:59itu tidak boleh dilanggar.
12:01Jangan seorang pejabat
12:03karena dia menguasai
12:05peralatan-peralatan
12:06dia manfaatkan.
12:07Jadi
12:08hak pripasi itu
12:09bukan hanya untuk pejabat loh.
12:11Untuk warga negara biasa
12:12untuk aktivis HAM
12:13untuk
12:14misalnya
12:15ketua BEM
12:16tidak boleh
12:17di
12:21sadap
12:22tidak boleh
12:23kecuali
12:24atas
12:25perintah pengadilan
12:26atau melalui
12:27proses hukum
12:28sesuai dengan
12:29aturan undang-undang.
12:30Termasuk
12:31yang jadi pertanyaan
12:32kalau tadi
12:33kita bahas
12:34soal motif politik
12:35kan kita melihat
12:36timeline-nya ya Prof
12:37pada saat
12:38konferensi pers
12:39Mabes Polri
12:40Selasa Malam
12:41menyatakan bahwa
12:42ini adalah
12:42penyedapan
12:43ilegal.
12:44Pada saat itu
12:44pasalnya demikian
12:45Menkol Kumham
12:47ini pas
12:47Prof Yusril
12:48juga mengatakan demikian.
12:49Selang sehari
12:50istana lewat
12:51Mensesnek
12:52Proses Yohadi
12:53juga Prof Yusril
12:54mengatakan juga
12:55kemudian bahwa
12:56ini ada
12:57dugaan
12:58perbuatan
12:58mengarah ke makar.
13:00Bagaimana kita
13:00membaca keterkaitan
13:01yang hanya
13:03beda sehari ini
13:04saja Prof?
13:05Ya enggak
13:05yang satu hari itu
13:06kan hanya pintu masuk
13:07informasi
13:09di kemudian hari
13:10ternyata banyak
13:10eh ternyata
13:12sejak 2025
13:12gitu
13:13jadi
13:14penyedapan itu
13:16sudah berlangsung
13:17lama
13:18nah
13:19jadi setelah
13:21dapat fakta-fakta
13:22begitu
13:22ya wajar dong
13:23Presiden
13:24begitu dapat
13:25laporan
13:26ya kan
13:28dia marah
13:29pasti kan
13:29jadi proses
13:30nah jadi
13:31saya rasa
13:32ini ada
13:33unsur
13:35kebetulan
13:36ya kan
13:37sudah ada
13:38yang ngatur
13:39dari atas
13:39memang
13:41kepolisian itu
13:41harus dibenahi
13:42ke depan
13:44gitu loh
13:45termasuk
13:46apa yang kami
13:47rekomendasikan
13:48untuk fungsi
13:50pengawasan
13:50yang lebih efektif
13:51dari luar
13:52memperkuat
13:53komponas
13:54itu harus
13:55dilaksanakan
13:56gitu lah
13:57kira-kira
13:57dan tadi
13:58bicara soal
13:59keterkaitan
13:59pasal penyedapan
14:00dan berikutnya
14:01ke makar
14:03ini bagaimana kita
14:04melihat
14:05bahkan ini lebih serius lagi
14:06ada dugaan
14:07upaya melumpuhkan
14:08Presiden
14:09ini disampaikan oleh
14:10Menko Kumham
14:11ini pasti
14:14kembali di Rosi
14:16kasus penyedapan Presiden
14:17kini berkembang
14:17ke arah yang lebih serius
14:19pemerintah menyebut
14:20adanya indikasi makar
14:21bahkan dugaan upaya
14:22melumpuhkan Presiden
14:24agar tak bisa
14:25menjalankan pemerintahan
14:26saya masih bersama
14:27mantan ketua
14:28Komisi Percepatan
14:29Reformasi Polri
14:29yang juga Ketua
14:30Mahkamah Konstitusi
14:31periode 2003 hingga 2008
14:33Prof. Jim Lee Asidiki
14:35Prof
14:35ini kan berkembang
14:38indikasinya lebih serius
14:39dari penyedapan
14:40ke dugaan
14:41mengarah
14:41ke makar
14:42yang jadi pertanyaan publik
14:44saya dan banyak orang
14:47tentu saja
14:47ini kan Pak Listio
14:49Kapolri terlama
14:50Kapolri di eranya Pak Jokowi
14:52dilanjutkan juga di eranya
14:54Pak Prabowo
14:54bahkan
14:55sudah tidak jadi Kapolri
14:57masih ditarik
14:58jadi kepala
14:59staff kepresidenan
15:00di eranya Pak Prabowo
15:01ini dilakukan oleh
15:03mantan Kapolri
15:03pada saat itu masih aktif
15:05sebagai Kapolri
15:052025
15:06menyadap presiden
15:08siapa yang punya kuasa
15:10untuk memerintah
15:12Jenderalist
15:13Tio Sigit
15:13melakukan hal
15:14seperti ini
15:14ya itu nanti
15:16bagian dari
15:17yang harus dibuktikan
15:19jadi penyedik
15:21penuntut
15:22cara berpikirnya itu
15:23ya kan
15:24mana yang mungkin
15:26keliru
15:26ya kan
15:27buktikan aja
15:28dengan ada
15:29dua alat
15:30bukti yang
15:31meyakinkan
15:31itu
15:32dituduhkan
15:34sebagai kesalahan
15:36sampai
15:37terbukti benar
15:38di pengadilan
15:39nanti
15:40Pak Sigit
15:41pasti akan
15:42mengangkat advokat
15:43bagi advokat
15:45semua yang dilakukan
15:46oleh
15:46Sigit
15:47ya
15:48Prabowo
15:49benar semua
15:50sampai nanti
15:52terbukti salah
15:53di pengadilan
15:54jadi kita tidak
15:55usah ikut dulu
15:55menilai
15:57bukti-bukti itu
15:58biar nanti
15:59perdebatannya
16:00di ruang sidang
16:01tapi saya sih
16:02punya keyakinan
16:05Mensesnek
16:05Prasetyo Hadi
16:07dia kan sudah
16:08bicara mengenai
16:09mengarah
16:10kan baru dia bilang
16:11mengarah
16:12itu kan sudah ada
16:13bukti-bukti
16:14dia berani ngomong
16:15begitu itu
16:16artinya sudah
16:16indikasi
16:17ada indikasi
16:18jadi bukan
16:19sembarangan
16:19asal bicara
16:20nah itu nanti
16:21biar di eksplor
16:22di dalam sidang
16:24gitu loh
16:25dengan bukti-bukti
16:26yang meyakinkan
16:28dari penyedik
16:29nanti penuntut
16:30tapi pasti
16:32siap-siap
16:32akan ada yang
16:33membela diri
16:34ada yang membela
16:35namanya advokat
16:37tugas advokat
16:38semua orang benar
16:39apalagi
16:39sampai terbukti
16:41salah
16:41ini kan pasti
16:42jadi pertanyaan awal
16:43siapa sih
16:43yang berani nyuruh
16:44karena begini
16:45kalau secara
16:46logika awamnya
16:47nggak mungkin
16:48Pak Listio ini
16:49melakukan untuk
16:50diri sendiri
16:51apa untungnya
16:52begitu kan
16:53itulah analisa politiknya
16:55pasti ada
16:56cuman kan kita
16:57nggak bisa
16:58membuktikan dulu
17:00sebelum
17:00fakta-fakta itu
17:02terungkap
17:03kan semua orang ini
