Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Bongkar Praktik Deep State dan Sabotase dari Dalam, Pidato Tegas Presiden Prabowo Kembali Disorot

Penyerahan Denda Administratif dan Lahan Kawasan Hutan Tahap 8, Jakarta, 6 Oktober 2026. Presiden RI Prabowo Subianto sempat melontarkan peringatan keras mengenai adanya pihak yang berpura-pura patuh tetapi diam-diam melakukan sabotase dari dalam pemerintahan. Pernyataan tersebut disampaikan saat penyerahan denda administratif dan penguasaan kembali kawasan hutan oleh Satgas PKH di mana Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak bodoh dan tidak akan terus-menerus berkompromi.

Sindiran tajam soal taktik perlawanan diam-diam atau deep state ini mendadak kembali disorot publik menyusul terbongkarnya kasus penyadapan ilegal. Bareskrim Polri sendiri telah menetapkan empat tersangka dalam skandal intersepsi terlarang tersebut, termasuk menyeret nama mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Simak ulasan selengkapnya mengenai peringatan keras Presiden Prabowo di tengah pusaran kasus penyadapan dalam video berikut.

#prabowo #sabotase #deepstate #PenyerahanDendaAdministratifdanLahanKawasanHutanTahap8

Creative/Video Editor: Aqilah/Reiki
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Tapi kalau mau main-main taktik perlawanan diem-diem, deep state, pura-pura patuh tapi menghalangi, sabotase dari dalam, kita
00:17bukan bodoh.
00:20Saya menahan diri, saya memberi kesejukan, tapi saya kira kita sudah dalam tahap, sudah tidak mau lagi, terlalu banyak kompromi.
00:39Terima kasih Satgas PKH untuk kesekian kali saya sampaikan, teruskan pekerjaan saudara, teruskan apa yang saudara kerjakan.
00:56Ingat, apa yang kau lakukan menyelamatkan anak dan cucu kita, jutaan hektare yang kau selamatkan, tambang-tambang ilegal yang kau
01:10tutup dan kau kuasai untuk negara, itu adalah tabungan bangsa.
01:17Saudara menambah tabungan bangsa untuk masa depan anak-anak kita dan cucu-cucu kita.
01:24Kita akan punya mak, kita akan punya dana untuk menaikin gaji guru, gaji semua pegawai negeri, gaji hakim, gaji jaksa,
01:38gaji polisi.
01:40Kita akan punya uang untuk membantu orang-orang yang lapar.
01:46Kita punya uang untuk bangun rumah, kita punya uang untuk memperbaiki irigasi-irigasi, kita punya uang untuk menghadapi kebakaran-kebakaran
02:00hutan.
02:02Jangan tunggu hutan terbakar, kita kerja sekarang untuk mencegah.
02:06Itu butuh uang semua.
02:13Sudah-sudah sekalian.
02:20Tugas kita masih berat, perjalanan masih jauh, tapi kemenangan sudah kelihatan.
02:33Sudah-sudah sekalian, ya.
02:36Satgas ini bekerja dua tahun, sudah menyumbang kembali ke negara 52 triliun.
02:43Bukan uang sembarangan itu.
02:4652 triliun.
02:49Dan saya percaya, ya.
02:53Jaksa Agung dan semua petugas sudah bisik-bisik ke saya, Pak.
03:01Tunggu.
03:03Bulan depan.
03:06Kita akan, kita akan terus.
03:11Dan saya lihat, Pak Richard senyum dengan baik.
03:15Berarti dia optimis.
03:19Semua pimpinan Satgas PKH semua senyum.
03:25Berarti mereka sangat optimis.
03:29Sumbangan-sumbangan mereka akan terus meningkat.
03:33Selama tunai kayak begini, aku datang ke Sagat PKH.
03:38Terima kasih.
03:39Terima kasih.
03:40Terima kasih.
03:42Terima kasih.
03:44Terima kasih.

Dianjurkan