00:00Tapi kalau mau main-main taktik perlawanan diem-diem, deep state, pura-pura patuh tapi menghalangi, sabotase dari dalam, kita
00:17bukan bodoh.
00:20Saya menahan diri, saya memberi kesejukan, tapi saya kira kita sudah dalam tahap, sudah tidak mau lagi, terlalu banyak kompromi.
00:39Terima kasih Satgas PKH untuk kesekian kali saya sampaikan, teruskan pekerjaan saudara, teruskan apa yang saudara kerjakan.
00:56Ingat, apa yang kau lakukan menyelamatkan anak dan cucu kita, jutaan hektare yang kau selamatkan, tambang-tambang ilegal yang kau
01:10tutup dan kau kuasai untuk negara, itu adalah tabungan bangsa.
01:17Saudara menambah tabungan bangsa untuk masa depan anak-anak kita dan cucu-cucu kita.
01:24Kita akan punya mak, kita akan punya dana untuk menaikin gaji guru, gaji semua pegawai negeri, gaji hakim, gaji jaksa,
01:38gaji polisi.
01:40Kita akan punya uang untuk membantu orang-orang yang lapar.
01:46Kita punya uang untuk bangun rumah, kita punya uang untuk memperbaiki irigasi-irigasi, kita punya uang untuk menghadapi kebakaran-kebakaran
02:00hutan.
02:02Jangan tunggu hutan terbakar, kita kerja sekarang untuk mencegah.
02:06Itu butuh uang semua.
02:13Sudah-sudah sekalian.
02:20Tugas kita masih berat, perjalanan masih jauh, tapi kemenangan sudah kelihatan.
02:33Sudah-sudah sekalian, ya.
02:36Satgas ini bekerja dua tahun, sudah menyumbang kembali ke negara 52 triliun.
02:43Bukan uang sembarangan itu.
02:4652 triliun.
02:49Dan saya percaya, ya.
02:53Jaksa Agung dan semua petugas sudah bisik-bisik ke saya, Pak.
03:01Tunggu.
03:03Bulan depan.
03:06Kita akan, kita akan terus.
03:11Dan saya lihat, Pak Richard senyum dengan baik.
03:15Berarti dia optimis.
03:19Semua pimpinan Satgas PKH semua senyum.
03:25Berarti mereka sangat optimis.
03:29Sumbangan-sumbangan mereka akan terus meningkat.
03:33Selama tunai kayak begini, aku datang ke Sagat PKH.
03:38Terima kasih.
03:39Terima kasih.
03:40Terima kasih.
03:42Terima kasih.
03:44Terima kasih.