17:05kan masih menilai
17:06ini
17:06tapi ini kan ilmu
17:07kiralogi
17:08kira-kira
17:09ah kira-kira ini
17:11dari Solo ini
17:12gitu loh
17:12kira-kira
17:13tapi
17:15iya hubungan
17:17relasi
17:18anunya kan
17:19pribadinya
17:20tapi kita tidak
17:21boleh menyebut
17:21nama dulu
17:22tidak boleh
17:23mengambil kesimpulan dulu
17:24sebelum ada
17:26fakta-fakta
17:26meyakinkan
17:28jadi maksud saya
17:30sebaiknya
17:31di forum
17:33kayak begini
17:33kita nggak usah dulu
17:35mengambil alih
17:36ya tugasnya
17:38majelis
17:39di pengadilan nanti
17:40akan ada
17:41perdebatan seru
17:42pasti
17:43karena peristiwa ini
17:44belum pernah ada terjadi
17:45di seluruh dunia
17:46maka
17:48pasti rame nih
17:49nah gitu loh
17:50dan termasuk juga
17:51kalau
17:51tarolah kita
17:52nggak pakai
17:53kiralogi tadi
17:54nggak pakai cocok logi
17:55tapi kalau pakai
17:56pola pikirnya penyidik
17:57kan tidak mungkin nih
17:59tidak mungkin
18:00jenderalistio
18:01melakukan hal
18:02sebesar ini
18:03tanpa
18:03backup
18:04atau kekuatan
18:05yang dianggap
18:06jauh lebih besar
18:07dari presiden
18:08tidak harus
18:10backup
18:11rumusan
18:12tapi
18:12ini satu tim
18:14kepentingan
18:15kelompok
18:16dan kelompok ini
18:18kelompok mana
18:19itu dia
18:20berikutnya penanyaannya
18:21kelompok
18:21siapa-siapa
18:22gitu loh
18:23ini pasti
18:23kepentingannya
18:24politik
18:25karena yang disadap ini
18:26adalah tokoh-tokoh
18:28politik
18:28tokoh-tokoh
18:29kenegaraan
18:30yang akan mengambil
18:31keputusan-keputusan
18:32politik
18:33ya kan
18:34nah jadi
18:35ada urusannya
18:36dengan
18:36politik
18:37siapa yang punya
18:39kepentingan
18:39ya bisa macam-macam
18:41bisa politisi juga
18:42bisa
18:43pengusaha
18:44ya kan
18:45maka kita tidak bisa
18:47menuduh
18:47satu kelompok ini saja
18:49kan bisa juga
18:49pengusaha
18:50gitu loh
18:51nah jadi
18:53kemungkinan-kemungkinannya itu
18:55itu
18:56banyak
18:57dan itulah sebabnya
18:58untuk perbaikan
18:59ke depan
19:00semua
19:01jabatan itu harus
19:03secure
19:03from politics
19:04dan juga
19:05harus
19:06dijauhkan dari
19:07urusan
19:08kepentingan
19:09benturan
19:10kepentingan
19:11bisnis
19:11jadi
19:13jabatan
19:14profesional itu
19:15apalagi ini
19:16alat negara
19:17sama TNI
19:18Polri
19:19alat negara
19:20dia
19:21harus dijauhkan
19:22dari
19:23benturan
19:25kepentingan
19:25politik
19:26dan ekonomi
19:28gitu loh
19:29benturan
19:30kepentingan ini
19:31jadi masalah
19:32nah jadi
19:33misalnya
19:34sekarang
19:35karena tidak
19:36ada pemisahan
19:37maka
19:38pengusaha
19:39dan penguasa
19:40jadi satu
19:41nah ke depan
19:43ini harus jadi pelajaran
19:44supaya
19:45jabatan-jabatan
19:46resmi
19:47begini
19:47jangan
19:48dimanfaatkan
19:50untuk kepentingan
19:51politik
19:52ataupun bisnis
19:53dan ini
19:54dalam kasus ini
19:55kentara motifnya politik
19:56tadi
19:57bisa politik
19:58tapi tidak tertutup
19:59kemungkinan
20:00bisnis juga
20:01gitu loh
20:02kan
20:03semua orang
20:04berada geribut ini
20:05oligarki
20:06oligarki
20:07ujung-ujungnya
20:08kan
20:08jadi oligarki
20:10itu bukan hanya
20:11politik
20:11tapi juga
20:12ekonomi
20:13nah jadi kita
20:14tidak bisa menentukan
20:15sampai nanti
20:16terbukti
20:17di purum
20:18majelis persidangan
20:20gitu
20:20dan dibuktikan
20:22di persidangan
20:23pasti tidak mudah
20:23pembuktiannya
20:24kalau di awal
20:25kan penyedapan
20:25ilegal
20:26berikutnya
20:27disampaikan oleh
20:28Man Sesnek
20:29lalu juga
20:29oleh
20:30Prof. Yusriel
20:31Menko Kumhamimipa
20:32saya bacakan
20:33bahwa
20:34kalau dikatakan
20:35terkait dengan
20:36mengarah makar ini
20:37ya Prof
20:37kalau dikatakan
20:38membunuh
20:38rasanya setidaknya
20:39rasanya tidak
20:41tapi mengarah
20:42kepada suatu
20:43keinginan
20:43untuk melumpuhkan
20:44karena jika presiden itu
20:46tidak dapat menjalankan
20:47kekuasaan pemerintah itu
20:48yang sedang didalami
20:50oleh para penyedik
20:51sekarang ini
20:51nah itu unsur-unsur
20:53apa saja yang harus
20:53dibuktikan
20:54untuk pasal ini
20:55kalau tadi dikatakan
20:56kepada suatu
20:58keinginan
20:58untuk melumpuhkan
21:00membuktikan
21:01mensreya
21:01niat jahat
21:02kemana ya Prof
21:04ya bisa
21:05kalau kepentingan
21:06politik tadi ya
21:07itu kan melumpuhkan
21:09dalam arti
21:09biar dia
21:11misalnya
21:12tapi kirologi ya
21:13kirologi ini
21:14kalau dia tidak
21:15mampu
21:16menjalankan
21:17kewajiban
21:18sebagai presiden
21:19kan ada wakilnya
21:20yang akan
21:22menjalankan
21:22gitu loh
21:23kan orang
21:24kirologinya ke situ
21:25atau
21:27kepentingan
21:28bisnis
21:28bisa juga
21:29kalau dia ini
21:31tidak mampu
21:32ini nanti
21:33pengambilan keputusan
21:34proyek anu-anu-anu
21:35misalnya
21:35jadi
21:36kemungkinan-kemungkinan
21:38masih banyak
21:39kita tidak usah dulu
21:40ambil kesimpulan
21:42gitu kira-kira
21:43tapi
21:44bahwa ini ada motif
21:46iya
21:47pasti
21:47gak mungkin tidak
21:48motifnya pasti
21:49politik
21:50tidak mungkin tidak
21:50nah untuk
21:51pembuktiannya
21:52khusus untuk
21:53pasal makar ini
21:54apa saja Prof
21:55dari sisi hukum
21:56yang harus dibuktikan
21:58untuk pasal
21:59191 dan
22:00193
22:01KUHP baru ini
22:02karena ada
22:03unsur-unsur
22:04yang harus dibuktikan
22:05baik dengan maksud
22:06membunuh
22:07merampas kemerdekaan
22:08atau membuat presiden
22:09atau wakil presiden
22:10tidak mampu
22:11memerintah
22:12ya itu tadi
22:13kemungkinannya
22:14banyak masih
22:15ya kan
22:16kan kita bilang
22:17kalau membunuh
22:18kayaknya gak mungkin
22:19ini kan baru
22:20kirologi
22:20jadi lebih baik
22:22kita tunggu
22:23kita tunggu
22:24para penyidik
22:26pasti akan meneliti
22:27semuanya
22:28dengan sekurang-kurangnya
22:30dua alat bukti
22:30nanti juga
22:32penuntut begitu
22:33sehingga
22:34di forum sidang
22:35akan ketahuan
22:36lah begini
22:37lah gitu
22:38yang membedakan
22:40kalau untuk
22:40spesifik pasal makar ini
22:42apa sih Prof
22:42dibandingkan
22:43pasal lainnya
22:44misalnya
22:45penyadapan ilegal
22:46dibandingkan dengan makar ini
22:47kan harus apakah
22:48ada niatnya
22:49atau upaya persiapankah
22:50atau apanya
22:51yang harus jadi
22:52beban pembuktian nantinya
22:53ya
22:53satu niatnya
22:55mensriahnya
22:55kemudian
22:56tindakannya
22:57ini kan bisa kemana-mana
23:01menyadap ini
23:02kan bisa kemana-mana
23:04bisa kemana-mana
23:05tinggal nanti
23:07fakta-fakta yang
23:09membuktikan
23:10ya kan
23:10itu diperkuat dulu
23:12jadi sekarang
23:14kemungkinan-kemungkinan
23:15pasal makar
23:16pasal
23:17undang-undang ITI
23:18itu
23:19kena semua
23:21sehingga
23:22pasti ini
23:23pasalnya berlapis
23:24ya kan
23:25yang pasal makar itu
23:26hanya salah satu
23:28aja yang paling
23:28keras
23:30gitu
23:30makanya
23:31Pak Mensesnek
23:33bilang indikasi
23:34jadi dia belum
23:35mengambil kesimpulan
23:36baru indikasi
23:37tapi kalau indikasi
23:38kan ada kemungkinan
23:39kesana yang sudah
23:40ditemukan
23:41semestinya begitu
23:42kayaknya sudah ada
23:43gitu loh
23:44sudah ada
23:46indikasi berarti
23:47ada bukti-bukti
23:48minimal mungkin
23:49baru satu
23:50ya kan
23:51tapi mengarah
23:52kedua
23:52dia kan minimal
23:54dua
23:55buktinya
23:56nah jadi
23:56jadi saya rasa
23:57bisa
23:58motifnya
24:00ya kan
24:01melumpuhkan
24:01dalam arti
24:02itu kan bahasa
24:03halus dari
24:04membunuh
24:04atau melumpuhkan
24:06dalam arti
24:07supaya dia
24:08tidak dapat
24:09lagi menjalankan
24:10kewajipan
24:11karena sakit
24:12itu kan
24:14menjadi alasan
24:16juga untuk
24:18pemberhentian
24:18nah gitu
24:20gitu kan
24:20supaya wakilnya yang naik
24:22kan bisa begitu
24:23nah untuk yang tadi
24:25siap
24:26misalnya melakukan sesuatu
24:27agar wakilnya bisa naik
24:28kiralogi yang muncul di publik
24:30atau pikiran publik sekarang
24:31yang harus bisa diluruskan
24:33karena bola liarnya kan
24:34saat inggul linding
24:35Prof
24:35misalnya pertanyaan yang muncul
24:38di konferensi pers
24:39pada saat
24:40Menko Kumhamimipas
24:41Prof Yusril
24:42memberikan pernyataan
24:43apakah
24:44Wapres juga
24:46termasuk salah satu
24:47pihak yang disadap
24:48jawaban Prof Yusril
24:50pada saat itu
24:51walau alam
24:51belum ada data
24:52yang merujuk ke sana
24:53nah bagaimana kita
24:55menjawab
24:55atau kita
24:56menganalisis
24:57presidennya disadap
24:58Wapresnya kok enggak
25:00atau belum ditemukan
25:01data setidaknya
25:02nah apa yang
25:03harus dijelaskan
25:04ke publik
25:04soal ini
25:05karena kan ya
25:06ini yang
25:06soal politik ini
25:07yang banyak yang
25:08saya rasa
25:09itu nanti
25:10akan ada datanya
25:11saya
25:12kita boleh berharap
25:13dari
25:13kepolisian
25:15itu mengungkap
25:16kan sudah ada itu
25:17datanya
25:18di IT itu
25:20kan sudah ada
25:21nomor
25:22mana saja
25:22katanya
25:23saya sudah tanya
25:24eh nomor saya ada enggak
25:25sebagai mantan ketua
25:27KPRP
25:27jangan-jangan ada itu
25:28ada yang bilang
25:29oh enggak ada Prof
25:30aman berarti
25:32jadi sudah ada itu
25:33tinggal di
25:34di cek
25:35nah
25:35besar kemungkinan
25:37Wapres tidak ada
25:38karena tidak ada
25:39kebutuhan
25:40untuk disadap
25:42yang perlu disadap
25:43ini yang ambil
25:43keputusan
25:44Presiden
25:45Menteri-Menteri
25:46Ketua-Ketua Partai
25:48eh kan gitu kan
25:49nah
25:50DPR
25:50karena ada
25:52ada
25:55kemanfaatan
25:56politiknya
25:56nah kalau Wapres
25:58kira-kira
25:58bisa enggak ada itu
25:59kayak saya
26:01enggak ada juga
26:01nama saya
26:02karena enggak dianggap
26:03penting kan
26:03jadi bisa jadi
26:05arahnya
26:06tidak ada kemanfaatan
26:07politiknya
26:08bukan diartikan lainnya
26:10ini bisa jadi
26:11analisis yang
26:11menarik juga
26:12karena
26:13bicara soal ini
26:14akan mengarah kemana
26:15bola liar yang ada di publik
26:16ini bisa berbahaya
26:17atau tidak
26:17tanda kutip
26:18bagi stabilitas
26:19karena bagaimanapun juga
26:20kan kita lihat Presiden
26:21Wakil Presiden
26:21sebagai satu pasangan
26:23sekarang
26:23tapi pandangan politik
26:24tadi Prof
26:25di awal bilang bahwa
26:26ada rumor bilang
26:28bahwa Solo dan Hambalang
26:29tidak harmonis
26:30nah dengan isu ini
26:31akan semakin
26:32merenggangkan itu
26:32atau enggak sih
26:33menurut saya
26:34iya
26:34ini akan
26:36akan renggang
26:37dan karena itu
26:38harus ada penyelesaian
26:39biar
26:41tiga tahun
26:41pemerintahan
26:42ke depan
26:43itu tidak
26:45diganggu
26:46gitu loh
26:46isu-isu yang
26:47enggak penting
26:48supaya dia
26:49fokus
26:50untuk menjalankan
26:51amanat
26:54pemerintahan
26:55tugas-tugas
26:55pemerintahan
26:56selama tiga tahun
26:57ke depan
26:57terganggu
26:59terus oleh
26:59urusan kayak begini
27:00penyelesaian itu
27:01kayak gimana Prof?
27:03ya harusnya
27:03keputusan yang
27:04konkret gitu
27:05yang tegas dibuka
27:07faktanya
27:08iya
27:09mau sekarang
27:10apanya
27:12datanya dibuka
27:13ada memang
27:14datanya Prof
27:14iya
27:15iya bisa
27:16jadi
27:17kalau menurut saya
27:18maksudnya gimana?
27:20ya misalnya
27:20sekarang kan ada isu
27:21pemakzulan
27:22wapres
27:23ya kan
27:24ada isu
27:25ijazahnya
27:26lagi sidang
27:27kan
27:28itu kan
27:29saya ngeluh
27:30saya mengeluh
27:32kok bangsa
27:34demokrasi terbesar
27:36ketiga
27:36kok sudah
27:37lima tahun ini
27:38bahkan bukan lima tahun
27:40pengalaman saya
27:4020 tahun
27:41sejak 2004
27:43urusan ijazah
27:45melulu yang
27:45diperdebatkan
27:47nah jadi
27:48menurut saya
27:49ke depan harus ada
27:50perbaikan ini
27:50ini menyangkut
27:51soal kualitas
27:52peradaban demokrasi kita
27:54tapi selesaikan dulu
27:56yang kasus yang sekarang ini
27:57nah yang diselesaikan
27:58dan secara mengejutkan
27:59juga dibahas adalah
28:00makamah agung
28:01memutus surat keterangan
28:02penyetaraan pendidikan
28:03wapres
28:04gibran
28:04tidak sah
28:05dan batal
28:06demi hukum
28:07lalu apa
28:08implikasinya
28:09dan bagaimana
28:10menjawab hasil
28:10putusan MA
28:11secara konstitusional
28:15makamah agung
28:16memutus surat keterangan
28:17penyetaraan pendidikan
28:18wapres
28:18gibran
28:18tidak sah
28:19dan batal
28:19demi hukum
28:20bagaimana
28:20menjawab hasil
28:21putusan MA
28:22secara konstitusional
28:23saya masih bersama
28:24mantan ketua
28:25komisi percepatan
28:26reformasi polri
28:27yang juga ketua
28:27makamah konstitusi
28:28periode 2003
28:29hingga 2008
28:30Prof. Jimli Asidiki
28:32Prof. kalau
28:33mahkamah agung
28:34memutus bahwa surat keterangan
28:35penyetaraan pendidikannya
28:37wapres gibran
28:37ini tidak sah
28:38dan batal
28:39demi hukum
28:40dan dari putusan ini
28:42menurut
28:43Prof. apa artinya?
28:44ya ini kan sejalan
28:46dengan pertimbangan
28:48putusan MK
28:49walaupun MK kan
28:51bukan diamar
28:52ya kan
28:53amarnya kan
28:54NO
28:54berarti ada
28:55yang tidak memenuhi syarat
28:57dari segi
28:57legal standing
28:58tapi substansinya
28:59itu ada
29:02pertimbangan
29:03hukum
29:04yang
29:05sebetulnya
29:06sejalan
29:06benang merahnya
29:07dimana itu Prof?
29:08benang merahnya
29:09adalah bahwa
29:10MK mengatakan
29:12tidak ada bukti
29:14bahwa dia ini memenuhi syarat
29:15cuma
29:17ini harus
29:18melalui proses hukum
29:20lembaga-lembaga
29:21konstitusional yang lain
29:22yang punya kewenangan
29:23bukan kami
29:24artinya
29:25dia nunggu
29:26nunggu dari lembaga lain
29:27gitu loh
29:29dalam hal ini
29:30kalau mau impeachment
29:30itu artinya dari DPR
29:32nah
29:33jadi
29:34itu sejalan ini
29:36dua putusan
29:37nah sekarang
29:37esensinya
29:39putusan
29:39Mahkamah Agung itu
29:41membuktikan
29:43bahwa
29:43sebenarnya
29:45jawab pres
29:47di berantempora
29:48dia memenuhi syarat
29:49kalau tidak memenuhi syarat
29:51artinya
29:51dulu
29:53dua tahun yang lalu
29:54dia memenuhi syarat
29:55sudah diputus
29:57waktu perselisian
29:58hasil pemilu
29:59oleh MK
30:00dia memenuhi syarat
30:01maka dia
30:01sah
30:02maka statusnya
30:04sebagai pemenang
30:05dan juga sebagai
30:06wakil presiden
30:08sampai
30:092026
30:10itu sah
30:10gak ada masalah
30:11tetapi
30:12ada
30:14nopum
30:15ada bukti baru
30:16ada fakta baru
30:18yang membuktikan
30:19eh
30:19ternyata dia
30:20sebetulnya
30:21gak memenuhi syarat
30:22nah
30:24itu dipertegas
30:25oleh putusan
30:26Mahkamah Agung
30:27berarti
30:28ya
30:29cara membaca
30:30pasal
30:317A
30:327B
30:33Undang-Undang Dasar
30:346 syarat
30:36untuk
30:37pemakzulan
30:38satu
30:39kalau dia
30:39melanggar hukum
30:40berupa
30:41pengkhianatan
30:42pada negara
30:43korupsi
30:44swap
30:45dan
30:46tindak pidana
30:48berat lainnya
30:49atau
30:49melakukan
30:50perbuatan
30:51tercelah
30:51dan
30:53atau
30:53satu lagi
30:54yang terakhir
30:55nomor 6
30:55tidak memenuhi syarat
30:57lagi
30:57sebagai presiden
30:58atau wakil presiden
30:59nah
31:00poin terakhir ini
31:02tidak
31:03memenuhi syarat
31:04lagi
31:05itu artinya
31:06berlaku surut ya
31:07novum
31:07novum ini bisa
31:08memengaruhi
31:09bukan soal berlaku surut
31:11dia ini
31:12tadinya memenuhi syarat
31:13jadi tidak memenuhi syarat
31:15sekarang
31:15dua tahun
31:15dia sudah sah
31:16tapi sekarang
31:18ada bukti baru
31:19eh ternyata
31:20dia tidak memenuhi syarat
31:22yang
31:23fakta baru ini
31:24tidak dipertimbangkan oleh
31:26MK Tempuari
31:27dua tahun yang lalu
31:29gitu loh
31:29nah jadi ini adalah
31:31fakta baru
31:31novum makanya
31:33bukti baru itu
31:33fakta baru
31:34ada yang mempersoalkan
31:35kepada saya
31:36kan Pak Jimli dulu
31:37tahun 2001
31:38ketika awal
31:40perdebatan
31:41mengenai pasal
31:427A
31:427B itu
31:43kan saya sebagai
31:45ahli diundang
31:46saya menerangkan
31:47apa itu impeachment
31:48nah salah satu
31:50persyaratan
31:51untuk jadikan alasan
31:53ya kan
31:53yang kemudian
31:54menjadi kalimat
31:55tidak memenuhi syarat lagi
31:57itu soal
31:58incapacitated
32:00kondisi
32:01presiden
32:02atau wakil presiden
32:03incapacitated
32:05tidak
32:06tidak punya kemampuan lagi
32:08untuk menjalankan
32:10kewajiban presiden
32:10nah itu maksudnya
32:12itu kalau sakit
32:13oke
32:14nah
32:15tapi ini
32:16rumusan kalimatnya
32:18bukan incapacitated
32:19bukan karena alasan sakit
32:21tapi tidak memenuhi syarat lagi
32:23jadi dia lebih luas
32:25termasuk syarat administratif
32:27pendidikan
32:27termasuk ini karena
32:28ada yang bilang
32:29loh kan Pak Jimli dulu
32:31yang menjadi
32:32anunya
32:33apa namanya
32:33rujukan
32:34untuk membuat pasal itu
32:35ya itu
32:36original intent
32:37original intent
32:39itu tidak mutlak
32:40itu hanya alasan
32:42untuk disepakatinya
32:43rumusan
32:44tapi konstitusi kita itu juga
32:46evolving
32:47tumbuh
32:49jadi
32:50normanya itu
32:52kandungan nilai
32:53yang terkandung
32:54di dalam kalimat
32:55tidak memenuhi syarat lagi
32:57bisa berkembang
32:58jadi jangan hanya
33:01berpegang pada kalimat saya
33:03incapacitated
33:04dalam pengertian kesehatan
33:06jadi ini bisa termasuk
33:08artinya ini bisa jadi
33:09pintu masuk
33:10untuk impeachment
33:11menurut
33:12untuk pemakzulan
33:13jadi ini bisa
33:14dimakzulkan
33:16dengan alasan
33:17ternyata
33:18dia tidak memenuhi syarat lagi
33:20oke
33:20nah Prof
33:21tapi saya sebelum lanjut
33:22saya jadi teringat
33:23Prof Jimli
33:24pada saat
33:25setelah putusan MK
33:26itu kan menyebut bahwa
33:27ya semestinya
33:28kalau begitu
33:29tidak perlu pakai syarat ijasa
33:31waktu itu kan
33:31diartikan
33:33banyak pihak
33:33bahwa itu membela
33:34Mas Gibran
33:36banyak yang marah-marah
33:37masalah itu
33:38tadi waktu Prof
33:39jelaskan soal putusan MA ini
33:41Prof justru melihat ini
33:42jadi pintu masuk impeachment
33:44artinya ini bertentangan
33:45ini bukan soal
33:47bela siapa-siapa
33:48bukan
33:48ini soal aturan
33:50aturan objektifnya itu begitu
33:52bahwa ini
33:53tidak memenuhi syarat lagi
33:56bisa termasuk ini
33:57untuk jadi alasan
33:59pemakzulan
34:00kalau yang pasnya putusan MK
34:01waktu itu Prof
34:02mau dibilang
34:03kalau itu begini
34:04sejak tahun 2004
34:06saya kan ketua MK
34:07pertama kali
34:08menyidangkan
34:09perselisian hasil pemilu
34:11tahu enggak
34:11yang ada kaitan
34:12dengan ijazah
34:1310% perkara
34:15PHPU di MK
34:16sampai 2024
34:18masih
34:20terus saja
34:21urusan ijazah
34:22waktu pilkada kemarin
34:242024
34:25artinya
34:2620 tahun
34:27selama 20 tahun
34:28terus menerus
34:29minimal 10%
34:31kasus perselisian
34:32hasil pemilu itu
34:33ada kaitan dengan
34:34ijazah
34:35jadi waktu pilkada kemarin
34:36dari 40 kasus
34:387 berkenaan
34:40dengan ijazah palsu
34:41berarti lebih dari
34:4210%
34:43jadi maksud saya
34:44ini perlu
34:46jadi bahan
34:47renungan ke depan
34:48karena di semua
34:49negara
34:50enggak ada
34:50syarat ijazah
34:51kecuali
34:53Zimbabwe
34:54Uganda
34:55itu syarat ijazah
34:56SMA
34:57kalau Turki
34:58syarat S1
34:59tapi banyak
35:01negara maju
35:02enggak ada
35:03yang penting itu
35:04rakyat berdaulat
35:05memilih orang yang
35:06dia percaya
35:07masa orang
35:08buta huruf
35:09mau dipilih
35:10sama rakyat
35:10emangnya
35:11rakyat kita bodoh
35:12jadi maksud saya
35:13itu saya
35:14hanya menerangkan
35:16data
35:16untuk
35:18ngajak
35:19rakyat Indonesia
35:20berpikir
35:21untuk perbaikan
35:23di masa depan
35:24ini ijazah ini
35:26udahlah
35:26enggak usah jadi
35:27syarat lagi
35:28di Amerika
35:29enggak ada
35:29syarat-syarat
35:29ijazah
35:30di Inggris
35:31enggak ada
35:31tapi ini jadi masalah
35:32karena syaratnya
35:33tercantum
35:34nah
35:34tapi ini
35:35enggak bisa
35:36mengelak
35:37karena syaratnya
35:38tercantum
35:39nah
35:40syaratnya tercantum
35:42sehingga harus
35:42dipenuhi
35:43nah
35:44ada problem
35:45waktu
35:45tempoh hari
35:46sesudah putusan
35:47MK yang nomor
35:4890
35:49yang
35:51membolehkan
35:52orang
35:53yang umurnya
35:54di bawah 40
35:55asal
35:57sudah pernah
35:57jadi kepala daerah
35:58ya kan
35:59itu begitu diputus
36:01kontroversi
36:01sampai sekarang
36:03belum beres-beres
36:03itu tahu enggak
36:05itu kan
36:05menjelang
36:06pemungutan suara
36:08oke
36:08maka KPU
36:09harus cepat-cepat
36:11memperbaiki
36:12dia punya
36:12pasal
36:13maka
36:14seolah-olah
36:15KPU itu
36:16ya kan
36:18bermain mata
36:19padahal itu kan
36:20karena
36:21putusan
36:22MK 90
36:23yang harus
36:24ditindaklanjuti
36:25nah
36:26entar dulu
36:27jadi akibatnya
36:28hal-hal yang
36:29sepele-sepele
36:31begini
36:31syarat-syarat
36:31seperti ini
36:32diabaikan oleh
36:33KPU
36:33gitu loh
36:34tapi sesudah
36:35dua tahun
36:36pas dicek lagi
36:37loh
36:37ini enggak memenuhi
36:39syarat
36:39sebetulnya
36:40gitu loh
36:41dan banyak kasus
36:42misalnya
36:43anggota
36:43calon anggota
36:44DPR
36:45dia pakai
36:46ijazah
36:46dari
36:47penyetaraan
36:48enggak bisa diterima oleh
36:49KPU
36:50banyak itu
36:50tapi itu kan
36:51kejadiannya
36:51sebelumnya
36:52sebelum diputus
36:53artinya kan
36:53sebelum dilantik
36:54nah Prof
36:54bukan maksud saya
36:56kasus kayak
36:57Gibran bahwa
36:58yang ijazahnya
36:59dari luar negeri
37:00perlu penyetaraan
37:01itu banyak juga masalah
37:02banyak kasus
37:03nah untuk kasus
37:04Gibran ini
37:05untuk kasus Wapres
37:06yang juga belum clear
37:07dan masih jadi
37:08perdebatan di ruang publik
37:09Prof
37:09surat keterangan
37:10penyetaraan pendidikan
37:12Mas Wapres ini kan
37:12dianggap
37:13waktu itu sah
37:14oleh penyelenggaran pemilu
37:16KPU
37:16lalu juga ditandatangani
37:17oleh Kemendik Dasmen
37:18perlukah sampai
37:19ke efeknya
37:20impeachment-nya
37:21Mas Gibran
37:22padahal pada saat itu
37:22diatangkan sah
37:23artinya
37:24bukankah yang harus
37:24dipermasalkan pertama kali
37:26ya adalah
37:26yang menandatangani
37:28surat keterangan itu
37:29yang mengeluarkan
37:29surat keterangan itu
37:30dan penyelenggaran pemilu
37:32ya lah itu dah
37:33itu yang sudah terjadi
37:34makanya
37:35dia sudah sah
37:36sebagai pemenang pemilu
37:38dia sudah jadi
37:39presiden dan Wapres
37:41selama dua tahun
37:42itu sah semua
37:43cuma sekarang
37:44orang ribut
37:45ternyata dia
37:46tidak memenuhi saran
37:48jadi kan
37:48perdebatannya itu
37:49sederhananya
37:50apa iya
37:51sampai harus
37:51Wapres yang
37:52kena
37:53tada kutip
37:53artinya
37:54efeknya
37:55implikasinya
37:56sampai ke impeachment
37:57gitu
37:57bukan permasalahan
37:59di tingkat
37:59KPU-nya
38:00maupun
38:00kemedidashmen-nya
38:01yang dipermasalahkan
38:02sekarang
38:02itu dia
38:03itu terpulang
38:04pada pilihan politik
38:05partai
38:06ya kan
38:08mau diberhentikan
38:09apa enggak
38:10kalau mau
38:12kalau menurut saya
38:13ini kan kasus
38:14besar
38:15dan
38:17di Indonesia
38:18belum pernah
38:19maka
38:20sembilan hakim MK itu
38:21kalau ada kasus begini
38:23seneng dia
38:23akan membuat sejarah
38:25maka
38:26sebaiknya
38:27delapan partai
38:28di DPR itu
38:29musyawarah
38:30baik-baik
38:31nah Prof. Sampilhanak
38:32pilihan-pilihan politik
38:33apa saja
38:34yang bisa diambil
38:35parpol di DPR
38:36menanggapi hasil
38:37putusan MA ini
38:41pilihan-pilihan
38:42politik apa
38:43yang dimiliki
38:45parpol
38:45atau partai politik
38:46di DPR
38:47menikapi putusan
38:48Mahkamah Agung
38:49terkait surat keterangan
38:50penyetaraan
38:51pendidikan
38:51Wakil Presiden Gibran
38:53kami masih
38:53membahasnya bersama
38:55dengan mantan
38:56Ketua Komisi
38:57Percepatan Reformasi Polri
38:58yang juga Ketua
38:59Mahkamah Konstitusi
39:00periode 2003
39:01hingga 2008
39:02Prof. Jimli Asidiki
39:03Prof.
39:04kalau dengan
39:04kondisi sekarang
39:05pasca putusan
39:06Mahkamah Agung
39:07pilihan-pilihan politik
39:08apa
39:09yang bisa diambil
39:10oleh parpol di DPR
39:11untuk menjawab
39:12putusan MA?
39:13saya rasa ya
39:14pejabat eksekutif
39:16dan legislatif
39:17itu harus
39:20membiasakan diri
39:21menghormati
39:22putusan
39:23lembaga
39:24yudikatif
39:25dan sudah ada
39:26putusan MK
39:27sudah ada putusan
39:28Mahkamah Agung
39:29ya itu
39:30dilaksanakan
39:31dengan sebaik-baiknya
39:33jadi saran saya
39:38kita
39:39kita hormati
39:40ini kan
39:40negara hukum
39:41sampai yang sudah diputus
39:42itu
39:43dijadikan
39:44rujukan
39:45untuk
39:45mengambil
39:46keputusan politik
39:47berikutnya
39:48keputusan politik berikutnya
39:49apakah
39:49satu-satunya jalan
39:50pemakzulan itu?
39:52ya kalau
39:52menurut saya
39:52supaya
39:53ini akan
39:54ramenya
39:543 tahun ke depan
39:55akan ribut terus
39:56nah supaya
39:58fokus ya
39:59jadi kita selesaikan
40:01yang harus diselesaikan
40:03ya selesaikan aja
40:04baik-baik
40:04kenapa sih?
40:05yaudah
40:06diajukan aja
40:07pemakzulan
40:07cuma
40:09sebaiknya
40:09ya harus
40:11musyawarah
40:11bersama
40:128 partai ini
40:15potensi
40:15untuk
40:16musyawarah
40:17ya kan
40:18sepakat aklamasi
40:19itu besar sekali
40:20jangan ada
40:21satu apa dua
40:22yang di luar
40:23kayaknya ada
40:24bermain-main politik
40:26gitu loh
40:26supaya ini musyawarah
40:27jadi jangan hanya
40:28mengandalkan
40:292 per 3
40:29kali 2 per 3
40:30jadi hasil
40:31musyawarah bersama
40:32supaya
40:34pemerintahan kita ini
40:36bisa sampai
40:375 tahun
40:37tanpa gangguan
40:39apa namanya
40:41isu-isu yang tidak penting
40:42ya sudah
40:43diusulkan aja
40:45pemakzulan
40:46dari DPR
40:47bawa ke MK lagi
40:49jadi MK
40:50menguji lagi ya
40:52kemarin kan
40:54dia sudah menilai
40:55tapi itu
40:55kaitannya dengan
40:56pemilu
40:57nah sekarang
40:58kaitannya dengan
40:59pemakzulan
41:00nah itu beda
41:01maka dia akan
41:02membuktikan
41:03pendapat
41:04DPR
41:05bahwa
41:06si A
41:07si B
41:08memenuhi syarat
41:09untuk dimakzulkan
41:10nah itu dibuktikan
41:11oleh MK
41:12nah oleh MK
41:13dibuktikan
41:14maka jawabannya
41:15benar pendapat
41:16DPR
41:17nah baru
41:17DPR
41:18bawa ke
41:18MPR
41:19nah sebetulnya
41:21bisa
41:21ada
41:22alasan lain lagi
41:24misal
41:25selain soal
41:27ijazah ini
41:27soal
41:28pupu papa
41:29pupu papa
41:30pupu papa
41:31iya pupu papa itu
41:32kan
41:33kata Roy Suryo
41:35ini kan
41:37betul-betul
41:37akunnya
41:39Gibran
41:40tapi belum ada
41:41data yang pasti
41:42menyebutkan bahwa
41:43itu adalah
41:43punyanya Gibran
41:44kata
41:44kata itu
41:4699,9%
41:48kata Roy
41:48tapi kata Gibran
41:50gak tahu saya
41:51itu bukan saya
41:52nah
41:53ketika
41:54ketika dia
41:55mengatakan
41:56itu bukan saya
41:57dia udah jadi
41:58wapres
42:00seorang wapres
42:01itu tidak boleh
42:02bohong
42:02kalau dia
42:04mengatakan
42:04iya itu
42:05waktu tempu hari
42:06persaingan politik
42:07ya wajar dong
42:08saya begitu
42:09tapi sekarang kan
42:09udah gak lagi
42:10nah kalau dia
42:11ngaku kayak begitu
42:13fair
42:13itu gak ada masalah
42:14itu melanggar syarat
42:15yang mana memang
42:15tapi kalau dia itu
42:17tidak mengaku
42:18maka itu
42:19perbuatan tercelah
42:21itu syarat
42:21nomor lima
42:22untuk pemberhentian
42:23untuk pemasulan
42:25tadi
42:25nomor satu
42:27pengkhianatan
42:28dua
42:29korupsi
42:30swap
42:31tindak pindahan berat
42:32perbuatan tercelah
42:34tapi terlalu jauh
42:35atau tidak Prof
42:35kalau misalnya untuk
42:36tidak untuk memperkuat
42:37kalau DPR mau
42:38jadi dua poin
42:39poin satunya
42:40perbuatan tercelah
42:41karena dia bohong
42:42dan
42:43untuk IT
42:45itu yang paling
42:46gampang dibuktikan
42:47gitu loh
42:48ada
42:48tapi apakah paling
42:49mungkinnya
42:50masuknya yang paling logis
42:51sekarang adalah
42:51dari putusan
42:52mahkamah agung
42:53tentu yang kedua
42:53atau yang pertama
42:54ialah
42:55pas siap putusan
42:56mahkamah agung
42:57ya kan
42:58soal isu ijazah
42:59tapi maksud saya
43:00untuk memperkuat
43:01nah tapi
43:02ini sekali lagi
43:03harus musyawarah
43:04bersama delapan partai
43:05karena kan misalnya
43:05PKS
43:06PDIP sudah mendorong
43:07hak angket
43:08misalnya ada juga
43:09yang menyuarakan
43:09bisa jadi tidak harus
43:11hak angket
43:11tapi hak menyatakan pendapat
43:13memang prosesnya?
43:14ya hak menyatakan pendapat
43:15jangan hak angket lagi
43:16hak angket itu
43:17hanya untuk penyelidikan
43:19menurut Prof
43:19tidak perlu ada yang
43:20tidak langsung aja
43:21hak pernyataan pendapat
43:23nanti pendapat DPR itu
43:25dibawa ke
43:26mahkamah konstitusi
43:27lalu dibenarkan oleh MK
43:29baru dibawa ke
43:31MPR
43:31tapi bukan kayak ini
43:32apakah ini jadi solusi
43:33atau bisa menimbulkan
43:34turbulensi juga Prof?
43:35iya ini soal pilihan
43:37soal pilihan
43:38kalau enggak
43:38ya ribut terus
43:39nanti juga ribut
43:41bagi pembela Jokowi
43:43pembela Gibran
43:44wah dia akan mati-matian itu
43:46tapi ini kan hukum harus
43:48privil gitu loh
43:50konstitusi harus dihormati
43:52dan ini kan
43:53sebenarnya jadi presiden
43:54yang tidak pernah terjadi Prof
43:55kalau misalnya
43:56pada saat dulu
43:57Gus Dur mengundurkan diri
43:59digantikan Ibu Mega
44:00sebagai wakilnya
44:01kalau ini gimana?
44:02karena kan ini wakil presiden
44:03kalaupun itu terjadi
44:05baik itu mundur
44:06ataupun dimundurkan
44:07bagaimana secara konstitusinya?
44:09nah Gus Dur kan bukan
44:10bukan mengundurkan diri
44:12dia diberhentikan
44:13nah kalau ini
44:14kalau ini wakil presiden posisinya
44:16kalau Gus Dur tempu hari
44:18itu diberhentikan
44:20tapi melalui
44:23prosedur lama
44:23hanya hitungan jumlah suara
44:26di MPR
44:26kalau ini harus ada
44:28pembuktian hukum lebih dulu
44:30melalui MK
44:30harus lewat pembuktian hukum lagi?
44:33harus ada pembuktian hukum
44:34karena dia dipilih oleh rakyat
44:36kalau presiden kan gantinya
44:38wapresnya
44:39kalau wapres gantinya?
44:41ya itu belakangan
44:42bisa kosong
44:43bisa juga presiden
44:45mengajukan dua calon
44:46ke MPR
44:48untuk dipilih
44:48bisa aja
44:49tapi saya rasa isunya
44:51jangan ke situ dulu
44:52nanti partai-partai
44:53jadi rebutan
44:54nah itu dia
44:54karena kan potensinya
44:55mau tidak mau
44:56pasti akan ada potensi rebutan
44:57dari partai politik
44:58sebenarnya itu haknya
44:59ada di presiden
44:59menentukan nama
45:00presiden yang menentukan
45:01tapi tidak menutup kemungkinan
45:05atau pasti partai politik koalisi
45:06juga masih punya hak
45:07untuk menentukan itu
45:08pasti
45:08tapi belakangan itu
45:10yang penting
45:118 partai ini
45:12sepakat dulu
45:13musawarah baik-baik
45:15mau bagaimana ini
45:17risikonya
45:18kalau dibiarkan
45:19begini terus
45:203 tahun
45:22kita gak stabil
45:23pemerintahan
45:23atau
45:24sebaliknya
45:25kita tegas
45:26ini dimakzulkan
45:27tapi pendukung
45:28Jokowi dan sebagainya
45:30ini akan ngamuk
45:31tapi pertanyaan
45:32ini ada pilihan aja
45:33mau pilih rame nya
45:35yang mana yang
45:36mana yang lebih rame
45:37nah
45:37tapi pertanyaan kritis
45:39sederhananya adalah
45:40masa sih
45:40koalisi partai politik
45:42gak tahu
45:43pada saat mencalonkan
45:44presiden dan wakilnya
45:45akan ada potensi masalah
45:46di kemudian hari
45:47seperti ini
45:47gak tahu
45:48karena waktu itu
45:49pendek sekali waktunya
45:51jarak antara
45:52putusan MK yang 90
45:54kemudian
45:56pendaftaran calon
45:57ya kan
45:58tapi sebelum itu
45:59harus ada perubahan
46:00PKPU
46:01ya peraturan KPU
46:03itu pendek sekali
46:04jaraknya
46:05pendek sekali
46:06bahkan
46:08sesudah MK-MK bersidang
46:10lalu membuat
46:10keputusan
46:11itu kalau gak salah
46:12cuma 3 hari
46:13apa
46:14menjelang
46:15pendaftaran calon
46:17karena kan jadi berpikir
46:18kalau pada saat
46:19waktu itu mengusung
46:20partai-partai
46:21bermut
46:22untuk
46:23mengusung
46:24presiden Prabowo
46:25dan wakil presiden
46:26Gibran Raka Bumi
46:27pada saatnya di
46:27calon presiden-calon
46:28wakil presiden
46:29giliran ada masalah
46:30seperti ini
46:30tampaknya
46:31partai politik
46:32angkat tangan
46:33ya maka itu
46:34karena ini
46:35peristiwa pertama
46:36dalam sejarah
46:37ya kan
46:38belum pernah
46:38maka baiknya
46:40musyawarah lah
46:408 pimpinan
46:42partai bertemu
46:43supaya
46:44sekali-sekali
46:44musyawarah
46:45bulat gitu
46:46tapi kan pilihannya
46:48kalau musyawarah ada 2
46:48pemakzulan
46:50atau tidak
46:50nah gitu loh
46:51mau dimakzulkan
46:53atau tidak
46:53kalau tidak
46:54dimakzulkan
46:55yaudah kita dukung
46:56ini sampai habis
46:57jangan bikin riak-riak
46:58jangan lagi
46:59misalnya
47:00Denny Indrayana
47:02dan kawan-kawan
47:03Roy
47:03itu kader-kadernya
47:05partai demokrat semua
47:06partai demokrat harus
47:08apa namanya
47:09tegas
47:09jangan lagi persoalkan
47:11misalnya begitu
47:12karena hasil musyawarahnya adalah
47:13tidak dimakzulkan
47:14musyawarahnya gini
47:15supaya kita ini
47:16beranjak dari urusan
47:18ijazah ini
47:19sambil kalau menurut saya
47:20ke depan
47:21harus dievaluasi
47:22caleg-caleg bon
47:24kalau mau ditingkatkan
47:25jadi S1
47:26bolehlah
47:27untuk pendidikan politik
47:28tapi dalam pemilihan
47:30rakyat berdaulat
47:32sebetulnya
47:33gak usah
47:33yang penting
47:35rakyat diberitahu
47:36bahwa dia ini
47:36gak sekolah
47:37nah gitu loh
47:38supaya jangan
47:39urusan ijazah ini
47:40habis waktu kita
47:42tapi kalau bicara
47:44soal momentumnya
47:44dari periswa politik
47:45yang berunutan ini
47:46dari mulai penyadapan
47:48lalu juga ada
47:49isu pemakzulan
47:50ini jadi momentum
47:52yang menguatkan
47:52satu sama lain atau gimana
47:53saya rasa iya
47:54karena
47:55momentum
47:56jadi harus tegas
47:58ya di satu segi
47:59betul presiden
48:00ingin merangkul
48:01supaya jangan ada
48:02yang di luar
48:03itu bagus
48:04tapi di lain segi
48:05kita juga harus jelas
48:06tegas aturan hukum
48:08konstitusi
48:08harus diutamakan
48:11gitu loh
48:12nah jadi dalam hal
48:13begini
48:14kita harus tegas
48:15bahwa ini salah
48:16ya salah
48:17gitu loh
48:18walaupun nanti
48:20ada pahitnya
48:21ada risiko
48:22dan tidak mungkin
48:23kita
48:24ya
48:25menghimpun semua
48:27pikiran
48:28dalam satu keranjang
48:29itu tidak baik
48:31juga dalam
48:32demokrasi
48:33ya
48:33substansial
48:35gitu loh
48:36niat baik
48:37untuk menghimpun
48:38semua orang
48:39bagus
48:40tapi ada risiko
48:42risiko negatifnya
48:43negatifnya adalah
48:44ruang perbedaan
48:46jadi hilang
48:47maka biarkan aja
48:49Jokowi dan kawan-kawan
48:51itu jadi oposisi
48:52gitu loh
48:53misalnya
48:54pasti akan marah
48:55selama 3 tahun ke depan
48:57dia akan oposisi
48:58gak apa-apa
48:59diperlukan
48:59untuk demokrasi
49:01substantif
49:01gitu
49:02tapi harus tegas
49:04dan bola liarnya
49:05atau bolanya
49:06sekarang ada di
49:07DPR
49:08nah gitu
49:08saran saya
49:10sekali lagi
49:10musyawarah
49:11mufakat
49:128 partai
49:14yuk duduk bareng
49:16Profesor
49:16Jimli Asidiki
49:17yang merupakan
49:18mantan ketua
49:19Komisi Percepatan Reformasi Polri
49:20juga ketua
49:21Mahkamah Konstitusi
49:23periode 2003 hingga 2008
49:24terima kasih
49:25sudah hadir di Rossi
49:27terima kasih telah menyaksikan
49:29Rossi
49:29kita jumpa lagi
49:30Kamis depan hanya di
49:31Kompas TV
49:31independen
49:32terpercaya
49:33saya Friska Klarisa
49:34selamat malam
49:35sampai jumpa
49:36selamat menikmati

Dianjurkan